
*I woke up pissed off today
And lately everyone feels fake
Somewhere I lost a piece of me
Smoking cigarettes on balconies
But I can't do this alone
Sometimes I just need a light
If I call you on the phone
Need you on the other side
So when your tears roll down your pillow like a river
I'll be there for you
I'll be there for you
When you're screaming, but they only hear you whisper
I'll be loud for you
But you gotta be there for me too
But you gotta be there for me too
Last year took a toll on me
But I made it with you next to me
Around the world and back again
I hope you're waiting at the end
But I can't do this alone
Sometimes I just need a light
If I call you on the phone
Need you on the other side*
alunan musik dari Martin Garrix dan Troye Sivan yang berjudul There For You menemani sepinya Zana yang berada di kamarnya sendiri.
sejak kejadian dirinya mendadak viral di kampus dia dan Kenzo sangat jarang bertemu. lambat laun berita tentang dia dan Kenzo pun menghilang bak di telan bumi. toh memang lama kelamaan orang-orang akan bosan membicarakan mereka.
sudah 1 bulan ini Kenzo dan dirinya tidak bertemu sama sekali karena memang kesibukan Kenzo di sekolah dan tempat lesnya. Zana benar-benar merasa kesepian, walaupun setiap hari mereka melakukan komunikasi dengan sekedar chat atau VC tapi itu tidak membuat rasa rindu Zana terobati.
selama 2 hari ini Zana mengurung dirinya di kamar, karena dirinya sedang libur kuliah. hari liburnya dihabiskan dengan bermalas-malasan di kamarnya sambil mendengarkan musik. dia hanya akan keluar kamar ketika cacing perutnya sudah berdemo meminta makanan masuk ke dalam perut.
Tristan dan Putri yang melihat kelakuan anak sulung mereka hanya menggelengkan kepalanya, berulang kali Putri menyuruhnya untuk pergi jalan-jalan keluar tapi Zana menolak karena memang Zana tipikal orang yang tidak terlalu suka keramaian kecuali terpaksa.
"sayang Zana mana?" tanya Tristan yang baru saja tiba dari kantor
"seperti biasa mengurung diri di kamar" jawab Putri sambil membuka jas dan mengambil tas kerja Tristan
"itu anak Kenzo belum berangkat kuliah di Singapura aja udah gitu gimana nanti kalau udah berangkat?" ucap Tristan dan Putri yang mendengarnya tersenyum.
entah sudah berapa lagu yang sudah di putar Zana tapi rasa bosannya tak kunjung hilang. hari ini dia sudah menolak 2 ajakan dari Icha dan Keysa untuk jalan keluar. sebenarnya Zana ingin sekali pergi tapi rasa rindu nya pada Kenzo menguasai dirinya yang membuat dia malas untuk beraktivitas.
Zana meraih ponselnya di meja dan melihatnya, hari sudah menjelang petang tapi satu pun chat atau telpon dari Kenzo belum saja masuk membuat dia semakin galau. "kamu kemana sih" ucapnya sambil melempar ponsel dan tubuhnya di atas ranjang.
tok tok tok
"kak mama masuk ya" ucap Putri di balik pintu kamarnya
"sayang kamu ga ada rencana keluar rumah?" tanya Putri sambil mengelus rambutnya yang panjang terurai
"ga ma aku males, ma ada kabar dari bunda ga Kenzo hari ini kemana? dari tadi aku coba menelponnya tapi ponselnya ga aktif" keluhnya sambil memindahkan kepalanya di pangkuan Putri
"ga tuh sayang, apa mau kita ke rumah bunda sekarang?" Zana menggelengkan kepalanya
"biarin aja ma mungkin dia lagi sibuk belajar Zana ga mau jadi penganggu"
"ya udah kita makan yu, papa udah nungguin kamu di bawah" Zana mengangguk dan mereka pun berjalan keluar kamar Zana
***♥️♥️***
"bang malam ini jadi?" tanya Sarah pada Kenzo yang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk kejutan buat Zana
"jadi donk bun, Zacky dan yang lainnya juga sedang menuju kesini"
"oia bunda lupa kabarin mama Putri"
"yah bunda, cepetan telpon bun"
"oke bunda kabari dulu mama Putri ya"
Sarah pun masuk ke dalam kamar mengambil ponselnya untuk menelpon Putri. ketiga adik angkatnya pun datang untuk membatu Kenzo mempersiapkan kejutan untuk Zana.
"sorry bang kita telat" ucap Gian di ikuti Zacky dan Kia
"kalian datang pas gue udah beres, mending ga usah dateng sekalian"
"sorry sorry bang, biasa nih Kia lama" lanjut Gian
"iih kok nyalahin gue sih tuh nungguin si Zacky pulang apel dulu" ucap Kia
"dih ujung-ujungnya nyalahin gue kalian"
"udah-udah bantuin gue masukin ini semua ke mobil" ucap Kenzo dan mereka pun memasukkan balon, bunga dan beberapa hadiah masuk ke dalam mobil.
sambil menunggu tengah malam mereka pun duduk di halaman belakang sambil mengobrol.
"bang, nanti kalau lo kuliah kak Zana gimana" tanya Zacky
"ya ga gimana-gimana" jawabnya singkat sambil menikmati kentang goreng kesukaannya
"maksud gue kalian LDRan donk?" Kenzo hanya tersenyum
"ih kok senyum doank, abang ga takut apa Kak Zana ada yang ambil secara kan kak Zana banyak penggemar nya di kampus" lanjut Kia
"ga akan mungkin kan hatinya udah abang kunci"
"diiiih PD banget sih bang, kita kan ga akan tau gimana kedepannya"
"kalian tenang aja, abang ga akan biarin Zana menunggu abang terlalu lama" ucapnya sambil tersenyum sedangkan ketiga adiknya mengerutkan kening tidak mengerti dengan ekspresi wajah Kenzo.
jam sudah menunjukan 23.30 dan mereka pun bersiap untuk meluncur ke rumah Zana.
"udah ga ada yang ketinggalan bang?" tanya Sarah yang memang membantu semua persiapannya
"ga ada bun, semuanya oke" ucapnya. mengacungkan jempol nya
"ya udah kalian hati-hati ya, bunda ikut kejutannya yang besok aja"
"oke bun kita pergi ya bye bunda" pamit Kia sambil mencium kedua pipi Sarah.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️♥️😘