Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
JADIAN



setelah rapat OSIS selama 2 jam Kenzo dan 2 sahabatnya berjalan menuju tempat di mana Zana menunggu. waktu yang lumayan lama untuk Zana menunggu untungnya Zacky bersedia menemani kakaknya itu sambil mereka berbagi cerita.


"Sayang maaf ya lama" kata Kenzo dan duduk di sebelah Zana


"ga apa-apa sayang aku di temenin Zacky kok" tatapan Zacky langsung tertuju pada Yuri. Yuri yang sadar dengan tatapan Zacky hanya menunduk malu. Galen dan Kenzo tidak mengerti dengan suasana yang mendadak menjadi hening.


"kalian kenapa habis berantem?"tanya Galen yang merasa ada yang aneh antara Yuri dan Zacky


"ngacoo lo, udah ya gue pulang duluan udah sore"ucap Yuri pamit pada semuanya. Zacky dengan cepat mengikuti langkah Yuri.


"yank mereka kenapa?" tanya Kenzo heran begitupun dengan Galen


"Zacky suka sama Yuri" ucap Zana


"Apa??" teriak Galen dan Kenzo kaget, Zana hanya tersenyum menggelengkan kepalanya dan mengikut langkah Zacky dan Yuri.


dengan cepat Zacky menyamakan langkahnya sama dengan Yuri, dia tiba-tiba merasa malu dan risih dengan sikap Zacky.


"mau kemana sih cepet-cepet banget jalannya" goda Zacky


"pulang lah ngapain lagi?" sahut Yuri sambil memalingkan wajahnya, dia malu kalau Zacky melihat wajahnya yang sekarang sudah memerah.


"gue anter yaa, kebetulan gue bawa motor"


"ga usah makasih, gue pulang bareng Galen"


"upss sorry beib gue kebetulan mau mampir ke toko buku dulu jadi ga bisa anterin lo" timpal Galen yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah keduanya


"ih kok mendadak sih, ya udah gue ikut"


"maaf beib lo pulang sama Zacky aja yaa bye beib" pamit Galen, dia sengaja berbohong agar memberikan waktu untuk keduanya.


"kita juga duluan ya" pamit Zana dan Kenzo, Zacky tersenyum dia tahu kalau mereka sengaja meninggalkan Yuri bersamanya. kini Yuri semakin salah tingkah.


"jadi gue anter ya" ucap Zacky dan Yuri hanya mengangguk.


selama perjalanan Yuri diam seribu bahasa tidak seperti Yuri yang seperti biasa. benar kata Zana kalau Yuri juga punya rasa padanya karena tingkah Yuri yang mendadak menjadi sangat berbeda dari biasanya.


Zacky berhenti di depan sebuah cafe yang memang terkenal bagi kaum anak muda dan dia pun memarkirkan motornya.


"ayo turun" ucap Zacky


"ngapain kesini kita pulang aja yu"


"ngopi dulu bentar, yu turun" ajaknya dan dengan terpaksa Yuri pun menyetujuinya


keduanya pun masuk kedalam. Zacky memilih tempat duduk yang dipojok dekat jendela. kemudian dia memesan 2 minuman juga beberapa cemilan. Yuri dari tadi hanya menatap keluar jendela sedangkan Zacky terus menatap wajah cantik Yuri.


"ngapain ngeliatin mulu" ucap Yuri yang sadar dengan tatapan Zacky


"ada cewek cantik di depan gue sayang donk kalau ga di liatin" ucap Zacky berhasil membuat wajah Yuri memerah.


"diiih dasaaar terus aja gombal"


"gue serius kali ga liat apa kalau gue lagi serius?" Yuri hanya menaikkan bahunya dan memalingkan wajahnya


"maaf kak ini pesanannya" ucap waiters sambil menyimpan pesanan mereka di meja


"makasih ya mba" ucap Zacky. Yuri langsung mengambil minuman yang di pesannya dan meminumnya tanpa melihat ke arah Zacky


"Ri, kenapa lo memalingkan muka terus dari gue sih?"


"ga kenapa-napa"


"oh, ya lo tinggal ngomong aja apa susahnya" ucap Yuri yang nadanya sedikit kesal. Zacky menahan senyumnya dia bisa melihat wajah Yuri yang sedang cemburu


"tapi gue takut di tolak"


"ya itu resiko kali, lagi pula siapa sih yang mau nolak lo, liat sendiri kan tadi cewek-cewek yang memuja lo datang ngelabrak gue" kali ini Zacky tidak bisa menahan senyumannya membuat Yuri merasa heran


"kenapa lo senyum-senyum gitu emang ada yang lucu ya?"


"lo yakin ga ada yang nolak gue?"


"yaelah jangan kepedean dulu, mana gue tahu kenapa ga lo coba aja sendiri" hati Yuri semakin kesal mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya


"Yuri gue suka sama lo" kata Zacky yang mendadak menjadi serius dan menggenggam tangannya. Yuri kaget dengan apa yang di katakan Zacky dia tidak percaya cewek yang di maksud Zacky adalah dirinya.


"kok diem?jadi mau ga kamu jadi pacar aku" tanya Zacky yang mengubah nada bicaranya


"lo lagi ga bercanda kan?"


"kamu masih ga percaya sama ucapan aku? aku serius Yuri suka sama kamu semenjak liburan tahun kemaren dan aku ga sabar ingin cepat-cepat pindah sekolah kesini supaya bisa melihatmu setiap hari" jelas Zacky membuat Yuri meneteskan air matanya, dia terharu dengan apa yang di ucapkan Zacky


"kok nangis sih" ucap Zacky dan langsung pindah tempat duduk di samping Yuri dan mengusap air matanya


"aku terharu aja, makasih ya Zack kamu udah suka sama aku"


"jadi gimana? sekarang kita jadian????" Yuri tersenyum mengangguk, dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia pun juga menyukai Zacky.


***♥️♥️***


"sayang seriusan Zacky suka ma Yuri" tanya Kenzo


"iya seriusan, dan aku berharap mereka bisa jadian" katanya sambil tersenyum. Kenzo memencet klakson mobil dan pagar rumah langsung terbuka dan dia pun memarkirkan mobilnya. keduanya pun langsung masuk ke dalam rumah.


"de mama mana?" tanya Zana pada Rei yang sedang tiduran di atas sofa sambil memainkan ponselnya


"lagi ke rumah bunda katanya mau arisan" jawabnya tapi matanya masih konsen menatap ke arah ponsel sambil tersenyum. Zana dan Kenzo saling memandang merasa aneh karena tidak biasanya Rei tersenyum sambil memainkan ponselnya.


Zana mengambil ponsel dari tangan Rei dan membaca isi chat yang membuat adiknya itu senyum-senyum sendiri.


"kakak balikin donk" Rei berusaha mengejar Zana yang selalu menghindar saat dia menghampirinya. Kenzo hanya duduk manis melihat kelakuan kakak beradik itu.


"de lo jadian sama Nia" langkah Zana terhenti saat membaca isi chat nya dengan Nia. dengan cepat Rei mengambil ponselnya dari tangan Zana


"iih kak Zana kepo" katanya dan langsung naik ke atas, Zana tertawa melihat adiknya yang salah tingkah


"sayang kamu puas banget sih ngerjain Rei kasian tau"


"ya aku ga nyangka aja dia udah pacaran apalagi sama Nia. aku aja pacaran baru kelas 2 SMA eh dia baru kelas 2 SMP udah pacaran aja" Kenzo tersenyum


"karena kamunya yang selalu menghindar coba aja dari dulu kamu mau nerima perasaan aku pasti kita udah pacaran sejak dulu"


"ih kok jadi ngebahas aku sih" ucapnya dengan kesal


"sayang kamu tambah cantik deh kalo lagi ngambek" goda Kenzo


"cih gombal" ucap Zana yang masih kesal dengan omongan Kenzo. Kenzo terus menggoda tunangan nya itu sampai Zana benar-benar tertawa.


TERIMA KASIH SEMUANYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA....