
Romi sedang bersedih dengan keadaan ayahnya yang sedang dirawat. Semua keluarga berkumpul didalam ruangan VIP salah satu Rumah Sakit di kota Jakarta. Ayah kandung dari Romi itu pun meminta agar cucu laki-laki satu-satunya itu segera dinikahkan.
Mendengar permintaan sang ayah, Romi langsung menghubungi calon besannya. Dia tidak tahu berapa lama lagi umur ayahnya, tapi setidaknya dia ingin mengabulkan permohonan sang ayah. Keluarga dari Yuri pun menerima lamaran dadakan dari calon besan mereka.
**Kamar**
Zacky merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi seorang suami dalam dua hari ke depan. Ada sedikit keraguan dalam hatinya, dia takut tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk calon keluarganya kelak. Karena, dia sadar kalau dirinya kadang masih egois dan kekanak-kanakan.
Suara ponsel Zacky membuyarkan lamunannya.
“Halo Beib, kamu hari ini kemana aja? Aku dari tadi hubungin kamu tapi ga aktif-aktif,”
“Maaf sayang! Aku seharian ini sibuk di Rumah Sakit terus lanjut kuliah. Maaf ya, Beibku!”
“Kirain kamu menjauh,” suara Yuri terdengar sedih dan Zacky merasa tidak enak dengan istrinya.
“Maafkan istriku, ga akan keulangi lagi deh.” jantung Yuri berdebar saat mendengar kata istriku. Dia diam mematung tanpa menyadari Zacky yang sejak tadi bicara padanya.
“Beib, halo ... Beib!”
“Eh ... Iya, maaf. Sayang aku tidur duluan ya, dan sampai bertemu dua hari lagi. miss you so much beib,”
“Miss you too, sayang.” Zacky menutup ponselnya. Dia langsung melihat layar ponselnya sambil menyentuh foto Yuri yang terpampang di wallpaper ponselnya.
**♥️♥️**
Para sahabat jelas kaget saat mendengar pernikahan dadakan Yuri dan Zacky. Kenzo dan Zana pun merasa bersalah, karena tidak bisa hadir dalam acara pernikahan sahabat mereka. Karena, berhubung kandungan Zana yang masih muda, jadi mereka memutuskan untuk tidak terbang ke Indonesia.
H-1 kedua pasang calon pengantin merasa sangat gugup. Pernikahan keduanya dilangsungkan di kamar VIP tempat kakek Zacky dirawat. Karena permintaan sang kakek yang dadakan, terpaksa pernikahan diadakan seadanya dan sangat sederhana, karena semua diluar rencana kedua keluarga.
Tidak banyak yang mereka siapkan kecuali mas kawin untuk Yuri. Rasa bersalah Zacky tiba-tiba muncul, karena dia tidak bisa memberikan pernikahan yang semewah pertunangannya dulu. Berulang kali Yuri mengatakan kalau dia sama sekali tidak keberatan dengan pernikahan ini. Untuk resepsi bisa dilakukan kapan saja, yang terpenting adalah ayah dari mertuanya merasakan senang.
Tidak terasa waktu berjalan dan matahari sudah mulai menampakan sinarnya. Semua sahabat dari Romi dan Citra sudah berkumpul di Rumah Sakit. Dengan berbagai alasan, akhirnya pihak Rumah Sakit menyetujui diadakannya pernikahan yang kecil disana.
Selama pengantin wanita masih dalam perjalanan, Zacky terus berada di sebelah kakeknya dan menggenggam tangannya. Banyak petuah-petuah yang diberikan sang kakek pada cucu kesayangannya. Zacky hanya tersenyum mengangguk mendengar.
Tristan dan Romi yang sedang duduk di luar ruangan, seketika langsung berdiri dan menyambut mempelai wanita yang baru datang bersama keluarganya. Yuri sangat cantik sekali dengan kebaya putih sederhana dan make up yang natural. Romi langsung mengulurkan tangannya pada calon besan untuk mengucapkan selamat datang.
Melihat sang kakek tersenyum bahagia, Zacky berdiri dan langsung memeluk tubuhnya.
“Ingat pesan Kakek, jaga dia, sayangi dia. Jangan sampai kamu membuat dia menangis.” Zacky mengangguk dalam pelukan kakeknya dan tak terasa air matanya jatuh perlahan di atas pipinya. Dia melambaikan tangan pada Yuri agar dirinya bergabung masuk dalam pelukannya bersama suaminya. Mendapat perintah dari kakek yang sudah resmi menjadi kakeknya juga, Yuri langsung berdiri dan ikut memeluk tubuhnya.
Semua orang yang berada di dalam ruangan merasa haru bercampur bahagia. Akhirnya keinginan kakek Zacky terkabul juga. Tidak ada hiburan, tidak ada acara makan-makan. Selesai acara akad, semua orang yang turut menjadi saksi pernikahan Zacky dan Yuri pun pamit undur diri. Selain pernikahannya sudah selesai, karena memang waktu dari rumah sakit yang sudah habis. Pasien harus istirahat, Zacky dan Yuri pun terpaksa pulang, karena mereka pun juga harus istirahat.
Sebelum pulang ke rumah Zacky yang sudah disiapkan kakenya, keduanya terlebih dahulu menginap di rumah orang tua Yuri. Zacky hanya membawa dua helai pakaian untuk baju tidur dan baju gantinya besok. Keduanya merasa sangat canggung. Entah apa yang harus mereka lakukan. Yuri memilih untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sejak tadi Zacky hanya duduk tertunduk, dia merasa malu pada istrinya. Pernikahan keduanya di laksanakan bukan karena kehendak mereka. Maka dari itu, Zacky merasa dirinya belum pantas untuk menjadi suami Yuri.
Selesai membersihkan diri, Yuri menghampiri suaminya dan duduk disampingnya. Yuri melingkarkan tangannya di pinggang Zacky dan itu berhasil membuat Zacky merasa kaget dan refleks melepaskan pelukannya. Mendapat perlakuan dari suaminya, Yuri bersedih dan langsung menidurkan tubuh ke kasur dan menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya. Ada rasa bersalah dalam hati Zacky. Dia pun ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Yuri hanya diam mematung, jantung keduanya berdetak sangat kencang sekali.
“Sayang, maafkan aku! Aku hanya masih kaget dan tidak percaya kalau kita sekarang sudah menikah.” Yuri tersenyum, dia membalikan badannya dan menghadap suaminya.
Kini keduanya saling memandang, beradu mata satu sama yang Lain. Yuri tersenyum dan membelai rambut suaminya.
“Aku tahu yang kamu rasakan dan sekarang aku pun merasakannya, sayang. Aku berharap kita sama-sama berjuang dan bersikap dewasa.”
Belum selesai bicara, Zacky mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir istrinya. Mendapat ciuman hangat dari suaminya, Yuri menjadi ikut menikmatinya. Keduanya beradu dalam hawa panas yang menyelimuti mereka.
“Sayang, maafkan aku tidak bisa memberikan pernikahan yang mewah untukmu,” Zacky memegang wajah istrinya.
“Ga apa-apa sayang, menikah denganmu cukup membuat hatiku sangat bahagia.” Zacky tersenyum, dia pun memulai aksi panasnya dan membuat malam terindah dalam kehidupan mereka. Keduanya saling menikmati sesuatu yang selama ini menjadi misteri di dalam kehidupan mereka.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya yaa...