
Setelah ujian selesai kedua pengantin baru ini bersiap untuk melakukan perjalanan yang ceritanya honeymoon. Tapi menurut Kenzo ini bukan Honeymoon melainkan liburan bersama kedua orang tuanya. Keluarga kecil ini sudah siap dengan mereka masing-masing. Mereka pun berangkat menggunakan satu mobil ke bandara internasional.
Sesampai di sana Kenzo harus menghadapi kenyataan yang pait. Ternyata bukan hanya kedua orang tuanya saja yang ikut ke Jepang, melainkan juga mertua dan semua orang tua angkatnya berserta anak-anaknya.
Cih apaan ini bulan madu tapi bawa satu RW, ucapnya kesal.
Semua orang tau kalau Kenzo saat ini sangat kesal dan itu terlihat dari wajahnya. Sebaliknya dengan istrinya, dia sangat bahagia bisa berlibur bersama semuanya karena memang sudah sangat lama mereka tidak berlibur bersama.
Sebenarnya ini sengaja di rencanakan mengingat sepasang pengantin baru itu yang tinggal menghitung hari akan tinggal di negeri orang. Ya, bisa di bilang kalau ini liburan sekaligus perpisahan, tentunya bukan perpisahan untuk selamanya. Para adik-adik keduanya terus saja menggoda abang mereka yang sejak tadi mukanya terlihat sangat masem. Zana yang melihatnya hanya menertawakan suaminya begitu juga dengan para orang tua.
Jam sudah menunjukan waktu keberangkatan dan mereka pun segera menuju ke pesawat. Liburan kali ini sengaja tidak menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Agatha karena selain ingin menikmati fasilitas umum salah satu alasannya juga mereka tidak dapat jadwal untuk penerbangan karena memang jadwal penerbangan yang sangat padat di hari liburan sekolah seperti ini.
Semua bangku kelas bisnis di penuhi oleh keluarga mereka. Suasana ramai dengan dengan candaan para anak-anak muda. Kenzo memilih diam menutup matanya sambil terus menggenggam tangan istrinya.
“Bang Kenzo diem mulu nih ga seru,” goda Gian dan membuat semua tertawa. Kenzo tetap diam tanpa menghiraukan perkataan dari adiknya.
Akhirnya setelah tujuh jam perjalanan mereka pun sampah di Jepang. Tristan sudah memesan 1 buah rumah dan mobil bis mini di travel untuk mereka gunakan selama liburan disini. Dan mereka pun sampai di rumah yang sengaja Tristan memilih rumah tradisional Jepang. Mereka mengangumi setiap sudut rumah yang hampir semuanya terbuat dari kayu.
Karena hari sudah malam di Jepang, mereka pun memilih untuk istirahat sejenak sebelum keluar untuk mencari malam malam. Inilah hal yang di tunggu oleh Kenzo yaitu waktu dimana dirinya bisa berduaan dengan sang istri tercinta. Zana yang baru masuk kamar langsung membereskan baju mereka di lemari untuk tiga hari ke depan.
Kenzo memeluk tubuh Zana, menyusupkan wajahnya di dalam leher istrinya.
"Yank, mandi yu!" ajaknya dengan nada yang manja. Zana tersenyum, dia mengerti kalau suaminya menginginkan jatahnya, kerena memang setelah dirinya pulang dari Singapura Kenzo selalu saja memintanya, bahkan dia harus melayani suami nya sampai lebih dari tiga kali sehari dan itu membuatnya kelelahan. Entah karena mereka masih pengantin baru atau mungkin karena Kenzo yang sangat besar nafsunya.
Zana tidak bisa menolak keinginan sang suami, walau sampai sekarang dia masih saja merasakan sakit untuk melakukannya. Saat hendak berjalan masuk ke dalam kamar mandi, pintu kamar keduanya berbunyi ketokan yang membuat Kenzo merasa kesal.
Cih siapa sih ganggu aja, ucapnya sambil duduk di pinggir kasur. Zana tersenyum melihat kekesalan suaminya dan berjalan menuju pintu kamarnya.
“Kak, kata papa siap-siap kita makan malam dulu,” ucap Rei yang mendapat amanat dari sang ayah.
“Oke, makasih yaa.” jawab Zana sambil mencubit pipi tembem adiknya.
“Sakit tau! cepetan jangan honeymoon dulu.” canda Rei langsung berlari karena takut kena marah kakaknya. Wajah Zana memerah saat mendengar perkataan adiknya.
“Yank, papa yang lainnya udah nunggu kita buat makan malam, mandinya ntar malem aja ya?” Kenzo menarik nafas dalam pasrah. Keduanya pun bersiap dan langsung menghampiri keluarga mereka yang sudah berkumpul di tengah rumah.
***♥️♥️***
Kenzo sengaja bangun saat dini hari dimana semua orang masih terlelap tidur. Soalnya dirinya semalam tidak bisa menyerang sang istri karena keluarga dan para sahabatnya menahan keduanya mengobrol sampai larut malam. Itu sengaja di lakukan karena mereka ingin sekali mengerjai sepasang pengantin baru itu.
“Yank, ini masih subuh lo!” ucap Zana dengan nada suara khas orang yang baru bangun tidur.
“mumpung semua orang masih tidur sayang, aku sudah tidak tahan menahannya sejak semalam," ucapnya dan melanjutkan aksinya.
Zana tidak bisa berkutik dengan keinginan sang suami, terlebih dia sudah menyerangnya duluan. Saat keduanya sampai dengan klimaks pintu kamar kembali berbunyi. Zana bersyukur ketukan pintu berbunyi disaat keduanya sudah selesai. Dia melihat jam yang ada di meja, dan betapa kagetnya dia melihat jarum jam yang sudah menunjukan 06.00 pagi.
Gila berarti aku melakukannya selama dua jam?? kagetnya.
Zana pun langsung memakai pakaiannya dan membuka pintu yang sejak tadi terus berbunyi.
“Lama amat sih, Kak? joging yu!” ajak Kia dan Nia.
“Ya udah, kakak siap-siap dulu ya.” keduanya mengangguk dan menunggu kedua kakaknya di halaman depan rumah bersama dengan yang lainnya.
Kenzo dan Zana segera bersiap dan menghampiri keduanya. Wajah Zana terlihat sangat lelah dan para orang tua menyadari hal itu.
“Anak lo bikin apa anak gue sampe kelihatan lelah gitu?” tanya Tristan pada besannya.
“Gue juga ga nyangka anak gue sekuat itu sampe bikin bininya kelelahan,” timpal Rangga membuat kedua lelaki itu tertawa.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Terimakasih atas dukungannya
Jangan lupa like dan komen yaaaa 😘😘