
"ni anak kayanya emang perlu di ruqiah dulu deh, biar bisa mikir dulu sebelum ngomong gak jelas gini" (gumam Aldo sambil melirik ke arah risqi yang dengan santainya duduk di sebelah pak. Robert sambil cengengesan dan ngomong gak jelas, sedangkan putri sedari tadi masih berdiri di belakang Aldo yang masih nampak canggung),,
"itu siapa di belakang kamu do, pacar?" (tanya pak. Robert memandang ke arah putri yang masih terlihat kaku saat itu)
"ow iya sampai lupa kalau ada putri di sini,, hadehhh qi qi, gara gara lu nih" (gumam Aldo), "ini putri pk, dari bagian ke uangan, putri ini baru beberapa bulan menggantikan posisi ibu Tia di kantor" (ucap Aldo sambil menuntun putri ke depan sambil memberi sinyal ke putri untuk menyapa dan bersalaman dengan pk. Robert yang masih bersandar di tempat tidurnya),
"saya putri pak" (ucap putri tersenyum menjabat tangan pak. Robert sembari menundukan kepalanya)
"kamu kenapa,, kok kelihatan bingung gitu, ada masalah?" (tanya pak. Robert yang melihat putri nampak gelisah saat itu) putri hanya tertunduk diam dengan mata berkaca kaca, Aldo dan risqi dengan cepat menghampiri putri untuk menanyakan apa yang terjadi padanya saat itu, yang sedari tadi memang terlihat gelisah
"kamu kenapa put" (tanya Aldo dan risqi bersamaan) Aldo dan risqi terkejut dan langsung saling padang sambil mengerutkan dahinya,
"maaf pak, putri boleh gak minta ijin" (ucap putri dengan nada lemah kepada Aldo)
"kenapa put, ijin apa" (saut risqi cepat sambil mengarahkan pandanganya ke arah putri yang terlihat murung),, Aldo hanya nyengir sambil melirik ke arah risqi,
"ada apa put, bilang aja terus terang" (jawab Aldo)
"boleh gak pak, kalau putri gak usah berangkat ke Bali hari ini, putri mau pulang ke rumah"
"hei,,, jam berapa ini..?!" (saut risqi yang terlihat gugup sambil melihat ke arah jam di tanganya),, waduh,, jam 9 do, nih gimana ceritanya kok sampai lupa gini, bisa bisa ketinggalan pesawat do" (ucap risqi terlihat kaget dan kebingugan), ternyata risqi baru ingat, kalau hari ini ada jadwal penerbangan ke Bali bersama putri untuk membuka Stand di sana,
"kamu tenang dulu qi, (ucap Aldo sambil memegang lengan risqi yang terlihat panik) kamu ada apa put, cerita sama saya, siapa tau saya bisa bantu" (ucap Aldo seraya menenangkan putri)
"tadi waktu dalam perjalanan kesini bapak bilang, kalau ibu jatuh dari dapur pas lagi masak,terus katanya sampai gak bisa jalan sampai di gendong bapak, , putri pengen pulang pak, pengen nemenim ibu di rumah" (ucap putri sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi),,
"iya iya put, kamu boleh pulang kok, kamu jangan sedih, gak akan ada yang berangkat ke Bali hari ini, (ucap Aldo sambil menggenggam ke dua tangan putri)
" waduh,, terus aku gimana do? " (saut Risqi dengan tatapan penuh harapan ke Aldo)
" kamu juga sama qi, gak jadi berangkat" (jawab Aldo singkat sambil terkekeh kecil)
"maaf ya,, soalnya tadi aku dapat telfon dari ketua panitia di sana, katanya untuk buka Stand nya gak jadi di adakan besuk pagi, karena mereka dapat kabar kalau Bapak. Direktur utama berhalangan hadir di sebabkan faktor kesehatan beliau yang kurang baik" (ucap Aldo mencoba memberi pengertian kepada putri dan risqi)
"yah,,, mau gimana lagi, ow iya katanya kamu mau pulang put, kenapa gak pulang sekarang aja, katanya kamu pengen cepet cepet ketemu sama ibu di rumah kan, ayo aku antar, lagian aku juga gak ada kerjaan disini" (ucap risqi sambil tersenyum ke arah putri)
"eh, ,!!" Aldo terlihat kaget sambil melirik ke arah risqi, "ni anak pinter banget mencari kesempatan dalam kesempitan"(gumam Aldo sambil mengangkat sebelah alisnya)
"bener itu, kamu biar di antar risqi aja, biar Aldo yang di sini jagain kakek" (ucap pak. Robert sembari tersenyum lebar),, Risqi yang merasa mendapat dukungan dari Pk. Robert dengan reflek mengedipkan sebelah matanya sambil mengangkat jepol tanganya ke arah Pk. Robert, Pk. Robert hanya terkekeh sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku risqi saat itu, sedangkan Aldo hanya bisa pasrah menerimanya,,
"eh tunggu dulu,, kalian mau naik apa" (tanya Aldo sesaat sebelum mereka berdua keluar ruangan), putri yang bengong hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil sesekali menengok ke arah risqi. "pakai mobil aku aja" (sambung Aldo sembari menyodorkan kunci mobil nya ke risqi)
"gak usah do, kita naik motor aja biar cepet, lagian aku tadi bawa motor kok, ya udah kita pergi dulu ya" (jawab risqi), risqi tinggal dulu kek, cepet sehat ya" (teriak risqi sambil melambaikan tangan ke arah pak. Robert yang sudah terlihat segar), pak. Robert hanya mengangguk sambil tersenyum membalasnya, sedangkan Aldo hanya bisa terdiam melihat mereka berdua pergi meninggalkanya dengan wajah lesu ,,
"gejolak kaula muda, hahaha" (ucap pak. Robert sambil terkekeh menyadarkan Aldo dari lamunanya sesaat) terlihat Pak. Robert mencoba untuk turun dari tempat tidurnya, segera dengan sigap Aldo berlari dan memapah beliau,, "pelan pelan pak" (ucap Aldo)
"saya bisa sendiri do" (ucap pak. Robert mencoba menepis tangan Aldo sambil berjalan pelan menuju taman depan kamarnya)
"maaf pak, bapak mau kemana" (tanya Aldo sembari menundukan kepalanya)
"saya mau nyari udara segar di depan, terlalu lama di dalam membuat saya stres do, hehehe" (jawab pak. Robert terkekeh sambil berjalan menuju taman) "mungkin benar juga apa yang beliau katakan, terlalu lama di dalam malah bikin sumpek, dari tadi aku hanya mencium aroma obat obatan saja, malah membuat kepalaku jadi pusing, orang sehat aja jadi pusing, apalagi orang yang sakit" (ucap Aldo dalam hati sambil berjalan mengikuti pak. Robert dari belakang)
"itu tadi siapa do, karyawan kamu juga" (tanya pak. Robert sambil duduk di bawah pohon palm)
"maksut bapak risqi?" (tanya Aldo berjalan mendekat)
" iya,, siapa lagi"
"dia bekerja di bagian ekspedisi pak, maaf kalau mungkin sikapnya tadi kurang baik di depan bapak, itu mungkin karena dia belum tau siapa bapak sebenarnya, tapi sebenarnya dia baik kok pak, hanya cara bicaranya aja yang mungkin perlu di perbaiki, dan juga, ini bukan sepenuhnya kesalahan dia, ini salah saya juga sebagai atasanya karena tidak bisa membimbingnya untuk menjadi lebih baik, maafkan saya pak" (ucap Aldo sambil menundukan kepalanya karena merasa gagal menjadi seorang pemimpin)
"hahahaha,,, saya sependapat dengan kamu do, tapi saya suka anak itu, hahaha" (ucap pak. Robert sambil terkekeh kekeh)