Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
MELAMAR??



Kenzo terus menatap wajah Zana,dia membelai wajahnya dengan lembut membuat gadis cantik itu terbangun.


"Kenzo...." Zana kaget melihatnya langsung bangun dan duduk menghadap padanya, Kenzo melemparkan senyumannya.


"sejak kapan datang?"


"baru" katanya sambil merapihkan rambut Zana


"Ken aku......."


"stttt... nanti aja bicaranya, kamu udah makan?" Zana menggeleng, matanya terus menatap Kenzo rasa rindu yang selama ini di pemdamnya akhirnya tercurah sudah dengan melihat orang selama ini di cintai nya sekarang berada di depannya.


"makan dulu yu" Kenzo berdiri, langkahnya terhenti saat Zana memeluk tubuhnya dari belakang.


"sayang aku rindu" ucap nya, Kenzo membalikan badannya dan menatap wajah Zana


"kamu kira aku juga ga rindu? aku sangat merindukanmu sangat sangat" katanya langsung memeluk erat tubuh Zana, Zana tersenyum bahagia akhirnya Kenzo mau menerimanya kembali.


"Ken aku benar-benar mencintai mu, aku mohon percayalah padaku"


"iya sayang aku percaya" kata Kenzo dan melepaskan pelukannya. keduanya saling memandang, Kenzo perlahan mendekatkan wajahnya, tangannya menyentuh lembut wajah Zana membuat hati Zana mendadak berdebar apa yang akan di lakukan Kenzo ucapnya dalam hati. semakin dekat wajah mereka membuat Zana refleks menutup kedua matanya, Kenzo yang melihatnya tersenyum dan mencium kening Zana dan membuat Zana membuka matanya.


"tunggu sampai kamu menjadi halal buatku" ucap Kenzo sambil menyentuh bibir Zana dengan jarinya. Zana hanya tersenyum tapi sebenarnya dia malu, kenapa aku harus menutup mata sesalnya dalam hati.


"untuk sekarang ini dulu ya" Kenzo mengecup jarinya dan menempelkan jarinya di bibir Zana kembali gadis manis itu tersenyum dan mencium pipi kanan Kenzo


"aku tunggu sayang" kata Zana berlari kecil meninggalkan Kenzo keluar dari kamar. Kenzo mematung hatinya mendadak berdebar.


"apa tadi dia maksud dia mau nunggu aku untuk menjadi seorang yang halal buatnya?" ucapnya penasaran dan dia pun langsung mengejar Zana


"Zan maksud kamu nunggu apa?" teriak Kenzo


"hai sayang" sapa Rangga dan Zana langsung menghampirinya mencium tangannya


"gimana ujian kamu?" tanya Rangga, Zana bergabung duduk di meja makan karena memang pada saat itu mereka akan makan malam


"tentu bisa yah"


"kamu jadi mau ngambil kedokteran?"


"Zana bingung yah, papa nyuruh Zana masuk akutansi karena papa menginginkan Zana untuk membantunya di perusahaan"


"ikuti kata hatimu sayang dan jangan memaksakan sesuatu yang bukan berasal dari hatimu" Zana mengangguk tersenyum


"Zan maksud kamu apa?" Kenzo baru datang kembali menanyakannya


"maksud apa sih bang udah kamu duduk kita makan malam dulu" ucap Sarah dan Kenzo pun menuruti nya dan duduk di sebelah Zana. dia menunda menanyakan pada Zana.


setelah makan malam Zana langsung pamit kepada kedua orang tua Kenzo karena hari sudah malam. memang sebelumnya Zana sudah memberitahu kedua orang tuanya akan pergi ke rumah Kenzo.


"sayang kunci mobil mana?" Zana pun menyerahkan kuncinya, Kenzo membukakan pintu mobil untuknya.


"yank.."


" emmm" Kenzo terus memegang tangan Zana dan sesekali menciumnya


"Rahasia" ucap Zana tersenyum


"sayang ayo donk jangan buat aku penasaran"


"kamu tau kok jawabannya"


"jadi bener kamu nunggu aku lamar kamu jadi istri aku?" Zana hanya menaikkan bahunya tersenyum. Kenzo sangat bahagia walaupun Zana tidak menjawabnya tapi dia yakin jawaban dia benar.


sesampai di rumah mereka tidak langsung turun tapi mereka masih berdiam diri di dalam mobil. Kenzo terus menatap wajah Zana sambil senyum-senyum membuat Zana merasa aneh dan salah tingkah.


"sayang kamu kenapa liatin aku terus sih?"


"kamu cantik, manis dan ga ngebosenin ngeliatnya" wajah Zana memerah mendengar pujiannya


"...sayang tunggu 10 tahun lagi ya sampai aku benar-benar sukses aku akan melamarmu dengan sungguh-sungguh. mendengar itu Zana sangat terkejut. whaaat 10 tahun???teriaknya dalam hati


"kok diem?"


"aku masuk, kamu bawa aja mobilku" Zana pun turun tanpa menjawab pertanyaan Kenzo. Kenzo mengkerutkan keningnya tidak mengerti dengan sikap Zana tadi.


sambil berjalan masuk Zana terus mengomel


"apa 10 tahun?gila aja dia nyuruh gue nunggu selama itu, iya dia masih muda nah gue??" katanya kesal sendiri.


Zana melempar tubuhnya di atas tempat tidurnya, kata 10 tahun selalu terngiang di telinga Zana membuatnya terus kesal.


dret dret dret


Kenzo menelpon Zana, dia hanya menatap ponselnya tanpa menjawab telpon darinya. Kenzo pun terus menghubungi Zana membuat Zana yang merasa risi dengan dering ponselnya akhirnya mengangkat telponnya.


"sayang kamu marah? aku melakukan kesalahan?"


"ga" jawab Zana singkat membuat Kenzo yakin kalau Zana benar-benar marah padanya.


"Zan aku tau kamu marah, please kasih tau aku"


"10 tahun?? kamu gampang banget ya bilang gitu kamu ga pikir aku umur berapa 10 tahun ke depan"


"hahahahahaha kamu marah gara-gara itu yank? hahahahahahaha"


"kok ketawa sih Ken ga ada yang lucu"


"sayang aku cuma becanda, kalau kamu mau aku melamarmu besok aku akan melakukannya. kapanpun hati mu siap untuk menikah denganku aku siap sayang" wajah Zana memerah dia tersenyum bahagia mendengarnya


"emm ya ga sekarang juga, lagi pula kan kamu masih sekolah dan belum kerja"


"kata siapa aku belum kerja, aku udah kerja dan punya penghasilan sendiri kamu tenang aja, ya udah kamu istirahat ya love u sayang"


Zana berteriak sekencang-kencangnya di bawah bantal saking senangnya hari ini, Kenzo benar-benar bisa membuat hati Zana kesal tapi sekaligus menjadi senang. sebenarnya impian Zana sejak dulu ingin menikah muda seperti mamanya dan dia sangat bahagia mendengar kalau Kenzo juga siap untuk menikah..


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 😘😘