Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
episode 01



Author POV.


"Den Melvin bangun den? sudah jam 05:00 nanti den Melvin telat kesekolah den" terdengar suara ricuh dari balik pintu kamar.


"apa si Mba! saya udah bangun dari tadi"


"maaf den tapi nyonya sudah menunggu dimeja makan" ucap mba yang bergemetar ketika melihat Melvin membuka pintu dengan kasar.


"ya! gak usah berisik nanti saya turun"


Melvin pun langsung menutup pintu kamar dan langsung kembali bergegas merapihkan peralatan sekolah kedalam tas.


setelah beberapa menit, Melvin pun langsung menuruni anak tangga itu dan langsung menuju meja makan untuk makan pagi bersama.


"pagi pah,ma, de" ucap Melvin sambil menaruh tasnya diatas bangku kosong disebelahnya.


"pagi anak mama yang ganteng"


"pagi juga kakak ku yang tersayang"


"iyaiya " ucap Melvin dengan raut wajah badmood.


"haduh anak mama yang satu ini kok kayanya gak semangat gitu si? kenapa ada masalah?"ucap mama sambil mengolesi roti untuk Melvin.


"gpp mah Melvin cuma kurang tidur aja"


"makanya kan papa sudah bilang mah, mama harus lebih mendisiplinkan Melvin agar tidak pulang terlalu larut malam " ucap papa dengan santai sambil membaca koran.


"tau mama mending mama manjain aku aja putri kesayangannya papa heheheh" ucap Ade Melvin sembaring meledeknya.


"sudah sudah Melvin kamu langsung berangkat ya nak takut telat " ucap mama


"iya ma pa melvin pamit" ucap Melvin sambil beranjak pergih kesekolah.


MELVIN POV.


*masih pagi tapi mood udah ancur karna mba jangan sampai ada hal lain lagi yang bikin mood gue makin ancur* gerutu Melvin dalam hati.


tak lama kemudian Melvin sampai disekolah dan langsung bergegas menuju Parkiran motor.


Tampa sadar Melvin hampir saja menabrak salah satu siswi disekolah itu.


"eh kalo bawa motor tuh dipake matanya ya mas jangan asal nyosor orang aja bahaya tau" ucap cwe yang hampir ditabrak nya itu.


" Lo Adel kan? " ucap tanya Melvin yang sembaring melepaskan helmnya.


"ya kenapa hah? udah salah bukannya minta maaf malah ngajak kenalan" ucap Adel dengan kesal.


"sttt brisik masih pagi! yaudah biar cepet gue minta maaf dah kan Bey!" ucap Melvin sambil melangkah kakinya pergih menjauh dari adel.


"eh lo iiii dasar gue sumpahin Lo bakal jadi orang yang paling sial dimuka bumi ini" ucap Adel sambil menggerutu.


author POV.


BEL waktu pulang sekolah.


"yah Lo ri, yaudah deh Lo duluan aja"


"sorry ya del, lain kali gue janji main deh kerumah Lo ya ri, Bey" ucap Riri sambil beranjak pergih menuju gerbang sekolah.


setelah kurang lebih satu jam menunggu jemputan yang tak kunjung datang Adel pun terlihat seperti orang yang tak tau harus berbuat apa.


tiba-tiba dia melihat ada satu siswa yang baru keluar dari salah satu kelas diujung sama.


Adel pun berinisiatif untuk mengejarnya untuk minta tolong, ya karna handphone nya Adel mati dan Adel lupa membawa charger handphone nya.


"kak maaf aku boleh minta tolong gak sama kakak" ucap Adel sambil menarik tangan laki-laki itu.


laki-laki itu pun berbalik dan langsung terkaget " Lo ? mau apa Lo"


"eh mas nya lagi" ucap Adel sambil tersenyum kepada Melvin.


"ya"


"mas nya boleh gak aku minta tolong pinjem charger handphone , soalnya aku gak bawa charger handphone mas" ucap Adel sambil memelas.


"kasih gue alesan buat bantu Lo"


"gini mas nya aku kan kelas 11 dan aku pulang duluan, aku udah nunggu jemputan ku 1 jam lebih tapi gak datang-datang mau ku telepon malah handphone ku mati "


"jangan panggil gue mas! nama gue Melvin dan gue bukan mas Lo"


"iya ka Melvin heheheh" ucap Adel


"yaudah ayo ikut keruang OSIS gue ada charger cadangan disana"


"iya kak"


ADELIA POV.


Aku pun mengikuti Melvin keruangan OSIS untuk mengisi daya handphone nya.


setelah sampai dilantai 3 Melvin pun langsung masuk dan duduk meja tempat duduk nya.


dan aku yang hanya terdiam dan takut didepan pintu.


"eh lo mo masuk apa gak"


"eh iya ka maaf" ucap ku sambil melangkah kaki kedalam ruangan OSIS.


"nih Lo charger handphone Lo disini gue mau ngambil berkas yang ketinggalan dilantai 1 dan ingat gak usah geratak"


"iya ka "


Melvin pun langsung beranjak pergi ke lantai 1 untuk mengambil berkas yang tertinggal disana.


BERSAMBUNG.....