
06.00
Kenzo sudah datang ke rumah Zana untuk menjemputnya. sebenarnya untuk Zana ini masih terlalu pagi, tapi dia mengalah karena jam sekolah Kenzo. Kenzo asik mengobrol dengan calon mertuanya di ruang keluarga sambil menunggu Zana bersiap dan menunggu Putri menyiapkan sarapan untuk mereka.
pagi itu pun Nia sudah datang bersama ayahnya untuk menjemput Rei. semua orang pun sudah berkumpul di meja makan kecuali Zana yang sejak tadi belum saja siap.
"bang coba kamu susul Zana" titah Putri dan Kenzo pun langsung naik ke atas menuju kamar pujaan hatinya. pintu kamar Zana terbuka membuat Kenzo langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"heeei lagi apa" tegur Kenzo langsung memeluk tubuh Zana dari belakang. Zana yang sedang membalas chat dari Icha pun kaget dan dengan cepat menyembunyikan ponselnya.
"kenapa di sembunyiin? kamu lagi chat sama siapa?" tanya Kenzo curiga, dia pun berusaha mengambil ponsel Zana tapi tetap Zana menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
"iiiiiih Kenzo kepo deeeeh" katanya langsung berjalan keluar, Kenzo pantang menyerah di menarik tangan Zana sampai masuk dalam pelukannya dan mengambil paksa ponselnya.
"kembaliin Ken" Zana berusaha mengambil ponselnya tapi Kenzo langsung memasukan ponsel itu di saku celananya. Kenzo menarik tangan Zana turun tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Zana pun pasrah karena dia tau kalau Kenzo sudah sangat marah dan dia tidak mau membuatnya tambah marah lagi.
"ngapain aja sih kak lama banget siap-siapnya?" tanya Putri
"biasa ma Zana make up dulu"
"anak papa udah kuliah centil banget sih, kamu tuh ga usah di apa-apain juga udah cantik kak" goda Tristan
"mulai deh papa gombal" ucap Zana malu. mereka pun menyantap sarapan yang sudah di sediakan oleh Putri.
Kenzo dan Zana pamit pada semua yang ada di ruang makan dan langsung berjalan ke mobil yang sudah siap terparkir di depan pintu. saat masuk ke dalam mobil Kenzo langsung mengambil dan membuka ponsel Zana.
"ga ada apa-apa yank" ucap Zana berusaha mengambil ponselnya tapi tangan Kenzo menepiskan tangannya
"kalau ga ada apa-apa nya kamu ga harus sembunyikan ponsel nya sayang" Kenzo pun membuka chat yang memang masih heboh membahas dirinya dan Zana.
wajah Kenzo mendadak memerah membaca semua chat yang ada di dalamnya.
"sayang aku ga apa-apa kok, biarin aja mereka membicarakan kita aku ga peduli" tanpa bersuara Kenzo langsung menjalankan mobilnya, Zana merasa sangat tidak enak, dia langsung menarik tangan Kenzo yang sedang memegang setir dan menggenggamnya.
"sayang aku beneran ga apa-apa, aku ga peduli orang mau berkata apa" Kenzo memarkirkan mobilnya di sisi jalan menundukkan kepalanya. Zana semakin merasa bersalah dia langsung memeluk tubuh Kenzo dan menepuk pundaknya.
"sayang maafin aku" Kenzo mengangkat wajahnya menatap serius wajah Zana
"kenapa harus minta maaf? mestinya aku yang harus minta maaf sama kamu, maafin aku sudah membuat kamu merasa tidak nyaman di kampus"
"ga sedikit pun sayang, aku ga peduli apa kata mereka kamu jangan berpikir seperti itu, aku sayang dan cinta sama kamu dan aku ga peduli apapun yang orang-orang katakan" terlihat wajah Kenzo yang merasa bersalah dengan apa yang terjadi, dan itu membuat Zana semakin sedih melihatnya, niat hati ingin menyembunyikan dari Kenzo tapi malah ketauan juga.
"sayang udah siang nanti kamu telat lagi, berangkat yu" Kenzo mengangguk dia pun kembali menjalankan mobil. Zana merasa heran dengan arah jalan yang bukan menuju sekolah melainkan menuju kampus Zana.
"sayang kamu ga salah jalan kan?"
"ga kok, aku mau nganter kamu sampai kampus"
"sayang ini udah jam berapa, putar balik sekarang" ucap Zana tegas tapi Kenzo tidak memperdulikannya.
"Kenzo!!!" teriak Zana
"ga usah teriak-teriak sayang aku denger kok"
"stop!!!" ucapnya lagi dengan emosi, tapi Kenzo hanya tersenyum dan mencubit pipi Zana
"baweel banget sih istri akuuu" canda Kenzo tapi tidak membuat Zana luluh dia tetap emosi
"Ken ga lucu asli, kamu mau bolos?"
sesampai di Kampus Kenzo memarkirkan mobilnya. keduanya masih berdiam di dalam mobil karena memang suasana masih pagi dan belum banyak orang yang datang.
"masih sepi ya, kamu terlalu pagi sayang berangkatnya" kata Kenzo yang matanya melihat sekitar
"Ken kamu maunya apa sih?" Kenzo tersenyum menatap Zana
"maunya aku cepet-cepet halalin kamu"
"ga lucu"
"yang ngelucu siapa sayang, aku serius"
"mending aku masuk deh, tambah emosi kalau diem terus di sini" Zana pun membuka pintu mobil dan langsung berjalan masuk kedalam. Kenzo mengikuti langkahnya dan merangkul pinggang Zana berhasil membuatnya merasa kaget.
"ngapain turun?" ucap Zana sambil melihat sekitar
"nganterin kamu ke dalem" jawabnya cuek dan lanjut berjalan masuk kedalam.
"pake seragam?"
"terus aku pake apa donk? katanya ga malu?"
"emang ga, tapi kan......"
"sttt kalau jalan tuh matanya ke depan jangan ke samping" Zana pun pasrah, dia tidak mengerti apa rencana Kenzo.
memang berita tentang Zana sudah heboh satu kampus dan menjadi tranding topik buktinya semua mata memandang keduanya saat jalan menuju kelas. Zana terus melirik ke arah Kenzo, dia takut Kenzo akan merasa minder tapi ternyata tidak Kenzo dengan santainya tersenyum sambil berjalan tidak memperdulikan orang-orang yang menatapnya sinis.
"masih sepi, mau di tungguin ga?" kata Kenzo karena memang belum banyak yang datang saat itu tapi beberapa orang yang sudah datang menatap keduanya sambil berbisik entah apa yang mereka katakan.
"ga usah kamu ke sekolah aja, sayang kan kalau ketinggalan pelajaran"
"ga ah aku mau nunggu Icha datang baru pergi" katanya menarik tangan Zana masuk ke kelas dan duduk di salah satu bangku.
Zana tersenyum sambil menatap Kenzo bangga, dia pikir Kenzo akan malu dan minder ternyata tidak, dia lebih menantang keadaan dan itu membuat Zana merasa bangga. satu-persatu mahasiswa sudah mulai berdatangan, tiap mereka yang masuk ke kelas kaget dengan sosok Kenzo yang ada di sana.
"bener yaaa cinta memang tidak memandang usia, indahnya jatuh cinta" goda para lelaki yang membuat seisi kelas tertawa termasuk Kenzo diapun ikut tertawa. Zana yang awalnya was-was takut Kenzo emosi pun ikut tertawa. tidak lama Icha pun datang dan dia adalah orang kesekian yang kaget saat melihat Kenzo berada di dalam kelas.
"lo ngapain disini?" tanya Icha kaget pada Kenzo
"nungguin kakak lah"
"ngapain nungguin gue"
"mau titipin tunangan gue lah ngapain lagi, titip Zana ya kak jangan sampe lecet, yank aku pergi dulu ya bye" pamit Kenzo dan mendapatkan sorakan dari teman-temannya Zana. Zana hanya mengangguk tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"macho banget sih tunangan lo Zan" teriak teman Zana dan dia hanya membalas dengan senyuman
"Zan kok bisa Kenzo disini?dia ga sekolah?" tanya Icha penasaran. Zana pun menceritakan kronologi bagaimana Kenzo bisa ada di kelas mereka dan itu membuat Icha menganga kaget mendengarnya.
"sumpaaaah sisain 1 Tuhan cowok kaya Kenzo buat gue" ucapnya membuat Zana tertawa
"lebaaaaay" mereka berdua pun tertawa
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😘😘♥️