
Bab XII
"wah,,sepertinya bakalan ada pertumpahan darah nih, dari pada nanti aku kena semprot dari mak lampir lagi, mendingan cari aman aja,, kabur ah" (ucap risqi berjalan menjauh dengan sesekali melihat situasi),,
"kopi saya mana,,??" (ucap Tia sambil tersenyum tipis), mendengar ucapan Tia membuat asep, susi dan juga putri terdiam, mereka bertiga terlihat bingung dengan apa yang sedang terjadi saat itu,
" maaf bu,, maksut ibu.Tia apa y?" (tanya putri)
"kalian bertiga ngopi gak ngajak ngajak,,saya kan juga mau (jawab Tia dengan tersenyum) maaf ya, masih ada kopi nya,,? Hehe" (sambung Tia)
"masih bu,, masih kok, sebentar ya bu, putri buatkan dulu" (jawab putri),, melihat raut wajah Tia yang berubah berseri seri membuat asep dan susi menghela nafas lega, syukurlah,, ku kira bakalan ada perang dunia ke 4 tadi, (ucap asep dalam hati)
"ow iya put,, kamu mau gak saya rekomendasikan untuk menjadi Assistant Manager (ucap Tia sambil memandang ke arah putri)
" maaf ibu,, ibu bilang apa tadi (jawab putri terkejut)
"kamu mau gak saya rekomendasikan untuk menjadi Assistant Manager, kalau saya lihat dari CV kamu kemarin, menurut saya kamu pantas kok dan berpotensi untuk jadi Assistant manager, hanya tinggal masalah waktu aja (ucap Tia sembari duduk di atas meja putri),
Putri hanya bisa terdiam mendengar ucapan Tia saat itu, "waduh baru beberapa bulan kerja di sini, sekarang udah ada yang mau nawarin putri jadi assistant Manager, mimpi apa putri semalem" (gumam putri),,
"kamu pikirkan baik baik ucapan saya barusan ya,, kalau udah tau jawabanya sya tunggu kamu di ruangan saya (ucap Tia sambil berjalan keluar dari ruangan) ow iya,, makasih kopi nya ya,, kopi buatan kamu emang pas, pantes aja yang lain pada suka kopi buatanmu (sambung nya sambil mengacungkan jempol ke arah putri dan berlalu pergi)
"iya bu, terimakasih" (jawab putri sambil membungkukan badan),, Jauh dalam lubuk hatinya merasa sangat senang mendengar ucapan dari Tia tersebut, karena dari awal sebenarnya dia ingin sekali melamar kerja di bagian Assistant Manager saat itu, tapi karena saat itu hanya bagian Akuntansi yang sedang dibutuhkan, jadi mau gak mau dia harus menerimanya, dari pada gak dapat kerjaan pikirnya,, karena hanya disini tempat kerja yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahnya,,
"ehem ehem,, wah,, sepertinya akan ada Assistant Manager baru nih" (ucap susi menggoda)
" apaan sih sus,, "(jawab putri sambil merapikan berkas di atas meja)
"lho,, bukanya ibu. Tia tadi bilang gitu sama kamu put"
"gak tau ah sus, aku bingung, aku kan baru beberapa bulan kerja di sini, masa iya sekarang udah mau di angkat jadi Assistant Manager, harusnya kan kamu sus yang dapet rekomendasi itu bukan aku, secara kamu kan yang udah lama kerja di sini, sudah banyak pengalaman juga pastinya kan"
" hahaha,, gak mungkin lah put, ada ada aja kamu tu" (jawab susi cekikikan)
" kenapa emang? "(tanya putri sambil menengok ke arah susi dengan wajah penuh tanda tanya)
"ya gak mungkin lah put,, aku D1 aja belum selesai kok,, hehe" (jawab susi sambil garuk garuk kepala)
" gak ada yang gak mungkin kalau kita mau berusaha" (jawab risqi memotong di sela sela percakapan susi dan putri) yang penting kita punya kemauan untuk belajar agar menjadi lebih baik (sambung nya)
"mas. Qi,, (ucap putri terkejut melihat kedatangan risqi secara tiba tiba)
"hehe,, kaget ya,, (jawab risqi sambil berjalan mendekat) selama kita punya kemauan pasti ada jalan, selama kita melakukan yang terbaik, kita pasti akan mendapatkan yang terbaik juga, karena USAHA TIDAK AKAN PERNAH MENGHIANATI HASIL"
"wuissss,, habis makan apa kamu Qi,?" (tanya asep sambil menatap tajam ke arah risqi)
"kenapa,, bau ya" (ucap risqi sambil mengendus mulutnya) enggak kok biasa aja kayaknya"
"bahh,,, dari dulu kale sep, ada ada aja, baru nyadar kamu" (jawab risqi dengan mengangkat kerah bajunya sambil membusungkan dada nya ke depan)
" wuuuu dasar kutu kupret,, baru di puji gitu aja udah besar kepala,, dasarr" (saut susi)
"hahhh,, masa sih,, (jawab risqi sambil memegang kepalanya), enggak ah dari tadi juga segini kepala ku hehehe" (sambung risqi sambil cengengesan) kamu aja kali yang kepalanya kekecilan,, hahaha"
"sembarangan," (jawab susi sambil mengerutkan dahinya)
Kring,,,!!!
Terdengar suara telpon di tengah tengah mereka,, ,
"ssssttt,,,, bentar ya, jangan berisik, putri mau angakat telpon dulu" (ucap putri),, iya halo pak"
"kamu bisa ke ruangan saya sebentar put, saya tunggu sekarang ya" (ucap Aldo singkat lalu menutup telponya)
"ada apa put" (tanya susi penasaran). Putri hanya diam dan menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke ruangan Aldo,, aduh,,, ada apa lagi ini, baru aja bisa santai (gumam putri tampak ragu berjalan masuk ke ruang Manager) tenang putri, kamu harus tetep tenang, semua akan baik baik saja, kamu kan mau masuk ke ruangan Manager bukan ke kandang macan (gumam putri sambil memantabkan langkah kakinya),, sesaat sebelum mengetuk pintu tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari belakang
"hei put,,, emang bener ya kalau jodo gak akan kemana" (ucap risqi tersenyum lebar sambil mengangkat sebelah alisnya)
" mas. Qi,, di panggil pak. Aldo juga" (ucap putri terkejut dengan kedatangan risqi)
"iya nih,, gak tau kenapa, mau di jodohin mungkin" (goda risqi)
" siapa maksutnya mas" (tanya putri menoleh ke arah risqi)
"kita put, , hehehe bercanda.. (saut risqi)
" huffft,,, mas. Qi becandanya gak lucu (jawab putri cemberut sambil bersedekap) ,, ni anak kalau lagi cemberut lucu banget, pengen bawa pulang rasanya buat oleh oleh emak di kampung buat di jadiin mantu, pasti emak seneng banget,, hehe (gumam risqi dalam hati)
"mas. Qi kenapa senyum senyum gitu, mas. Qi sakit y"
"iya nih,, kemarin belum sempet minum obat" (jawab risqi dengan wajah murung)
" mas. Qi beneran sakit" (tanya putri sambil memegang dahi risqi)
"bukan di situ put yang sakit, tapi di sini (jawab risqi sambil memindahkan tangan putri ke dadanya).. Dengan cepat putri menarik tanganya dari pegangan risqi,, aduh,,, kenapa putri jadi deg degan gini ya (gumam putri tertunduk malu sambil menggengam erat tanganya)
"cklek,, kalian ini di tungguin dari tadi, malah asik asik ngobrol di luar, ayo cepet masuk, pak. Manager udah nungguin tuh" (ucap Tia sesaat membuka pintu)..
Waduh,, ternyata di dalam ada nenek sihir juga, kirain cuma ada Aldo, harus jaga jarak nih,,(ucap risqi dalam hati).
sesaat setelah mereka masuk, terlihat Aldo yang sedang duduk sambil menatap ke arah mereka berdua dengan wajah serius, begitupun juga dengan Tia, dia tampak seperti pengawal pribadi yang sedang menjaga majikan nya, aneh sekali aku udah sering keluar masuk ruangan ini, tapi kenapa sekarang rasanya agak beda ya,, apa mungkin efek dari kehadiran mahluk di sebelah Aldo itu y, berdiri bersedekap dengan tatapan tajam, setajam silet (gumam risqi)