
Tamparan keras di pipi unay sehingga kepalanya menoleh ke samping. Emosi yang tampak sangat jelas dari wajah ayah unay.
Unay yang merasakan sakit dan perih di pipinya hanya bisa memegangi pipinya bahkan ia merasa sudut bibirnya berdarah karena tamparan dari ayahnya.
“ulangi unay kamu bicara apa barusan!!!” bentak ayah unay sambil menatap unay dengan tatapan amarah.
Unay menunduk sambil menahan tangis “ A-ku ha-hamil yah”
Ia tak berani menatap papanya saat marah.
Orang yang jarang sekali marah dan selalu terlihat teduh, kini tergantikan dengan tatapan kekecewaan. Bukan hanya ayah tapi begitu juga dengan mama dan kakaknya.
Ayah hanya bisa menahan emosinya dan berusaha menerima kenyataan .
“maafin unay yah…….” Ucap unay dengan pelan sambil duduk bersungkur didekat kaki ayah dan mamanya.
Mama hanya dia sambil menenangkan ayah. Mamanya juga menahan amarah hanya saja dia sadar bahwa itu bukan sepenuhnya salah unay. Ia dijebak.
“unay mama kecewa sama kamu “ ucap mama.
Unay hanya bisa menangis dan berusaha tegar . ia sadar sudah membuat semua orang kecewa begitu juga dengan kakaknya.
“kak kakak maafin cia kak” ucap unay sambil menarik tangan kakaknya.
“siapa ayah dari anak itu “ ucap kakaknya yang berusaha menahan emosi hingga hamper menangis.
“jey kak”
Tampa basa-basi kakaknya yang tadinya hanya dia langsung menggulung tangan bajunya dan menarik tangan unay dengan kasar. Membuat unay terkejut.
Dan ia mengikuti langkah kakaknya dengan tergesah-gesah.sementara mamah hanya bisa menangis dipelukan ayah.
Sesampainya diluar. Mama hanya bisa melihat dari depan pintu kakaknya unay menarik dan memaksa unay masuk kedalam mobil.
“udah mah ayo kita masuk kita tunggu kabar dari nando” ucap ayah yang menenangkan mama.
“dia anak kita pah! Walaupun kita sedang tertimpa musibah sebesar ini dia tetap anak kita, mama takut nando berbuat nekat dengan emosinya yang sedang tidak setabil.
“anak yang sudah bikin malu keluarga masih mama anggap keluarga? Apa masih pantas dia kita anggap sebagai anak?” ucap ayah yang membuat mama merasakan sesak dan membuat mamanya sakit hati.
Tampa memperdulikan mama dan ayahnya nando langsung melajukan mobilnya dengan kencang.
“kak….maafin cia kak” ucap unay pelan.
“diam kamu cia….. gak ada yang nyuruh berbicara” ucap kakaknya.
(ya nanda memanggil unay dengan nama cia yang ia ambil dari nama belakangnya ya semacam panggilan khusus kakak adik gitu)
Kakaknya hanya terdiam dan merenungkan kejadian ini. Selama tujuh belas tahun ia selalu menjaga adik kecilnya yang harus mengalami hal seperti ini.
Ia akui ia juga kecewa pada jey yang sudah berani berbuat seperti itu pada adiknya dan membuat adiknya hancur seperti ini.
Disisi lain jey sedang mondar-mandir setelah mendapat pesan singkat dari unay yang mengaku bahwa sahabatnya itu hamil.
Ia benar-benar belum bisa menerima kenyataan ini. Menurutnya tuhan sangat tidak adil diumurnya yang baru saja ingin menginjak Sembilan belas tahun ia harus menjadi seorang ayah.
“astaga tuhan gue harus gimana sekarang” ucap jey sambil memukul dinding dikamarnya dan langsung membanting tubuhnya keatas kasur.
Tok…Tok…Tok…
Suara pintu yang membuyarkan amarahnya dengan perasaan tidak karuan. Jey membuka pintu dengan mendapati kakak perempuan nya yang memandangi dirinya dengan bingung.
“kenapa lo de” ucap kakanya
“kak gue mau ngomong sesuatu hal yang serius sama lo” ucap jey lesu
Jey langsung menarik kakaknya untuk masuk dan langsung menutup serta mengunci pintu kamarnya. Jey langsung duduk diatas kasur dengan muka lesunya yang disusul oleh kakaknya.
Raina yang awalnya hanya ingin meminjam laptop langsung melupakan tujuannya itu dan langsung bertanya tentang kondisi adenya tersebut.
“lo sakit de?”
“gu-gue ….. aduh gimana y ague ngomongnya “ ujar jey.
“lo lagi butuh uang? Mau mijem uang gue?”
Dengan cepat jey menggelengkan kepalanya dengan penuh keragu-raguan jey memberanikan mulai bercerita dengan kakaknya karna ia tidak tau lagi in
gin bicara pada siapa selain kakaknya itu.
Reina yang menatap adiknya yang penuh dengan keanehan semakin dibuat bingung.
“lo mau apa si ? apa jangan-jangan lo mau mati, jangan mati dulu lo masih punya utang sama gue”
Jey kembali menggelengkan kepalanya yang membuat reina kesal dan langsung menjitak kepala adiknya.
“apa si lo gak jelas banget”
“gue hamilin anak orang kak”
Reina langsung terkejut dan membulatkan matanya kearah adiknya tersebut sekaligus tidak percaya. Ia menggeplak kepala adiknya dengan sandal yang ia pakai.