
Pemilihan ketua OSIS sudah di mulai, tiga pasangan yang mencalonkan diri sudah berdiri di depan lapangan. Satu persatu calon memperkenalkan diri dan memberitahukan visi dan misi mereka.
"Gue yakin cowok lo yang menang Zan, secara sorakannya paling banyak waktu cowok lo maju ke depan." bisik Keysa. Sejujurnya Zana tidak menyukai itu, karena memang Zana tipikal orang yang sangat pencemburu seperti ibunya. Dia berfikir kalau Kenzo menjadi OSIS dia akan sering dekat dekat para wanita.
"Sebenernya gue ga setuju dia jadi OSIS, tapi dia ngebet banget, ya ... terpaksa deh gue dukung," lanjut Zana.
"Biarin aja Zan, mestinya lo bangga punya cowok cakep kaya Kenzo toh walaupun dia banyak yang suka cinta dia tetep buat lo." Zana hanya diam dan tatapannya terus menatap Kenzo yang sedang tersenyum di depan.
Semua siswa di bubarkan ke kelas masing-masing, perhitungan suara akan dilakukan oleh guru dan anggota OSIS lainnya. Zana memilih untuk langsung pergi ke kantin, karena perutnya yang tidak bisa kompromi. Diapun memilih makan nasi goreng bang Jali.
"Bang nasgor satu ya yang pedes," kata Zana.
"Jangan Bang, dikit aja pedesnya." ucap Aji yang berada di belakang Zana.
"Iiih ... Aji gue lagi pengen yang seger-seger tau." Zana berjalan ketempat duduk dengan bibirnya yang maju beberapa centi ke depan.
"Ga boleh, nanti maag lo kambuh, gue 'kan ga mau Ratu gue sakit,"
"Lebaaaay, pacarnya aja bukan lo," timpal Keysa dan mereka pun duduk menunggu pesanan.
"Ya biarin, tapi kan kita TTM (teman tapi mesra) ya ga Zan?" Zana hanya tersenyum.
"Diih kepedean banget." Aji tertawa melihat Keysa yang merasa kesal.
Akhirnya makanan yang mereka pesan datang, dan mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah berada di depan.
"Zan, lo jadi ga les?" tanya Aji Zana hanya mengangguk dan terus konsentrasi menyantap nasi goreng.
"Lo kelaparan, Zan?" tanyanya lagi.
"Kelaparan, karena cemburu Ji." jawab Keysa sambil tertawa. Memang sebelum ke kantin dia melihat Kenzo sedang asik dengan anggota OSIS lainnya. Sebenernya itu biasa, tapi yang bikin dia kesal Kenzo duduk bersebelahan sangat dekat dengan cewek entah siapa itu. Aji hanya menggelengkan kepalanya melihat perubahan drastis pada sahabatnya itu, karena awalnya Zana sangat cuek dan tidak mempedulikan orang lain.
"Jadi pulang sekolah kita daftar ya, Keysa lo ikut ga?" tanya Aji.
"Ikut donk, kalian yang udah dasarnya pinter aja ikut masa gue yang otaknya pas-pasan ga ikut." ucapnya mengundang tawa.
Selama jam istirahat Zana terus menunggu Kenzo tapi dia tak kunjung datang. Mungkin Kenzo sedang sibuk mengurus perhitungan suara pikirnya. Zana pun membelikan roti dan susu, karena dia tau Kenzo belum makan siang.
"Kalian duluan aja, gue mau ngasih ini buat Ken." kata Zana sambil menunjukan plastik yang berisi makanan. Zana pun pergi ke ruang OSIS untuk menghampiri pacarnya. Sesampai di ruang OSIS Kenzo yang melihat Zana langsung menghampirinya. Dan mereka mendapat sorakan dari teman-temannya Kenzo.
"Duuuh ... kak pengen donk di bawain makanan juga." ucap salah satu yang ada diruangan OSIS Zana hanya tersenyum mendengarnya.
"Maaf ya, tadi ga istirahat bareng." kata Kenzo menarik tangan Zana duduk di kursi yang berada di depan ruangan.
"Ga apa-apa, nih kamu belum makan 'kan?" Zana memberikan makanan yang dibelinya tadi.
"Makasih ya sayang, perhatian banget sih sama pacarnya jadi makin cinta deh." katanya sambil mengusap rambut panjang Zana.
"Cih gombal, sayang nanti aku pulang sekolah mau langsung ke tempat les, mau daftar sekalian les pertama,"
"Sama siapa?"
"Aji sama Kekey,"
"Maaf ya, aku ga bisa anter soalnya masih banyak yang diurus,"
"Ga apa-apa, aku nanti dianter sama Aji aja." Zana pun pamit balik ke kelasnya, karena bel sudah berbunyi.
Pengumuman hasil suara pemilihan ketua OSIS diumumkan di kelas masing-masing melalui speaker yang ada di dalam kelas. Betul dugaan Keysa kalau Kenzo dan Galen menjadi ketua dan wakil OSIS selanjutnya, membuat para siswa perempuan bersorak. Sorakan dari setiap kelas meramaikan seisi sekolah.
"Gue bilang apa bener 'kan?" kata Keysa, tapi ini sama sekali tidak membuat Zana merasa senang, karena sejak tadi dia berdoa agar Kenzo tidak terpilih.
"Tes ... tes ... selamat siang semuanya, saya Kenzo Al-Farizi mengucapkan terimakasih atas semua yang sudah memilih saya dan Galen. Kami kedepannya akan bekerja sebaik mungkin terimakasih." ucap singkat Kenzo yang terdengar oleh seluruh kelas. Suara teriakan dan tepuk tangan seluruh siswa meramaikan sekolah.
"Cemberut aja non," ucap Keysa yang melihat Zana dari tadi hanya diam.
"Segitu cintanya lo sama Kenzo sampe ga mau dia di deketin sama cewek, awalnya aja nolak sekarang ketakutan kehilangan Kenzo." ledek Keysa, Zana mengambil tasnya keluar tanpa menghiraukannya.
"Zanaa, tungguin gitu aja ngambek lo." teriak Keysa berlari menyusul Zana.
**♥️♥️**
Kia terus melihat jam yang ada ditangannya menunggu Gian. Kemana sih tu anak gerutunya
"hei ngapain di sini?" sapa Angga yang baru keluar dari gerbang.
"Hei ... nunggu Gian lo liat dia ga?"
"Tadi sih udah keluar, gue ga tau dia kemana dulu,"
"Oh gitu, ya udah biar gue susul ke dalam aja deh, bye Angga." ucap Kia melambaikan tangannya meninggalkan Angga.
Kia mencoba untuk mencari Gian ke kelasnya tapi di kelasnya sudah tidak ada siapa-siapa. Dari tadi Kia mencoba menghubungi Gian tapi ponselnya tidak aktif. Apa dia pulang duluan ya pikir Kia, tapi itu tidak mungkin, karena Gian tidak pernah membiarkannya pulang sendirian.
Kia mencoba mencari ke kantin, tapi langkahnya terhenti seketika, melihat Gian dengan seorang wanita yang sedang mengobrol di dekat tangga. Kia langsung bersembunyi dibalik dinding untuk mendengar pembicaraan mereka.
"Maaf Des, gue sudah punya Kia,"
"Gue ga apa-apa kok Gian jadi yang kedua, Gue sayang banget sama lo." Kia menutup mulutnya dengan tangannya saking kagetnya dengan apa yang dia dengar.
"Maaf gue ...." Desi langsung menarik tangan Gian dan menggenggamnya.
"Gue janji ga ada yang tau hubungan kita, begitu juga Kia gue bakal sembunyiin semua darinya, please Gian,"
"Tapi, gue ga mau nyakitin hati Kia maaf. Lo sudah gue anggap sahabat gue dari dulu, dan gue anggap ini tidak pernah terjadi maaf Desi." Kia langsung berlari ke depan gerbang, sebelum Gian tau kalau dia mendengarkan semuanya.
"Hei sayang, maaf ya lama," sapa Gian pada Kia yang sudah menunggu di gerbang.
" ... kamu kenapa ngos-ngosan gitu, dari mana?" tanyanya heran, saat melihat Kia yang sedang berusaha mengatur nafasnya.
"Oh ... tadi aku habis dari toilet terus lari kesini takut kamu nunggu lama." Kia terpaksa berbohong, Gian tersenyum mengacak rambut Kia dan merangkulnya berjalan.
"Kok lama habis dari mana?"Kia berharap Gian menceritakan semua yang dia lihat tadi.
"Oh ... tadi habis dari ruang guru" BOHONG ucap Kia dalam hati.
"Oh ... kirain dari mana. Yank aku mau tanya boleh?"
"Emmm ... apa?"
"Kamu sayang sama aku 'kan?"
"Emangnya kurang keliatan ya kalau aku sayang sama kamu?" Kia menggelengkan kepalanya, Gian mengerutkan keningnya tidak mengerti kenapa Kia menanyakan itu padanya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA
TERIMAKASIH 😘