Nothing Is Impossible

Nothing Is Impossible
Lampu hijau



Bab X


"kenapa kamu masih berdiri di situ put, cepat buatkan minum untuk nak Aldo" (ucap ibu kepada putri)


" gak usah put, (saut Aldo), tidak usah bu, kedatangan saya kesini mau meminta ijin kepada ibu untuk mengajak putri keluar" (sambung Aldo)


mendengar kata kata Aldo tadi, ibu putri terdiam sejenak,,


" kalau untuk itu, ibu gak bisa jawab nak" (jawab ibu putri sambil menundukan kepala),,


" pergi saja put" (tiba tiba terdengar suara dari belakang),, beliau adalah Ayah putri, selama ini beliau di kenal sangat overprotektif terhadap semua yang berhubungan dengan keluarganya, terutama putri, karena putri adalah anak satu satunya yang mereka miliki,, sontak ibu putri terkejut mendengar ucapan suaminya tersebut, karena selama ini Ayah putri selalu melarang putri untuk keluar bersama teman laki lakinya,


"selamat pagi om" (sapa Aldo sambil mencium tangan Ayah putri).


" saya minta maaf sebelumnya om, saya mau meminta ijin untuk mengajak putri keluar sebentar" (ucap Aldo)


"hemmm,, jangan lama lama" (jawab Ayah putri singkat)


Putri dan ibunya hanya terdiam sambil terheran heran mendengar kata kata ayah putri, pasalnya selama ini beliau tidak pernah mengijinkan putri untuk keluar,apalagi dengan teman laki laki nya,,


" ya udah kalau begitu, putri berangkat dulu ya" (ucap putri sambil mencium tangan kedua orang tuanya)


" saya pamit dulu om" (kata Aldo kepada kedua orang tua putri)


"hati hati nak" (jawab ibu putri, sambil sesekali melirik ke arah ayah putri yang hanya duduk diam di depan rumah)


" yah" (sapa ibu putri sambil duduk di sebelahnya)


"hmmm,, ada apa bu" (jawab nya)


" kok tumben ayah ngijinin putri keluar dengan teman laki lakinya" (ayah putri masih terlihat asik dengan burung perkutut peliharaan nya, yang seoalah tidak perduli dengan pertanyaan istrinya tersebut)


"lha emang kenapa bu" (tanya beliau singkat)


" gak seperti biasanya"


"anak kita kan sekarang sudah besar bu,, sudah cukup umur untuk nikah, biarkan dia memilih pasangan nya sendiri" (jawab nya)..


Ibu putri terkejut mendengar ucapan suami nya tersebut, ternyata suaminya sudah berfikir untuk menikah kan putri semata wayang nya itu, ya tidak ada salahnya sebenarnya sih, karena usia putri pun sekarang sudah menginjak 22 tahun, yang seharusnya sudah cukup matang untuk menikah,,


"Ayah ingin putri cepet cepet nikah" ? (tanya ibu)


" iya bu,, putri kan sudah dewasa, gimana to, daripada pacaran, malah takut nya nanti terjadi yang enggak enggak, gimana coba, ibu mau kaya gitu" ??? (jelas Ayah)


"ya enggak to yah,, ya udah ibu mau masuk dulu, mau nerusin masak" (ucap ibu sambil berjalan masuk).


Di lain waktu, Aldo begitu senang karena dia merasa sudah mendapatkan restu dari ke dua orang tua putri, terutama ayah nya,,


" maaf pk, kita mau kemana ya" (tanya putri)


" (Aldo hanya diam sambil senyum senyum sendiri)


"pak,,, (panggil putri lagi dengan sedikit keras)


" iya put kenapa" (tanya Aldo kaget)


"kita mau kemana" ? (tanya putri lagi)


" terserah kamu aja put,, pokok nya kemana saja kamu mau, aku pasti ikut" (ucap Aldo sambil senyum)


"Putri gak tau Pak, putri belum pernah kemana mana soalnya" (ucap putri)


" ha,,, mana mungkin kamu belum pernah kemana mana" (tanya Aldo heran)


"bener pak,, selama ini Ayah putri gak pernah mengijinkan putri untuk keluar dengan teman laki laki putri, baru kali ini putri di ijin kan keluar rumah" (jelas putri ke Aldo),,


pantas saja, tadi putri dan ibu nya terlihat terkejut saat mendengar ucapan Ayah nya, (ucap Aldo dalam hati nya)


Tiba tiba Aldo menepikan mobilnya di depan sebuah cafe,,


" kita turun yuk put" ,(ucap Aldo yang bergegas membukakan pintu mobilnya)... Putri pun tak mampu berkata kata lagi, karena Aldo memperlakukan Putri bak PUTRI RAJA pada saat itu, ini pertama kalinya ada laki laki yang memperlakukan dia seperti itu,


" terimakasih pak" (ucap putri pada Aldo)


" untuk apa" (tanya Aldo)


"untuk semua yang telah bapak lakukan terhadap putri, bapak begitu baik kepada putri" (jelas putri)


"kenapa kamu harus berterimakasih put, semua juga akan melakukan hal yang sama kepada orang yang di cintai nya" (jawab Aldo dengan menggenggam kedua tangan putri). Ow iya put, apakah kamu sudah punya jawaban atas pertanyaan ku kemarin?


" gimana put" ,, (tanya Aldo)


"anu pak.,, itu,, ya ALLAH,, tolong putri ya ALLAH" (batin putri)


Belum sempat putri menjawabnya,, dari jauh terdengar teriakan,


" Copettt,,, copettt,, woe,, teriakan itu sontak membuat bingung orang orang di sana, termasuk Aldo juga putri, mereka pun segera pergi meninggalkan cafe tersebut,,


" maaf pak, kita pulang saja ya, putri takut kalo ayah marah nanti"


"iya put, aku ngerti kok" (jawab Aldo tersenyum)


" terimakasih ya pak sudah mengajak putri jalan jalan seharian ini, putri seneng" (ucap putri)


"iya put, sama sama, sampai ketemu besuk di kantor ,, dah" (jawab Aldo sambil melambaikan tangan ke putri)..


"lho,, nak Aldo gak mampir dulu put" (tanya ibu)


" enggak bu, pak. Aldo masih ada urusan katanya, putri masuk dulu ya bu" (sambung putri)


Ke esokan harinya,,


"hei put,, akhirnya kamu dateng juga" (ucap susi)


" kenapa sus" ? (tanya putri)


"kerjaan banyak banget nih dari kemarin,bantuin ya,, plisss" (jawab susi)


" iya deh iya,, apa sih yang enggak buat kamu sus"


"makasih putri" 😁 (jawab susi sambil mencubit pipi putri)


" aduh,,, sakit tau sus, lama lama bisa bengkak pipi aku nih" ,, (ucap putri)...


"walau bengkak tetep cantik kok" (saut Risqi)


" mas. Qi,, (putri terkejut mendengar perkataan risqi, dia hanya bisa menunduk malu dengan pipi memerah), , 😁


"apaan sih qi,, maen samber aja" (ucap susi)


" lahhh,, kenapa kamu yang sewot sus, lagian aku kan ngomongin putri bukan kamu" (jawab Risqi sambil memandang putri yang masih tertunduk malu)


"ah,,, udah udah, kamu kerja sana, ganggu orang lagi asik aja" (kata susi sambil mendorong risqi untuk pergi).. Risqi pun berjalan pergi, dan sesekali menengok ke belakang melihat ke arah putri yang juga sedang memperhatikan nya dengan malu malu,,


" selamat pagi Pak" (sapa susi ke Aldo sesaat sebelum memasuki ruanganya),, Aldo hanya menganggukan kepalanya sambil sedikit senyum,,


" kamu sudah makan put" (tanya Aldo)


"sudah pak" (jawab putri)


" semangat ya" (ucap Aldo sambil berlalu pergi),,


"ciye ciye putri" ,, (bisik susi),, tapi putri hanya terlihat diam seperti memikirkan sesuatu,,


" kamu kenapa put,, ada masalah, kalau ada masalah cerita sama aku" (ucap susi sambil mengelus bahu putri)


"aku bingung sus, harus gimana"


" ada masalah apa, cerita sama aku" (ucap susi)


"putri terdiam sesaat sambil menghela nafas panjang,,seperti ragu untuk menceritakan masalahnya..


" Sebenarnya kemarin Pk. Aldo nembak aku sus" (bisik Putri)


" APAA...? ¿! 😱


"sssstttttt,,,, jangan keras keras" (ucap putri sambil membungkam mulut susi)


" sory sory,, terus terus" (ucap susi penasaran)


"aku gak tau sus, aku harus jawab apa, aku bingung" (jawab putri)


" oh my God,,, putri, di luar sana begitu banyak wanita yang bermimpi untuk mendapatkan laki laki seperti Pk. Aldo, tapi kamu,ampun dah ni anak, tunggu apa lagi, sekarang kamu temui pk. Aldo dan bilang, aku juga suka sama bpk"


" aku harus ngomong gitu ya sus" (tanya Putri dengan polos)


"putriiii,,,!!!! (ucap susi melotot seoalah seoalah seperti singa yang akan menerkam mangsanya).. Tanpa berfikir panjang putri segera berlari pergi menemui Aldo,,