Mysterious Love

Mysterious Love
Semangkin Cerewet!



Pagi ini disambut kesibukan oleh pihak Rumah Sakit karna mereka harus berjaga agar Team Media sana tak ada yang masuk kesini bahkan penjagaan didepan Gerbang sana diperketat dengan menunjukan ID Cardnya masing-masing untuk masuk ke Bangunan besar ini.


Aparat Kepolisian berpakaian lengkap itu siap siaga 24 jam menjaga keadaan disekitar Rumah Sakit karna Tuannya dirawat ditempat ini.


Bagaimana tidak diperketat? hari ini adalah Jadwal USG Athena yang pastinya Lucifer ingin tak ada kendala apapun dengan berbagai Dokter yang datang khusus menangani wanita itu.


"Kau bertugas disini?"


"Em, Tidak! tapi aku mengantikan Dokter kepala disini!"


Jawab pria berjas putih dengan penampilan rapi disertai senyuman ramahnya pada semua orang. ia tengah berjalan bersama Dokter Isabel yang baru datang bersama rekan kerja lamanya ini.


"Hm, Baiklah! aku harus ke atas dulu."


"Kau dapat, Pasean baru?"


Tanya Relov. yah, dia adalah Relov yang dipindahkan kebagian Kepala Rumah Sakit berkat kinerjanya yang sangat bagus dan cerdas. tentu Dokter Isabel memaklumi itu karna Relov adalah pria yang giat.


"Tidak, hanya ada pasean khusus!"


"Ouh, baiklah! sampai jumpa!"


"Dahh!"


Dokter Isabel memberi salam perpisahan lalu melangkah menuju ruangan USG dimana ia sudah mendapat pesan kalau semuanya sudah selesai.


Tepatnya diwaktu yang sedikit lama Dokter Isabel sampai ke ruangan USG hingga ia melihat bagian lorong ini dipenuhi penjagaan yang sangat ketat membuatnya sedikit merasa berlebihan.


"Selamat pagi!"


"Silahkan. masuk!"


Berots yang membuka pintu hingga Dokter Isabel mengangguk melangkah masuk hingga ia tersenyum melihat wajah Tampan pria ini kembali ia temui setelah semalaman.


"Tuan!"


"Sayang!!!!"


Dokter Isabel terkejut saat ada suara dibelakang Lucifer yang tengah membelakangi Athena yang tadi ingin berjalan tapi ia tak memperbolehkannya hingga ia mengacuhkan wanita keras kepala ini.


"Cifer!!"


"Hm."


"Ayolah, aku ingin ke Toilet!"


"Alasanmu sangat banyak!"


Suara datar Lucifer menatap datar Dokter Isabel yang segera mengerti lansung melangkah mendekati Bangkar diruangan USG berfasilitas lengkap dan bermutu ini.


Athena mengkerutkan dahinya melihat wanita dengan rambut hitam panjang rapi ini tengah menatapnya dengan sangat ramah dan lembut.


"Kau siapa?"


"Dia Dokternya!"


Athena mengangguk kecil tak banyak bergerak hingga Dokter Isabel memeriksa detak jantungnya yang diperhatikan Lucifer, tentu Dokter Isabel merasa sangat panas dingin dipandangi begitu.


"Dokter Maudy. kemana?"


"Nona. perkenalkan saya Dokter Isabel Spesialis Kandungan dan saya menggantikan Dokter Maudy."


Athena hanya diam menatap Dokter Isabel dari ujung kepala sampai kaki hingga ia melihat wanita ini ada bakat untuk merebut suaminya, tentu Lucifer sedikit tahu arti pandangan istrinya.


"Hilangkan pikiran kotormu!"


"Hm."


Athena hanya menjawab seadanya hingga mata mereka kembali fokus ke layar Monitor dengan Dokter Isabel yang menaikan pakaian Athena keatas dada hingga ia mengoleskan Jel dingin itu.


"Rileks, Nona!"


"Memangnya siapa yang teggang?"


"Hey!"


Lucifer menatap tajam Athena yang berbicara ketus karna memang jengkel. entah kenapa ia pagi ini sangat ingin menelan mereka semua.


"Tak apa, Tuan! biasa kalau ibu hamil begini."


"Hm!"


Gumam Lucifer acuh lalu menggenggam tangan Athena yang masih menatap layar canggih yang ketika Dokter Isabel menggerakan alatnya membuat layar benda itu mulai terlihat gelap dan samar-samar melihat semuanya.


"Gelap?"


"Lihat yang ini, Nona!"


Athena menajamkan penglihatannya hingga seketika ia termenggu melihat kantong kecil yang menempel di rahimnya membuat ia menatap Lucifer yang hanya diam tak mengalihkan pandangannya.


"Ini Babynya!"


"A..Apa dia baik-baik saja?"


Tanya Athena dengan suara mulai bergetar membuat Lucifer lansung mengecup kening Athena yang pasti siapapun yang melihat Mahluk bagian dari tubuhnya itu akan sangat menantikan kehadirannya.


Lucifer menatap Dokter Isabel agar merahasiakan kemungkinan Negatif yang jika terjadi.


"Kondisinya baik-baik saja, Nona! tapi yang jelas kesehatan Janin anda tergantung pada cara anda merawat diri anda sendiri."


"T..Tapi dia..dia baik-baik saja, kan?"


"Baby baik-baik saja, tak perlu khawatir. hm?"


Athena hanya bisa diam kembali menatap layar Monitor. rasanya sangat senang melihat si kecil itu masih ada didalam perutnya.


"Nona. yang jelas anda jangan Stres. usahakan tetap rileks dan istirahat yang cukup."


"Aku minta Copyannya!"


"Baik. Tuan!"


Dokter Isabel membersihkan Jelnya lalu mengeluarkan suntikan untuk melakukan Injeksi membuat Athena terdiam sesaat dengan Lucifer yang bersiaga.


"Kau mau apa?"


"Saya akan melakukan Injeksi pada Nona untuk menguatkan kandungannya!"


"Berikan!"


Dokter Isabel memberikannya pada Lucifer bersama botol kecil ditangannya. dari kalimat di botol ini sepertinya memang sudah baik dan baunya juga tak aneh sesuai aroma cairan medis.


"Sayang!"


"Hm, kau bisa melakukannya!"


Athena hanya membelo jengah hingga Dokter Isabel kembali melakukan kegiatannya lalu mengarahkan Athena untuk berbaring miring hingga Lucifer menopang tubuh Istrinya.


"Ini sedikit sakit, Nona!"


"Kenapa? apa kau.."


"Diamlah!"


Geram Athena hingga barulah Dokter Isabel melakukan Injeksi ke bokong bulat sexsi Athena yang sedikit meringis tapi ia tak begitu takut dengan benda runcing itu.


"Baiklah. apa leher anda masih terasa sakit?"


"Hanya ngilu. dan bisa lepas Perbannya? aku risih tak bisa bergerak banyak."


"Tidak usah."


Tegas Lucifer membuat Athena lansung mengeluarkan wajah tak suka bahkan ia sangat-sangat dongkol.


"Kenapa? ayolah,Cifer! leherku sakit diikat terus!"


"Kalau tak diikat kau tak akan bisa menjaga dirimu sendiri. PAHAM!"


Tekan Lucifer hingga Athena melepas genggaman tangannya kasar membuat Dokter Isabel sedikit takut pada Athena yang terlihat sangat berani.


"N..Nona. sebaiknya anda mengendalikan emosi anda."


"Memangnya kenapa? aku memang sedari lama begini. kau saja yang tak tahu."


"A.. M..Maaf!"


Gumam Dokter Isabel yang dipandang tajam Athena. ia memahami gelagat wanita ini yang pasti sangat mengaggumi suaminya, ia merasakan jelas tatapan Dokter Isabel seakan menelan habis wajah Lucifer.


"Baiklah! tapi saya sarankan anda berjalan kecil itu lebih baik, dari pada terus diatas ranjang ini membuat tubuh anda kaku. Nona!"


"Aku ingin berjalan tapi dia melarangku. padahal dia juga sesibuk itu."


Tanya Lucifer tak mengerti. Athena bicara seakan-akan ia tak memperdulikannya sama sekali padahal sedari tadi ia terus mengurus semuanya.


"Fokus saja pada Ponselmu!"


"Sayang. ayolah kau.."


"Aku ingin ke kamarku!"


Athena ingin bangun sendiri tapi seketika Lucifer lansung memeggang punggungnya hingga pria ini sigap membantunya dengan perlahan turun dari bangkar dengan pelan hingga Athena merasakan sakit di lehernya.


"Aku sudah bilang. Lehermu masih belum sehat dan.."


"Kalau tak begini. kapan aku sembuh?"


Gumam Athena memaksakan tubuhnya. ia tak masalah dengan rasa sakit ini selagi Lucifer sibuk dengannya hingga tak sempat sibuk dengan Ponselnya itu.


"Nona. saya akan membantu!"


"Suamiku bisa!"


Sangga Athena menolak hingga Lucifer mengiringnya pelan keluar kamar hingga wajah Dokter Isabel yang tadinya ramah sedikit merasa jengkel, cantik memang cantik tapi kenapa mulutnya sangat pedas seperti itu?


Disepanjang perjalanan Athena terus mendumel sesukanya hingga Lucifer hanya mendengarkan mengiring Athena untuk kembali kekamar.


"Aku ingin keluar!"


"Kemana?"


"Aku bosan di kamar terus!"


Lucifer terdiam lalu lansung sigap menggendong Athena yang terkejut setengah mati.


"Cifer!!!"


"Hm."


"Kauu!!"


"Kita ke Taman!"


Athena berbinar cerah mengecup kilas bibir sensual Sang suami hingga barulah Lucifer melangkah menuju Lift seraya terus mengawasi pergerakan Athena yang sangat tak bisa dikondisikan.


Didalam Lift Athena tampak sangat bahagia membuat Lucifer ikut merasakan ketenagan Istrinya. tentu hampir masuk 2 hari Athena didalam kamarnya saja membuat wanita ini bosan.


"Sayang!"


"Hm."


"Kau kenal Dokter yang tadi?"


Tanya Athena mengelus rahang tegas Lucifer yang melangkah keluar saat Lift ini terbuka hingga untung saja Rumah Sakit ini sepi sesuai permintaan Lucifer.


"Tidak!"


"Tapi sepertinya dia sangat mengenalmu!"


"Aku tak mengenalnya!"


"Oh!"


Satu kata yang sangat menyakitkan bagi Lucifer yang merasa jengkel tapi apalah dayanya yang tak bisa bicara kasar.


"Hanya. Oh?"


"Hm. Oh!"


Lucifer diam tak lagi mau bicara hingga mereka sampai ke belakang Taman dengan Athena yang mengeratkan pelukannya ke leher kokoh Lucifer.


"Kenapa sunyi, Sayang?"


"Ini Rumah sakit. bukan pasar!"


"Aku bertanya baik-baik tapi kau.."


Lucifer mendudukan Athena diatas kursi Taman hinggaa ia berjingkok lansung menangkup pipi wanita cerewet ini.


"Mungkin mereka ada pekerjaan lain. Sayang!"


"Hm."


"Hanya, hm?"


"Lalu apalagi? kau mau ap.."


Lucifer membekap pelan mulut Athena agar tak menyerocos hingga ia berdiri kembali melihat kesekelilingnya yang aman dimana tampak kolam air pancur segar dihadapanya dihiasi bunga-bunga cantik dibawah pohon rindang ini.


Namun. mata Athena melihat ada buah mangga yang mentah diatas pohon rendah dibalik taman bunga satunya hingga mata tajamnya benar-benar merasa ingin menelannya.


"Cifer!"


"Hm?"


"I..Itu.."


"Apa?"


Lucifer sigap melindungi Athena yang seakan melihat sesuatu yang mengejutkan dan sangat membuatnya berjaga.


"Apa?"


"Mangganya!"


Duarr..


Lucifer lansung ingin berteriak sekencang mungkin meluapkan rasa jengkelnya tapi suaranya tak kunjung keluar. ia sudah begitu bersiaga tapi wanita ini ternyata hanya melihat mangga.


"Kauu!!! Hiasss, shitt!"


"Kau kenapa?"


"Tidak ada!" Lucifer jengah.


"Kau marah?"


"Sayang. kau mau apa? hm?"


Lucifer mempercepat agar tak berdebat lagi hingga Athena kembali menunjuk benda itu.


"Ambil 3, ya?"


"Aku?"


"Kau tak mau?"


Lucifer menghela nafas halus dengan sangat Cool dan masih mempertahankan raut wajah datarnya mengangguk pasrah.


"Pergilah. Sayang! hati-hati mangganya jatuh."


"Hm!"


Lucifer melangkah kesana dengan Athena yang memandanginya penuh ketidak sabaran. sesekali Lucifer terlihat menoleh menatapnya tapi ia hanya memberi wajah datar yang menyebalkan.


"Kenapa dia semangkin Cerewet?"


"Semangat. Sayang!!!!"


"Hm!"


Lucifer menjawabnya dengan senyuman paksa kembali fokus ke pohon tak terlalu tinggi ini hingga ia mudah memanjatnya. kebetulan Berots juga datang hingga ia mendekati Athena.


"Nona!"


"Jaga dia, sebentar!!!"


Teriak Lucifer dari arah sana membuat Berots terkejut melihat Masternya tengah memanjat membuatnya benar-benar merasa aneh.


"Baik. Master!"


Namun. mereka tak menyadari kalau sedari tadi ada yang memotret Athena secara diam-diam dan menyebarkannya ke Media Sosial membuat para pemburu berita itu bergerombol kembali di depan Gerbang.


"Dasar. anak Pembunuh!!!!"


Degg,..


....


Vote and Like Sayang..