Mysterious Love

Mysterious Love
Kecurigaan Jendral Guinter!



Mobil itu lansung melesat masuk menuju Pantai Ofexs di Negara Venuz, sinaran lampu pantai yang memantau diatas sana tampak memancarkan kilauan akan pantulan dari Mobil Sport warna abu tua itu didekat Pepohonan disamping pantai.


Pria dengan wajah dingin itu keluar menerjang angin dengan langkah tegasnya, Jaket yang membalut tubuh berganti berlapis Kaos hitam itu sangat cocok menghiasi kegagahannya.


"Datang juga, kau!"


"Hm, menemui Penjilat sepertimu."


Suara Lucifer begitu tak bersahabat berdiri disamping seorang pria dengan Stelan Jas rapi tertiup angin tampak sangat berkharisma, dua kepribadian yang berbeda.


Lama keduanya memandangi ombak yang membuat keributan di hamparan laut dihadapannya, malam hitam pekat dengan dingin ini terasa begitu menyatu dengan jiwa Tegas keduanya.


"Sampai kapan kau akan begini?"


"Mereka mati!"


Cestor lansung dibuat geram dengan jawaban begitu Egois itu, tapi ia tak ingin memancing amarah Lucifer yang ia tahu betul begitu pemarah dan emosi.


"Untuk apa kau selalu bersikap Temprament? semuanya tak akan berubah."


"Itu menurutmu! tapi caraku berfikir itu sangat berbeda, kau ingin menikmati Jerih payah kedua orang tua kita diatas nama orang lain. Cihh, itu sangat menjijikan!"


Geram Lucifer begitu menyala-nyala hingga membuat Cestor menghela nafas halus, tak ada yang bisa memahaminya dalam bertindak.


"Hm, tapi mulai besok. aku yang memimpin!"


Bugh...


Cestor lansung pasrah dihadiahkan tinjuan keras Lucifer yang mengenai rahangnya, ia terhuyung beberapa langkah dengan amarah yang terlihat berkobar dimata Elang yang menajam ini.


"Kau Brengsek!!! Sialan!!"


Cestor hanya diam berdiri kembali tegap walau sudut bibirnya berdarah. ia menatap Lucifer yang sudah mendidih dengan deru nafas yang begitu memburu seakan memutus jantungnya.


"Buatlah kekacauan sesukamu. dan aku akan melakukan apa yang menurutku benar."


"Benarkah?"


Lucifer menyeringai mendekati Cestor dengan tatapan begitu gila bahkan sangat bengis, terlihat sekali amarah itu tengah bersarang hanya menunggu ledakan.


"Apa kau memang ingin bermusuhan denganku?"


"Aku sudah katakan padamu. lakukan apa yang kau mau dan aku melakukan apa yang menurutku, benar!"


Jawab Cestor menepuk bahu kokoh Lucifer jantan hingga wajah Lucifer benar-benar mengeras menatap wajah tenang Cestor yang sangat ia benci.


"Kau bukan lagi Cestor yang ku kenal!"


"Kau sudah lama tak pulang, dan belum cukup mengenalku."


Jawab Cestor tenang lalu melangkah pergi dengan pandangan kemurkaan dari Lucifer yang begitu merasa kecewa. dulu Cestor dan Ia begitu dekat saat kedua orang tuanya masih ada, tapi saat Cestor memilih tinggal bersama mereka hubungan keduanya mulai retak bahkan bertahun-tahun lamanya tak bertemu dan sibuk dalam urusan masing-masing.


"Baik! kau yang meminta ini dariku."


Geram Lucifer menatap ke kobaran ombak sana. sedari lama ia masih menahan diri untuk tak membantai habis semuanya karna dihati kecilnya ia masih memikirkan Cestor yang ada disana, jika ia melumpuhkan semua sistem Venuz maka bagaimana Cestor bisa hidup ditengah Popularitas yang turun. tapi sayangnya setiap ia mencoba menahan maka akan terus ada dorongan yang memancing Jiwa Tempramentnya yang begitu Gila.


"Cih!"


Lucifer terkekeh geli dengan sendirinya, matanya merah tampak menatap kearah kepergian Cestor yang sangat menghancurkan harapannya.


"Dasar Penjilat!!!!"


Teriak Lucifer melengking lalu tertawa sendiri membuat seseorang yang sedari merekam tingkah mengerikan pria ini menjadi gemetar, ia tak menyangka Penguasa Alaska itu begitu Gila dan tak waras.


"Emm, kalau begitu. mari bermain!!!"


Lucifer melangkah santai ke dekat Mobilnya dengan raut wajah berubah-ubah, terkadang ia terkekeh lalu kembali bengis menutup pintu Mobilnya kasar dan melaju kencang dan sangat cepat.


...........


Tatapan mereka semua tertuju pada Athena yang sudah berdiri diruangan Pertemuan mereka. sedari tadi ada guratan aneh dari Jendral Guinter saat melihat Athena datang memakai Syal dan agak pucat, belum lagi cara berjalannya juga pelan.


"Kau kenapa?"


Jawab Athena tegas membuat mereka yakin dan percaya saja. Jors dan Dames kembali fokus pada rekaman pesta tadi malam sampai Athena khawatir mereka semua akan melihat Rekaman CCTV ia dan Lucifer di Toilet.


"Ada yang janggal?"


Jendral Guinter mendekati Dames yang terdiam masih memeriksa CCTV membuat Athena menegguk ludahnya kasar berusaha tetap santai.


"Ada yang aneh di Rekaman didekat Toilet pukul 9 malam, Jendral!"


Degg..


Athena lansung mencengkram peggangan kursinya kuat, ia masih tak menunjukan raut apapun karna sedari tadi Jendral Guinter mengawasi pergerakannya.


"Sial!! mereka akan tahu semuanya!"


"Rekamannya eror!"


Seketika nafas Athena lansung lega seakan mendapat angin segar yang menyejukan. setidaknya identitas Lucifer antara Tuan Muda Kedua dan Penguasa Alaska tak bisa mereka tebak secara beriringan.


"Tapi, untuk rekaman di jalan. semalam ada Mobil yang membuat kekacauan sampai membuat kemacetan."


"Mobil?"


Athena pura-pura tak tahu seraya terus mengumpati Lucifer yang begitu membuat kekacauan sampai ia kualahan menghadapi penyelidikan di Kantor pusat.


"Hm, Mobilnya ber Plat 8776. bukan dari Negara kita."


"Em, ini dari Alaska!"


Gumam Jendral Guinter menatap data yang dicari Dames. jika ditelisik lebih dalam Mobil itu sama dengan Mobil yang dibawa Tuan Muda Kedua ke Pesta malam itu.


"Bandingkan Platnya dengan Mobil yang dibawa Tuan Muda Kedua!"


"Jendral. sebenarnya agak aneh."


Dames yang tiba-tiba berotak lancar membuat Athena jantungan. bisa-bisanya Lucifer meninggalkan jejak sebanyak ini.


"Apa?"


"Nama Tuan Muda Kedua itu Lucifer, dan nama yang selalu tinggal saat ada Kejahatan besar itu juga Lucifer. jadi, apa Lucifer ada dua?"


Athena lansung menyikut Dames yang meringis hingga Jendral Guinter mulai berfikir, ini pertanyaan yang sering ia pikirkan tapi belum pasti jawabannya.


"Hm, kemungkian memang bisa sama tapi bisa juga itu satu orang."


"Jendral! malam itu aku dekat dengan Tuan Muda Cestor. dan dia bilang kalau Lucifer itu memang sosok yang Temprament tapi tak pernah berniat jahat selagi tak mengusiknya, jadi aku pikir kita jangan mengambil kesimpulan yang tak benar."


"Kapten benar! walau Si Lucifer Tampan itu sangat garang di Pesta tapi aku rasa dia tak akan mengusik Keluarganya sendiri."


Sambar Dames yang ikut terombang alur. Athena begitu menantikan jawaban Jendral Guinter dan Jors yang terlihat menatapnya penuh arti.


"Kau yakin?"


"Hm. kita harus menyelidiki terlebih dahulu tentang Keluarga Hermes."


Athena mengambil langkah cepat agar Lucifer tak terlalu disalahkan lagi dalam hal apapun.


"Kenapa?"


"Karna aku yakin mereka terlibat dalam kasus kematian keluarga Hannes!"


Jawab Athena tegas membuat Jendral Guinter mendekat dengan pandangannya yang menyelidik. ia masih fokus kewajah dan leher yang ditutupi Athena.


"Kenapa kau sangat membela Lucifer itu?"


Degg...


.....


Vote and Like Sayang..