
Berots menunduk saat melihat wajah kosong Masternya saat mendengar ucapan Cestor barusan. terlihat raut memberontak yang sama sekali tak mempercayainya sama sekali hingga Lucifer terkekeh kecil melepas cengkramannya ke kerah kemaja Cestor yang diam melihat raut keggilaan ini.
"Kau!! kau pikir aku percaya dengan bualanmu, hm?"
"Terserah kau percaya atau tidak. yang jelas, aku tak ingin kau berhubungan dengannya lagi!"
Lucifer terbahak menepuk bahu Cestor dengan jantan. ia menatap penuh keprihatinan dengan mata benar-benar merah antara ia kokoh menepis dan ketakutan dalam jiwanya.
"Kau mencintai Istriku! itu karnanya kau mengatakan dia terlibat, sangat disayangkan kau PECUNDANG!!"
"Kalau aku memang pecundang, maka tanyatakan pada Anggotamu. apa aku benar atau tidak?!"
Jawab Cestor tegas hingga Lucifer menatapnya hingga rasanya keberanian ini menciut begitu saja. wajah Berots memucat saat Lucifer semangkin memandangnya Intens hingga membuat ia memejamkan matanya untuk menenagkan diri.
"Katakan!"
"M..Master!"
"Kau menemukannya?" tanya Lucifer semangkin mengintimidasi hingga Berots menatapnya tegas kembali.
"Dari informasi yang anggota dapatkan, kalau Kematian Kedua orang tua anda karna pembantaian dari seorang pria yang merupakan Pesaing Bisnis Tuan Eroana yang saat itu bekerja sama dengan Klan Gelap yang sudah anda habisi dulu. Pria ini dari kalangan biasa dan bisa dibilang pembisnis awal yang memerlukan suntikan dana, saat malam itu Tuan Eroana dan Nyonya Suzanka lengah ia melancarkan penyerangan dengan beberapa orang yang memperkosa Nyonya Suzanka hingga ia mengakhiri hidupnya detik itu juga. sedangkan Pria itu mengambil Surat Perusahaan dan Tanah wikayah Alaska yang dulu sangat besar dan mengebom Kediaman anda."
Semua itu membuat kepalan tangan Lucifer dan Cestor menguat. mereka terbayang bagaimana saat pulang ke Kediaman mereka melihat Momynya diperkosa beberapa orang dan menganiaya Dadynya dengan menyeretnya dari tangga atas ke lantai bawah dan ia saat itu belum mampu berkelahi lihai hingga semuanya terjadi begitu saja.
"Brengsek!!!!"
Brskk..
Berots hanya diam saat Lucifer dan Cestor meninju Meja disampingnya hingga patah dengan deru nafas keduanya memburu. terlihat sekali amarah dimata keduanya berkobar nyata.
"Aku..Aku tak akan melepaskannya!!! tidak akan!!!"
Geram Lucifer membuat Cestor lansung memejamkan matanya untuk meredam emosi ini. ia ingin menghabisi semua orang yang sudah membuat kehidupannya hancur sampai keakar-akarnya, tapi sekarang ia tak ingin mengambil keputusan Egois.
"Kau yakin ingin membunuhnya?"
"Hm, dia juga harus merasakan bagaimana sakitnya di Perkosa!! dianiaya!!! dan..dan dilindas dengan Mobil itu!!!"
Berots memberikan Amplop ditangannya kehadapan Lucifer yang lansung mengambilnya.
"Itu intinya!"
Tanpa pikir panjang Lucifer membukanya kasar tak sabaran hingga mata Lucifer diperlihatkan dengan selembar Foto dimana ada satu orang pria paruh baya yang tengah menggendong seorang Bocah perempuan berumur 22 Tahun yang tersenyum cantik dengan netra tajam itu beserta seorang wanita yang berambut pendek sebahu terlihat juga mirip dengan bocah itu tengah berfoto disamping Body Mobil.
"I..Ini.."
"Itu adalah Foto masa kecil Nona dengan kedua orang tuanya!"
Degg..
Lucifer lansung ditikam dengan sembilu tajam sampai tangannya gemetar melihat Mobil yang ada dibelakang orang ini sama dengan Bangkai Mobil yang ia lihat di Rumah Athena, bahkan kunci mainannya pun sama.
"T..Tidak ini.."
"Pria malam itu adalah Ayah Athena!"
"Tidak Mungkin!!!"
Prankk..
Lucifer melempar barang-barang dihadapannya ke lantai sana dengan emosi dan mata berkaca-kaca nyaris menumpahkan cairan bening itu. tak pernah rasanya ia merasa selemah ini dan sekarang semuanya seakan mencekik lehernya.
"Dia..Dia tak ada urusannya disinii!!"
"Cifer!"
"Dia Istriku!!! dia..Istriku!!!"
Melihat itu Cestor lansung menampar Lucifer hingga tersungkur lemah kelantai sana dengan wajah merah dan genagan yang hampir tumpah, ia menolak semuanya karna ia sangat mencintai Athena.
"K..Katakan i..ini tak benarkan?"
"Kau sudah tak waras, ha??? dia Putri pembunuh Kedua orang tua kita!! setiap melihat dia aku selalu terbayang bagaimana Momy dilecehkan dan Dady di aniaya, Cifer!!!!"
"I..Itu tak benar!!!!"
"Lalu apa yang benar, ha? Apa???"
"D..Dia Istriku, Cestor!"
Lirih Lucifer bergetar mencengkram kepalanya sendiri yang sangat tak berdaya. ia masih tak mau menerima kenyataan itu sampai kapanpun.
"A..Aku tak bisa! aku..aku tak bisa menyakitinya!!"
"Kau mau membalasnya kan?"
"Aku..Aku tak bisa!"
Lucifer menggeleng benar-benar gemetar. ia tak sanggup melakukannya tapi ia sudah tak bisa menahan diri dari pelaku pembunuhan Kedua orang tuanya.
"Lalu kau mau melepasnya?"
Lucifer diam mencengkram kepalanya kuat. bagaimana rasa sakit yang ia rasakan selama ini bisa hilang tapi ia juga tak mampu melukai Athena.
"Aku tahu ini berat, tapi aku bersumpah tak akan melepaskan mereka semua."
"Orang tua Nona Athena tak bekerja sendiri! dia sepertinya dibantu oleh orang lain hingga bisa masuk ke Kediaman besar, dan yang membantunya adalah .."
"Keluarga Hermes!"
Geram Lucifer sudah mengepal hingga ia lansung berdiri cepat dengan amarah yang membukit itu untuk segera menghabisi mereka.
"Cifer!"
"Mereka harus merasakannya juga!!!"
"Aku yang mengurus mereka!"
Lucifer diam menatap Cestor yang memeggang bahunya kuat dan jantan, terlihat sekali sebuah rencana diwajahnya.
"Aku tak bisa!"
"Kau bisa. aku sudah memperingatkanmu lebih jauh kalau kau harus menjahuinya hingga saat itu tiba kau tak berat melakukannya."
"Dia Istriku!!!"
"Aku tahu!! tapi apa mereka pernah berfikir kalau Kedua orang tua kita juga suami istri dan memiliki anak? tidakkan?"
Lucifer diam menatap kosong kedepan membuat Berots mengerti rasa sesak Masternya, antara dua luka yang sama-sama menyiksa jika dilampiaskan.
"Aku tahu kau sangat mencintainya. tapi aku bersumpah Lucifer, aku sangat menyayangi Momy dan Dady. aku tak terima mereka hidup tenang begitu saja!!"
Lucifer diam membisu karna lidahnya sudah keluh untuk bicara, bahkan semuanya seakan menelan akal sehatnya untuk bangun dari mimpi buruk ini.
"Aku yakin ada banyak wanita seperti dia. kau bisa melupakannya setelah itu!"
Lucifer hanya menjawabnya dengan senyum remeh bersandar ke dinding kamar ini dengan wajah terkadang ia terkekeh lalu kembali menggeram sendiri membuat Berots yakin Masternya akan kembali Depresi berat.
"Aku memang Egois, Cifer! aku Egois, tapi pikirkan bagaimana sakitnya Kedua orang tua kita dulu, bahkan rasanya masih sama, hanya kau yang bisa melakukannya!"
Cestor melangkah pergi meninggalkan Lucifer yang luruh begitu saja menyusuri dinding ini dengan tangan masih menggenggam Foto itu. terlihat sekali raut wajah keluar bahagia disini, lalu bagaimana dengan Keluarganya?
"Master!"
"Dia sangat cantik!"
Gumam Lucifer melihat foto Athena kecil tapi ia mulai membayang melihat wajah ini ke masa lalu kelamnya yang penuh tikaman luka.
"A... Aku harus apa? hm! kau bisa membantuku, Sayang!"
Berots tak bisa melihatnya hingga ia pergi menutup pintu kamar membiarkan Lucifer sendiri dengan air yang tadi menggenang ia tampung tumbah begitu saja.
"Aku..aku sangat mencintaimu, Hena!! aku harus apa? sayang!"
Lucifer merenggu pilu hingga ia meringkuk sendiri ditengah rasa sesak ini. ia seorang anak yang ingin membalas semua kehancuran orang-orang yang ia sayangi tapi ia juga seorang Suami yang begitu mencintai Istrinya.
.....
Vote and Like Sayang