Mysterious Love

Mysterious Love
Tertembak!



Malam pun lansung bergelut, rembulan keabuan diatas langit tanpa bintang sana terlihat menyepi menyempurnakan kesan Mistis pada malam hari ini. gongongan anjing yang menyeru bak terompet membelah kesunyian dengan serokan beberapa binatang pengerat kembali beraksi setelah mentari menenggelamkan diri.


Langkah kaki mendingin itu juga tampak begitu tertekan menuju Perbatasan Alaska, wajah-wajah beragam yang ditunjukan melalui seragam lengkap yang dipakai, kaki mereka gemetar saat melihat kegelapan Tanah Alaska yang sangat mengerikan.


"K..Kapten!"


Dames berpeggangan ke ujung Jaket Athena yang lansung menepisnya kasar masih melangkah masuk kearea perbatasan.


"Kalian saling berjaga!"


"Baik!"


Athena diam sejenak melihat kedepan dimana reruntuhan bangunan ini masih sama dengan yang ia lihat dulu, aroma bangkai yang menyengat menyambut hidung mereka yang lansung menyeringit menekan bau tak sedap ini.


"Dimana biasa Pimpinanmu berdiri?"


"D..Di sana!"


Pria yang menjadi tawanan kepolisian itu menunjuk satu Gedung yang terlihat paling rusak dan luas diatas Atapnya, namun akses kesana itu membutuhkan kewaspadaan karna begitu gelap.


"Jors! kau bawa Team mu melindungi Dames yang memeggang Tawanan, aku yang akan mencari jalan!"


"Baik!"


Jors lansung menggeser Dames untuk memeggang pria tawanan diborgol itu hingga mereka kembali berjalan siaga tanpa senjata sama sekali. ada 10 orang yang Athena bawa dan ia rasa itu cukup.


Mereka semangkin mendekati salah-satu Gedung yang dituju dengan aura gelap mendingin yang semangkin menakutkan, senyayu angin malam ini juga terdengar sayup menyapa telinga yang menajam.


Saat kaki mereka ingin menginjak bagian lantai dengan Gedung itu, terdengar suara berterbangan dari dalam membuat Athena lansung menajamkan pendengarannya.


"Tiarap!!!"


Mereka lansung bertiarap kelantai hingga gerombolan Gagak hitam yang lansung berterbangan diatas kepala mereka dengan kuku yang tajam menggores pintu kaca yang lansung pecah dibuatnya.


"K..Kapten!"


Dames semangkin gemetar. para Gagak ini sangat mengerikan dengan mata merah terlihat jelas oleh netra penuh rasa was-was mereka.


"Tetap waspada, mereka sangat sensitiv dengan bunyi. memakai senjata api disini bisa memancing mahluk lain!"


"Baik!"


Jors kembali berdiri membentengi Dames yang kembali melangkah mengikuti Athena keatas sana, ada satu Dron yang membuntuti pergerakannya dari atas sana dan itu dari Jendral Guinter.


"Banyak kawanan Gagak dilantai atas kalian!"


"Jendral! jangan menembak atau memicu suara, kau cukup memberi tahu saja!"


Tegas Athena dari alat komunikasi di telinga sebelah kirinya seraya terus melangkah dibekali senter kecil ditangannya, ia yakin akan ada kejutan besar yang lebih dari ini hingga mereka harus berhati-hati.


Lama mereka melangkah disetiap lantai ada saja yang dilepaskan, kawanan Gagak yang lapar keluar beserta Tiku-Tikus pengerat yang lansung menyerbu dari bawah membuat keriuhan Dames terkejut karna Geli.


Semuanya menjadi objek permainan bagi Anggota Lucifer yang telah menunggu di Atap sana bersembunyi dibalik dinding pembatas karna Dron itu semangkin naik.


"Kapten!!!"


"Diam!!!"


Athena mulai sulit mengontrol Dames yang selalu berteriak membuat Kawanan Gagak itu semangkin banyak keluar, kali ini sangat Agresif hingga terpaksa mereka melawannya dengan pukul beberapa balok disini.


"Cepat kalian keatas!! aku yang akan melawan ini!"


"Tapi, Kapten kau.."


"Cepat!"


Jors lansung memboyong mereka ke Atap hingga meninggalkan Athena dikerumunan Gagak yang berterbangan dari atas hingga memenuhi tangga yang Athena naiki.


Namun, sayangnya para Gagak itu diam tak lagi terlihat memberontak saat Athena menyerahkan tangannya keatas, tak ada cakaran atau patukan paruh tajamnya melainkan hanya terbang damai seakan tentram.


"Diberi apa oleh Dadymu hingga tak mau memakanku?"


Tanya Athena geli melihat Gagak-Gagak ini sangat patuh pada Lucifer. tentu saja mereka takut melukai Athena karna sebelumnya mereka sudah diajari untuk tak melukai wanita ini atau mereka yang akan jadi santapan pengerat Alaska.


"Hm, Kalian pergilah! jangan muncul disana karna bisa saja mereka punya senjata."


Kawanan Gagak itu terbang pergi sesuai arahan Athena hingga wanita itu kembali berlari keatas menyusul Jors dan beberapa Team yang sudah mendahuluinya.


"Cepat kau keatas! saat Lucifer itu datang, kau harus menangkapnya!"


"Siap! Jendral!"


Athena melangkah keatas hingga ia mendengar suara pertarungan dan beberapa pukulan yang sangat keras menarik rasa penasarannya.


"Kapten!!!"


Dames berteriak saat ada ditengah-tengah manusia aneh yang berpakaian hitam menyerang mereka diatap, ia terlihat masih mempertahankan pria tawanan tadi ditengah banyaknya manusia yang saling beradu jontos.


Jors terlihat sangat menonjol menguasai Perkelahian dengan tangan kosong ini, beberapa anak buah Lucifer bisa ia bekuk telak tapi tentu mereka kembali membalas.


"Cepat kau pancing dia datang!"


Athena menyalip beberapa orang yang saling meninju hingga ia melihat beberapa anak buah Lucifer yang kenal dirinya hingga memberi kode kecil agar menyerah.


Brughh..


Jors menendang kuat sampai satu anggota itu tertangkap ia bekuk begitu juga yang lainnya.


"Ternyata kalian sangat lemah!!!"


Athena lansung memukul bahu Dames yang memancing amarah anggota gelap ini, ia menatap semua Team yang telah membekuk kawanan Alaska membuat Jendral Guinter puas.


"Bagus! sekarang rencana lainnya!"


"Lucifer!!!!!!"


Panggil Athena keras menggelegar membuat Jors sangat kagum, rembulan diatas sana kembali bersinar kekepala mereka menjadi penerangan yang Autentik.


"Keluarlah!!! semua anggotamu sudah ku tangkap!!!!!"


Athena masih memanggil hingga ia merasakan ada yang datang dari arah atas hingga matanya sigap melihat Hera yang ternyata mengintai mereka.


"Kapten!"


Athena lansung menghindar saat Hera menyabitkan senjata kearahnya, seperti pisau kecil yang tak terlihat tersembunyi dilengan Jaketnya.


Tatapan Hera menyelidik remeh pada Athena yang hanya diam melihat pergerakannya.


"Kau mencari Master, hm?"


"Dimana Pimpinanmu?"


"Dia ada! tapi kau lawan aku, Murah!"


Hera lansung menyerang Athena dengan uluran tangan cepat yang bertambah lincah menyabit disemua arah tubuh Athena melayang membuat Jors terkejut melihat dua wanita ini sama-sama memiliki kemungkinan terluka.


Belum merasa puas saat perkelahian hari itu, satu mata Hera yang merah tampak semangkin menyala menendang pinggang Athena yang juga berbalik mengulur kakinya menerjang dada wanita ini hingga keduanya tertolak balik beberapa langkah.


"Kau yang harus membayarnya!!!!"


Mereka tersigap saat suara diatas beton pembatas sana lansung menggeleggar membuat bulu kuduk mereka merinding, Athena terdiam melihat Tubuh kekar dibalut Jaket, Topi dan masker menutupi wajah tampannya itu telah berdiri dengan penuh kejantanan menatap mereka datar dari netra elang yang siap mengoyak apapun.


"Dia bukan lawanmu!"


"Master!"


Hera menunduk dengan anggota lain melakukan hal yang sama. Lucifer lansung terjun kebawah hingga pergerakan pria itu sangatlah lincah menapaki beton menuju kearah Atap mereka.


"A..Apa dia itu Lucifer?"


"Hm, Dia Master kami!"


Jawab pria yang ditawan itu pada Dames yang tercekat, pantas saja aura disini mendingin membekukan tungkai yang sedari tadi mengigil.


"Kau datang juga!"


"Hm, melihat Drama yang dibuat Istriku!"


Athena lansung dibuat tak habis pikir dengan kalimat menuai tanda tanya dibenak semua orang, mereka hanya menganggap Hera yang memakai masker inilah istri dari Lucifer.


"Cepat kau serang dia, Athena!"


"Baik!"


Athena lansung menyerang Lucifer yang hanya diam berdiri ditempatnya menangkis pukulan keras Athena ke arahnya, ia mengikuti kemana liukan tubuh indah ini sampai membuat mereka melongo saja seakan Athena hanya menari lincah dengan Lucifer yang mengikuti kemana pukulannya.


Kepalan tangan Athena menguat ingin meninju dada Lucifer tapi sayangnya lengan lembutnya ditarik cepat tangan kekar itu dan dikunci kebelakang punggungnya.


"Kapten!!!"


Mereka terkejut melihat Athena dibelit kuat tapi sebenarnya tidak. bahkan, dagu Lucifer bertopang ke bahu Athena yang berusaha lepas dari kuncian yang tak melukainya ini.


"Kau sangat Sexsi, Nona!"


"Cifer! ini serius, kau jangan bermain!"


Athena bicara seraya menekan alat komunikasinya agar Of hingga Jendral Guinter tak mendengar ucapan mereka. sudut bibir Lucifer terangkat melihat usaha Athena ingin menyerangnya dengan begitu lincah dan indah dimatanya.


"Kau ingin aku melawan, hm?"


"Iya, aku ingin memukulmu!"


Lucifer lansung melepas lengan Athena hingga wanita liar ini mengulur kakinya menendang perut keras Lucifer yang tetap diam ditempat menatap Athena dengan pandangan lembut.


"Lawan aku!"


"Cih, kau yang meminta. Nona!"


Athena kembali menyonsong Lucifer yang menangkis tendangan kakinya yang kuat lalu memberi pukulan yang pelan ke perut Athena karna ia tak bisa melukai wanita ini.


"Lawan, Cifer!!"


"Aku sudah memukulmu!"


Bisik Lucifer ditengah tubuh keduanya yang beradu tapi Athena mulai lelah karna meninju terus tak ada artinya, Lucifer tetap berdiri tegap mempermainkannya.


Bughh..


Athena geram lansung meninju bahu Lucifer yang lansung menjatuhkan dirinya ke lantai karna melihat nafas Athena mulai lelah.


"Yeah!!! Kapten!!"


Dames menyorak senang melihat kelihaian Kaptennya tapi Athena sama sekali tak bangga, sudah jelas Lucifer hanya mengalah membuatnya sangat jengah.


"Bangun!"


"Kau sangat Galak!"


"Bangun!!! Seriuslah dalam hidupmu!"


Lucifer bangun kembali berdiri melenturkan bahunya yang nyeri, pukulan Athena sangat keras dan tak main-main. ia sangat kagum melihatnya.


"Kau yakin?"


"Hm, kali ini aku tak akan kalah!"


Lucifer mengangguk mendekati Athena yang bersiaga menatap mata Lucifer yang masih lembut memandangnya.


Namun, tanpa ia duga Lucifer cepat mengulur tangannya ingin menarik tangan Athena yang tak ingin tertangkap hingga ia meloncat keatas beton pembatas diikuti Lucifer yang menendang kaki Athena gesit.


"Ouhh!"


Mereka terperangah saat Athena bersalto dari dinding satunya menghindari Lucifer yang begitu gemas, wanita ini sangat susah ia tangkap.


"Kau menyerah?" tanya Athena remeh menatap Lucifer yang hanya berjarak 3 meter darinya.


"Tentu, tidak. Nona Tikus!"


Lucifer kembali mengejar Athena yang meloncat dari satu beton ke beton lainnya hingga Lucufer gesit mengikutinya takut wanita ini tergelincir, mata Lucifer sangat liar mengawasi Athena.


"Kau tak akan bisa menangkapku!!"


"Disini!!"


Athena lansung terkejut saat Lucifer sudah ada dihadapannya hingga ia tak bisa menghentikan kaki yang menabrak tubuh Lucifer keras.


Grep..


Athena melayang ingin jatuh ketepi tebing Gedung tapi lengan Lucifer cepat menarik pinggangnya merapat hingga keduanya berdiri dipinggir atap Gedung yang lain.


"C..Cifer!"


"Aku menang, hm!"


Ucap Lucifer membuka Maskernya menatap lembut Athena yang juga memandangnya penuh cinta, keduanya memang saling meluapkan rasa didalam hati masing-masing.


"Hm, kau menang. Tuan!"


"Satu Vitamin untukku!"


Dahi Athena mengkerut tak mengerti hingga Lucifer lansung menyambar bibirnya gesit sampai membuat mata Athena membulat mencengkram punggung Lucifer.


"Emm!"


Athena protes dengan gumaman halusnya tapi Lucifer sudah mencumbu bibirnya lembut membuat Athena hanyut memejamkan matanya membalas hisapan penuh cinta kebibir keduanya, sangat manis dan lembut. Lucifer candu akan ciuman Athena yang sangat membayang disetiap indranya.


Dorrrr...


Mata Athena membulat saat suara tembakan itu berbunyi kearahnya hingga Lucifer membalikan tubuhnya melindungi tubuh Athena.


"C..Cifer!"


.....


Vote and Like Sayang..