Mysterious Love

Mysterious Love
Persiapan Pesta!



Disepanjang perjalanan tak ada peracakan sama sekali, raut malas Dames lansung mekar begitu saja saat selama berangkat dari Rumah tadi Athena terlihat beberapa kali melihat Ponsel seperti seorang yang menantikan sesuatu.


"Ada apa? Kapten!"


"Tidak ada!"


Jawab Athena datar seperti biasa bersandar ke kursi Mobil, rasanya ia sangat malas pergi ke Salon yang akan merubah penampilannya malam ini.


"Cepatlah! kau berkendara seperti siput."


"Kapten! ini sudah cepat, mau memakai Turbo?"


Athena menoyor kasar bahu Dames yang terkekeh kecil melihat raut geram Athena. walau sifat keras wanita ini belum berubah tapi ia melihat jelas semenjak kembari dari Alaska Kaptennya mulai seperti dilanda kegundahan.


Mobil mereka melewati jalan kota yang teratur, kali ini Dames tak memakai Mobil Patroli dan seragam hingga mereka tak dicurigai banyak orang.


"Kapten! sebenarnya kekasihmu siapa?"


"Aku tak tahu!" Athena acuh memandang ke luar jendela.


"Ayolah, berbagi denganku! kalau iya pun aku sangat senang karna kau akan tahu Cinta itu sangat menyenagkan!"


"Hm."


Athena hanya menjawabnya dengan gumaman misterius hingga Dames menghela nafas melanjukan Mobilnya menuju Salon terbesar dan mewah di Venuz ini. ia biasa mencari salon untuk para gadisnya disini tapi kali ini ia membawa Athena ke Salon bergengsi yang mahal.


"Identitasku sebagai apa?"


"Kau sebagai Perwalikan Dapartemen CIA, Kapten! bisa dibilang kau akan menggantikan Jendral Guinter!"


Athena menghela nafas halus, berarti malam ini ia harus menjadi wanita Anggun dan sangat Feminim. hal yang begitu menyebalkan bagi Athena yang tak bisa duduk rapat.


"Malam yang membosankan!"


"Bosan?" Dames terbahak keras membuat Athena melempar kotak tisu dihadapannya ke wajah Dames.


"Kau tak akan Bosan. Kapten! disana banyak lelaki Tampan yang aku jamin kau akan larut dalam gemilau indahnya!"


"Omong kosong!"


Athena lansung membuka pintu Mobil yang sudah terparkir didepan Bangunan Mewah dengan Foto-Foto Model cantik yang dipamerkan menjadi daya tarik semua orang, suasananya tak terlalu ramai tapi Athena masih saja memakai Maskernya.


"Kapten. Tunggu!!!"


Athena acuh melangkah masuk menuju pintu yang dijaga ketat oleh dua penjaga yang mengulur tangannya kehadapan Athena.


"Kartu Indentitas anda. Nona!"


"Dia bersamaku!"


Dames yang memberikan Kartu pelanggan tetapnya hingga membuat Penjaga itu mengangguk membuka pintu kaca mempersilahkan mereka masuk.


Dan terlihatlah. bagaimana mewahnya dekorasi dan pelayanan para Staf Salon Beauty Shine ini melayani sampai Fasilitasnya sangat mewah dan Moderen, semuanya didesain Elegan penuh kelas.


"Selamat datang di Beauty Shine!"


Staf penyambut ramah membuat Athena hanya mengangguk mengikuti langkah Staf perempuan itu membimbingnya kesuatu ruangan agak jauh dari pintu utama.


Ia mengamati tempat ini dengan teliti. berbagai jenis perawatan yang dilakukan oleh ahli Kecantikan di Negara ini.


"Dames!!"


Suara seseorang dari depan pintu hingga terlihatlah seorang wanita muda seumuran dengan Athena memakai pakaian anggun dan kaca mata cantik dengan rambut panjang hitam bergelombang, terlihat manis.


"Laura!"


"Hey! wanita lain lagi?" tanya Desainer Laura membuat mata Athena lansung menajam kearah Dames yang menggeleng.


"Baru kali ini aku mengajakmu kesini. Kapten! aku tak pernah mengajak wanita kesini."


"Iya, Nona! saya bertemu Dames di Salon lain!"


Athena hanya acuh melangkah masuk dipersilahkan Laura yang masih bersenda gurau dengan Dames yang sangat Rumor.


"Yang ini terlihat sangat Galak!" bisik Laura menatap Athena yang berdiri ditengah-tengah ruang perawatan.


"Dia itu atasanku. sangat Dingin dan Jutek tapi dia baik, asalkan kau tak menyusahkannya."


"Apa dia.."


"Bisa dipercepat?"


Suara datar Athena lansung membuat Laura dan Dames yang berbisikan segera mendekat dengan tergesa-gesa.


"A.. Iya, Nona! saya sudah menyiapkan 3 Gaun. anda bisa memilihnya!"


"Yang luar biasa!" sambung Dames mendapat sikutan dari Athena yang duduk di Sofa ruangan luas ini, ada tempat ganti seperti tirai disamping sana. Laura lansung mengambil 3 pasang Gaun diatas mejanya hingga mendekati Athena yang diam.


"Silahkan!"


"Woww! sangat bagus."


Dames yang histeris sendiri melihat hasil rancangan Laura terhadap Gaun cantik yang ia minta tadi malam.


Dahi Athena mengkerut melihat Gaun-Gaun terbuka ini. ada Gaun berwarna hitam panjang dengan bagian pinggang mengetat membentuk Body sempurnanya dengan tali kecil didepan dada. belum lagi Gaun satunya berwarna merah dengan bagian bawah terbuka sampai kepaha membuat Athena lansung menepisnya.


"Ini baju apa?"


"Kapten! ini Gaun pesta yang berkelas, sangat cocok jika dipakai oleh kau yang begitu ehmm ini!" Dames merayu nakal.


"Aku tak mau! apa-apaan Gaun seperti ini?"


Geram Athena membuat Laura menegguk ludahnya kasar. tak ada yang berani mencerca hasil karyanya tapi wanita ini sangat menyebalkan.


"Nona. lalu anda mau yang bagaimana?"


"Aku ingin yang biasa saja!"


"Kapten! ingat pesan Jendral, kau harus tampil sempurna jadi ikuti saja, aku mohon. nanti aku yang dimarahi Jendral."


Secercah harapan muncul hingga Athena menatap Dames yang mengangguk penuh harap.


"Baiklah! tapi aku ingin ada Mantelnya."


"Yeahhh!!"


Dames berjingkrat hingga Laura meneliti bentuk tubuh Athena yang memang mempunyai Kualitas dan Nilai, ia bisa membuat yang lebih wah dari ini.


"Baiklah. kalian silahkan pergi ke Ruang Make-up. aku akan membereskan Gaunnya."


"Harus Sempurna. kau mengerti?"


"Siap!"


Laura mengangguk melangkah pergi hingga Athena diiring menuju Ruang Make-up. mereka harus berdiap sedari pagi karna ia juga harus berlatih memakai Heels agar tak seperti di Alaska dulu.


.......


Deru Mobil itu tampak melaju cepat ke tempat Gedung Tua didekat pinggir kota Alaska. siang ini Lucifer disibukan dengan Transaksi Ilegalnya yang sudah lama ia geluti.


"Berapa Gram?"


"Mereka butuh 500 Gram Narkotika dan 1 Dus Kokain. Master!"


Hera yang semobil dengan Lucifer tapi ia duduk diarea depan menyetir sedangkan Lucifer tengah merokok melihat Layar Tabletnya. ia tengah melihat data Transaksi kali ini. dimana Bandar Narkoba dari Venuz dan Zeleend membeli barang haram itu darinya.


"Tahan barangnya!"


"Baik!"


Hera memerintahkan bahawan yang membawa barang itu di Mobil satunya lagi untuk menahannya karna pasti Masternya telah menemukan sesuatu yang tak mereka ketahui.


Mata elang Lucifer menatap lurus kedepan. Gedung tua yang terbengkalai ini telah didatangi para Anggota gelap lain yang ingin bekerja sama dengannya dalam Transaksi besar ini.


Ia menatap datar deretan manusia yang hadir menjaga Ketuanya didepan sana. Hera juga tampak sigap melihat para anggota Worlf Blood yang telah menunggu mereka dengan pandangan yang tentu Lucifer bisa membacanya.


"Master! sepertinya ini jebakan."


"Lanjutkan saja!"


Titah Lucifer membuat Hera menyeringit tapi tetap melajukan Mobil mendekat dengan 3 Mobil anggota mereka yang juga mengikuti.


Mobil mereka terhenti hingga salah satu Anggota Worlf Blood itu menutup gerbang kearah sini dengan salah satu pria paruh baya dengan brewokan tebal itu duduk diatas kursi yang dikawal banyak bawahan hingga tongkat ditangannya ia peggang angkuh.


Semuanya hening, tak ada yang berani bergerak menunggu Lucifer mengendalikan suasana ini. aura kedatangannya memang sangat dikaggumi mereka yang begitu ingin bergabung bersama Klan Lucifer.


"Master!"


Pria paruh baya itu berdiri menyambut Lucifer yang lansung memakai Masker dan Topinya melangkah keluar membuat para bawahan Worlf Blood menunduk memberi salam hormat.


"Jaga jarakmu!"


Hera menghentikan pria itu untuk mendekati Lucifer yang hanya diam dengan kedua tangan berada didalam saku jaketnya. terkesan sangat angkuh dan begitu bengis dalam segi berpakaian.


"Baiklah! mana barangnya?"


"Uangmu!"


Tegas Lucifer dengan suara bariton yang sangat membuktikan kejantananya. Hera begitu tergila-gila dengan Aura Lucifer yang seakan begitu mencerminkan watak Brutal pria ini.


"Master! tunjukan dulu barangnya, aku sudah menyiapkan uangnya!" Pria itu menoleh kearah anggotanya yang membawakan Koper hitam kearah mereka hingga mata tajam Lucifer hanya menatap datar seakan tak ada tebakan atau pemikiran sama sekali.


"Ini! sekarang berikan Barangnya!"


"Kenapa tergesa-gesa, hm?"


Lucifer menyeringai mendekat membuat Pria paruh baya itu memberi isyarat halus pada anggotanya yang sudah memidik dari atas Gedung sana.


"Master! saya sudah tak sabar melihat barangnya."


"Benarkah?"


Lucifer bersandar ke Body depan Mobil dengan sangat angkuh membuat Pria itu menggeram. ia sangat muak dengan pria ini yang selalu mengalahkan Bisnis Ilegalnya.


"Yah! dan kau bisa berikan sekarang!"


"Hm, baik!"


Lucifer mengangguk paham menatap Berots yang lansung mendekat membawa Satu Koper dan Dus yang ditata didepan Mobil membuat pria itu berbinar terang.


"Berikan Kopernya!"


"Kau juga!"


Pria itu memberikannya hingga Hera bersiap mengambil dengan anggota Worlf Blood juga ikut ingin mengambil Koper didepan Mobil hingga gerakan jari pria itu bisa diibaca Lucifer yang lansung menatap Berots.


"Habisi dia!"


Dorr..


Satu tembakan kearah Lucifer yang meleset karna Lucifer menghindar lansung mengeluarkan Pistolnya menembak keatas sana dengan diringi tembakan lain beruntun menyerang kembali penuh ambisi.


........


Vote and Like Sayang.


Ini buat Babag Lucifer yak😂..




Maaf kalau nggak cocok zayang😂


Athena nya