
Jeritan histeris itu lansung melengking hebat dengan tangis yang pecah melihat peluru itu lansung menembus Dada tua milik Neneknya yang sudah tumbang dengan mulut penuh darah membuat Athena berteriak keras.
"Neeeek!!! hiks, Nenek!!!"
Athena mengguncang bahu Nenek Nuseta yang sayu-sayu melihat wajah berlinang air mata Athena yang membuatnya sangat sakit melihat cucunya yang sangat ia sayangi ini malah terlihat sangat terluka.
"H..Hena.."
"N..Nek hiks, Hena..Hena mohon, Nek hiks!"
Nenek Nuseta menggeleng mengulur tangannya yang masih diikat sangat lemah bahkan dipaksakan menghapus lelehan bening yang jatuh deras dari pipi Athena yang meraung memeggang dadanya.
"K..Kau.."
"N..Nek hiks!"
Cestor benar-benar terbahak keras melihat Athena menangis penuh rasa sakit membuatnya begitu ingin menghancurkan semuanya sampai mereka tahu betapa sakitnya melihat orang-orang yang mereka sayangi mereggang nyawa dihadapannya.
"Sialan!!!! hiks, kau brengsek. Cestor!!!"
"Lebih Brengsek mana dengan Ayahmu yang membunuh kedua orang tuaku, ha???"
Degg..
Athena terkejut mendengarnya hingga kepalan tangannya menguat tak percaya dengan omong kosong pria ini.
"Orang sepertimu sama sekali tak bisa di percaya!!! apa salah Nenekku, ha??? dia tak tahu apapun!!"
"Benarkah?"
Tanya Cestor berjongkok berhadapan dengan Athena yang benar-benar sudah sangat mati melihat Neneknya berusaha bernafas ditengah rasa sakit itu.
"N..Nek!"
"Tanyakan padanya! apa yang diperbuat pria itu selama ini hingga dengan entengnya melarikan masalah yang belum selesai!"
"N..Nek. dia..dia bicara apa?"
Bibir Nenek Nuseta bergetar begitu tak sanggup mengatakannya pada Athena yang pasti sangat-sangat terluka mengetahui segalanya.
"N..Nek. dia..dia tak benarkan? d..dady meninggal karna kecelakaan dan ..dan tak seperti yang dia ucapkan."
"H..Hena hiks!"
"Nek! H..Hena.."
"KATAKAKAN!!!!"
Nenek Nuseta gemetar memeggang lengan Athena yang benar-benar merasa sangat takut bahkan ia begitu berkeringat menantinya.
"N..Nek. itu.. itu tak benarkan?"
"I..Itu.. "
"Nek. Hena mohon kau..kau jangan buat Hena takut!"
Gumam Athena bergetar. Nenek Nuseta lansung mengangguk karna tak bisa menahan rasa sakit didadanya lagi.
"Ii..Itu benar!"
Duarrrr...
Athena seakan tersambar petir ditempatnya menatap penuh tanya Nenek Nuseta yang menangis memeggang pipi Athena yang membisu dengan raut wajah yang sangat terkejut.
"N..Nek kau..kau bercanda. D..Dady tak mungkin me.."
"I..itu benar, hiks! Dadymu salah j..jalan, H..Hena hiks!"
Athena menggeleng tak menerima menatap Cestor yang sudah mengepalkan tangannya kuat menahan amarah yang benar-benar meluap.
"K..Kau..kau salah. D..Dadyku.. o..orang baik dan.."
"Kau masih tak percaya! Ayahmu membunuh kedua orang tuaku bahkan dia membiarkan Ibuku di Perkosa belasan orang!!!!"
"T..Tidak kau..kau berbohong!!!! hiks, i..itu tak benar!!!" teriak Athena dengan mata merah menangis menggeleng tak terima akan semua itu.
"Dan kau.. apa yang kau lakukan pada adikku hingga dia menutup matanya akan hal itu!!!! dia yang selama ini ingin membunuh para brengsek seperti kalian malah melindungimu!!!"
Athena menggeleng terisak mengingat bagaimana Dadynya sangat baik sesuai cerita Neneknya saat ia berusia 12 Tahun. ia masih ingat bagaimana wajahnya hingga ia sama sekali tak percaya semua itu.
"N..Nek! N..Nenek bohong kan?"
"Hena hiks. M..Maafkan Nenek, Nak hiks! Maaf!"
Dada Athena semangkin dicengkram mendengarnya hingga mulai mengerti kenapa saat itu Lucifer berbeda bahkan sampai menjauhinya ternyata karna ini semua.
"M..Malam itu.."
Flashback On..
........
Suara Mobil mewah itu terhenti didepan Rumah yang tak bisa dibilang besar tapi sangat layak di huni, Rumah dengan Desain Klasik yang rapi bahkan sangat nyaman ditinggali siapapun.
Dua orang yang ada didalamnya lansung keluar dari Mobil lalu melangkah masuk ke Gerbang kecil yang tak dijaga siapapun hingga langkah keduanya terhenti didekat teras rumah melihat dari jauh seorang anak perempuan yang berumur 12 tahun itu tengah asik bermain dipangkuan sang ayah.
"Dad. coba tiup yang ini!"
"Ini?"
Seorang pria muda dengan wajah tampan dan tegasnya itu terlihat menunjuk balon biru hingga si kecil berambut pendek itu mengangguk berpeggangan ke bahu sang ayah yang melakukan apapun yang ia inginkan.
"Jangan terlalu besar nanti meledak, Dad!!!!"
"Ini cuma balon. kenapa Hena takut, hm?"
Tuan Manoch mengecup kening Athena kecil yang tersenyum manis melihat Balonnya sudah besar tapi ia masih takut-takut memeggangnya membuat Tuan Manoc terkekeh.
"Tak usah takut, anak Dady pemberani dan tak pernah takut pada apapun."
"T..tapi nanti meledak, Dad!"
"Selagi tak melukaimu maka tak masalah, Sayang! ayo peggang!"
Athena kecil memeggangnya dengan pelan hingga rambut pendeknya dibelai penuh kasih sang ayah yang begitu sangat menyayanginya.
"Sayang!"
"Hm?"
Nyonya Agatha yang datang lansung terkejut saat melihat ada dua orang yang tak ia kenal di teras sana hingga ia mendekati Tuan Manoc yang duduk diatas Sofa dekat pintu.
"Ada apa?"
"Itu ada dua orang diluar!"
Tuan Manoch menatap keluar hingga wajahnya berubah muram menatap Nyonya Violette dan Tuan Arcules yang mengisyaratkannya untuk keluar.
"Hena, Sayang! Dady keluar dulu, hm?"
"Dad, hiks! Hena mau main!"
"Main sama Momy dulu, hm?"
Athena kecil menggeleng tetap memeluk erat Dadynya seakan melarang untuk pergi membuat Nyonya Agatha lansung menggendongnya cepat hingga pekikan keras itu melengking.
"Dad!!!!!"
"Dady hanya sebentar, hm? hanya sebentar, Sayang?"
Tuan Manoch mengecup kening Athena kecil yang menatapnya dengan mengembun hingga Tuan Manoch menutup pintu depan membuat Nyonya Agatha terdiam.
"Kau datang?"
"Hm, sesuai janjimu kau harus membunuh satu keluarga itu dan kami akan memberikan suntikan dana ke perusahaanmu!"
Mendengar itu Tuan Manoch terdiam lalu menatap kebelakang dimana pintu itu terbuka kecil memperlihatkan Putrinya tengah menangis memberontak dari gendongan sang Momy.
"Dad!!! hiks, Dady!!!"
Tuan Manoch menghela nafas halus, tadi siang ia terlalu pusing soal uang hingga bicara asal tapi setelah melihat Putrinya ia sangat berat melakukan ini.
"Kami sudah persiapkan semuanya. kau hanya tinggal melakukannya."
"Aku tak bisa!"
Seketika wajah Tuan Arcules mengeras lansung mencengkram baju kaos Tuan Manoch yang diam.
"Kau bilang apa?"
"Aku tak bisa. Putriku masih kecil apalagi Istriku dia tak akan setuju, aku tak ingin terjadi sesuatu pada anak dan Istriku!"
"Ouhh, jadi kau menolak!"
Tuan Manoch mengangguk hingga ia meminta maaf lalu ingin berbalik tapi Nyonya Violette lansung mengacungkan pistolnya membuat langkahnya terhenti.
"Jika kau menolak maka aku akan mengkerahkan suruhanku membantai anak dan Istrimu!"
"Kauu!!!"
"Pilihlah!"
Tuan Manoch lansung menggeram tapi Tuan Arcules terus menekannya hingga tangisan Putrinya didalam sana membuat ia sangat khawatir. ia tak memiliki apapun untuk melawan karna ia hanyalah orang biasa.
"Mau anakmu ku perdaggangkan dan Istrimu juga.."
"Baik, aku akan lakukan!"
Nyonya Violette menyeringai bahagia menepuk bahu Tuan Manoch yang tak punya cara lain saat melihat suruhan Nyonya Violette sudah mengepung Ruamah kecilnya.
"Baik! aku tunggu di Mobil!"
Tuan Manoch kembali masuk ke rumahnya hingga Athena kecil masih menunggu didekat Sofa lansung berlari mengejarnya.
"Dad!!!"
"Hey!"
"D..Dad, Main hiks! Main!"
Tuan Manoch mengelus kepala Athena dengan penuh kasih sayang seorang ayah membuat Nyonya Agatha merasakan hal janggal.
"Hena. Dady keluar sebentar, hm?"
"Nanti pasti lama!"
"Tidak, Sayang! hanya sebentar, Hena tunggu Dady pulang di Rumah, hm?"
Athena kecil akhirnya mengangguk hingga Tuan Manoch berdiri menatap Istrinya penuh cinta.
"Siapkan barang-barang kita, Sayang!"
"Saat aku pulang nanti akan ku katakan. yang jelas kemasi semua barang-barang kita, aku pergi sebentar!"
Tuan Manoch mengecup kening Istrinya lalu mengambil jaket dan topi diatas Sofa lalu pergi melambaikan tangan pada Athena yang berlari kecil menatapnya dari ambang pintu.
"Dad!!!"
"Hanya sebentar, Sayang!!!"
Jawab Tuan Manoch yang sudah keluar dari Gerbang memberinya ciuman jarak jauh hingga Nyonya Agatha terdiam memeluk putrinya memandangi Mobil itu meninggalkan area rumahnya.
Sedangkan Nyonya Violette. ia telah mengabari segalanya hingga malam ini akan benar-benar menjadi malam yang bersejarah.
Tuan Manoch yang ada didalam mobil tampak diam menatap kebelakang masih memikirkan anak dan istrinya tapi ia tak berdaya dengan ekonomi seperti ini dan kehidupan keluarganya.
"Kau hanya perlu menghabisi mereka dan pergi!"
"Hm!"
Tuan Arcules tersenyum licik, kalau pria ini tiada maka ia akan mudah mendapatkan Agatha kembali hingga semuanya akan ada dalam kendali.
"Jaga otakmu. Arcules!!!"
"Hm, aku hanya memikirkan tentang pembantaian nantinya!"
Nyonya Violette hanya diam menatapnya sinis hingga setelah beberapa lama mereka sampai ke Kediaman Hannes yang megah membuat Tuan Manoch terdiam setelah memakai topi, masker dan Jaketnya.
"Kau hanya perlu menyelinap masuk secepat mungkin sebelum jam 10, kau punya waktu 1 Jam menghabisi mereka dan anggota lain sudah kami beri tahu."
"Memangnya kenapa?"
"Dua anaknya akan pulang dari penginapan pekerjaannya dan kau harus cepat!"
"Hm!"
Tuan Manoch keluar dengan satu Pistol dipinggangnya hingga puluhan anggota dari belakang sana lansung masuk karna telah diatur oleh Nyonya Violette yang memberi tahu jalan-jalan mana saja yang tak ada CCTV.
Tuan Manoch meloncat dari beton disamping hingga Manshion mewah ini sangat membuatnya kagum dengan cepat menelusup dibalik beberapa pilar didekatnya.
"Kalian duluan!"
"Baik!"
Yang lainnya masuk terlebih dahulu hingga Tuan Manoch memanjat dari beberapa Pelapon atas melalui gerigi dinding hingga ia sampai ke Balkon atas mendengar suara didalamnya.
"Sayang!!!"
"Hm?"
"Kedua Putra kita akan pulang malam ini, jadi aku pakai gaun yang mana???"
Tuan Manoch mengintip dari arah jendela Balkon hingga ia melihat Nyonya Suzanka tengah mencoba beberapa Gaun dengan handuk yang masih membalut tubuhnya.
"Kau tetap cantik memakai apapun!"
"Kau menyebar virus pada anak-anakmu, hentikan ucapan mesummu dihadapan mereka nanti, Eorana!!"
Tuan Eorana hanya mengulum senyum geli mendengar teriakan istrinya dari dalam kamar hingga ia kembali fokus pada pekerjaannya di sofa didepan kamar hingga ia mulai merasa aneh saat merasa ada yang masuk dipintu samping.
"Sayang!!!"
"Yahhh!!"
"Apa Pelayan kau liburkan?"
"Iya!!! soalnya kau tahu sendiri putra-putramu tak suka jika mereka berkeliaran di sini!!"
Tuan Eorana berfikir positif kembali melanjutkan pekerjaannya hingga setelah beberala lama ia lansung tersigap saat melihat seseorang di arah tangga.
"Kauu!!!"
Dorrr...
Tembakan itu menyerang Tuan Eorana yang mengelak hingga pria itu lansung menyerang keatas membuat Tuan Eorana lansung memberi perlawanan mengekuarkan Pistolnya dari atas laci.
"Sayang!!! ada apa??"
"Kau jangan keluar!!!"
Nyonya Suzanka terkejut mendengar suara tembakan itu hingga hatinya benar-benar resah mendekat kearah pintu.
"Siapa kalian semua??"
Tuan Eorana masih berusaha menembak padahal Kediamannya sudah dikepung hingga ia memanggil penjaga tapi hanya sedikit yang keluar memberi perlawanan.
"Tuan!"
Penjaga belakang menghampiri Tuan Eorana yang berlindung dibalik beton menghindari peluru-peluru yang melesat.
"Kemana yang lainnya?"
"Saya tak tahu Tuan.. mereka sudah menghilang!"
Brakkk...
Tiba-tiba area Pelapon runtuh hingga terlihat beberapa orang berwajah bengis datang menyeringai menatapnya penuh ambisi membara.
"Bunuh Dia!!!"
Tuan Eorana sangat lihai berkelahi sampai mereka tak bisa mencapai area atas karna pria itu tengah melindungi Istrinya yang ada didalam kamar sana.
Beberapa dari mereka terlempar ke tangga bawah hingga benar-benar terlihat na'as karna kekuatan pria ini juga tak bisa diremehkan, melihat itu dari atas pelapon sini.
Tuan Manoch lansung mengisyaratkan bawahan lain untuk mengiringnya ke tangga bawah.
"Siapa yang menyuruh kalian???"
Tuan Eorana mengacungkan pistolnya hingga Tuan Manoch lansung memidik area dada pria itu untuk melumpuhkannya.
"Kami disuruh.."
Dorrr...
"Sayang!!!"
Teriak Nyonya Suzanka dari pintu kamar terkejut melihat Suaminya tertembak dari atas sana. tatapan mereka lansung tertuju pada sosok cantik dan tubuh mulus itu tengah memakai handuk mengejar Suaminya.
"Kalian apakan Suamiku? Brengsek!!!"
"K..Kau pergi!!!"
Tuan Eorana terbatuk darah berpeggangan ke tangga ingin menyonsong Istrinya namun tubuhnya kembali ditembak dari arah belakang hingga ia jatuh dari tangga ini.
"Suamiku!!!!!"
Nyonya Suzanka histeris lansung berlari kebawah dengan air mata membuat para suruhan disana menegguk ludahnya kasar melihat wajah cantik wanita ini.
"Suamiku hiks, Sayang!!"
Tuan Manoch terdiam melihat itu. ia sama sekali tak bisa melakukan ini tapi jika ia pulang bagaimana dengan anak dan Istrinya.
"Suamiku hiks, kalian sialan!!!!"
"K..Kai..Kau pergi!!!"
Tuan Eoorana masih bergerak ditengah kepala yang sudah berlumuran darah membuat Nyonya Suzanka histeris tak mau dan terus memaki mereka semua.
"Sepertinya Istrinu boleh juga!"
"K..Kalian..kalian am..ambil apapun t..tapi..tapi jangan Istriku!"
Tuan Eorana masih setengah sadar memeggang lengan istrinya namun 3 anggota sana lansung menarik handuk Nyonya Suzanka membuat Tuan Eorana membentak keras.
"Sialan!!!"
"Woww!!"
Nyonya Suzanka menangis menutupi area pribadinya yang dipertontonkan hingga Tuan Eorana memberi perlawanan tapi ia malah diseret keluar.
"Suamiku!!!"
"Kau berpesta dengan kami. Nyonya!"
Tuan Eroana memberontak namun sayangnya ia tak bisa hingga dengan teganya mereka semua menyeret tubuh lemah Tuan Eorana dengan kedua tali mencekik lehernya dengan Mobil berkeliling ke sekeliling Manshion dengan Nyonya Suzanka histeris melihat suaminya diseret seperti itu.
"Lepaskan dia!!!!"
Namun sayangnya ia malah diperkosa oleh 11 pria yang bergantian menjamahnya membuat Tuan Eorana tak sanggup melihatnya hingga akhirnya ia menutup mata dengan pejaman terakhir.
"Suamiku!!!!"
Teriak Nyonya Suzanka ditengah penjamahan itu hingga deru mobil dari depan sana datang membuat merek beegegas pergi dengan Tuan Manoch yang meloncat dari atas Pelapon untuk turun.
"Suamikuuu!!!! hiks!"
"Mom!!!"
Dua remaja laki-laki yang berlari dari depan sana saat mendengar teriakan Momynya dengan deraian hujan yang tiba-tiba turun karna malam ini memang mendung.
"Mom!!!!"
Cestor dan Lucifer berlari mendekati Nyonya Suzanka yang sudah histeris menunjuk kearah Mobil hingga Cestor dan Lucifer terbelalak melihat Dadynya yang dijepit Cup Mobil.
"Dad!!!"
Brummmm..
Mobil dari samping melaju keluar hingga Lucifer berteriak meminta tolong ditengah terpaan huja, lebat yang menelan suaranya.
"Momyyy hiks! T..tolong, Tolong Momyku!!!"
Teriak Lucifer memangku kepala Nyonya Suzanka yang tampak sudah pingsan dengan darah yang keluar dari bagian alat vitalnya membuat keduanya menangis keras memecah dinginnya malam ini.
Mulai saat itu kematian Tuan Eorana membuat Nyonya Suzanka menjadi diam hingga suatu saat Cestor melihat Momynya menjatuhkan diri dari tangga atas hingga kematiannya menyusul dalam beberapa hari.
Dan parahnya lagi Kediaman mereka malah di Bom setelah kematian keduanya hingga Tuan Arcules dan Nyonya Violette mengajukan diri menjadi Ibu sambung namun Lucifer menolak keras hingga tak ikut pergi hingga permusuhan itu dimulai saat Nyonya Violette mengumumpan Negara baru di Alaska dan itu adalah Venuz.
Sedangkan Tuan Manoch membawa istrinya malam itu pergi namun Nyonya Agatha menitipkan putrinya pada sang ibu karna takut Athena menjadi incaran Polisi juga, ia meminta menyembunyikan semuanya walau Nyonya Agatha merasa sangat membenci perbuatan suaminya tapi ia tak ingin meninggalkan pria itu.
Ketika saat diperjalanan Mobil mereka malah meledak hingga keduanya meninggal Dunia ditempat. Nenek Nuseta terpukul dalam atas kematian Anak dan menantunya.
Wanita tua itu membawa Athena kecil ke tempat terpencil hingga berusaha tegas menghidupi sang cucu dan berusaha untuk menahan luka agar tak diketahui Athena.
Flashbach Of..
...
Vote and Like Sayang..
Maaf ya agak panjang.. soalnya takut kalian masih nanya2 ini itu nggak ngerti nanti😂