Mysterious Love

Mysterious Love
Penyiksaan!



Air mata yang mengalir menyusuri pipi mulus pucat itu tak berhenti keluar menetes dengan tatapan kosong tanpa suara sama sekali. wajah yang pucat dengan pipi lebam dan bibir yang koyak itu hanya menatap nanar wajah keriput tua yang merah mengelupas yang terlihat semangkin berat bernafas dengan darah yang terus keluar dari hidung dan mulutnya.


Nenek Nuseta hanya bisa berlirih kecil setelah menceritakan segalanya menghabiskan separuh nyawanya hingga akhirnya ia terlihat di ujung tanduk.


"H..Hena.."


Athena hanya diam masih memangku kepala sang Nenek yang memberi senyum yang sangat penuh harap menatap Athena yang sudah benar-benar hancur mengetahui segalanya.


"J..jangan be..benci o..orang tua..mu, hm?"


Athena tetap diam hingga bibirnya bergetar saat merasakan hembusan nafas terakhir Neneknya hingga barulah isakan kecil itu keluar dengan serak karna sudah terlalu keras menjerit sedari tadi.


"N..Nek hiks!"


"Sudah mati rupaya?"


Gumam Cestor yang menghapus lelehan bening diwajahnya ketika mengingat kembali peristiwa itu sampai ia tak pernah bisa tenang, bahkan mengingatnya saja sudah membuat Cestor sangat merasa menyesal. kenapa hari itu ia tak pulang cepat dan kenapa ia malah pergi padahal Momynya sudah melarang.


"Nek, hiks.. Nenek!"


"Kau tahu rasanya? sakit, bukan?"


Cestor berjongkok menatap Athena yang benar-benar sangat sakit dan rapuh, tak pernah ia bayangkan kalau kedua orang tuanya ternyata juga ikut campur dalam pembantaian itu dan kenapa semua orang merahasiakannya.


"Begitulah rasanya saat melihat orang yang sangat kau sayangi mereggang nyawa dihadapanmu sendiri. bahkan.."


Grett..


Cestor mencengkram kuat kedua pipi Athena yang hanya bisa menangis tak lagi ingin memberontak, jiwanya sudah hancur berkeping merasa sangat pantas jika Cestor marah padanya, ia juga merasakan bagaimana sakitnya cerita itu bahkan ia sendiri pun tak akan tahan hidup ditengah kenagan buruk yang masih kental.


"Bahkan kau belum merasakan apapun yang sepadan denganku!!"


Athena hanya diam menatap Cestor dengan sendu, bagaimana bisa aku bisa bertemu dengan Suamiku jika ternyata akulah yang membuat kehancuran dihidupnya?


"L..Lepaskan Cifer!"


"Ouh, kau ingin berkoban untuknya?"


Athena kembali terisak tak bisa menahannya. rasa malu dan begitu jijik pada dirinya sendiri yang sangat tak pantas bagi pria sebaik Lucifer, dan selama ini pria itu menahannya dan ia selalu mengatakan mengungkit masa lalu tanpa tahu itu akan sangat menyiksa Suaminya.


"M..Maaf!"


"Baik! aku akan membangun hubungan baik dengan adikku, bahkan aku akan membuat semuanya kembali normal. Alaska, Lucifer dan tak akan ada lagi permusuhan. tapi.."


Cestor menyeringai menolehkan dagu Athena kesamping dimana melihat para anggota suruhannya yang begitu sangat mengaggumi Athena hingga pandangan mereka sangat mengerikan.


"Melayani mereka!"


Degg..


Athena terkejut dengan sangat hingga ia menggeleng memohon agar tak melakukan itu padanya.


"K..Kau..kau bisa m..membunuhku tapi..tapi tidak d..dengan m..melayani itu dan.."


"Lalu bagaimana dengan Momyku?"


Athena menggeleng menolak namun ia malah semangkin gemetar saat 11 orang didalam Kastil ini mendekat kearahnya membuat Cestor benar-benar senang.


"Aku..Aku mohon, hiks! j..jangan.."


"Rasanya pasti sangat nikmat. bahkan lebih dari apa yang Adikku lakukan padamu!"


Cestor menduduki kursi yang disiapkan Asisten Brian untuknya hingga ia menikmati wajah pucat pasih Athena yang memberontak saat tangan-tangan tak berguna itu mulai ingin menyentuhnya.


"Menjauh dariku!!!!!!"


"Tak apa, Nona! kami akan melayani dengan baik!" mereka terkikik iblis menatap Athena yang histeris tak ingin disentuh namun sayang ia dikepung oleh mereka semua dengan wajah-wajah nakal yang menyeramkan.


"Aku..Aku mohon hiks, kau..kau bisa membunuhku tapi jangan seperti ini, Cestor!!!"


"Koyak pakaiannya!!!"


Srettt..


Athena memekik saat Blazer yang ia pakai ditarik kasar hingga terkoyak na'as mengores tubuhnya membuat Athena benar-benar merasa sangat kotor dan tak berguna.


Isak Athena tak mampu bergerak karna tenaganya sudah sangat habis bahkan tubuhnya benar-benar sudah lemah hanya bisa menutupi dadanya yang dibalut Tangtop dengan kedua tangannya yang diikat.


Tatapan mereka semua semangkin membara bak kobaran api yang menyala-nyala seakan melahap sesoslk molek yang tengah tak berdaya dihadapan mereka semua.


"Sangat sempurna,"


"J..Jangan!"


Athena menggeleng benar-benar ketakutan dengan tubuh mendkngin, bahkan ia merasakan perutnya sangat sakit merenggut nafasnya yang tersendat.


"Aku duluan!"


Salah satu dari mereka sudah membuka bajunya dengan tak sabaran membuat Athena lansung terkejut menendang kaki pria itu agar menjauh darinya.


"Menjauh dariku!!!!"


Athena dengan cepat mengacungkan Pistol yang tadi Cestor gunakan menembak Neneknya hingga tangannya benar-benar gemetar melihat wajah pucat sang Nenek.


"Dia sangat liar, Tuan!"


"Dia tak akan Liar jika sudah kalian jamah!"


Athena lansung ingin berlari keluar tapi pintu Kastil malah ditutup membuatnya terhenti dengan tangan masih mengacungkan Pistolnya.


"Menjauh!!!!" teriak Athena benar-benar ketakutan bahkan ia sudah sangat lelah berdiri gemetar ditengah tungkai yang mengigil sakit.


"Tembak jika kau berani!"


Athena lansung menarik pelatuk tapi sayangnya peluru itu sudsh kosong membuat mereka menertawakan Athena yang menjadi lawakan yang menggelitik.


"Kau pikir aku bodoh, hm?"


"C..Cestor!"


"Aku tahu kau bisa menggunakannya jadi aku isi satu. khusus untuk Nenekmu."


Cestor terbahak gila membuat Athena tak sanggup lagi berdiri karna rasa sakit diperut dan kepalanya yang berkunang hingga luruh diatas lantai kasar yang melukai lututnya.


"Sekarang dia sudah lemah, lakukan dengan santai tapi brutal. buat dia tahu bagaimana rasanya dibunuh dalam Kenikmatan Duniawi!"


Mereka kembali mendekati Athena bahkan tak segan menarik rambut wanita itu agar menurut hingga Cestor menyeringai membiarkan saja mereka melempar Athena dengan batu kerikil dilantai Kastil hingga fantasi yang menakjubkan.


"Aku ingin dia berlumuran darah!"


"Hm, kita lakukan bersama!"


Athena diseret menuju kearah tengah Balroom dengan kasar lalu salah satu dari mereka mengambil ranting kayu yang akan membantu proses yang menyakitkan.


"J..Jangan hiks, P..Pergi aku..aku mohon!!"


"Pasang Kamera disini!"


Asisten Brian mengangguk merasa sangat prihatin pada Athena tapi ia bisa apa karna memang Tuannya sangat terpuruk setelah kematian kedua orang tuanya.


Athena memberontak saat tali ditangannya ditarik membuat lehernya tercekik sangat sulit bernafas bahkan dengan sadisnya mereka menguatkan cekikan itu seakan memang ingin membunuh Athena yang memeggang tali dilehernya kuat.


"L..Le..Lepas emm!"


"Tarik dengan kuat!!"


Athena menggeram sakit bahkan ia merasa lehernya seakan mau putus hingga ia tetap mempertahankan perutnya tetap tenang agar tak terjadi sesuatu pada Janinnya.


"Wajahnya sudah membiru!!!"


"Lakukan sekarang!"


Brakkk...


Mereka terkejut saat pintu Kastil tu didobrak kasar hingga lansung membuat mereka jantungan melihat siapa yang telah berdiri dengan tatapan membunuh yang begitu menikam tajam kearahnya.


....


Vote and Like Sayang..