Mysterious Love

Mysterious Love
Pengorbanan Alaska!



Suara tembakan itu terdengar nyaring hingga membuat beberapa warga sipil yang masih ada dilokasi lansung berlarian menyelamatkan diri dari peraduan senjata antara dua kubu ini.


Pesawat tempur Venuz menjatuhkan Bom diarea perbatasan Alaska hingga Jet tempur khusus yang dimiliki kota iblis ini juga tak mau menyerah dan diam hingga juga beralih menyerang lewat udara.


"Jangan kesana!!!!"


Jors berteriak dari alat Monitor diatas Pesawat tempurnya saaat para anggota lain memecah Brigade hingga terbang kehilangan kendali ke langit Alaska dan..


Bummmm..


Ledakan itu terjadi hingga para gerombolan Gagak yang tengah bersorak dengan bahasa berisik itu mengelilingi langit yang sudah bak kembang api.


Melihat banyak Personel gabungan yang tumbang memasuki Alaska, Jors lansung merasa sangat khawatir karna mereka tak bisa menyentuh Kota itu lewat jalur udara begini.


"Jendral! mereka punya sistem sensor yang membuat Program kita rusak dan hilang kendali!"


"Lakukan apapun untuk menghandiri ledakan disana, kau bisa melemparnya dari jarak jauh!"


"Baik!"


Jors kembali mengkerahkan anggota lain untuk memberi ledakan ditanah Alaska hingga mereka berhasil menjatuhkan beberapa Bom yang membuat beberapa bangunan runtuh hingga para Gagak itu terus saja berputar menghalangi pandangan mereka.


Disituasi yang penuh dengan suara tembakan dan ledakan itu para Anggota Lucifer mengiring beberapa warga yang masih selamat menuju ke tempat yang aman hingga mereka termenung sendiri melihat anggota musuh yang membantu.


"Cepat!!! serangan akan lebih besar nantinya!!"


Berots yang memimpin pasukan penyelamatnya hingga ia melindungi para anggota yang mengiring beberapa warga untuk masuk ke Mobil mereka masing-masing.


Suara tembakan keras itu melengking hebat membuat mereka memekik. jalan-jalan kota sudah kosong dengan Mobil-Mobil yang ditinggalkan pemiliknya karna tak sempat menyelanatkan harta bendanya.


Disanalah para anggota Lucifer berlindung dari serangan atas dan beberapa Personel yang turun tangan kelapangan memburu mereka semua.


"Tuan!!"


"Tembak!!!"


Hujan peluru itu kembali terjadi hingga mereka saling menghabisi mempertahankan wilayah masing-masing, banyak anggota Lucifer yang berhasil melumpuhkan pihak lawan yang terperangkap didekat Alaska.


Berots masih berusaha untuk menggunakan Pistol dengan para penembak jitu mereka sudah berperan dari atas gedung-gedung tinggi menembaki Helychopter yang berjatuhan.


"Mereka semangkin banyak!"


Gumam Berots melihat segerombolan angkatan Militer yang datang hingga ia mencoba berfikir. anggota mereka terbatas karna Masternya mengkerahkan hampir setengahnya untuk menjaga sang Istri.


"Master!"


"Hm!"


"Mereka semangkin banyak! kami harus apa? jika bertahan disini aku takut anggota kita akan mati sia-sia!"


Berot menghubungi Lucifer yang entah dimana setelah memecah Team tadi hingga pria itu liar dengan kecepatannya sendiri.


"Jangan membuang tenaga untuk sampah itu. serang pusatnya dan biarkan mereka berperang ditempat!"


"Tapi, akses kesana sudah dikepung. Master!"


Berots berucap dengan sesekali berlindung dibalik Mobil seraya menembaki beberapa personil yang mendekat kearah beberapa anggota lain yang masih menyerang menunjukan perlawanan ketat.


"Kau di jalan?"


"Iya. Master!"


"Cari saluran air dipermukaan Aspal!"


Berots mencarinya hingga ia menemukan benda itu tepat didekat bawah Mobil yang ia sandari hingga Berots lansung memberi laporan.


"Ada. Master!"


"Masukan peledak didalamnya dan pancing mereka mengerumuni kalian lalu menghilang dari kegelapan!"


"Baik!"


Berots memberi isyarat para anggotanya untuk berhenti menembak hingga sesuai titahan Lucifer ia merayap dibawah Mobil mewah ini lalu menarik rantai penutup aliran air dibawahnya.


"Keluar!!!!"


Suara Personil angkatan Venuz yang bersiaga mendekat mengacungkan Senapannya dengan Rompi anti peluru yang dipasang ketat. satu Helychopter diatas sana menyinari tempat ini hingga sangat terlatih anggota Lucifer bersembunyi dibailik rongsokan Mobil.


"Sekali lagi, Keluar!!!!"


Berots memberi isyarat pada satu anggotanya yang meneruskan pada yang lain hingga dengan sangat hati-hati Berots membuka Granet yang ada disakunya dan sangat pelan ia masukan kedalam tempat saluran ini hingga ia kembali memberi Isyarat.


"Keluar!!!"


"Baik!!"


Berots keluar mengangkat kedua tangannya dengan anggota lain yang juga sama, kulit hitamnya terlihat bermaindian keringat sedari tadi menyerang tapi ia tetap santai berdiri tegap dibawah sinaran Helychopter begitu juga yang lainnya.


"Lari lebih jauh!"


Berots agak ngeri saat titahan Lucifer mengarahkan mereka untuk lari jauh setelah ini dan kemungkinan pria itu sudah memperkirakan sesuatu.


"Letakan senjata kalian!"


"Master!" gumam Berots.


Mereka perlahan meletakan senjatanya dengan satu tangan masih keatas sesuai pandangan menajam mereka.


"Sekarang!"


"Selamat memanggang!"


Dorr....


Tembakan dari atas Gedung sana mengenai Helychopter yang oleng hingga hilang kendali menbuat para Personel itu menembak brutal tapi anggota Lucifer sudah berlari berlindung.


"Tembak mereka!!!"


"Biarkan mereka menembak!"


Berot diam berlindung dibelakang rerumputan ini dalam gelap karna Helychopter diatas sana sudah oleng terbang tak tentu arah hingga..


"Sekarang!!"


Bummmm...


Kobaran api itu menyala dengan suara ledakan besar yang terjadi hingga pasukan Lucifer berlari sejauh mungkin menghindari Api yang menjalar memecah Aspal hingga membuat Berots benar-benar menggeleng saat getaran tanah ini begitu bergelombang karnanya.


"Master! kau dimana?"


"Gedung atas!"


Berots lansung mencari Gedung yang tinggi disini hingga ia melihat ada satu Apartement yang begitu menjulang hingga kemungkinan pria itu memantau dari sana.


"Kalian kembali mengamankan warga yang selamat!"


"Baik!"


Mereka kembali memecah hingga Berots meloncati beberapa puing bangunan yang sudah rubuh untuk menemui pria itu.


Tatapan Lucifer sangat Intens pada beberapa tempat yang mengobarkan api dari sini. kegelapan malam di Venuz seakan jadi Neraka bagi dan kembang api berkilau dilangitnya mempertontonkan kehancuran yang pasti akan terjadi.


Lama Lucifer melihat langit Alaska dihujami peluru hingga ledakan. kota yang penuh kenangan yang selama ini ia perjuangkan dengan tetesan darahnya itu sekarang akan dikorbankan.


"Dad! itu demi Cucu dan Menantumu!"


Gumam Lucifer hanya bisa diam melihat Alaska yang telah diperangi hingga ia juga termenggu melihat kearah tatapan Masternya.


"Anda yakin ingin melakukan ini? Master!"


"Hm, dia akan tetap berdiri walau bangunanya sudah rata. ini demi penerus tanah Alaska!"


Berots mengangguk hingga ia melihat semua deru pesawat diatas sana berdombong mendekati Alaska hingga sesuatu ditangan Lucifer mulai diaktifkan dengan jarak dari mereka yang mengambil aman sebelum ledakan dahsyat ini terjadi.


"Master! jika Alaska di ledakan, maka semua pasukan musuh akan mati disana, tapi bagaimana dengan anggota yang ada pada Tuan Cestor!"


"Dia itu urusanku!"


"Baik!"


Lucifer melihat semuanya sudah menyerbu kearah sana hingga ia gesit meloncat dari bangunan ke bangunan lain menjahui tempat ini, Targetnya yang selanjutnya adalah Pusat Militer Venuz dan barulah ia akan berhadapan dengan pria itu.


"Semuanya pergi dari sana!!!!"


Berots menginstrupsi seraya mengikuti Lucifer yang telah melesat jauh hingga mata Lucifer lansung terpejam dengan cepat menekan alat ditangannya.


Duarrrrrr....


Suara dentuman itu lansung membuat semua gedung yang tadi mereka lewati rubuh dengan gempa kecil yang terjadi beriringan dengan kobaran api menyala-nyala berpuncak pada Alaska.


Berots lansung dibuat sesak melihat Kota itu dilalap api hingga ia menatap Lucifer yang sudah pergi tak ingin memandangnya.


.......


Brakkk..


Komputer itu ia tinju keras hingga membuat seisi ruangan itu lansung dibuat jantungan karna wajah Cestor sudah kelam melihat para pasukannya hancur di Alaska yang juga ikut merata.


"Bagaimana bisa ini terjadi, ha??"


"M..Maaf, Tuan! kami pikir Tuan Lucifer tak akan senekat ini. anda bilang dia sangat mencintai Alaska tapi.."


"Sialan!!"


Geram Cestor lalu melihat kamera pemantau yang ada didekat persimpangan jalan dikediaman Athena yang sudah luluh-lantah.


"Kemana wanita itu?"


"Sepertinya dia sudah pergi lewat Hutan. Tuan!"


Cestor lansung dibuat naik darah. ia harus membuat rencana agar wanita itu menunjukan dirinya sendiri hingga sekilat kemudian Cestor tersenyum kecil menduga kalau Lucifer menyembunyikan ini dari Athena.


"Baik! kau mengorbankan Alaska demi wanita itu maka akan ku buat dia berkorban untukmu."


......


Vote and Like Sayang..