Mysterious Love

Mysterious Love
Rasa takut!



Perjalanan yang mereka tempuh untuk menembus hutan lebat ini tidaklah mudah. disepanjang langkah yang menapak tanah diselumbungi deduanan lembab yang menyimpan berbagai Misteri kehidupan yang membahayakan.


Apalagi deringan suara Jangkrik dan suara gemercik embun itu membuat suasana begitu mencekam menyeok semak yang sudah sangat menjalar tak terurus.


Para anggota yang tersisa membentuk penjagaan dengan 5 memimpin jalan dan selebihnya berjaga dibelakang memeggang obor dari masing-masing tangannya.


"Master!"


Berots yang menggendong Nenek Nuseta di punggungnya terhenti didepan Lucifer yang menelisikan matanya kesemua penjuru bebatang pohon yang seakan menatap mereka dengan begitu tajam memantau pergerakan disertai suara burung hantu dari dahan yang membentuk kerangka aneh.


"Sebenarnya dulu ini tempat apa?" tanya Berots.


"Ini dulu Kastil Tua yang tak digunakan lagi, banyak bangunan yang runtuh dan sudah bertahun-tahun tak diurus."


Jawab Asisten Brian masih membopong Tuannya yang tampak sudah diambang-ambang sadar. sedangkan Athena ia tampak hanya diam menatap sayu wajah tampan Lucifer yang terlihat sangat menjaganya sedari tadi membuat perasaanya menjadi berkecamuk.


"Lanjutkan perjalanan!"


"Baik!"


Mereka kembali melangkah menyusuri semak yang diseok oleh kaki-kaki mereka hingga tak hayal duri itu tertancap disepatunya masing-masing. tentu Lucifer berusaha menghindari ranting yang tajam yang bisa saja menggores kaki Athena yang hanya dibalut separuh dari ujung jaketnya.


"Berhenti!!!"


"Ada apa? Master!"


Lucifer melangkah kedepan mengambil Obor yang ada ditangan anggotanya hingga ia mendekat kearah depan dimana masih ada semak-semak yang begitu tebal tapi Lucifer yakin ada sesuatu disini.


"Jangan disentuh!"


"K..Kenapa?"


Lirih Athena saat Lucifer mencengkal tangannya untuk menyentuh satu helai daun hingga membuat mereka saling pandang dengan guratannya sendiri.


"Disini Hutan Subtropis yang lembab, semuanya bisa jadi apapun jika kalian gegabah."


"Tapi, kalau tidak jalan disini lalu kita kemana? Master!"


Tanya Berots hingga Lucifer mencari semak-semak yang lain yang lebih mengurai dan tak begitu tebal hingga ia menemukan jalan setapak yang sudah digerayai akar disamping anggotanya.


"Disini!"


"Ikuti Master!"


Mereka mengikuti Lucifer yang menyingkirkan beberapa pohon kayu kecil yang tumbang dan rapuh seraya terus menyusuri jalan lembab ini, tak hayal ia sesekali menepuk paha Athena agar tetap sadar.


"Jangan melamun!"


"N..Nenek!"


"Dia baik-baik saja."


Jawab Lucifer menenagkan Athena yang tak bisa menoleh kemanapun karna lehernya benar-benar sakit dan begitu juga yang dirasakan oleh Cestor yang memaksakan langkahnya dibopong anak buah Lucifer dan Asisten Brian.


Lama mereka berjalan bahkan malam ini semangkin larut tapi tak menemukan apapun, jalan ini semangkin buntu hingga semuanya diterobos begitu saja.


Hampir 1 jam mereka melangkah hingga wajah mereka terlihat sangat lelah dan putus asa. bobot berat yang dibawa mendaki batu dan menyisir hutan ini tidaklah ringan membuat kaki seakan mau patah.


Srekk..


Suara semak-semak yang terguncang sesuatu membuat mereka menghentikan langkahnya mengarahkan obor ke satu batang besar berakar yang terlihat dipenuhi Benalu besar dengan bau-bau bangkai yang menyengat.


"A..Aku.. Hoemm!"


"Kau.."


Perut Athena sangat sakit dan mual mencium aroma bangkai ini membuat Lucifer agak menjauh dari batang itu hingga salah satu anggotanya mendekat memeriksa penuh ketelitian dan sangat pelan.


"Hati-hati!"


"Hm!"


Pria itu mendekat menyibak beberapa rerumputan liar yang menghambat langkahnya hingga penglihatannya ditajamkan memutari Pohon ini dan..


Slrup...


"Master!!!!"


Degg,,


Mereka terkejut saat satu anggota itu ditarik dari arah belakang pohon dengan kecepatan sesuatu yang gelap tak bisa mereka lihat membuat wajah mereka memucat tapi Lucifer masih diam.


Kaki anggota lainnya mengigil mendengar suara jeritan tertahan itu hingga suara kretakan tulang yang seperti dimakan sesuatu membuat genggaman Lucifer ke kaki Athena menguat.


"M..Master i..itu.."


"Diam!"


Tekan Lucifer memberi isyarat agar jangan banyak bergerak hingga dengan perlahan tapi pasti, Lucifer mundur dengan sangat pelan meredam suara tindihan dedaunan yang ia injak.


Tapi, Asisten Brian malah kesulitan bergerak hingga ia tak sengaja menginjak ranting kayu dibelakangnya dan..


Krek...


"Sial!!!"


Lucifer lansung berlari kebelakang dengan anggota lain yang juga lansung berlari pergi dengan meninggalkan Asisten Brian dan Cestor yang berteriak minta tolong masih menyeret Tuannya untuk pergi.


Ssss...


Suara desisan ular dari belakang mereka membuat Asisten Brian terkejut melihat Induk Piton yang tersinar dari obor ditangannya tengah melingkar dipohon besar itu dengan juluran lidah yang sangat mengerikan.


"I...Itu.."


"K..Kau pergi!"


Cestor mendorong Asisten Brian menjauhinya hingga ia berdiri oleng dengan leher yang terlihat membiru menatap Brian dengan ketegasan.


"Pergi!!!"


"T..Tuan!"


"S..sampaikan pada Pria sialan itu! bawa Istrinya ke arah Timur!"


Brakk...


"Tuan!!!!"


Teriak Asisten Brian saat Cestor berlari menarik perhatian hewan buas melata sebesar batang pohon besar itu untuk mengejarnya menjahui jalan dekat Lucifer tadi hingga beberapa pohon patah dibuatnya.


"Tuan!!!"


"Ayo cepat!"


"Tuan!!!"


"Tuan!!!!!"


Suara teriakan Asisten Brian membuat Athena yang telah dibawah ke dekat sungai itu lansung tersigap mendengarnya hingga beberapa anggota yang tadi melihat diarah belakang lansung mendekati Lucifer yang tampak masih mencari jalan.


"M..Master!"


"Sungai ini airnya deras dan.."


"I..itu...itu suara.."


"Biarkan saja."


Athena tercekat mendengarnya hingga Berots lansung angkat bicara.


"Tuan Cestor mengalihkan perhatian Induk Piton itu. Master!"


"Apa urusannya denganku?"


Suara Lucifer terkesan dingin sangat datar seakan tak perduli. tapi Athena melihat cengkaman Lucifer ke kayu obor itu menguat dengan wajah Tampan penuh keringat Suaminya ini sangat hafal oleh Athena.


"A..Aku..haus!"


Lucifer turun menyusuri bebatuan hingga ia mendekati aliran sungai yang terlihat deras dengan bebautan besar yang berlumut didekatnya.


"Berhenti disini!"


"C..Cifer!"


Lucifer hanya diam mendudukan Athena diatas batu besar itu seraya membuka ikatan tali pinggangnya hingga Athena tersandar dipohon belakangnya.


"Sebentar!"


"C..Cifer!"


Lucifer mengelak saat Athena ingin bicara hingga ia mendekati sungai mengambil air dari raupan tangannya yang ia bersihkan lalu ia coba terlebih dahulu apa ini baik atau malah berbahaya.


"C..Cifer!"


"Ini!"


Lucifer menagkup airnya dan membawa ke dekat Athena yang membuka mulutnya dengan pelan karna rasanya sangat perih ditetesi air yang menyentuh luka di sudut bibir dan pipinya.


"Pelan-pelan!"


"Emm!"


Athena menelannya perlahan hingga rasa segar itu ia rasakan dikerongkongannya membuat Lucifer ingin mengambil lagi tapi ia mencengkalnya.


"Kita akan keluar dari sini. aku yakin mereka sudah tahu keberadaan kita."


"T..tolong dia!"


Lucifer mengepalkan tangannya menoleh ke arah sungai. ia mengerti apa yang diinginkan Athena hingga ia berperang dalam dirinya sendiri.


"Aku tak mengerti maksudmu!"


"C..Cifer, d..dia..dia Saudaramu dan.."


"Kalau dia Saudaraku. maka dia tak akan membuatmu terluka separah ini. apalagi kau hamil dan.."


Athena memegang pipi Lucifer yang sesungguhnya ia tahu pria ini hanya dikuasai amarahnya atas perbuatan Cestor, padahal batinnya juga sangat perduli dengan pria itu.


"A..Aku..Aku yang salah, Sayang! aku yang.."


"Aku tak ingin membahasnya!"


Tekan Lucifer menolak tapi Athena lansung merangkuhnya dalam pelukan hangat ini hingga Lucifer juga mendekapnya penuh dengan ikatan cinta yang kuat dari keduanya.


"A..Aku takut, aku sudah takut dengan kondisimu sekarang dan jangan paksa aku untuk..untuk meninggalkanmu!"


"Suttt! aku tak apa, aku..aku masih bernafas dan.."


"Aku tak mau!"


"Demi aku. aku mohon!"


Pinta Athena dengan suara bergetar dan mata penuh permohonan membuat Lucifer terdiam menatapnya dengan penih rasa cinta yang besar.


Kalau ia membiarkan Cestor mati maka perasan Athena akan semangkin bersalah karna semua itu.


"K..Kau.."


"Aku..aku akan bertahan, hm? aku baik-baik saja."


Ucap Athena memohon hingga Lucifer mendengar suara teriakan Brian lagi meminta tolong membuat anggota lain membantu tapi mereka sama sekali tak membantu.


"Aku mohon!"


"Aku tak bisa!"


"D..Demi aku?"


Lucifer lansung mengusap wajahnya frustasi lalu menatap Berots yang mendudukan Jasad Nneek Nuseta dibatu disamping Athena.


"Kau jaga dia dengan nyawamu!"


"Baik. Master!"


Lucifer mengecup lama bibir Athena lalu berpindah ke perut Athena yang sejujurnya masih sangat sakit tapi Athena hanya menahan agar ia tak membebani semua orang.


"Aku akan segera kembali!"


"Aku menunggumu!"


Lucifer melangkah pergi hingga Athena memejamkan matanya dengan air mata yang sedari ia tahan lolos begitu saja membuat Berots terbungkam.


"Nona!"


"A..aku takut."


"Saya akan menjaga anda, Nona!"


Namun. yang dimaksud Athena adalah perutnya yang bisa saja terjadi sesuatu dengan janinnya didalam sana yang membuatnya takut membayangkannya.


....


Vote and Like Sayang..