
Deretan Lobak dan Timun itu terlihat tertanam segar ditanah yang begitu subur, tak luas tapi memiliki metode Tani yang pas. dari mulai Tomat, dan semua sayuran rumahan terlihat segar ditanam dengan rapi dan siap panen.
Tentu Athena tak melewatkan saat ini, ia harus membantu Neneknya memanen hasil perkebunan untuk di jual seperti biasa di beberapa tetangga yang sudah memesan setiap waktu panennya.
"Nek! Nenek istirahat saja, aku yang akan melakukannya!"
Athena menatap Nenek Nuseta yang terlihat tak enak badan sedari semalam karna suhu di Venuz mulai naik dan tentu penyakit Asma dan penyakit Jantung Neneknya kambuh.
"Nenek masih bisa, lagi pula ini baik untuk kesehatan." sangga Nenek Nuseta masih memetik Tomat merah ini.
"Nek! ayolah, sekali saja turuti Hena!"
"Tapi kau.."
"Nek! Please!!"
Pinta Athena memohon hingga Nenek Nuseta pasrah melangkah masuk kedalam dengan Athena yang melanjutkan memetik sayur-sayuran ini dengan sarung tangan dan keranjang yang sudah penuh.
Ia hanyut dalam Dunianya yang memang tak jijik atau sekedar malas. Athena memang bisa dalam hal pertanian hingga sampai sekarang ia menuruni bakat Neneknya berkebun.
Ia larut sampai tak menyadari sedari tadi ia dipantau oleh mata elang seseorang yang duduk diatas Atap sana melihat bagaimana cekatannya Tikus liarnya itu memanen dengan baik sampai ia termenggu diam menyaksikannya.
Ia memakai Topi dan Jaket seperti biasa terlihat pas dan Cool.
"Hais!!! ini sudah diberi racun hama tapi masih saja dimakan."
Umpat Athena melihat Sawi yang digerogoti ulat hingga ia fokus memilih beberapa sayuran yang masih bagus sampai ia menemukan satu kulit telur yang sudah pecah.
"Telur apa?"
Gumam Athena mengambilnya hingga matanya membulat sempurna melihat ada 5 anak ular berukuran seperti cacing tengah menggeliat dibawah Sawinya.
"Kau!!! dimana ibumu?"
Dahi Lucifer menyeringit melihat Athena berjongkok lama didekat rerumputan yang agak rimbun membenamkan kakinya, terlihat interaksi yang membuat Lucifer penasaran.
"Mana ibumu? kalau tahu oleh Nenek kau bisa di bunuh!"
Athena menyeok rerumputan dengan kayu ditangannya mencari indukan ini karna bisa saja membahayakan Nenek atau beberapa orang yang melewati belakang kebunnya.
Ia terus mencari dibawah Pot sampai ke dekat Plastik yang biasa digunakan membuang sisa potongan sayur dan..
"Disini kau!"
Mata Lucifer terkejut saat melihat ular beroleng hitam sebesar lengan remaja itu tengah mencaduk kearah Athena yang tak menjauh sama sekali membuat ia meloncat cepat.
"Kembali ke habitatmu yang.."
"Awas!!!"
Lucifer menarik Athena menjauh hingga wanita itu terkejut melihat kedatangan Lucifer yang tak ia sangka akan pulang setelah pagi tadi pergi.
"Sayang!"
"Diam!! ini Ular, bukan Cacing!"
Geram Lucifer menarik Athena kebelakangnya. mata tajamnya menatap mata hewan reptil ini sampai Ular berjenis sanca itu terlihat menjulur turun dari dalam Plastik.
"Tapi, dia sangat imut seperti cacing!" ucapan Athena membuat Lucifer geram antara kesal dan dongkol.
"Berikan kayumu!"
"Sayang! dia hanya akan pergi kedekat Anaknya."
"Berikan!"
Lucifer acuh mengambilnya paksa hingga ia menggenggam tangan Athena agar tetap menjauh kebelakangnya. pergerakan Ular itu sangat lincah dan sesekali ingin mencatuk membuat Lucifer mengeluarkan Pitolnya untuk menembak.
"Jangan!" Athena mencengkal.
"Kau!!"
"Kita lepas di Rawa-rawa belakang saja, mungkin dia tersesat!"
"Kalau dia kembali lagi bagaimana? ini bisa melukaimu!" geram Lucifer menekan pada Athena yang menggeleng.
"Sayang. bayangkan saja kalau itu aku dan disana anak-anak kita, apa aku tega membunuh anak dan ibunya?"
"Tapi.."
"Please!! aku sudah banyak menemukan seperti ini, mereka tak menyakiti jika kita tak menganggu habitatnya."
Lucifer lansung membelo jengah mendekati Induk ular besar itu dengan santai mencengkram kepalanya membuat Athena terkejut bukan main.
"Cifer!! itu Ular, bukan cacing! lepaskan!"
"Tapi, dia sangat imut seperti cacing!" Lucifer meniru logat Athena barusan hingga wajah wanita itu memerah mendengarnya seraya menepuk bahu kekar suaminya.
"Aku hanya bercanda. kau terlalu sensitif!"
"Hm!"
Cengkraman Lucifer terlihat kuat membuat Athena khawatir Ular itu bisa mati ditempat. pria ini sangat gagah membawa Ular sepanjang setengah meter itu kearah tanah Sawi tadi hingga anak-anak kecil seperti cacing itu diiring masuk kedalam Sekop.
"Hati-hati!"
"Ini cacing, bukan?"
Athena hanya mencengir memperbaiki Topi Lucifer yang lansung membawa hewan-hewan ini keluar pintu belakang hingga mencari Rawa-rawa yang dimaksud Athena.
"Dimana? sayang!"
"Itu dibalik semak yang ada jalannya!" Athena menunjuk bagian yang terlihat rimbun tak jauh dari area Kebun.
"Kau tunggu disitu!"
"Jangan sampai Ularnya mati!!!"
"Hmm!"
Jawab Lucifer melangkah ke sana hingga ia menyibak rerumputan yang berakar dan melihat ada rawa-rawa lumut yang dipenuhi limbah dedaunan serta pohon-pohon yang rapuh.
"Apa perlu aku membunuhmu disini?"
Gumam Lucifer sudah geram hingga ia melempar anakan didalam sekopnya kedalam Rawa ini dan menatap Induk Ular yang masih mencoba melepaskan diri dari cengkramannya.
"Sekarang dia tak bisa membantumu!" Seringaian gila Lucifer muncul berjongkok bersembunyi dibalik semak-semak agar Athena tak melihat exsekusi yang ia lakukan pada binatang liar ini yang berani menganggu Istrinya.
"Berfikir sebelum kau masuk ke Rumahnya!" Lucifer memposisikan ujung Pistolnya kekepala Ular besar itu hingga ia bersiap menekan dan..
"Shitt!"
Lucifer dengan cepat melemparnya kedalam Rawa karna suara Athena mendekat membuatnya kelagapan.
"Sayang!"
"Hm?"
Athena muncul dari balik semak menatap dengan curiga Lucifer yang menyimpan Pistolnya dibalik jaket dan pura-pura menggali tanah dengan Sekopnya.
"Kau sedang apa?"
"Hanya menguji Sekopmu. ternyata sangat tajam."
"Yakin?"
Mata Athena menyipit hingga Lucifer mengangguk melangkah mendekat menatap kearah kolam lumut berbahaya ini, entah berapa banyak binatang beracun didalamnya.
"Jangan mencoba bermain disini!"
"Kenapa? tempatnya sejuk!"
Takk..
"Auss!!! kauu!!"
Athena mengelus keningnya karna jentikan maut Lucifer mengenai jidatnya hingga merah. wajah Lucifer berubah datar mendorong Athena agar berjalan kembali ke Kebunnya.
"Coba saja jika kau mau ku pasung!"
"Shitt! dia bicara seakan ini Rumahnya, padahal ini.."
"Athena!!!"
"Hm!! jidatku merah karnamu!"
Renggut Athena memeggangi keningnya hingga Lucifer tersenyum kecut menarik pinggang ramping itu merapat hingga mereka terhenti didekat jalan sempit ini.
"Ini cuman merah!"
"Tapi, sakit! jarimu sekeras batu."
Cup..
Athena lansung bersemu saat Lucifer mengecup keningnya yang tadi nyeri hingga ia menoyor dada bidang Lucifer salah tingkah.
"Kenapa di cium?"
"Kalau aku jilat?"
"Aaa!!! pekerjaanku belum selesai!!!"
Athena mengalihkan pembicaraan dengan berlari masuk kearea Kebun lagi membuat sudut bibir Lucifer terangkat pelit, sangat senang menggoda wanita itu.
"Dasar, Tikus!"
Gumam Lucifer menatap kepergian Athena dengan tangan masih ingin ia cuci hingga mata Lucifer menatap disekelilingnya mencari air.
"Sayang!!"
"Yahh?"
"Dimana tempat cuci tangan?" tanya Lucifer masuk ke area kebun menatap Athena yang masih mengemas sayurannya.
"Di samping Rumah!"
"Disini?" Lucifer menunjuk dekat tempat Kran air dengan sabun juga disana.
"Iya!!"
"Iyaa!! tapi dia tak melihatku!"
Gerutu Lucifer mendekat mencuci tangannya dengan wajah kesal sesekali melempar Athena dengan air yang ada didalam Baskom membuat wanita itu memekik mengomel kesal hingga Lucifer terkekeh kecil masih menyiram sampai ia menemukan sesuatu dibalik Terpal yang ada disamping rumah.
"Sayang!!"
Athena tak mendengar karna ia sibuk mengumpati bajunya yang basah membuat Lucifer penasaran lansung mendekat melihat ada yang ditutupi dari Plastik sebesar persegi Mobil ini.
"Apa ini Mobil rusak?"
Gumam Lucifer menelitinya lalu menarik plastik hitam penutup itu pelan dan melihat ada Plat Mobil yang sudah karatan.
"Apa dia punya Mobil?"
Gumam Lucifer kembali menariknya hingga ia kembali menemukan Body Mobil yang sudah usang dan terus membuka keatas hingga Lucifer menatap satu mainan didekat kaca besar Mobil dimana itu boneka salju kecil yang membuat matanya fokus.
"*Momy!!!!!"
"Tolong, Momyku*!!!"
"A..Ss!!"
Lucifer lansung memeggangi kepalanya yang berputar saat ia mengingat dulu ada Mobil hitam yang memiliki kunci mainan yang sama pergi ditengah hujan setelah membantai mereka secara misterius.
"I..Ini.."
"Sayang!"
Athena mendekat kearah Lucifer yang terlihat menatap penuh tanya Athena membuat wanita itu menyeringit melihat wajah pucat Lucifer.
"Ada apa? kau sakit?"
"I..Ini.. Ini Mobil siapa???"
Bentak Lucifer membuat Athena terperanjat ditempat menatap Lucifer yang lansung menyibak semua Plastik hitam lebar ini hingga semuanya terpampang nyata membuat Lucifer tersandar ke tembok.
"I..Ini!!!"
"Itu punya kedua orang tuaku!"
Duarr..
....
Vote and Like Sayang..