
Jendral Guinter menatap Aneh Athena yang sudah datang ke Markas besar CIA atas perintahnya tadi. wajah wanita ini terkesan tak bersemangat melihat Laptop dimana ia menyuruh Athena mendeskripsikan bagaimana Pimpinan Gelap Alaska itu dan dimana saja seluk beluk persembunyiannya? tapi sedari tadi Athena hanya diam tak bersuara membuat ia dan Dames saling pandang heran.
"Ada apa? kau tahu kan bagaimana orangnya?"
Athena diam berfikir keras dengan hati yang berkecamuk. ia sangat hafal wajah Lucifer bagaimana dan bahkan semuanya sangat menditail dikepalanya, tapi ia kaku saat ingin mengatakannya.
"Kapten!"
"Aku tak tahu?"
"A..Apa?"
Mereka saling pandang hingga Jendral Guinter meneggakan tubuhnya dari sandaran kursi menatap Athena yang bungkam masih begitu membuat tanda tanya besar dipikiran mereka.
"Kau tahu semuanya!"
"Aku tak tahu!"
"Mustahil! saat kau menghubungi Sistem. aku tahu betul kau sudah ada di Markas mereka."
Athena lansung berdiri menatap Jendral Guinter dengan hormat. ia yakin Lucifer tak akan mengusik Rakyat biasa lagi hingga ia tak akan membuka rahasianya.
"Tak akan ada lagi yang akan melakukan Pembunuhan rakyat kecil."
"Bukan ini yang aku maksud, Athena!" Jendral Guinter menatap Athena yang menyeringit.
"Apa?"
"Kematian keluarga Hannes!"
Degg..
Athena baru ingat kasus satu itu hingga ia mengumpat dirinya sendiri yang terlalu fokus pada Pembunuh yang terus terjadi di Venuz, ia tak sempat mencari tahu tentang kasus Pembunuhan Berantai Keluarga Bangsawan satu itu.
"Jendral! aku lupa."
"Apa yang membuatku lupa? biasanya kau tak begini!"
Athena diam menatap kearah Dames yang menunduk. ia juga bingung kenapa Kaptennya jadi lupa kasus Inti dari Penyelidikan mereka.
"Apa disana kau menemukan sesuatu?"
"Tidak! aku hanya melihat orang-orang berpakaian Gelandangan masuk dan berbicara dengan alat komunikasinya."
"Kemana saja kau saat disana?"
Athena menegguk ludahnya bulat berusaha terlihat normal. ia tak ingin Pasukan Dapartemen Kepolisian Venuz menyerang Alaska hingga menyulut peperangan antar satu negara dan satu kota.
"Aku tinggal di Gedung-Gedung yang hampir runtuh. selalu memantau mereka ketika keluar tapi saat Sinyalnya hilang aku sulit memberi tahu kalian hingga bertahan disana."
"Kau yakin?"
Tatapan Jendral Guinter menyelidik kearah Athena yang mengangguk tegas membuatnya terdiam. ia tahu betul Athena pasti menyembunyikan sesuatu yang sangat penting.
"Kemaren Personel gabungan menangkap satu anak buah mereka!"
"Tertangkap?"
"Hm. sedari semalam dia tak mau mengaku, mungkin kau bisa mengintrogasinya!"
Ucap Jendral Guinter lalu meraih berkas Map merah diatas mejanya.
"Ini data tentang Pembantaian Keluarga Hannes. untuk kasus yang ini kau harus mendekati salah satu anggota Istana Negara!"
"Maksudnya?" tanya Athena mengambil berkas itu dan membukanya hingga Foto yang sedikit terbakar dulu ia lihat kembali dengan deretan data dikertas putih ini.
"Hm. Jors sudah menemukan bukti! raut wajah Nyonya Violette selalu berubah saat Media membahas kasus ini."
"Apa pembantaian ini berhubungan dengan mereka?"
"Belum pasti! tapi dari Sketsa wajah dan pengamatan Agen kita kalau mereka terlihat tahu tentang Keluarga Hannes!"
Athena mengangguk memasukan Berkas itu ke Ranselnya. Dames hanya diam mendengarkan seraya terus makan dengan asiknya.
"Kau harus datang ke Pesta Gemilang Negara Venuz besok malam!"
"Targetnya?"
Tanya Athena yang sudah berfikir bagaimana ia akan mencari bukti disana. ia juga penasaran tentang kasus ini.
"Aku tak tahu pasti kau bisa mendekatinya atau tidak! tapi hanya dia yang memungkinkan membawamu kedalam Inti Keluarga Istana."
Jendral Guinter memberikan satu Foto ke atas meja hingga mata Athena tertuju pada Seorang Pria dengan mata Coklat dan raut wajah agak mirip dengan Lucifer dari segi rahang tapi ini terlihat lebih Dewasa dan Rapi. tampilannya juga Formal dengan rambut disamsak Climis membuktikan ia sosok yang Maskulin dan teratur.
"Siapa?"
"Dia Putra pertama Nyonya Violette dan President Arcules. kau harus hati-hati dengan sikapnya yang sangat mementingkan Kelas dan kebersihan. dia sangat tenang tapi suka wanita yang Elegan!"
"Apa aku harus.."
"Hm. kau sebisa mungkin harus bisa bicara dengannya."
Athena menghela nafas halus. kepalanya sangat pusing memikirkan penyamaran dan penyamaran, belum selesai dengan Pria Gagak itu sekarang ia kembali dihadapkan dengan Pria yang Kelas tinggi lagi.
"Kau bisa?"
"Aku tak bisa berdandan!"
"Kau tenang saja. Kapten! aku akan mengurusnya!"
Dames menyambung girang soal dandanan hingga Athena menyikut perut buncitnya. bagaimana tidak Dames tak semangat? Athena sangat-sangat cantik dan semok kalau sudah jadi wanita sesunggunya.
"Baiklah! aku pamit, Jendral!"
Athena mengangguk mengemas peralatannya lalu pamit melangkah pergi keluar kembali memakai Maskernya, ia menatap jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 9 Malam hingga ia harus ke Minimarket untuk membeli beberapa perlengkapan dapur yang sudah menipis.
Ia melewati jalan rahasianya hingga dalam keggelapan itu Athena menyelinap gesit untuk keluar dari Gedung besar ini hingga ia meloncati Gerbang yang sunyi untuk keluar.
Disepanjang jalan keluar Athena hanya diam saat banyak orang yang tengah menikmati langit malam Venuz yang penuh bintang. wisata permainan dan Festival malam ini diadakan ditepi jalan dan beberapa tempat wisata yang dihiasi lampu serta beberapa jajanan yang Higenis ramai diminati.
"Momy!!!"
"Main yang benar!!"
Suara anak-anak dibawa ke wahana balon-balon didekat Taman hingga Athena melewatinya menuju ke Minimarket yang kebetulan sangat ramai.
"Permisi!!"
Athena menyalip beberapa orang yang berdiri didepan Pintu kaca Minimarket hingga ia merapatkan Mantel yang membalut tubuhnya karna dingin, Ransel hitam itu terus ia sandang masuk menuju ruangan penuh akan semua Produk ini.
Athena mengambil Troli mencari Susu dan mentega yang ia butuhkan di Tatanan sana. ia fokus dengan kegiatannya sampai tak menyadari ada seseorang yang sedari tadi mengawasi pergerakannya.
"Haiss! bisanya tak setinggi ini!"
Gumam Athena ingin menggapai Sebotol Susu di Lemari Pendingin yang Tinggi keatas sana. ia berjinjit mengambilnya ingin menjangkau tapi ia terkejut saat ada yang menepuk bokongnya dari belakang.
Pugh..
"Siapa?"
Athena berbalik menatap kesekelilingnya yang banyak orang berbelanja membuat matanya menajam, ia meraba bokongnya yang terasa nyeri akan remas kecil itu.
"Sialan!!"
Geram Athen menggeras sendiri saat tak menemukan orangnya. ia kembali berjinjit cepat mengambil botol susu itu dan ia masukan Ke Troli.
Ia dengan tergesa-gesa memasukan apapun yang ia ingat kedalam Troli lalu mendorongnya menuju kasir yang lagi-lagi antri membuat ia benar-benar dilanda kesialan.
"Kalau tahu begini aku tak belanja disini."
Umpat Athena ikut mengantri seraya memainkan Ponselnya melihat postingan Dames di IGnya membuat Athena mendecih, ia kembali mengeser layar ponselnya melihat beberapa Media Sosial tetangganya hingga mata Athena terbelalak saat melihat satu Postingan Madam Mery.
"Akhirnya Wanta Tak Normal itu laku juga, tapi tak tahu dia berpacaran dengan Tongkat besi atau Terong rebus.
Ada Emot tertawa membuat Athena menggeram mencengkram ponselnya kuat, ia sangat muak melihat orang-orang tak punya pekerjaan ini.
"Apa maksudnya dengan Terong rebus? memang kalian.. Haisss!!"
Athena menggeram sendiri sampai membuat kerutan didahi seorang pria yang berdiri tak jauh darinya. semua exspresi yang ditunjukan Athena ia tatap penuh kerinduan tapi ia masih memberikan waktu untuk memikirkan tentang perasaannya.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Athena selesai hingga meninggalkan Minimarket yang mulai mengurai keramaian.
Ia berjalan sendirian diarea tepi jalan menuju lingkungan rumahnya sampai langkahnya terhenti saat merasakan ada seseorang yang membuntutinya.
"Siapa?"
Athena berbalik menatap kebelakang. dahinya mengkerut dengan mata menajam kesemua arah yang gelap ini, ia memang memilih jalan yang agak sunyi untuk pulang.
"Keluar!!!"
"Nona!"
Athena terperanjat saat 3 orang pria yang keluar dari area gelap lansung mendekatinya. wajah Athena dibalik masker sana begitu bingung hingga matanya terbelalak saat melihat wajah anggota Lucifer disini.
"K..Kalian.."
"Ikutlah kami pulang!"
"Kalian bicara apa? aku sudah pulang!"
Ketus Athena melangkah pergi tapi sayangnya dijalan sana juga ada 2 anggota lagi berpakaian serba hitam membuat kepalan tangan Athena menguat.
Berots mendekat memberanikan diri karna ia gugup diawasi mata elang seseorang dari arah samping sana.
"Kalian ingin mati, ha?"
"Maaf. tapi ikutlah karna kami juga akan memaksa!"
Berots lansung menyerang bersamaan dengan yang lainnya mencoba menarik Plastik belanjaan Athena yang menghindar menendang perut mereka kuat sampai menjauh tak bisa mendekatinya.
"Dasar Bodoh! pergilah kalian dari sini."
"Jika kami pulang tanpamu. maka nyawa kami taruhannya!"
Jawab Berots kembali menyerang Athena. kali ini ia mencoba menarik lengan ditutupi Mantel itu tapi Athena berputar indah dan ringan memberi mereka pukulan telak didadanya.
Semua kegesitan itu dipandang penuh kagum oleh mata Lucifer yang tadi tak bisa menahan untuk tak melihat hingga dengan sangat terpaksa ia keluar dari Alaska untuk pertama kalinya kembali kesini.
Ia tak mau melihat keramaian ini selain sedari tadi membuntuti Athena sedari keluar dari Gedung Besar itu. Para bawahannya ia perintahkan memaksa Athena kembali tapi jangan sampai melukai sesentipun kulit wanita itu.
"Nona sangat pandai. Master!"
Alat Komunikasi ditelinga Lucifer berbunyi suara Berots yang teelihat kualahan melawan Athena yang sangat liar dan gesit memberi serangan.
Sudut bibir Lucifer terangkat bersandar ke Pohon disampingnya. ia tak salah jika mengaggumi sesosok Tangguh ini, dari atas kepala hingga ujung kaki Athena memiliki nilai sempurna dimatanya.
"Mundur! biarkan dia pergi!"
"Baik!"
.....
Vote and Like Sayang..