
Lucifer tengah mencari di Markas besar yang biasa digunakan Cestor namun sedari tadi ia tak menemukan pria itu disini atau pun tanda-tandanya membuat ia benar-benar frustasi membenci semua ini.
"Sayang!!! Hena!!!"
Lucifer tak berhenti berteriak terus mencari hingga semuanya benar-benar sirna. sudah berapa tempat yang ia kunjungi tapi semuanya nihil tak ada sama sekali membuat Lucifer berjongkok sebentar menormalkan deru nafas dan rasa khawatirnya.
"Kau..kau akan baik-baik saja."
Gumam Lucifer terus meyakinkan dirinya setiap tak menemukan apapun. sangat sulit melacaknya dari sini karna Kontak mereka telah diputuskan apalagi semuanya sudah tak tersisa.
"Master!"
"Kau..Kau temukan mereka?"
Lucifer berdiri menyonsong Berots yang terlihat berat mengatakan ini. sedari tadi mereka melacaknya tapi tak juga menemukannya sama sekali.
"JAWAB!!!"
"M..Master. kami tak menemukan apapun!"
"Aaaasssial!!!"
Lucifer mengusap wajahnya frustasi hingga terus berfikir keras sampai rasanya kepala itu sudah mau pecah memikirkannya.
"Master! disemua tempat biasa tak ada sama sekali, bahkan tanda-tanda mereka datang pun tak ada!"
"Semua tempat."
Gumam Lucifer lalu tersilap satu tempat yang belum mereka datangi disana hingga ia tanpa mau bicara hanya berlari cepat ke Mobilnya lagi.
............
Penjagaan ketat itu lansung mengelilingi sebuah Bangunan tua yang seperti berbentuk Kastil dengan akar-akar pohon yang menjalar di dindingnya. para manusia berpakain gelap itu terlihat menjaga api dari beberapa bara yang menjadi penerangan ketika malam ini semangkin berputar hingga dini hari.
Deru Mobil dari arah dalam hutan lansung membuat mereka menunduk hingga salah satu anggota membuka Gerbang Kastil Tua ini memberi akses masuk bagi pimpinannya.
"Tuan!!!"
Mereka membungkuk hormat saat seorang pria dengan Jaket hitam itu telah keluar dari Mobilnya dengan bawahan yang merapat lansung membentuk penyiagaan.
"Keluarkan dia!"
"ۢBaik!"
Bawahan Cestor lansung membuka Mobil belakang hingga dua wanita dengan tubuh diikat itu lansung terlihat disertai mata yang ditutup dengan seutas kain hitam.
Melihat Athena yang tercekik karna ikatan talinya Cestor lansung menyeringai mendekat membuat Nenek Nuseta yang merasakannya lansung berusaha memberontak.
"L..Lepas!!!"
"DIAM!!!"
"Kauuu!!"
Athena menggeram saat salah satu bawahan Cestor membentak keras pada Neneknya membuat Athena menendang asal kaki mereka.
"Sialan!!! jaga intonasimu, pada Nenekku!!!"
"Ouhh, si cantik ini marah!"
Cestor mendekati Athena yang sungguh naik pitam. kalau bukan karna sulit membawa Neneknya ia tak akan menyerah begini pada pria berhati licik ini.
Athena bersiaga benar-benar memekakan kulitnya merasakan ada sesuatu yang ingin menyentuh pipinya dan benar saja tangan Cestor sudah naik keatas ingin membelai rahang tegas wanita ini.
"Hentikan tanganmu!!"
"Sss kau begitu peka. tapi sayangnya.."
Srett..
"Aas!!"
Athena meringis saat Cestor menarik rambutnya kuat hingga seakan mau terlepas dari kulit kepalanya dengan kekerasan yang tak main-main.
Wajah Cestor mendingin menyerap embun malam melihat wajah Athena yang sangat mirip dengan wanita sialan itu hingga darahnya benar-benar mendidih.
"Darah yang mengalir dalam tubuhmu ini, adalah darah kotor yang tak berguna!!!"
Plakk..
"Hena!!!"
Nenek Nuseta histeris saat mendengar suara tamparan yang keras hingga Athena tersungkur ketanah dengan penutup matanya lepas dan kedua tangan yang masih terikat menyangkut ke lehernya.
Athena benar-benar merasa pipinya pecah hingga darah itu keluar dari mulutnya dengan sudut bibir yang koyak benar-benar lebam membiru.
"H..Hena!!! Kau..Kau apakan Cucuku, ha???"
"Kau juga mendapatkannya!"
Cestor menendang tubuh Nenek Nuseta yang terbentur ke Mobil membuat Athena terkejut lansung mendekati Neneknya yang sudah menangis.
"N..Nek!"
"H..Hena, kau.."
Nenek Nuseta meraba pipi Athena hingga cairan amis itu dapat ia rasakan dan tercium olehnya membuat Nenek Nuseta terisak membayangkannya.
"A..Aku..aku mohon, hiks! C..Cucuku tak salah..,"
"Apa kedua orsng tuaku punya salah dengan mennntumu?"
Athena benar-benar dilanda kebingungan atas ucapan Cestor barusan, maksudnya apa? bukannya ini hanya masalah Lucifer lalu kenapa Cestor menyangkut pautkannya dengan kedua orang tua mereka.
"Kau bicara apa? Cestor! jika kau marah pada Lucifer aku sudah katakan dia tak akan mengusik Venuz dan.."
Geram Cestor lansung menarik lengan Athena menyeret wanita itu masuk kedalam pintu masuk Kastil tua ini membuat Athena memberontak.
"Lepas!!! Brengsek!!"
"Aku memang Brengsek!!!"
Geram Cestor terus menarik Athena hingga mata Athena melihat lumut hijau tua itu menjalar disepanjang dinding dengan Ballroom yang lansung menyambut mereka.
"Cestor!! kau sadarlah!!"
"ُKau yang harusnya sadar!!!"
Cestor mendorong Athena ke lantai sana hingga dengan cepat Athena menjadikan lengannya sebagai tumpuan agar tak membentur perutnya.
"Kau yang membuat semuanya hancur!!!"
"Apa??? aku tak melakukan apapun dan lepaskan Nenekku!!!"
Bentak Athena menyala-nyala membuat Cestor benar-benar tak habis pikir lalu menatap Nenek Nuseta yang sudah bisa memandang mereka karna kain itu terlepas.
"Kau tak memberi tahunya?"
"K..Kau..kau aku..aku mohon, j..jangan hiks!"
"Wow!! sangat luar biasa, Sang Nenek mencoba merahasiakan sesuatu yang besar ini pada Cucu kesayangannya. Sangat menakjubkan!"
Cestor bertepuk tangan hingga ia kembali menatap Athena dengan penuh kebencian hingga Athena benar-benar bingung menatap Nenek Nuseta yang berderai air mata.
"N..Nek. R..Rahasia apa?"
"Lihat! Cucumu bertanya Nenekku tersayang, ayo jawab!"
Nenek Nuseta menggeleng tak sanggup mengatakannya membuat Athena benar-benar merasa bingung dan sangat tak mengerti.
"KATAKAN!!!"
"T..Tidak hiks, aku..aku mohon, j..jangan!"
Cestor lansung menyeringai menatap Nenek Nuseta lalu mengambil Lilin didekat dinding yang tengah menyala terang membuat suasana malam ini benar-benar jelas dengan remangan bulan diatas sana.
"Kau tak ingin bicara, hm?"
"Kau..Kau Cestor kau.."
Cestor meneteskan cairan Lilin itu ke wajah Nenek Nuseta membuat Athena lansung bangun ingin mendekat namun tubuhnya ditahan bawahan Cestor.
"Brengsek!!! jangan sakiti, Nenekku!!!"
"Ayo, bicara!"
Geram Cestor terus melakukannya membuat Athena benar-benar meradang melihat wajah Neneknya hampir mengelupas karna panasnya.
"Cestor!!!!"
"Bicaralah wanita tua!!!"
Cestor menampar Nenek Nuseta hingga air mata Athena lolos lansung memaki Cestor yang terbahak melihat itu semua, Athena tak bisa lepas karna ia dipeggangi para pria bertubuh kekar ini apalagi kedua tangannya diikat kuat.
"Kau suka wajah baru Nenekmu, hm?"
"N..Nek, hiks!"
Athena lansung memangis melihat Neneknya merintih sakit diatas lantai kasar ini dengan wajah mengelupas membuat Athena benar-benar merasa tak berguna dan sangat membenci semua ini.
"Lepaskan, Nenekku!!!"
"Kenapa? itu terlalu mudah!"
"Tapi kenapa, ha?? dia tak ada hubungan apapun dengan masalahmu. Cestor!!!"
Bentak Athena menyala-nyala disertai tatapan mata yang benar-benar merasa sakit melihat keadaan wanita tua itu. kondisi tubuhnya saja masih belum stabil dan sekarang malah ditambah penyiksaan ini.
"Kau ingin aku yang memberi tahunya?"
"J..Jangan.. J..Jangan!!"
Nenek Nuseta menggeleng memohon hingga mata Athena membulat saat Cestor mengulur Pistol kearah Nenek Nuseta.
"Cestor!!! kau.. kau hentikan semua ini. kita.. kita bisa bicara baik-baik dan kau.."
"Aku ingin kau juga merasakan sesuatu, setelah merasakannya kau baru tahu arti semua itu!"
"..Cestor, aku..aku mohon. Jangan!"
Pinta Athena dengan wajah memucat dan mata berair saat pelatuk itu benar-benar ingin ditarik jari Cestor yang mengamati reaksi Athena yang terlihat tak berdaya dengan Neneknya.
"Kau sangat menyayangi, Nenekmu!"
"Aku..aku mohon, kau..kau bisa membunuhku tapi..tapi tidak, Nenekku!"
Nenek Nuseta menggeleng mendengar ucapan Athena hingga dengan cepat Nenek Nuseta menendang kaki Cestor hingga..
Dorrrr...
"Neeeekkk!!!!"
..........
....
Vote and Like sayang..