
Aroma parfum wanita ini masih belum hilang dari tubuh Cestor yang tengah dibuat dongkol dengan bau yang ditinggalkan dikamarnya. hampir satu botol wewangian miliknya habis disemprotkan mengudara tapi tetap saja lambat laun aroma ini kembali menusuk hidungnya dan benar-benar menyebalkan.
"Dia memakai Parfum apa bisa sepekat ini baunya?"
Umpat Cestor mengusap dadanya dengan tisu. aroma bunga, Camelia dan sedikit terselip wangi mawar yang sangat harum tapi menurutnya ini menjijikan.
Namun, setelah beberapa Cestor mencoba menghilangkan jejak wanita itu tiba-tiba sensor dipintunya menyala membuktikan ada orang yang menekan tombol masuk ke kamarnya.
Cestor menyudahi aktifitasnya lalu melangkah menuju pintu dengan ringan menekan gagang benda mewah ini hingga pintu itu terbuka perlahan namun sekilat kemudian ada yang menerobos masuk mendorong tubuh Cestor kuat sampai membentur dinding Pintu.
"Kauu!!!"
Geram Cestor tak percaya melihat siapa yang membawa bantal dan selimutnya kedalam sini seenaknya tanpa sopan santun sama sekali.
Wajah tampan yang terlihat sangat egois dan datar tak memperdulikan wajah panas Cestor yang sudah membara.
"Keluar!!!"
"Hm!"
Lucifer hanya acuh memboyong bantal dan selimutnya menuju ranjang dengan wajah benar-benar tak tahu malu dan tak perduli atas tindakan semena-menanya pada sang kakak.
"Kau kenapa ke kamarku??"
"Diamlah!"
Suara Lucifer tak bersahabat antara geram dan sangat kesal menghempaskan tubuhnya keatas ranjang king size yang empuk ini tanpa memperdulikan Cestor yang membeku disamping ranjang.
Ia sudah memakai kaos oblongnya dengan celana pendek se lutut tampak santai dan longgar. tapi, dahi Lucifer menyeringit melihat dada bidang Cestor merah dengan aroma parfum menyengat dan sedikit samar bau Camelia.
"Ada pendatang baru?"
"Singkirkan pikiran kotormu!"
Geram Cestor menarik lengan kekar Lucifer agar cepat pergi dari kamarnya. tapi, sayangnya Ayah satu anak itu tak perduli dan malah memperbaiki posisinya menopang kaki angkuh menatap Cestor penuh seringaian licik.
"Tak ku sangka kau akan segera menyusul!"
"Kau bicara apa?? keluarlah dari kamarku!!"
"Cih, tak usah sok polos!"
"CIFER!!!"
Bentak Cestor sudah mendidih tapi Lucifer hanya acuh melempar selimut asli dari ranjang ini ke lantai lalu menggantinya dengan selimut yang ia bawa bersama bantalnya.
"Kau tidur di Sofa!"
"Kau gila, ha??"
"Hm. sana!"
Lucifer melempar bantal ke wajah Cestor yang semakin tak percaya akan ketidak adilan Master Alaska ini.
"Cifer! aku tak bercanda. ini kamarku dan kau punya kamar sendiri, pergilah kekamarmu atau istrimu akan.."
"Kau tahu? aku sangat ingin mencekik dua hama dikamarku itu!!"
Sambar Lucifer duduk dengan nafas memburu. hanya selimut dan bantal merekalah yang bisa ia selamatkan itupun ia masih belum bisa tidur tanpa wanita itu.
Melihat raut wajah Lucifer yang merah padam dan sangat kelam penuh api kecemburuan, Cestor pun mulai mengerti menduduki tempat disamping Lucifer yang dingin.
"Dia memonopoli anak dan istrimu."
"Hm. dan Istriku memperbolehkannya."
Decah Lucifer mengusap wajahnya frustasi. jam dipermukaan dinding sana sudah berjalan tapi tak sedikitpun Lucifer ingin memejamkan matanya.
Cestor menarik sudut bibirnya pelit seraya memakai baju kaos polosnya menutupi merah didada akibat gosokan kuatnya tadi. sedangkan Lucifer memeluk selimutnya posesif menjauhkannya dari Cestor yang membelo jengah.
"Itu hanya selimut. bukan Istrimu!"
"Ini barang-barang tempurku! otak bocah sepertimu tak akan tahu."
Ketus Lucifer menggulung tubuhnya dengan selimut itu lalu berbaling memunggungi Cestor yang tak ia biarkan menyentuh barang-barang yang ia bawa. benar-benar sangat menguji kesabaran pria yang notabentnya adalah Kakaknya.
"Kau bisa tidur di kamar tamu!"
"Hanya kamarmu yang dekat dengan lantai kamarku!"
"Haiss! keluarlah, aku tak bisa tidur berdua!!"
"Biasakan!"
Jawab Lucifer tanpa beban. padahal ia sudah menjadi pria paling menjengkelkan dan sangat lancang kesiapapun seakan dunia ini ada digenggamannya.
Tak ingin berdebat lama dengan pria menyebalkan ini Cestor lebih memilih berbaring diatas ranjangnya menjadikan kedua lengannya sebagai bantalan kepala. matanya terpejam mencoba menyelami mimpi dimalam yang sama sekali tak bisa membuat suasana indah.
"Sayang!"
Gumam Lucifer begitu merindu membuat Cestor acuh tak ingin perduli. tapi, lagi-lagi Lucifer melirihkan itu terus mengendus bantal dibawah kepalanya menghirup aroma shampo sang istri.
Entahlah. Lucifer memang sangat-sangat gila dengan wanita itu hingga sampai detik manapun waktu berjalan ia tak pernah bisa tenang dengan mata terpejam dipaksakan.
"Hena!"
Gumam Lucifer begitu berat gelisah mencoba berbagai posisi untuk tidur. terlentang, tengkurap bahkan menaikan satu kakinya ke kaki Cestor yang dengan kasar menyingkirkannya tapi lagi-lagi Lucifer meletakannya hingga membuat Cestor tak tahan lagi.
"Aku butuh istriku!!! aku butuh dia, sialan!!!"
Teriak Lucifer benar-benar mengumpati malam ini dengan putus asa. mau bagaimanapun ia tak bisa melakukan apapun tanpa wanita itu. Cestor terdiam melihat Lucifer yang terlihat kacau dengan rambut sudah berantakan diacak brutal meluapkan kesal.
Ia paham karna memang dulu saja Lucifer rela tidur diluar berbasahan dengan hujan hanya demi bersama wanita itu. dan sekarang tentu sifat pria ini kembali kambuh.
"Apa yang Athena berikan sampai kau se mabuk ini?"
"Diamlah!"
Geram Lucifer memikirkan cara agar dua bedebah itu keluar dari kamarnya dan ia bisa tenang memeluk wanita cantik itu. karna tak ingin ikut campur, Cestor lansung memejamkan matanya berusaha acuh dalam beberapa menit tapi sayangnya mimpi itu kembali disentak dengan tendangan keras Lucifer kepahanya.
"Shittt!"
"Ikut aku!"
Lucifer tanpa merasa bersalah menarik kaki Cestor kebawah seraya mengambil selimut dan bantalnya untuk turun.
"Kau!!!"
"Kau ikut atau aku akan menganggumu."
Ancam Lucifer tak ingin dibantah bahkan sangat tegas membuat Cestor lansung berdiri melangkah ke pintu dengan umpatan kasarnya.
"Cepatlah!!"
"Hm."
Lucifer melangkah memimpin jalan kembali kelantai atas melewati tangga penghubung. Kediaman mewah megah ini hanya membisu saat dua pria berwatak keras itu sekarang mengendap cepat selayaknya menjalankan misi menuju kamar atas yang dijaga Luifi dan Berots di sofa bagian depan.
"Cepatlah!! kau.."
"Diam!"
Lucifer melangkah mendekat ke pintu kamar dengan selimut masih ia peggang erat bersama bantalnya. keduanya begitu terlatih sampai pergerakannya tak diketahui Berots dan Luifi yang tengah terlelap nyenyak.
Pintu itu ia dorong perlahan memperlihatkan kamar luas dengan remangan lampu tidur yang sangat menghanyutkan tapi mata elang keduanya masih bisa jelas melihat mahluk-mahluk disini terutama mata Lucifer yang memebendung rindu pada sesosok wanita yang telah memejamkan matanya nyenyak.
"Cifer!"
"Kau angkat wanita ini!"
Cestor terkejut saat Lucifer ingin melempar Nenek Wel dengan Vas disampingnya tanpa belas kasih lansung dicengkal Cestor gesit.
"Kau bisa tenang, ha?"
"Hm. kau angkat dia cepat!"
Mau tak mau Cestor melangkah mendekati ranjang dengan jengkel dan tak sabaran. sementara Lucifer tengah mengambil Bayinya dari penjagaan Kakek Hand yang berbaring di Sofa.
"Cepat!"
Paksa Lucifer hingga Cestor pasrah menggendong ringan tubuh kurus Nenek Wel yang menggeliat tapi segera dikendalikan cepat tanpa membuang waktu sama sekali.
"Ini ku bawa kemana?"
"Kau lempar dari tanggapun aku tak perduli!"
"Cifer!!"
"Bawa saja dia tidur denganmu!"
Acuh Lucifer sadis mendorong Cestor keluar kamar dengan Nenek Wel yang semangkin memeluk leher Cestor yang sudah merah padam menahan kedongkolan.
"Pergilah! jangan mengangguku!"
"Kauu!!"
Pintu itu sudah tertutup rapat oleh Lucifer yang tanpa perasaan melakukan semua ini. Cestor menghela nafas halus melangkah ke sofa panjang lalu mendudukan wanita tua ini disana tepat disamping Berots yang tersadar.
"Tuan!"
"Lain kali kau ajari Mastermu cara berterimakasih."
Berots menyeringit tak mengerti dengan ucapan Cestor yang membawa rasa kesalnya pergi. apalagi Nenek Wel ada disini dan seketika Berots mengerti lansung menepuk keningnya jengah.
Sementara di dalam kamar sana. Lucifer masuk kesela selimut Athena meletakan Baby Angel kedekat Istrinya dengan wajah yang benar-benar tenang seakan mendapat Pil tidurnya.
"Selamat malam. Sayang!"
Lucifer memeluk Athena mesra membenamkan wajahnya ke puncak kepala wanita ini dengan rileks. matanya menatap Baby Angel yang menggeliat lalu tertidur lagi sangat menggemaskan.
Tanpa sadar, sudut bibir Athena terangkat membuka matanya yang tak tidur sama sekali. ia tadi baru saja menyusui Putri mereka yang juga baru tidur.
"Siapa lagi yang kau ganggu? hm!"
"S..Sayang!"
....
Vote and like Sayang
Kita akan menuju penghujung ya say😊