Mysterious Love

Mysterious Love
Aku pergi!



"Akhs!"


Athena tak tahan dengan cumbuan bibir Lucifer kelehernya hingga membuat nafasnya terengah menahan rasa panas yang menjalar ditubuhnya. sungguh ia sangat menikmati sampai tak membuka matanya saat Lucifer menelusupkan satu tangan kekar itu kedalam baju kaosnya meraba lembut.


"C..Cifer!"


Athena mengigit bibir bawahnya saat kecupan lembut pria itu turun ke dadanya dengan satu tangan Lucifer yang sudah meremas bongkahan kenyal nan padat itu membuat Athena menggeliat kecil sampai menekan kepala Lucifer yang sungguh suka rasa manis yang dirasakan setiap menjelajahi kulit Athena.


"Hentikan!!!!"


Degg..


Mata Athena lansung terbuka mendengar bentakan itu dengan Lucifer yang masih membatu tetap asik mengecupi leher Athena yang terkejut saat melihat wajah meradang Hera yang terlihat sudah benar-benar murka.


"K..Kau..sejak kapan kau disitu?" gugup Athena mencoba menurunkan tangan Lucifer yang masih asik bermain dengan kekenyalan benda padat itu sampai ia larut dengan dunianya sendiri.


"Master!!!"


"C..Cifer. kau..kau..."


Athena menepuk pipi Lucifer yang kembali memeluknya erat hingga perlahan mata pria itu terbuka sayu menatap wajah cantik Athena yang membuat sudut bibirnya tertarik.


"Sayang!"


"A.. kau..kau.."


Cupp..


Mata Athena membelalak saat Lucifer kembali mengecup bibirnya bahkan penuh tekanan sampai kepalanya menghapit dinding Lift membuat Hera sudah berapi-api menatap mereka penuh raut kecemburuan.


"Aku mau. Hena!"


"K..Kau.. ! A..Ayo kita ke kamar. kau masih mabuk!"


Athena mengiring Lucifer untuk keluar dari Lift hingga Hera lansung menarik lengan kekar Lucifer hingga menjauh dari Athena yang terdiam.


"Master!! sadarlah, dia hanya memanfaatkanmu!"


"Lepas!!!"


Lucifer menyentak tangannya kasar dari cengkraman Hera yang benar-benar terkejut dibuatnya. wajah Lucifer melembut menatap Athena dengan kedua tangan terulur memeluk kembali.


"Kau sangat manis!"


"Master!!"


Lucifer tak dengar hingga ia menarik tangan Athena dengan jalan sempoyongannya menuju pintu kamar membuat Hera mengikutinya ingin menghalangi itu semua.


"Master!!! sadarlah!!"


"Masuklah. Tuan Putri!"


Lucifer membuka pintu kamar lalu setengah membungkukan tubuhnya hampir jatuh tapi dengan sigap Athena lansung memeluknya dengan menopang dada bidang Lucifer.


"Emm, ayo masuk. Sayang!"


"C..Cifer!"


Athena agak kaku menatap Hera yang tampak mengepal hingga Lucifer menutup pintu kamar mengiringnya keatas ranjang dengan jalan yang labil beberapa kali ingin jatuh tapi Athena lansung menarik pinggangnya.


"Kenapa Ranjangnya kecil? apa sudah diganti? Sayang!"


"Matamu yang bermasalah."


Ketus Athena mendudukan Lucifer ke tepi ranjang. ia menaikan baju kaos Athena keatas dada hingga ia membenamkan wajahnya keperut datar lembut ini.


"Kepalaku pusing."


"Jangan minum lagi, kau mau mati muda. ha?" omel Athena seraya memijat kepala Lucifer yang menikmatinya hingga ia memeluk pinggang Athena.


"Disini!"


"Yang ini?" Athena menekan pelipis. Lucifer mengangguk memejamkan matanya merasakan ketenagan, pijatan Athena memang sangat pas melepas rasa pusing dan lelah dikepala dan tubuhnya.


Athena melakukan hal yang biasa ia lakukan pada Neneknya, ia cukup berbakat soal memijat berhubung Wanita tua di rumah sana sering merasa encok dan pegal. dengan tangan yang masih menekan dan memutar jempolnya lalu mengusap kekening Lucifer Athena mengamati luka sayatan didekat pelipis ekor mata pria ini.


Bentuknya seperti satu garis menyamping yang membuat kelopak mata diujung dekat pelipis pria ini jadi seperti terkena sabitan tapi tak mengurangi Ketampanan khasnya.


"Kenapa dengan bekas luka ini?"


"Hm?"


"Ini!"


Lucifer meraba tangan Athena yang menyentuh bekas luka itu hingga Lucifer tampak diam mengenang sesuatu, raut wajahnya kembali mengeras dengan kepalan tangan yang menguat.


"Karna bajingan itu!"


"Siapa?"


"Dia yang menghancurkan segalanya! aku sangat membencinya, Hena! Sangat!!!"


Geram Lucifer membuka matanya menatap Athena yang tak ingin melanjutkan karna melihat raut tertekan diwajah Lucifer yang terlihat mempunyai masa lalu yang sangat menyakitkan.


"Sudahlah. sekarang tidur! ini sudah malam. hm?"


"Tidur?" tanya Lucifer polos sayu-sayu menatap Athena yang tersenyum mengangguk hingga ia naik keatas ranjang ingin membaringkan tubuh kekar itu tapi Lucifer mendorongnya untuk duduk bersandar kekepala ranjang.


"Tidur!"


"Hm, Baiklah!"


Athena berselonjoran hingga Lucifer lansung berbaring menyamping meletakan kepalanya ke atas paha Athena lalu membenamkan wajahnya keperut datar ini dengan satu tangan Athena yang seperti biasa membelai kepalanya.


"Tidur!"


"Iya. tidurlah!" ucap Athena membuat posisi Lucifer senyaman mungkin agar pria ini bisa tertidur lelap, ia menepuk punggung Lucifer yang mulai bernafas stabil karna memang tubuh dan pikirannya sangat lelah.


"Kau!!"


Hera yang sudah membuka pintu kamar menatap tajam Athena yang juga memandangnya, darah dilengan Athena sudah mengering tapi terlihat dalam dari luka sabitan tadi.


"Bicara yang pelan!"


"Kau memanfaatkan. Master!"


Athena menghela nafas halus menatap Lucifer yang mengeratkan pelukannya ke pinggang Athena dengan mata terpejam sudah larut dalam mimpi indahnya.


"Dia sangat lelah!"


"Hm. dan kau mau menghancurkannya?"


"Aku hanya tak ingin gara-gara dia banyak orsng yang tak bersalah kehilangan nyawanya."


Jawab Athena tegas membuat Hera mendekat kearah ranjang menatap Lucifer dengan penuh rasa sakit, pria ini begitu nyaman dengan tubuh Athena yang menjadi penenang baginya.


"Maksudmu?"


Athena bingung hingga Hera duduk disamping ranjang menatap lurus kedepan.


"Kalau kau pergi dari sini dan tak datang lagi aku menjamin dia tak akan lagi melakukan itu."


"Cihh, dendamnya begitu besar pada Venuz. kau pikir itu mudah?"


"Kau cukup jauh darinya. dia tak akan mengambil orang-orang tak bersalah lagi karna aku akan membuat semua anggota gagal melakukannya."


Athena diam lalu menatap Lucifer yang sudah tertidur nyenyak. ada rasa sesak dihati Athena saat memikirkan pergi dari sini, tak seperti saat dulu datang kesini.


Melihat raut berat itu Hera semangkin yakin jika Athena sudah memilki rasa pada Masternya.


"Aku berjanji. jika kau tak menemuinya dan mendekatinya maka aku akan berusaha kuat agar dia tak membunuh orang-orang bawah yang tak berhubungan dengan Dendamnya."


"Kau yakin?" tanya Athena intens membuat Hera lansung mengangguk. akan ia lakukan apapun agar Lucifer melupakan Athena.


"Hm, kali ini aku serius! jika kau menjahuinya maka aku akan menjalankan tugasku, tapi kau juga harus merahasiakan tentang semua informasi dari sini!"


Athena menegguk ludahnya berat bersandar ke kepala ranjang menatap wajah tampan Lucifer yang sangat membekas didadanya. ia memejamkan matanya mencoba menepis rasa ini agar ia bisa membebaskan Rekan-Rekan dan tawanan lain dibawah sana.


"Aku juga akan membuat dia tak akan minum atau merokok."


"Bebaskan tawanan yang tak bersalah!"


Hera mengangguk hingga ia berdiri menatap Athena penuh binar karna akhirnya wanita ini akan pergi dari kehidupan Masternya.


"Baik! akan ku bebaskan, tapi kau juga harus menepati janjimu!"


"Hm. beri aku waktu 15 menit!"


Hera mengangguk melangkah pergi menjalankan tugasnya dengan Athena yang lansung menghela nafas berat mengelus kepala lucifer lembut.


"Kenapa kau sangat menyebalkan?"


Unpat Athena mengusap wajahnya kasar. ia berfikir keras untuk pergi dari sini tapi hatinya sangat sesak.


"Aku yakin rasa ini hanya sementara, aku bisa melupakanmu dan semua ini! dan kau juga sama."


Ucap Athena mengelus pipi Lucifer lalu menatap Ponsel yang tadi ia sembunyikan dipinggir ranjang. Athena berfikir kalau ia bisa pamit melalui benda ini.


Dengan cepat Athena meraihnya hingga ia menatap wajah Lucifer yang damai membuat jantungnya seakan diremas-remas.


"Kau bisa Athena."


Gumam Athena menyemangati dirinya sendiri lalu membuka Ponsel pintar itu mencari Kamera perekam Vidio hingga ia melihat wajah cantiknya yang digores beling oleh Hera tadi, tapi Athena sekarang tengah menyiapkan kata-kata dikepalanya lalu menekan Tombol merah.


"Hey!"


Athena menatap layar Ponselnya hingga lidahnya keluh untuk mengatakan ini.


"Mungkin kali ini aku sedikit berbaik hati! aku berfikir kau masih bisa membenahi hidupmu dan menatap masa depanmu sendiri, aku ingin kau si penjahat. dan pria tak waras agar menjadi pria waras seperti laki-laki diluar sana, sudahi meminum Alkohol saat perut kosong apalagi Merokok, kau bisa mati sia-sia!"


Ketus Athena lalu menatap wajah Lucifer dengan tegas hingga ia kembali menghela nafas kembali menatap kamera.


"Aku akan pergi! sedari awal kau dan aku hanyalah sebatas Polisi dan Penjahat, dan kau jangan pernah melukai orang-orang yang tak bersalah. bermain cantik itu lebih baik dari pada membuat dirimu sendiri sebagai Monster, kau mengerti?"


Athena berucap seakan-akan ia bicara dengan Lucifer disertai suara yang terdengar angkuh dan pembangkang.


"Hm. baiklah! aku harap kau jadi Manusia seutuhnya. bukan sebagai Gagak laki-laki. dan Aku pamit karna aku sebagai seorang Intelijen yang baik dan bertanggung jawab. jadi kau jangan menyia-nyiakan masa mudamu. Selamat tinggal Gagak Hitam!"


Athena menyudahi Rekamannya lalu mematikan Ponselnya, ia menatap wajah Lucifer dengan satu tangan mengelus kepalanya.


"Aku harap kau mendengarkan itu. setelah ini jangan jadi Gagak lagi."


Bisik Athena mengecup pelipis Lucifer dan terkekeh kecil melihat Tato Gagak di di Bahu dan tengkuk Lucifer yang membuat penampilan pria ini semangkin Cool.


"Dasar. Gagak hitam!"


Athena perlahan melepas belitan tangan Lucifer kepinggangnya hingga sangat pelan ia memindahkan kepala Lucifer keatas Bantal disampingnya.


"Emm!"


"SSuttt!"


Athena menepuk punggung Lucifer yang menggeliat kembali membelit pinggangnya membuat Athena exstra bersabar kembali berusaha, hingga setelah berusaha sangat keras ia akhirnya lepas memindahkan kepala Lucifer ke bantal.


"Tanganmu!"


Gumam Athena melihat punggung tangan Lucifer yang memar dan berdarah kering hingga ia sigap mencari kotak obat didekat ranjang.


"Apa tak sekalian kau memukulkan tanganmu ke besi, ha? atau bakar saja lebih bagus."


Geram Athena mengoleskan obat merah lalu membalutnya dengan kain Kasa, setelah semuanya usai barulah Athena turun dari ranjang mengambil selimut diatas lantai dan membalutkannya ke tubuh Lucifer.


"Tidur yang nyenyak. Gagak!"


Gumam Athena membelai kepala Lucifer lalu meletakan Ponsel tadi ke dekat bantal hingga ia menghela nafas menatap ke semua sudut ruangan ini.


"Semoga kau baik-baik saja."


Athena melangkah pergi keluar kamar hingga ia merasa separuh semangatnya tinggal didalam sana hingga ia mematung didepan pintu.


"Nona!"


Kepala pelayan yang tampan menatap sendu Athena yang masih melihat Lucifer diatas ranjang sana.


"Nona. apa anda akan pergi?"


"Hm. kalian jaga dia baik-baik, jangan biarkan dia menyakiti dirinya sendiri apalagi memasungnya. berikan dia ruang ketenagan. dan saat dia bangun nanti suruh dia melihat Galery ponselnya!"


Kepala Pelayan itu mengangguk menatap tak rela Athena yang melangkah pergi meninggalkan mereka, Hera juga sudah datang didekat tangga sana.


"Mereka dibawah!"


"Hm!"


"Kau ingat janjimu!"


Athena mengangguk lalu melangkah pergi membuat Hera tersenyum mekar. akhirnya penghalang terbesarnya mendapatkan Lucifer telah pergi dari sini.


"Nona!"


Gumam para Pelayan sana sendu lalu menunduk saat Hera memandangnya tajam.


"Kalian jangan pernah membahas soal dia di sini! jangan sampai Master mengingat wanita itu!"


"B..Baik!"


.....


Vote and Like Sayang..