
Mobil hitam itu lansung terparkir didepan rumah kecil yang tengah dikerumuni banyak Mobil besar yang tadi berselih jalan dengannya. Satu Mobil besar yang tampak mengangkut besi dan Semen beserta pekerja Bangunan yang membuat raut wajah Dames bingung.
"Apa Kapten mau merombak rumah?"
Gumam Dames turun dari Mobil seraya melangkah ke dekat seorang Pria berpakaian Mandor bangunan itu tengah mengukur panjang dan luas tanah disekitar Rumah Minimalis Athena yang membuat ia agak aneh.
"Tuan!"
"Yah!" pria dengan jenggot agak tipis itu menoleh.
"Ini kenapa? apa mau membuat Rumah atau.."
"Kami diperintahkan untuk membangun Pagar Beton dan Rumah besar! Desainnya sudah disiapkan hingga bisa lansung di Proses."
Dames lansung berbinar mendengarnya. ia sangat tak menyangka Kaptennya yang berjiwa sederhana dan tak ribet itu mau merombak rumah kecil ini menjadi Manshion besar. tak ada lagi deretan Pot Bunga didepannya dan pagar kecil kayu yang mendindingi bagian depan untuk sekedar mengkandang Bunga Nenek Nuseta saja.
"Ada apa ini?"
Dames menoleh kearah Nenek Nuseta yang baru saja keluar dengan wajah penuh herannya melihat banyak orang yang mengelilingi Rumahnya. Dames lansung mendekat dengan Mandor yang tadi ia ajak bicara juga mendekat.
"Nyonya!"
"Ini ada apa?"
Nenek Nuseta menatap bergantian Mandor itu dengan Dames yang lansung mendekat.
"Nek! Kapten ingin merombak rumah ini!"
"Apa???"
Nenek Nuseta lansung memekik keras membuat Athena yang sedang mencuci bajunya dibelakang sana lansung berlari kedepan dengan wajah khawatirnya.
"Nenek!!"
Athena muncul dengan Baju Kaos putih polos santai membalut tubuh indahnya dengan Hotpans pendek itu membuat mata Dames bergelut resah melihat paha mulus Kaptennya.
"Ini ada apa?"
"Hena. kau mau merombak rumah ini?" tanya Nenek Nuseta memeggang bahu Athena yang lansung menggeleng tak tahu.
"Tidak. aku..aku tak memanggil ini semua! mungkin kalian salah rumah."
Athena yang mencoba menjelaskan karna ia memang sangat tak pernah memanggil tukang Bangunan, apalagi ia melihat Mobil-Mobil Furniture yang sangat berkelas mahal membuat ia tak berniat memilihnya.
"Kalian salah rumah. dan pergilah cari tempat yang benar."
"Maaf. Nona! tapi ini alamat yang benar."
Mandor itu menunduk tak berani menatap Athena yang sangat semok membuatnya hanya bisa mengulur kertas ditangannya dengan Athena yang mengambilnya.
Mata jeli Athena melihat Alamat yang tertera disana dan benar. Jalan Kimore No 53 dengan Foto Rumahnya yang sama membuat Athena terdiam sejenak mencerna ini semua.
"Siapa yang menyuruhmu?"
"Suami anda Nona!"
Degg..
Athena lansung dibuat tercekat dengan Nenek Nuseta yang menutup mulutnya tak percaya hingga ia memandang Athena yang memucat.
"S..Suami! H..Hena, Tuan Panci itu yang.."
"N..Nek! ini.."
"Aaaa!!! Dia memang sangat pengertian!"
Nenek Nuseta memeluk Athena yang memijat pelipisnya pusing melihat ini semua. Lucifer memang benar-benar menyebalkan menyulut rasa geram sekaligus tak habis pikir beriringan. apalagi para tetangganya mulai berkerumun kesini.
"Pak! kau bisa lanjutkan, Rumah ini memang perlu di renovasi!"
"Tidak!"
Athena menggeleng menatap tajam Nenek Nuseta yang lansung heran dengan Dames yang juga agak bingung dengan orang yang mengirim ini kesini, apa Kaptennya memang sudah punya Suami atau Kekasih?
"Hena. hargai pemberian Kekasihmu!"
"Tidak. aku tak ingin merenovasi rumah atau apapun, sebaiknya kalian pulang dan beri tahu dia untuk berhenti mengirim ini semua!"
"Maaf. tapi ini titahan besar bagi kami, Nona!"
Mandor itu kekeh untuk melakukan pembangunan hingga membuat Athena menggeram lansung masuk kedalam melangkah menuju Sofa didepan Tv mencari Ponselnya.
"Pria Gagak itu memang benar-benar!"
Athena mencari Kontak Lucifer yang ia hafal dari Ponsel lama pria itu hingga panggilannya mulai terhubung.
"Pagi! Sayang!"
"Kauu!! Apa-apaan, ha? kenapa kau menyuruh mereka kesini??"
"Siapa? bicara yang jelas."
"Itu! rombongan bangunan dan Arsitek yang terkenal, bisa-bisa rumahku di sorot karnamu!"
Geram Athena kesal mengintip kecil dari cela pintu hingga membuat Lucifer yang tengah melihat dari layar Komputernya lansung tersenyum pelit seraya menyesap rokoknya.
"Biarkan saja! Rumahmu memang sangat kecil, tak baik bagimu!"
"Ini Rumah Ku. kau bisa saja membuat gunjingan diantara Tetanggaku!"
"Jangan perdulikan mereka. Yang penting kau aman. bisa saja Hujan akan lebat dan atap Rumahmu jebol, belum lagi banyak lubang didindingnya. aku tak ingin kau diintip mata liar pria lain."
Suara Lucifer terdengar sangat tegas dan Posesif tak ingin dibantah membuat Athena ingin mencari jalan keluar yang lebih tak terlalu menonjol.
"Haiss! Baiklah tapi aku tak ingin barang-barang di Rumahku diganti dan ukuran Rumah yang dibangun itu pas dengan ukuran Rumahku, aku tak ingin begitu besar!"
"Hm. jangan diubah kecuali bagian luar!"
"Baik! tapi pakailah celana panjang atau aku akan merobek pahamu!"
Athena menegguk ludahnya kasar saat mendengar suara geram Lucifer yang sangat menyeramkan membuat ia agak bingung, dari mana dia tahu ia hanya memakai Hotpans pendek.
"Kau mau aku kesana?"
"A.. Aku tadi habis mencuci jadi.."
"Cepat ganti!!!"
Athena lansung bergegas masuk kedalam kamarnya dengan tergesa-gesa membuka lemari mencari celana panjang longgar hingga ia menemukan Trening hitamnya yang biasa ia pakai untuk olahraga.
"Keluarkan ujung Kaosmu!"
Athena mengeluarkan pinggir Kaosnya yang tadi terjepit masuk hingga bokongnya sudah tertutup dengan celana panjang ini.
"Urai rambutmu!"
"Kau ini.."
"CEPAT!"
Athena mengumpat lansung melihat kecermin dimana ia melepas ikatan rambutnya yang tadi mempertontonkan leher jenjangnya hingga akhirnya mengurai rambut pendeknya menutupi leher dan bahu.
"Bagus! sekarang pergilah Makan!"
"Nenek baru saja memasak! aku harus mencuci dulu."
Ucap Athena yang masih belum sadar akan sifatnya yang melemah saat bersama Lucifer yang bisa menahlukan jiwa pemberontaknya.
"Pergi saja keluar kamar!"
Akhirnya Athena pasrah melangkah keluar dengan tangan masih memeggang Ponsel yang merapat ketelinganya.
"Nona!"
Athena terkejut saat melihat 3 Pelayan yang berdiri disamping meja dengan tatanan Makanan yang sangat pas dengan perutnya diatas meja sana. tak lupa satu gelas Susu yang biasanya Lucifer siapkan untuknya.
"K..Kau.."
"Makan yang banyak. nanti malam aku tak bisa datang! jaga diri baik-baik, dan jangan kelayapan!"
Athena agak mencolos mendengarnya. semalam ia tak bisa tidur nyenyak tapi dihati kecilnya ia sangat mengharapkan Lucifer terus mengunjunginya.
"Kau merindukanku?"
"A.. Tidak! aku..aku sangat senang jika kau tak datang!"
Ketus Athena tapi ia tak bisa menyembunyikan raut wajah lesunya membuat Lucifer yang memantau dari seberang sana menarik sudut bibir sensualnya geli. ternyata mulut dan raut wajah itu sangat tak bisa diajak bekerja sama.
"Hm, Baiklah Tikus Liar! jangan langgar peringatanku, pergilah makan yang kenyang. lalu priksa ke Rumah Sakit."
"Kenapa?"
"Siapa tahu Benihku sudah ada didalam perutmu!"
"Kauu!! Kenapa kau mesum sekali, ha?"
"Karna kau sangat Sexsi, Nona Tikus!"
Athena lansung memerah mengigit bibir Pink segarnya merasa setiap kata manja itu membuat ia terbang dan berbunga. rasanya tak bisa dijabarkan bagaimana mekarnya hati itu sekarang.
"Jangan mengigit bibirmu!"
"Kenapa?" Athena meraba bibirnya.
"Aku tak tahan melihatnya!"
Athena sedikit menutup wajahnya malu hingga mencari dari mana Lucifer tahu setiap tingkahnya hingga ia benar-benar tak menemukan apapun.
"Pergilah Makan!"
"Hm, baiklah! tapi kau juga..."
"Aku?"
Athena mencoba menormalkan raut wajahnya.
"Hm. kalau kau mati nanti tak ada yang memimpin Alaska lagi!"
Lucifer terkekeh kecil melihat harga diri Athena yang sangat tinggi, tapi ia memaklumi karna Wanita sekelas Athena memang sangat susah didapatkan.
"Selagi kau yang jadi Polisinya. aku akan terus menjadi Penjahatnya!"
"Kau!! itu bukan hal baik!"
"Tapi memang itu adanya."
Athena lansung jengkel ingin menyambar tapi Lucifer sudah mematikan sambungannya hingga membuat Athena tercekat geram.
"Sial!! kenapa dimatikan?"
"Nona!"
Athena menatap layar Ponselnya yang berharap Lucifer masih memanggil tapi sayangnya tidak ada membuat Dames yang mengintip jadi heran.
"Apa ucapan Nenek Nuseta benar?"
.....
Vote and Like Sayang..