Mysterious Love

Mysterious Love
Kekagguman semua orang!



Malampun bergemilang. mentari yang tadinya bersinar berganti dengan rembulan yang menghiasi langit dengan penuh senyuman, sinaran indahnya membuat remangan di Venuz begitu terkesan sangat Romantis dengan pemandangan bintang yang berkelip nyata diatas sana.


Yah, tentu itu semua mendukung acara Pesta besar di Istana Kepresidenan Venuz yang begitu luas dan megah. bangunan yang didominasi warna putih segar yang berdiri kokoh dihiasi lampu disetiap sudutnya.


Tak lupa bentangan kehijauan lapangan luas disekitarnya mampu menciptakan kesegaran dan suasana begitu damai walau Di Gerbang sana tak berhenti Mobil masuk sesuai Undangan yang diberikan.


Mobil-Mobil mewah yang melaju pelan penuju tempat Parkir yang sudah ada Penjaga yang memandu. terlihatlah orang-orang penting yang keluar dari kendaraan besi baja itu dengan berbagai rupa membuat Media yang telah menunggu didepan Karpet merah menuju pintu Utama Istana megah ini semangkin bersemangat.


"Pak Mentri!!"


Mereka memberi salam hormat pada Pak Mentri Domiel yang menggandeng Istrinya untuk masuk kedalam, sedikit memberi lambaian pada Para Media yang mematuhi aturan untuk tertip.


Namun, mereka lansung merapat saat salah satu Mobil yang sangat mereka kenal Logonya. tatapan mereka begitu menunggu seraya menjiprat beberapa tamu yang melewati Karpet.


"Tuan besar Derdanos!"


Mereka membungkuk hormat saat pria paruh baya yang masih tampak gagah dengan tampilan Jas Formal itu menggandeng Istrinya Nyonya Emayri yang menebar senyum cantiknya.


"Nyonya! dimana Nona Muda?"


"Putriku di.."


"Momy!"


Seorang wanita cantik dengan rambut emasnya yang sisanggul indah. Gaun berwarna merah maron membalut tubuhnya dengan Desain satu tali dibahunya itu membuat para Media sana berbinar, sudah lama wanita ini tak muncul ke Media.


"Nona Muda!"


"Hm, hay!"


Wanita dengan raut wajah datar tapi tetap tersenyum itu tampak melangkah anggun membuat mereka sangat terpukau, sungguh sangat cocok menjadi wanita berkelas di Negaranya.


"Lihatlah. mereka semua begitu kagum padamu?"


"Hm. itu pasti, Mom!" Jawab Hera. yah dialah Herayina Derdanos. putri tunggal keluarga Derdanos yang begitu terkenal sebagai Kerabat terdekat Keluarga Istana Hermes yang digadang-gadang akan saling menjodohkan anak mereka agar mempererat hubungan Bisnis keduanya.


Hera sengaja pergi bersama Lucifer yang merupakan Pria impiannya dari kecil hingga ia mengikuti jejak pria itu tapi ia juga sesekali pulang ke Negaranya, Lucifer tahu Identitas Aslinya tapi karna bakat Hera yang kekeh untuk bergabung dan selalu membuktikan kelihaiannya akhirnya Lucifer menerimanya.


Tentu itu rencana besar Hera agar bisa mendekati Lucifer. tapi sayangnya sampai sekarang pria itu tak memandangnya sama sekali.


"Nyonya Emayri!"


"Nyonya Violette!"


Nyonya Emayri mendekati Nyonya Violette yang menyambut mereka hingga keduanya saling bercengkrama, tatapan mata Nyonya Violette memandang Hera yang sangat berbeda dengan yang ia temui dulu tapi ia bangga karna wanita ini bisa membantunya mengetahui apapun tentang Lucifer.


"Dia tahu kau kesini?"


"Tahu. tentu dia tak mau ikut campur urusanku, Nyonya!"


Ucap Hera sendu membuat Nyonya Violette menepuk bahu Hera yang tampil anggun dan penuh dengan aura malam ini, ia yakin jika Lucifer tak menyukainya maka ada satu lagi yang pasti tak akan bisa menolak.


"Sudahlah, sekarang kau nikmati malam Pesta ini. karna Putra Pertamaku juga tak kalah Tampan, Hera!"


"Hm!"


Hera hanya menjawabnya dengan senyuman beberapa kali menghindar dari tatapan para Pria yang ikut hadir di Pesta besar ini, semua pembisnis muda yang bertalenta diundang untuk merayakan Gemilang Venuz malam ini.


President Arcules juga bercengkrama dengan Tuan besar Dardanos yang sangat kagum akan Kemeggahan Istana ini, semuanya didesain pasti dan Moderen.


"Kau memang sangat pandai membuat pesta!"


"Tidak juga, ini kerja keras Istriku!"


President Arcules yang merendah hingga ia menatap jam dipergelangan tangannya, ia mengadakan Pesta ini untuk mempererat hubungan Putranya dengan semua orang walau Popularitas pria itu tak lagi diraggukan di Negara ini.


"Dimana Cestor?"


"Dia tadi .."


"Tuan!!!!!"


Pekikan keras para gadis itu membuat mereka lansung menatap kearah tangga hingga mata mereka berbinar melihat seorang pria tampan berambut klimis yang rapi, Stelan Jas Formal itu membalut tubuh gagahnya dengan rahang tegas dan bulu halus didekat pipi yang menambah kesan Maskulin dan berwibawah. sangat terawat dan penuh dengan ketelitian.


"Tuan!!!"


"Boleh kami berdansa?"


Mereka merasa sangat tersanjung datang kesini melihat Putra tertua Keluarga Hermes. sungguh kedatangan Cestor Helios Hermes itu yang dinanti, tapi seketika mereka merasa heran karna sudah bertahun lamanya Putra Kedua Keluarga besar ini tak muncul padahal dulu ia menjadi Idaman para wanita.


"Woww! ternyata Tuan Muda kita memang sangat mempesona!"


"Yeah!!!!"


Mereka menyoraki MC yang memimpin acara Pesta kali ini. Cestor hanya diam memberi senyuman bersahabat tapi hanya sebentar kearah Media yang tergesa-gesa memotret fotonya, gestur tenang dan penuh kerapian itu sangatlah menjadi seni ditubuhnya.


"Topimu!"


"A..Apa, Tuan?"


Gugup salah seorang Media yang memakai Topi Krunya yang agak menyamping hingga Cestor sedikit menatap tak suka sampai membuat mereka merapikan penampilannya.


"Perhatian semuanya! Rapikan semua hal ditubuh kalian karna Tuan Muda Cestor tak menyuakai tampilan kacau!"


"Baik!!!"


Mereka bergegas merapikan tampilannya hingga kembali rapi membuat raut wajah Cestor kembali bersahabat melangkah kearah President Arcules yang menyunggingkan senyum puasnya.


"Kau memang selalu membuat keriuhan, Nak!"


"Hm, tidak juga!"


Cestor menjawab seadanya seraya menatap acuh kesemua arah, tatapan para gadis itu ia anggap hanya sebuah pandangan kosong yang tak ada arti baginya.


"Maaf. apa aku terlambat?"


Whussss..


Seakan ada hembusan angin yang mendorong kebelakang begitulah wajah mereka tergiring menatap kearah suara lembut itu hingga mata Hera lansung membulat melihat siapa yang tengah berdiri dengan penampilan menyilaukan mata itu.


Semuanya hening, mereka seakan menjadi patung menatap Athena yang sudah datang berdiri dengan begitu Elegan dibalut Gaun berwarna hitam tanpa lengan dengan bagian dada agak rendah hingga memperlihatkan bagian sexsi itu sampai dengan ekor gaunnya dilapisi kain tipis yang berkerling saat terkena lampu mengiringi belahan gaun dibawah kaki sampai ke lutut membuat betis jenjangnya terekspos. tak lupa ikat pinggang berbentuk pita yang menunjukan lekukan pinggang dan perut datarnya.


Rambut Athena digulung kecil dengan jepit bunga minimalis menutupi kunciran rambutnya yang dipermanis dengan Kalung Mutiara melingkar dilehernya.


"Em, maaf! apa ada yang salah?"


Athena berucap canggung sesuai peran yang ia mainkan sebagi wanita Feminim dan sangat berkelas, riasannya juga tampak menonjolkan mata indah dan bentuk bibir cantik Athena yang membuat mata Cestor terpaku kosong.


"Ouh, aku perwakilan dari Dapartemen CIA. Nyonya!"


Jawab Athena menatap Nyonya Violette yang seperti tak asing dengan wajahnya, apalagi Hera yang sudah menggeram mengepalkan tangannya kuat.


"Perwakilan Jendral Guinter?"


"Aa. Iya! beliau tak bisa datang karna ada urusan penting jadi saya yang mewakilkan!"


Jawab Athena pada Pak Mentri yang menatap Athena dengan nakal, tapi Athena hanya acuh berpose kecil dihadapan kamera yang tampak menjipratnya semangat tak hayal mengarahkanya untuk berpose lebih Fress dan beraura.


"Kenapa dia sangat cantik?"


"Hm, aku baru pertama kali melihat dia!"


Desas-desus para gadis dari keluarga Konglomerat itu menatap Athena dengan iri, sangat sepesial hingga mendapat perlakuan baik dari Media yang seakan tak berhenti mengambil gambar.


"Silahkan masuk. Nona!!"


"Terimakasih!"


Athena melangkah masuk dengan Hera yang menatap kaki Athena. langkah Athena begitu fasih dan sangat terlatih membuat ia bingung, ia pikir Athena tak akan bisa bertingkah seperti wanita.


"Aku sangat terkejut!"


"Ouh, Nona Muda Dardanos!"


Athena menyapa Hera dengan sangat halus berdiri dihadapannya dengan tatapan Cestor tak lekang dari wajah cantiknya yang sangat khas membuat para lelaki disini asik dengan pemandangan indah ini.


"Dari mana kau mendapat Pakaian semewah ini?" Hera menatap sinis Athena yang tersenyum santai menenteng tas kecil ditangannya.


"Tentu ini dari Desainer ternama di Negara ini, Nona! aku tak akan mungkin main-main dalam menghadiri pesta sebesar ini."


"Hm, aku harap kau tak lupa cara berjalan!"


Ketus Hera lalu menggandeng Nyonya Violette dan Nyonya Emayri menuju kerabat Sosialita mereka dimeja khusus sana meninggalkan Athena yang lansung berubah jengkel.


"Kakiku sudah mau patah sedari tadi." gumam Athena masih memberi senyum ramah pada beberapa orang yang menyapanya seraya melangkah menuju meja yang diarahkan Pelayan padanya.


"Hay!"


"A.. Iya!"


Athena menoleh hingga melihat seorang pria muda berdasi kupu-kupu menatapnya dengan penuh keramahan dan bersahabat, terlihat masih bocah.


"Emm, Perkenalkan aku Jremy!"


"Aku Athena!"


Athena berjabat dengan terpaksa hingga ia merasa pria ini sangat terpana padanya hingga tak ingin melepas cengkraman tangannya sebelum Athena menekannya sedikit kuat.


"A.. Maaf!"


"Hm, tak apa!"


Athena diam menatap kesekelilingnya hingga ia mencari cara agar bisa duduk atau sekedar melenturkan kakinya yang pegal.


"Nona kau.."


"Ehm!"


Jremy terhenti saat ada suara deheman yang membuat ia menoleh. seketika ia terkejut melihat Cestor yang sudah berdiri tegap dengan tatapan mata menusuk padanya.


"S..Saya Permisi Tuan!"


"Pergilah!"


Setelah kepergian Jremy, sekarang Athena mulai sadar saat Cestor mendekat kearahnya.


"Namamu?"


"Anda Tuan Muda Cestor?" tanya Athena penuh binar tapi sayangnya tak sejalan dengan dirinya yang biasa saja. tapi ia sangat mengakui kalau ketampanan Cestor memang tak bisa diacuhkan begitu saja.


"Em. kau tak tahu?" tanya Cestor seraya meraih segelas anggur yang ditata dimeja sana.


"Maaf. soalnya saya baru di Negara ini, jadi agak tak kenal! tapi anda begitu Populer di Luar sana."


"Benarkah?" tanya Cestor tertarik dengan ucapan Athena yang mengangguk mengamati wajah Cestor yang kalau dipandang lebih jeli pasti ada kemiripan dengan Lucifer membuat ia merindu berat.


Melihat Athena yang memandanginya Intens Cestor jadi merasa aneh, hatinya bertanya-tanya apa ada yang salah dengan wajahnya?


"Apa ada sesuatu di Wajahku?"


"Eh!"


Athena terkejut hingga ia menormalkan raut wajahnya yang gugup kembali rileks menatap Cestor kembali.


"A.. Itu.. kau.."


"Kau?"


"Eh. Anda Tampan. Tuan!"


Sangga Athena menepuk mulutnya yang lancang berkata seperti itu membuat Cestor menyunggingkan senyum kecilnya, ia menegguk segelas anggur itu dengan Elegan hingga Athan pun mencoba mengajak berbincang.


"Tuan!"


"Hm? kau butuh sesuatu?"


"Bukan itu! tapi saya penasaran apa anda tak punya kekasih?" tanya Athena berani hingga Cestor terdiam mengulur tangannya menyentuh Jepitan dirambut Athena yang lansung menghindar.


"Jepitanmu agak kesamping!"


"Ouhh, iya! aku akan merapikannya di Toilet!"


Athena ingin pergi tapi Cestor lansung mencengkal tangannya membuat Hera yang ada diujung sana lansung memanfaatkan keadaan dengan Mengambil gambar dari sisi lain hingga Athena dan Cestor terlihat sangat dekat tanpa jarak.


"Cihh, kita lihat bagaimana kau menghadapi Masterku!"


Gumam Hera mengirim semua Foto yang ia ambil ke Nomor Berots hingga ia yakin Lucifer tak akan diam saja melihat itu semua. ia menantikan pria itu membenci Athena.


....


Vote and Like Sayang..