Mysterious Love

Mysterious Love
Merasa Frustasi!



Para aparat Kepolisian itu lansung berpatroli di sepanjang jalan mencari beberapa gelandangan yang biasa duduk ditepi jalan sini. Dipimpin oleh Ketua Team mereka membagi Personel kesemua tempat sesuai perintah Jendral Guinter pada Dapartemen Kepolisian negara ini untuk menindak lanjuti kasusnya.


"Cari yang mencurigakan. priksa Identitas mereka!" Ucap Jors pria muda yang sedang berpatroli dengan Motornya seraya berbicara pada Rekannya melalui sambungan Earpice ditelinga mereka.


Matanya menatap kesemua jalan hingga ia melihat satu Pria berpakaian yang terurus tengah duduk dibawah Pohon didekat Jalan yang ramai dilalui pejalan kaki, tampilan yang santai membawa Ransel didekat kakinya.


Jors si pria bermata jeli itu turun dari Motor yang ia hentikan tak jauh dari pria bertopi itu hingga ia lansung menghampirinya.


"Selamat Sore, Tuan!"


Pria bertopi dengan jaket kulit tua itu lansung menoleh kearah Jors yang memang terlihat seperti Aparat Polisi karna memakai Seragamnya. gelagat yang ditunjukan Pria paruh bayah ini tak ada yang mencuriggakan sama sekali.


"Iya, Pak!"


"Bisa tunjukan Kartu Identitasmu?"


Pria itu tampak lansung membuka Ranselnya mencari Kartu yang diminta oleh Jors yang memperhatikan raut wajah dan gestur pria ini.


"Tadi Kartunya disini!"


"Dimana?"


Jors lansung mengambil sikap semangkin merapat hingga pria paruh baya itu mengkode seorsng pria yang ada didepan Minimarket diseberang sana untuk pergi.


"Tadi disini, pak! saya lupa."


"Tunggu. aku yang periksa!"


Jors memeriksa Jaket dan melepas Topi pria ini hingga pria yang berdiri diseberang sana lansung melangkah pergi menghilang dari tempatnya.


"Aa.. Ini. Pak!"


"Berikan!"


Pria itu memberikannya setelah menemukan dibalik saku Ransel hingga Jors memeriksanya teliti, Nama Irenol Mahontain dengan umur 45 Tahun. tak ada keterangan tempat tinggal melainkan satu nama .. LUCIFER..


Degg..


"Kauu!!"


Jors terkejut saat pria itu sudah hilang dari hadapannya hingga ia mengumpat menatap kesekelilingnya yang sudah dilalui banyak orang.


"Sial!!! Kalian kumpulkan semua Gelandangan di Jalan ke Tempat Pemeriksaan!"


"Baik! Ketua."


Jors menatap kesemua arah hingga mata jelinya melihat Ransel yang tadi dibawa pria itu hingga dengan segera ia mengejarnya seraya memerintahkan Rekannya yang lain untuk berjaga dengan gelagat yang sama.


"Mereka tak akan menunjukan Kartunya. kalian jangan memeriksa. lansung saja menangkapnya!!"


"Kami menemukan satu, Ketua!"


Jors masih berlari terus mengarahkan para Rekannya untuk selalu waspada karna sebagian dari mereka sangat liar untuk ditangkap.


..........


Perlahan mata wanita itu mengkerut saat merasakan dadanya berat, hembusan nafas hangat seseorang juga menerpanya hingga ia lansung tersigap membuka mata bantalnya dan..


Degg..


Athena tercekat saat melihat wajah siapa yang tengah terbenam nyenyak dengan wajah damai seakan tak ada beban. satu tangan kekar itu membelit pinggang Athena menjaga perggerakan wanita ini agar tak terlalu aktif.


"K..Kau.."


Athena mendorong kening Lucifer untuk menjauh tapi pria ini malah semangkin mengeratkan pelukannya membuat Athena lansung bangun menendang pinggang Lucifer menjauhnya.


Brugh..


Lucifer lansung tertarik dari mimpinya hingga ia berpeggangan ke tepi ranjang menahan bobot tubuh agar tak jatuh kebawah.


"Menyingkir dariku!!!"


"Em, kau sudah bangun?"


Tanya Lucifer santai duduk diatas ranjang lalu menatap wajah geram Athena yang melotot dengan bibir merapat membuat raut aneh yang menggelikan.


"Menjauh dariku!!"


"Jangan banyak bergerak, lukamu masih basah!"


"Diam. kau.. sss.."


Athena meringis saat tak sengaja tangannya menyentuh Luka jahitannya membuat Lucifer lansung menarik lengan Athena untuk diam.


"Kau tuli, ha? sudah ku bilang Diam!!! apa kau tak bisa?"


"Menjauh dariku!!"


Namun, Lucifer hanya membatu tak mengindahkan geraman Athena yang menepis tangannya beberapa kali hingga membuat kesabaran Lucifer mulai habis.


"Kau menjauh!!"


"Diam. dan Diam!!"


Lucifer menarik rambut Athena kuat dengan pandangan mendingin hingga barulah Athena sedikit berkeringat dingin membiarkan Lucifer melakukan apapun yang ia mau.


"Apa masih sakit?"


"Hm."


Srett..


"Kauuu!!!"


"JAWAB!!"


Geram Lucifer membuat Athena ingin memelintir tangannya tapi sayang tangan Lucifer lebih kuat darinya hingga tangannya yang dipelintir keatas kepala.


"Kauu!!"


"Jangan menguji kesabaranku!"


Tekan Lucifer lalu melihat luka di perut Athena yang terlihat berair, ia mengulur tangan mengambil Tisu untuk membersihkannya.


Semua itu Athena lihat dengan sendu, apa pria ini hanya bersandiwara perduli padanya atau ini rencana baru yang ada diotak licik pria ini?


Lucifer hanya diam melakukan apa yang ia mau agar semuanya membaik, rasa perihnya juga berkurang membuat Athena tenang sedikit.


"Ini hanya luka kecil, kau tak usah Berdrama."


"Hm."


Lucifer menarik lengan Athena untuk melihat bekas memar tadi sudah membaik dari yang sebelumnya hingga ada raut lega yang Athena lihat dari itu.


"Apa kakimu masih sakit?"


"Apa perdulimu?"


Ketus Athena menyentak kasar tangannya dari genggaman Lucifer yang terdiam sejenak menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Kau tak bisa pergi dari sini."


"Mau mu apa, ha? aku ini musuhmu. berhenti berpura-pura dihadapan k.."


Cup..


"Ehm!"


Mata Athena terbelalak saat bibirnya dibungkam bibir Lucifer yang kembali menaikan kedua tengannya keatas kepala hingga pergerakannya terkunci dalam kunkungan pria ini.


Kedua kaki Lucifer mengekang kedua kaki Athena yang lansung dibuat terkejut dengan pergerakan cepat Lucifer seakan menguasai tubuhnya.


"Ehmm!!!!"


Athena memberontak menutup bibirnya rapat tapi bibir pria ini sangat lembut mencari cela untuk membuka tutupan mulutnya hingga mata Lucifer terbuka menatap mata tajam Athena yang terlihat melemah saat satu tangan kekar Lucifer turun menyusuri lehernya memantik sudut bibir sensualnya terangkat dengan misteri yang besar.


"Kau tak mau membukanya. hm?" Athena menelan ludahnya kasar melihat mata elang ini menatapnya penuh keanehan. seketika mata Athena melotot saat tangan Lucifer masuk kedalam sela Beranya mencengkram dagging kenyal itu.


"Kauumm!!"


Barulah Lucifer meneroboskan bibirnya membuat Athena mau tak mau menerima dengan jantung yang memberontak, ia mengupat karna pria ini begitu tahu titik sensitif ditubuhnya.


Lama Lucifer mencumbu bibir merah ini sampai ia tak bisa menahan desakan hasrat yang melambung, disetiap hisapannya Athena merasa melayang karna ia baru pertama kali merasakan ini seakan berada didalam Mimpi, dan mengacuhkan bagian keras yang menekan pahanya.


Lucifer terus memancing pergerakan Athena yang tadinya teggang perlahan melembut tanpa sadar memejamkan matanya ikut merasakan bagaimana lembutnya pria ini memperlakukan tubuhnya.


"Ehnhmm!"


Athena tak bisa menahan suara itu sampai membuat Lucifer menyeringai menghisap bibir merah ini beberapa senti lalu melepasnya hingga nafasnya yang memburu berusaha dikendalikan Lucifer.


"Kau suka?" suara serak dan berat.


Athena tersadar. ia membuka matanya dengan sangat malu Athena tak berani memandang Lucifer yang begitu menggoda dengan bibir basahnya.


"Sial!!!! Ini bukan kau, Hena!!"


"A.. k..kau..itu." gugup Athena linglung.


"Hm?"


"Kau..Kau pria brengsek!! itu..itu keterlaluan!!"


Geram Athena memekik keras tapi Lucifer hanya diam menatap rona gugup dan merah yang berusaha Athena sembunyikan dari wajah galak dan juteknya.


"Bibirmu manis!"


"Kauuu!!!"


Cup..


Athena lansung diam dengan satu kecupan itu membuatnya dikurung dalam keheningan. Lucifer menarik tubuhnya dari tubuh Athena yang diam termenggu.


"Kau tak akan bisa keluar dari sini. atau kau ingin melihat sesuatu?"


"A..Apa?"


Lucifer tersenyum kecil meraih Borgol diatas Meja lalu kembali mendekati Athena yang ingin menjauh tapi lengannya sudah lebih dulu digenggam erat.


"Kau datang tanpa Izin. hm? dan.."


"Kau mau apa?"


Athena mendorong dada Lucifer yang mendekat kearahnya hingga membuat jantungnya kembali tak bisa dikondisikan.


"Dan keluar harus dengan Izinku!"


"Apa untungmu menyekapku, ha? kalau begitu kau bunuh saja. itu lebih baik dari pada sekamar dengan Pria gila seperti mu!!!"


Maki Athena hanya dijawab wajah datar Lucifer yang menarik tangannya mendekat kearah Borgol yang ia peggang membuat Athena benar-benar merasa Frustasi.


"Aku memang Gila. lalu kenapa si Wanita penghibur ini mengunjungiku. hm?"


"Persetan denganmu!!"


Ketus Athena berbalik memunggungi Lucifer yang diam menatap punggungnya hingga ia kembali memperbaiki cara berbaring Athena yang mencengkram pinggir Ranjang kuat.


"Berbaringlah yang benar."


"Terserah padamu!"


Umpat Athena. Lucifer hanya menjawabnya dengan pandangan biasa memasangkan satu Borgol lagi ke pinggir ranjang dan barulah ia turun.


"Jika kau butuh sesuatu. kau bisa memanggilku!"


"Tidak akan pernah!"


"Hm."


Lucifer melangkah pergi hingga membuat Athena diam lalu memeggangi bibirnya. rasanya kenapa ia tak marah?


"Kau pasti hanya mempermainkanku!"


Gumam Athena mengusap kasar bibirnya sampai ia sendiri merasa sangat Frustasi dengan dirinya sendiri.


"Sial!!!! aku tak mungkin berubah!!!!"


.....


Vote and Like Sayang..