
Pandangan menajam pria itu masih menghunus Taman dibawah sana, wajahnya terlihat hanya menampakan sisi datar dan ketenangan hingga tak ada yang bisa mengira apa yang ia rasakan setelah melihat bagaimana Intim dan hubungan antara wanita yang baru saja ia lihat tapi sangat membekas dipikirannya dan Pria yang tak lain adalah Adiknya.
Cestor tak menyangka kalau Lucifer sudah jatuh Cinta pada seorang wanita Misterius yang tak pernah tahu bagaimana pekerjaannya dan asalnya.
"Tuan!"
"Cari datanya!" titah Cestor pada Asistennya Brian yang mengangguk lansung menjalankan tugasnya, memang ia rasa Tuannya sangat menyedihkan.
Cestor masih melayang jauh diatas Loteng didekat taman, Pesta belum usai tapi ia begitu tertarik melihat pemandangan yang sangat mengejutkan tapi juga membuat bongkeman baginya.
"Kau tak pernah serius dengan wanita!"
Gumam Cestor lalu melangkah pergi. Mobil Lucifer sudah keluar dari Istana tanpa sepengetahuan Media atau siapapun karna anggota pria itu telah mengurus segalanya.
Yah, bagaimana tidak? Berots yang hanya tinggal bersama anak buah Lucifer yang mempunyai Ide Gila yang sangat exstrem untuk dilakukan.
Ia tengah ada dibawah lantai Dansa Lucifer dan Athena tadi seraya melenturkan tangan karna pegal menyirami bunga dari atas sana, Isyarat yang diberikan Masternya sangat cepat hingga mereka kelaggapan menyiapkan semuanya.
"Apa kita akan meledakan ini. Tuan?"
"Hm. kalau tidak kepalaku yang akan di ledakan Master!"
Geram Berots yang menyudahi pemasangan Bom dilantai yang tadi menyikut kaki Athena, selain itu Masternya juga ingin menghancurkan separuh Istana didekat Taman ini hingga rasanya sangat menakutkan jika dibayangkan.
..........
Sekarang keduanya telah ada didalam Mobil baru saja meninggalkan Istana Venuz. hal pertama yang yang mereka lakukan saat ini adalah bermesraan didalam Mobil yang tengah melaju kencang membuat Athena yang duduk ditempatnya santai saja karna ia sudah biasa dengan ini semua.
"Cifer!!!"
"Em, ada apa?"
Lucifer bertanya tanpa rasa bersalah sama sekali, padahal ia sudah membuat Athena menggeliat sedari tadi karna tangannya yang sudah menjelajahi bagain dadanya sampai Athena beberapa kali menepuknya risih.
"Tanganmu!"
"Tanganku menyetir, Sayang!"
"Yang satunya disini!!!"
Geram Athena menepis tangan Lucifer dengan jengkel tapi Lucifer malah beralih menerobos masuk kesela paha Athena yang lansung menoyor bahu kekar Lucifer jengkel.
"Ini di Mobil! aku tak mau mati sia-sia."
"Kita lakukan disini saja, bagaimana?" Lucifer mengedip nakal membuat Athena lansung menepuk pipi Lucifer dengan Tas kecilnya.
"Fokus menyetir!"
"Aku tak bisa fokus!"
"Kenapa? kita bisa mati disini!" kesal Athena mulai khawatir karna laju Mobil ini mulai cepat sampai menciptakan dengungan dijalanan.
"Aku tak bisa fokus, Sayang!!"
"Ci..Cifer. Mobilnya!!!!"
Geram Athena memeggang paha Lucifer yang menyeringai semangkin mempercepat laju Mobil hingga ia memidik satu Trotoar yang membuat Athena lansung sigap meloncat ke paha Lucifer yang memutar Kemudinya cepat sampai Ban Mobil bergeser keras hingga berputar Keren beberapa gerakan lalu terhenti tepat didekat Trotoar yang ingin di tabrak tadi.
"Cifer!!!!!"
Teriak Athena murka memukul wajah Lucifer dengan tasnya hingga Lucifer hanya terkekeh kecil menangkap tangan Athena yang sudah jantungan, ia bisa saja meloncat dari sini tapi ia khawatir Lucifer terperangkap didalamnya.
"Kau gila!! bagaimana kalau Mobilnya menabrak Trotoar? bisa saja kau mati malam ini juga."
"Aku sudah bilang, aku tak bisa fokus. Sayang!"
Geli Lucifer saat Athena terlihat sangat geram. apalagi mereka menerobos lampu merah tadi sampai Mobil Polisi dibelakang sana mulai terdengar.
"Resiko mempunyai Kekasih, Penjahat besar sepertimu!"
"Apanya? aku tak salah apapun." ucap Lucifer memeluk pinggang Athena yang beralih menyetir. Lucifer memindahkan sabuk pengamannya ke pinggang Athena hingga mereka benar-benar terikat bersama dalam kehangatan ini.
"Haiss!! aku benar bukan? kita dikejar Polisi!" Umpat Athena melirik Spion.
"Biarkan saja."
Acuh Lucifer bersandar ke kursinya. ia memperhatikan raut wajah Athena yang terlihat sangat teliti mengendarai Mobil ini. sesekali wanita itu terlihat menatap Lucifer yang juga memandangnya dari arah kaca Spion depan.
Namun, ternyata didepan sana sudah ada Mobil Polisi yang menghalangi jalan membuat Lucifer memeluk erat Athena.
"Aku rela ditangkap!"
"Hust!! kau diam!"
Ketus Athena melenturkan jari-jarinya lalu menghela nafas halus menghentikan Mobil sejauh 10 meter dari para Aparat Kepolisian yang mendekat dengan lampu jalan yang menyilaukan, mata Athena bergelut tajam mencari cela untuk keluar dari sini.
"Keluar!!!"
"Kita akan tertangkap. Sayang!"
Lucifer seperti Bayi bersembunyi diketiak Athena yang begitu jengkel tapi ia suka melihatnya.
"Keluar!!!"
"Maaf. Pak! aku terpaksa!"
Gumam Athena penuh kesopanan lalu menancap Gas Mobil saat pria itu sudah mendekat ingin menyentuh kaca jendela Mobilnya hingga mereka semua terkejut saat Mobil yang Athena kendarai melakukan Shoot melampaui trotoar sebelah kiri hingga sampai melambung beberapa Meter.
Brummm..
"Woww!!!"
"Kau memang luar biasa!!"
"Diam!!!"
Lucifer lansung diam mendengar geraman Athena yang masih memacu cepat memilih jalan sepi menuju rumahnya, ia menerobos beberapa palang merusak Mobil Lucifer yang hanya bisa tersenyum geli akan kekesalan Athena.
Dalam perhalanan. Athena selalu melewati jalan berlubang agar Mobil ini rusak parah tapi Lucifer hanya pasrah menikmatinya.
"Aku tak mau mati Perjaka, Sayang!"
"Turun!"
Athena melesatkan Mobilnya kedepan rumah yang sudah berganti Beton tapi ukurannya masih sama dengan Pagar kramik yang cantik ia lewati tadi.
"Sudah sampai?"
"Turun!!!!" Athena memekik.
"Kau duduk di pahaku. Sayang!"
Athena tersigap hingga barulah ia melepas Salblet kasar membuka pintu Mobil lalu melangkah dengan sejuta kedongkolan dikepalanya.
"Hey!!"
"Kau pulanglah!!"
"Kenapa? aku menagih bayaranmu!!"
Lucifer meloncat keluar memberi kode ke suatu tempat dengan tangannya lalu mendekati Athena yang sudah ingin masuk kedalam pintu rumah.
"Sayang. mana janjimu tadi?"
"Tidak ada!"
"Hey, aku minta bayaranku!"
Lucifer menahan pintu itu hingga membuat Athena naik pitam ingin menjambak rambut Lucifer yang menjengkelkan tapi suara serak didalam sana mencegatnya.
"Hena!!"
"A.. Ne..Nenek!"
Athena lansung gugup menarik Lucifer kebelakang tubuhnya tapi sayangnya Lucifer malah memeluk pinggangnya membuat Nenek Nuseta menyeringit melihat lengan kekar itu.
"Itu siapa?"
"A.. i..ini.."
"Suaminya!"
"Cifer!!!"
Geram Athena tapi hanya dijawab wajah acuh Lucifer yang tetap membelit tubuhnya sampai Nenek Nuseta keluar lansung terkejut melihat Lucifer yang bertopang dagu ke kepala Athena.
"I..Ini Panci?"
Dahi Lucifer mengkerut menatap Athena penuh tanya dan penghakiman, belitan tangan kekarnya ke pinggang Athena mulai menguat meminta jawaban sampai Athena tercekat.
"Siapa Panci?"
"Ouh, Ya Tuhan! ini Pancimu? Tampannya!!!"
Athena mulai frustasi melihat Nenek Nuseta memeggang bahu Lucifer yang kokoh. wanita tua ini terlihat sangat histeris mendapati Tubuh Gagah Lucifer yang setara dengan kharismanya yang kuat.
"Ouh. Pantas saja Cucuku selalu melamun karnamu sampai tak mau makan, ternyata Rupanya seperti ini!"
"Siapa Panci?"
Lucifer geram hingga Athena memijat pelipisnya pusing, Madam Mery yang mendengar jeritan Nenek Nuseta lansung keluar dari rumahnya saat mencela kata TAMPAN dan PANCI.
"Hey! wanita tak normal!"
"Apa kau?? lihatlah Cucuku mendapat Pria Tampan bahkan lebih Tampan dari Kekasih Putrimu!!!"
Ketus Nenek Nuseta sampai membuat Athena kualahan apalagi sedari tadi Lucifer terus bertanya soal siapa, panci itu?
"Siapa panci? dia kekasih gelapmu?"
"Sayang! ayolah, jangan dengarkan ucapan Nenek!"
"JAWAB!" Tekan Lucifer tak tenang karna ia dulu juga bingung saat Nenek Nuseta selalu menyebut Panci sebagai kekasih Athena.
"Panci itu nama peralatan dapur!"
"Aku serius!" tekan Lucifer begitu terlihat mengintimidasi hingga Athena lansung menangkup pipinya.
"Panci itu.."
"Siapa? apa dia lebih dari aku? hingga membuatmu melamun, tak makan tak tidur dan.."
"Dia itu KAU!"
Bluss..
....
Vote and Like Sayang..
Hihi.. sabar ya, kita pemanasan dulu😂