Mysterious Love

Mysterious Love
Dipermalukan dihadapan banyak orang.



Seketika tubuh Athena meneggang bak tersengat petir mendengar teriakan yang menyoraknya dari belakang sana hingga suara itu samar-samar Athena dengar sampai membuat Berots tercekat dengan Lucifer yang berdiri kaku menatap wajah kosong Athena yang diam.


"Dasar Anak Pembunuh!!!!"


"Kau membawa malapetaka bagi Negara kami!!!"


Teriakan mereka membuat Athena berbalik hingga ia menatap kearah Gerbang sana dimana semua orang memenuhi Pagar besi itu hingga petugas keamanan kualahan mengontrolnya.


"Kau hanya membuat masalah!!!!"


"Keluar kau!!!!"


Mereka semangkin sulit menahan Gerbang. Athena melihat ada Poster Neneknya yang dipeggang oleh satu pria yang menatap Athena dengan mengintimidasi mengeluarkan Korek ditangannya.


"Kau harus bertanggung jawab!!!!"


"Yahhhh!!!"


Pria itu menyeringai menatap Athena yang memperhatikannya hingga..


"Sayang!"


Lucifer yang berlari mengejar Athena menyonsong kearah Gerbang yang seketika lepas kendali hingga para manusia menyerbu kedalam Rumah Sakit membuat Lucifer lansung meraih tangan Athena namun wanita itu malah berlari masuk ke dalam kerumunan.


"Athena!!!!"


Athena hanya membatu dengan kepalan tangan menguat masuk kekerumunan itu hingga menghilang membuat Lucifer memucat mencari Athena.


"Hena!!!!"


Teriak Lucifer mencari karna beberapa orang disini mengejar Athena yang sudah menghilang membuat jantungnya benar-benar dilanda kegelisahan dan benar-benar khawatir ditengah kondisi yang tak stabil.


"Cari dia!!!!"


Lucifer geram melihat semua orang disini memburu Istrinya hingga sampai Team Media sana melakukan siaran lansung dengan berita-berita yang tak sesuai kenyataan.


"Tuan! Tuan bagaimana tanggapan anda soal Pembunuh yang.."


"Menyingkir!!!"


"Tuan! Tuan anda tak bisa menghindari kami, Tuan!!"


Berots memasang badan mendorong para Media menjauh. ia menatap Lucifer yang dikepung semua Wartawan. mata Lucifer bergelut tajam karna ia yakin disini banyak orang-orang suruhan mengembangkan isu yang ada.


"Master. anda carilah, Nona! saya akan menangani ini!"


"Tuan!!!"


Lucifer hanya mengacuhkan teriakan itu berlari ke arah dimana ia mencari Athena yang telah ditelan keramaian sampai suara Mobil Kepolisian didepan sana mulai berdatangan.


Apalagi semua Masyarakat pengunjuk rasa kemaren memenuhi lingkungan Rumah Sakit ini membuat Lucifer yang tak memakai masker dan Topi itu dihalang-halangi melangkah.


"Tuan Muda Kedua!!!"


"Tuan!!"


Lucifer sangat resah melihat kesekelilingnya dimana semua orang mengerumuninya hingga para anggota yang melihat lansung beralih mendekeng Lucifer berlari kesemua penjuru.


"Kau diamana?"


"Master. tadi ada Kerumunan di dekat ruangan Gudang disamping Rumah sakit. kemungkinan Nana disana."


Tanpa pikir panjang Lucifer berlari kesana dengan raut wajah naik pitam menghendel beberapa orang yang menghalangi jalannya hingga ia benar-benar menerobos hingga..


"Lihat apa yang dia lakukan!"


"Dia benar-benar mewarisi keturunan Ayahnya."


Mereka semua berbisik mengerumuni seorang wanita yang telah memeggang sebatang kayu hingga memukul habis tubuh seorang pria yang memeggang Poster terbakar itu.


"Sialan!!! Sialan kalian!!!"


Athena meluapkan semua emosinya sampai ia mengabaikan luka disekujur tubuhnya terus memukul pria itu dengan keras dan memberinya tinjuan mentah membuat semua orang yang melihatnya lansung menjadikannya tontonan geratis bahkan tak hayal membicarakannya.


"Sialan!!!!"


"Kau juga mau membunuhnya? meneruskan darah Ayahmu. ha??"


Air mata Athena lolos sempurna menendang punggung Pria itu kuat menelan semua makian yang terlontar padanya. tak ada yang perduli tentang fisiknya yang terlihat lemah tapi Athena masih bisa memukul menyalurkan amarahnya.


"Huuuuu!!!!"


Mereka menyoraki Athena yang lansung mengambil Poster yang sudah separuh terbakar itu hingga ia menatap dengan penuh rasa benci dan kemarahan pada pria yang memakai jaket hitam itu menyeringai menatapnya.


"D..Dia ingin membunuhku!!!!"


"Dasar!!!"


"Wanita tak tahu diuntung!!!"


Athan hanya diam dengan kepala tertunduk dan air mata yang lolos begitu saja membuktikan betapa sakitnya hatinya dikatai begitu bahkan ini Neneknya, wanita itu telah tiada dan mereka semua tega melakukan ini.


"Lempari saja dia!!!" salah satu wanita memprofokasi hingga mereka lansung mengambil botol-botol plastik ditong sampah dan melempatnya kearah Athena yang hanya diam mematung.


"Kau pasti hanya memanfaatkan kecantikanmu untuk memikat Tuan Muda kaya raya di Venuz ini, bukan??"


"Betul!!! kau sama saja dengan J*lang tak berguna!!!"


Satu batu itu melayang ke arah Athena namun sekilat bayangan itu lansung memeluk tubuh wanita itu mengurungnya dalam dekapan yang erat dan melindungi.


Bugh..


Degg..


Mereka terkejut saat semua sampah yang mereka lempar malah mengenai tubuh kekar seorang pria yang tampak sudah kelam dengan wajah mengeras dan kening berdarah karna lemparan batu yang mengenai keningnya barusan.


Seketika wajah mereka memucat lansung melepas beberapa kaleng minuman yang ingin dilempar kearah Athena yang hanya diam masih menunduk menremas Poster itu kuat.


"T..Tuan.."


"Lempar!"


"T..Tuan. k..kami..kami hanya.."


"LEMPAR!!!"


Bentak Lucifer membuat jantung mereka seakan terlepas ditempatnya bahkan kaki mereka sudah mengigil. rasa terkejut itu benar-benar terjadi melihat Tuan Muda Hermes ini malah melindungi wanita yang sudah menjadi bulan-bulanan Media itu.


"Kalian tak tahu apa yang terjadi tapi kalian seakan menjadi orang yang paling tahu semua kebenaran di Dunia ini!!!!"


Mereka semua diam bahkan tak ada yang berani bersuara sama sekali. keheningan itu melanda dengan beberapa Media yang menurunkan kameranya tak berani meliput apapun.


"Kalau bukan karna dia!!! sudah lama aku membunuh kalian semua!!!"


"Master!"


Berots yang datang bersiaga saat melihat suasana tak kondusif. amarah pria ini sudah menggunung apalagi melihat semua orang menghakimi Istrinya yang jelas-jelas masih dalam tahap pemulihan.


"L..Lepas!"


Gumam Athena gemetar mendorong lemah dada bidang Lucifer yang masih memeluknya erat tanpa mau mengendurkan sama sekali. padahal Athena sudah sangat malu dengan semua bahkan tak ada lagi harga dirinya dipandangan semua orang.


"T..Tuan! kami hanya menuntun tentang kebenaran yang ada di.."


"Kebenaran yang mana? apa yang kalian tahu soal dia?"


"Maaf. tapi sesuai yang kami baca dan ikuti kalau Nona Athenalah yang menjadi dalang dari semua masalah. apalagi sekarang Negara ini sudah mengalami banyak terjangan dari Perang antara kota di Alaska yang akan membuat Roda pemerintahan terkendala, kita akan sulit dipercaya oleh Negara asing jika rumor wanita ini masih menyebar."


"Cara satu-satunya hanya dengan menghakimi wanita ini yang pasti otak dari segala pembunuhan berantai itu!"


Athena lansung mendorong Lucifer kuat lalu melangkah pergi tak kuat lagi mendengarnya hingga membuat Lucifer menatap sendu kepergian Athena yang menjahui mereka semua.


"Kalian tak tahu apapun!"


Geram Lucifer meludah dihadapan mereka semua lalu menyonsong Istrinya hingga tatapan semua orang benar-benar saling pandang penuh tanya terutama seorang pria berjas putih dan penampilan rapi itu yang sedari tadi terkejut akan kericuhan di Rumah Sakit ini.


Ia melihat jelas semua orang menghakimi wanita itu seakan berita yang beredar itu memang benar. tapi tak seharusnya begini?


"Apa ini ada hubungannya dengan, Hera?"


Geram Relov benar-benar tak menyangka.


....


Vote and Like Sayang..