
Mentari diatas sana kembali bersembunyi dibalik awan gelap yang membuat cuaca masih bernuansa mendung antara meluruhkan hujan yang semalam sudah datang dengan menahan gelombang air yang masih berkumpul diatas sana menyisakan rintikan kecil dipagi hari yang begitu segar kali ini.
Gerimis menyisakan rintikan kecil pelan itu masih terasa terdengar tapi tak sederas tadi malam hingga sesosok wanita yang telah dibaluti selimut tebal diatas Sofa sana semangkin mengeratkan tekukan tubuhnya.
Wajahnya menyeringit saat tak merasakan lagi kehangatan yang semalam memeluknya mesra dengan belaian kasih sayang itu tapi kenapa rasanya saat ini ia hanya merasa kekosongan dengan aroma maskulin yang masih terasa di hidungnya.
"Cifer!"
Gumam Athena lalu membuka matanya dengan pelan hingga dahinya mengkerut melihat Sofa panjang ini dan selimut tebal yang membalut tubuhnya. Athena mengendus benda itu hingga termenggu saat menghirup aroma tubuh pria ini.
"Cifer!!! kau pulang?"
Panggil Athena menyibak selimutnya seraya menatap kearah Ranjang Nenek Nuseta yang masih belum sadar hingga ia melangkah keluar.
"Sayang!!! Cifer!!"
Tak ada sahutan sama sekali hingga mata Athena termenggu melihat Meja makan yang sudah ditata berbagai jenis makanan kesukaannya membuat Athena lansung terdiam.
"Apa dia yang menyiapkannya?"
Gumam Athena mendekat hingga melihat satu kertas Note yang ada disamping piring dekat segelas susunya. mata Athena tampak sendu dengan tubuh terduduk dikursi yang biasa ia duduki lalu mengambil benda tipis itu.
*Kapten. kau makanlah yang benar, aku tak ingin kau sakit apalagi cuaca tengah tak menentu. kau harus makan, kalau tidak hukumanmu akan menyusul setelahnya. kau paham?
DAMES*..
Athena membacanya dengan wajah yang beraut sendu namun ada binaran kecil dinetra coklatnya melihat tulisan ini, dari kalimat demi kalimat yang sangat tersembunyi makna dari kebiasaan seseorang akan terus mengancam jika ia tak makan atau melakukan sesuatu yang tak baik bagi dirinya.
"Kau pikir aku bodoh, ha?"
Suara Athena lantang membuat seorang pria yang ada dibalik pintu masuk sana hanya diam berjongkok menunggu suara dentingan sendok itu berbunyi, walau gerimis ini masih begitu dingin tapi ia kembali untuk memastikan sendiri apa wanita itu makan atau tidak.
"Dames tak pernah mengancam tentang Hukuman. aku tahu ini kau! sebenarnya ada apa? kau jangan diam saja Cifer, ini tak lucu!!"
Lucifer hanya diam mematung diam. jika seperti ini ia bisa tahu memfokuskan diri pada Athena, tak apa jika wanita itu membencinya asalkan masih ada Cinta diantara keduanya.
"Baik!"
Athena berdiri menatap deretan makanan ini. ia tahu dan merasakannya jika pria itu masih ada disini bahkan mendengarnya seakan mereka satu nafas dan gejolak hati yang sama.
"Kau begitu ingin menjauhiku, tanpa alasan yang tak aku tahu! kalau begitu kau tak usah mengunjungiku lagi, anggap saja aku tiada dan tak perlu melakukan hal tak berguna seperti ini."
"Kauu!!"
Kepalan tangan Lucifer menguat mendengar ucapan keras kepala Athena yang sangat tak bisa diarahkan jika begini. Athena memang tipe wanita yang tak bisa bersabar dalam urusan menunggu.
"Kau pergi saja kemana maumu! dan aku juga sama, lebih baik begitu dari pada harus saling menyakiti begini!"
"Hena kau.."
Lucifer mengumpat lalu melangkah pergi hingga Athena menatap kebelakang melangkah kearah pintu yang ia yakini pria itu dari sini tadi.
Ceklek...
Sayangnya hanya aroma Maskulin itu saja yang hadir menerpa wajah Athena. senyum perih wanita itu muncul menatap kearah jalan yang becek dengan jejak sepatu disana.
"Kau tahu? bahkan sampai sekarang aku masih percaya kalau kau tak sepenuhnya pergi, Cifer! dan aku mohon, jangan rusak itu."
Gumam Athena sesak lalu menutup pintu rumahnya kembali hingga Lucifer yang bersembunyi dibalik pagar sana tersandar lemas begitu saja.
Jiwanya memberontak untuk terus begini tapi ia harus lakukan sebelum Cestor lebih bertindak keras karna jika Athena masih disini maka bisa jadi Negara ini atas nama Venuz dengan kepemilikan Cestor tak bisa mengindahkan perang antara Alaska dan Venuz karna Lucifer enggan untuk melakukan pembantaian.
"Master!"
"Hm!"
"Tuan Cestor mengancam akan menyebar kasus Keluarga Nona Ke Media dan akan menjadikannya Buron!"
"Sialan!!"
Geram Lucifer lansung masuk ke dalam Mobilnya. jika itu sampai terjadi maka Athena akan malu besar bahkan wanita itu akan diburu satu Dunia ini karna kasus Kriminal yang terjadi dilatar belakang keluarganya.
"Dia memang ingin kekerasan!!"
"Tuan juga telah mengambil alih kursi Kepemimpinan President Arcules hingga dia yang sekarang berdualat di Negara ini. Alaska hanya kota, Master! maaf tapi anggota kita tak sepadan dengan Prajurit Negara ini, mereka bisa saja menghancurkan Alaska!"
Lucifer diam dengan wajah mengeras berfikir panjang. Cestor memang menjalankan apa yang sebelumnya ia bicarakan kalau ia akan melakukan apapun termasuk menyerang Alaska kalau Lucifer masih berani melindungi Athena.
"Tetap jaga tempat ini khususkan untuk Istriku, Wiliam akan tinggal disini merawan Nenek Istriku sampai dia sadar dan bawa mereka ketempat yang ku rencanakan nanti."
"Master! ini sangat beresiko, apa anda mau mengorbankan Alaska yang dulu sangat anda.."
"Apapun demi dia!"
Berots lansung dibuat tertelak menatap kearah Rumah Athena, begitu besar pengoranan Masternya tapi wanita itu tak tahu apa yang sekarang dihadapi suaminya sendiri.
"Jangan sampai Istriku tahu masa lalunya. biarkan dia membenciku tapi dia baik-baik saja."
"Baik!"
Berots mengangguk melajukan Mobil pergi meninggalkan Kediaman Athena yang sudah dijaga anggota lain disekeliling tempat ini. bahkan Lucifer telah membeli satu Komplek perumahan ini yang ada disekitar Rumah Athena termasuk Rumah Madam Mery yang telah dipindahkan ketempat lain agar kehidupan wanita itu aman.
Disepanjang perjalanan Lucifer memejamkan matanya dengan kepala tersandar ke kursi Mobil. Berots yang melihat itu ikut merasa prihatin karna kisah hidup Masternya sangatlah pahit, dari awal dia terus berjuang sampai sekarang pun masih sama.
Drett,..
Ponsel Lucifer berbunyi hingga tanpa membuka matanya tangan kekar itu terulur mengambilnya lalu melirik kecil hingga ia tertuju pada Walpaper layar pipih canggih ini tanpa mengindahkan panggilan dari seberang sana.
"Aku masih semangat sampai saat ini karnamu, Sayang!"
"Sedari tadi Nona Hera menelfonku. Master!"
"Acuhkan saja!"
Jawab Lucifer datar. ia sedang tak ingin menambah masalah sekarang apalagi melibatkan wanita itu.
Angkat Telfonnya. ada sesuatu yang penting ingin ku bicarakan.
Pesan singkat itu hanya diacuhkan Berots hingga masuk lagi pesan lain yang lebih meyakinkan.
Ini masalah Nyonya Violette dan Cestor. aku serius ini menyangkut Athena. Temui aku di dekat Pantai utama kota.
Berots lansung diam melirik dikaca Spion wajah muram datar Lucifer yang masih memejamkan matanya. apa ia sampaikan tapi bagaimana kalau ini hal yang serius dan membuat kerugian?
"Master!"
"Hm!"
"Nona Hera memberi pesan kalau ada Informasi menyangkut Nyonya Violette tentang Nona Athena."
Lucifer lansung membuka matanya menatap keluar Jendela Mobil. hanya raut datar yang tak dimengerti Berots yang menyetir.
"Kesana sekarang!"
.....
Vote and Like Sayang..
Bagi yg menunaikan Ibadah Puasa.. Selamat Berpuasa ya sayy...😊 maaf kalau ada salah kata dan kalimat. mohon saling memaafkan lahir batin yak😊