Mysterious Love

Mysterious Love
Menikah?



Athena benar-benar terkejut saat mendengar pernyataan Lucifer barusan, wajahnya kosong begitu saja dengan raut mata melayang entah kemana mencari cela agar memahami semua ini.


Jika kedua orang tua Lucifer telah meninggal dunia, lalu Nyonya Violette dan President Arcules itu siapa? atau itu orang tua angkat, tapi kenapa Lucifer sangat membencinya.


"J..Jadi.."


"Hm, aku yakin mereka terlibat dalam Pembunuhan kedua orang tuaku. aku tak pernah percaya pada mereka yang hanya memanfaatkan kami."


Kepalan tangan Lucifer menguat dengan raut wajah mengeras begitu terlihat menahan amarah yang besar, ia tak akan perduli baik berhadapan dengan Kakak atau apapun yang menghalangi jalannya.


"Jadi, mereka bukan kedua orang tuamu?" tanya Athena mengelus punggung Lucifer lembut.


"Hm, mereka saudara Dadyku!"


"P..Paman dan Bibik?" Athena tak percaya.


"Dia bukan apapun bagiku." geram Lucifer semangkin memeluk erat Athena yang benar-benar merasa Syok. berarti dengan kata lain saat kedua orang tua Lucifer tiada yang mengambil Cestor dan Lucifer adalah Nyonya Violette dan suaminya, tapi kenapa harus membenci?


"Sayang, belum tentu mereka ikut ambil da.."


"Mereka itu LICIK!"


Lucifer membentak sampai Athena terperanjat jantungan karnanya membuat Lucifer tersigap memejamkan matanya yang begitu terpancing.


"Maaf, aku..aku hanya sangat membencinya."


"Em, tapi Kasus yang ku tangani adalah Kasus kematian kedua orang tua mu."


"Apa?"


Athena mengangguk menatap Lucifer yang juga memandangnya rumit, ia kira Athena hanya menangani beberapa kasus pembunuhan yang ia lakukan, nyatanya wanita ini juga menyelidiki hal yang sama.


"Kau pikir aku yang membunuh kedua orang tuaku?"


"Sayang, bukan itu maksudku!"


Athena mengkalungkan kedua lengannya ke leher kokoh Lucifer yang memandangnya dengan tatapan menghakimi, terlihat begitu Arogant dan pemarah.


"Lalu?"


"Yah, memang dulu aku pikir kau dalang dari semua Kejahatan di Venuz, tapi nyatanya ada orang lain yang bergerak dengan memanfaatkan namamu."


"Itu sama saja, kau juga menuduhku melakukannya."


Datar Lucifer menyibak selimut yang membalut tubuh Athena hingga paha mulus yang hanya setengah ditutupi Kemeja kebesaran yang dipakai Athena terlihat penuh dengan memar.


"Aku suka warna kulitmu yang sekarang."


"Apanya? kau lihat bekas gigitanmu semua!"


Ketus Athena dengan jengkel menyibak rambutnya hingga terpampang jelas memar dan kemerahan yang menjelajahi leher sampai ke dadanya, benar-benar terasa nyeri tapi Lucifer begitu puas melihatnya.


"Kalau ini ini hilang aku ingin menambahnya lagi!"


"Cih, sekarang kau harus bertanggung jawab, itu ku sakit, pinggangku seakan mau patah dan aku tak bisa berjalan."


Dengus Athena membuat Lucifer lansung menaikan ujung Kemeja Athena keatas dada hingga ia kembali terpaku pada bagian empuk yang semalam memijat pusakanya ketat sampai ia hilang kendali.


Pugh..


Athena memukul pipi Lucifer dengan bantalnya karna sangat malu dipandangi begitu, apalagi yang menjadi objek adalah bagian sensitifnya.


"Sayang!"


"Jangan memandangnya begitu!! kau ini tak pernah berubah, tetap saja Mesum!!"


"Kalau aku berubah, kau harus khawatir."


Jawab Lucifer membuka Jaketnya membuat Athena menyeringit bingung.


"Kenapa?"


"Bisa saja aku mempunyai wanita lain."


"Coba saja, jika kau memang ingin ku buang selama-lamanya."


Geram Athena mendapat wajah tak suka Lucifer, ia jadi agak khawatir jika Athena benar-benar meninggalkannya.


"Aku hanya bercanda, kau tak perlu seserius itu."


"Harus serius, aku tak ingin bernasip sama seperti wanita-wanita Venuz yang ditinggalkan kekasihnya saat masih mencintai."


Lucifer hanya diam tak ingin menanggapi ucapan Athena yang sangat tegas tapi ia suka, wanita ini tak pernah Plin-plan dalam prinsip hidupnya.


Namun, dahi Athena mengkerut saat Lucifer membuka pahanya hingga ia meringis merasakan bagian intinya sangat perih.


"Cifer!"


"Hm."


Lucifer melihat bagian merah ini tampak bengkak dan ada sobekan yang ia terobos semalam, sungguh hatinya sangat senang karna ia yang pertama bagi Athena.


"Akan ku bantu mandi."


"Hanya mandi, kan?" tanya Athena gugup sampai menarik seringaian dibibir Lucifer yang meniup bagian intinya.


"Apa kau ingin lebih?"


"A.. itu.. tidak, aku..aku hanya mau mandi."


Jawab Athena memerah merasa malu sendiri, memang tak bisa ia tepis kalau melakukan itu dengan Lucifer sangatlah nikmat apalagi pria ini begitu bisa bermain membuatnya selalu ingin tak bisa menolak.


"Hm. nanti malam aku lakukan."


"A.. kau..kau bicara apa? ayo cepat mandi!"


Lucifer mengulum senyum geli lansung menggendong Athena yang menyembunyikan wajah tomatnya ke ceruk lehernya, rasanya ia begitu terlihat menjijikan menunjukan rona merah ini tapi ucapan Lucifer benar-benar seakan menggodanya.


"Sayang!"


"Hm?" Lucifer mendudukan Athena dikursi kamar mandi seraya mengambil Shower mengatur suhu air agar tak terlalu panas dan dingin.


"Apa kau tadi pulang?"


"Iya, tapi hanya sebentar!"


Jawab Lucifer masih sibuk mengatur air dan peralatan mandi Athena yang ingin bertanya apa Lucifer tadi bertemu Hera atau tidak?


"Apa disana ada masalah?"


"Tidak!"


Athena mengangguk hingga melepas kemejanya santai membuat Lucifer yang melihatnya lansung memejamkan matanya menghela nafas halus menormalkan gejolak hasrat yang kembali melambung.


"Sayang! aku harus bicara dengan Jendralku."


"Apanya?"


Lucifer mendekat membawa Shower ditangannya lalu memandikan Athena yang diam bergantung ke pinggang kekar Lucifer.


"Hanya ingin memberi tahu tentangmu?"


"Mereka akan menentang hubungan kita!"


Athena terdiam mendengarnya hingga ia mengadah menatap wajah tampan Lucifer yang fokus memandikannya, kalau ia sudah cinta maka ia percaya kalau Lucifer memang tulus dan akan ia buktikan itu.


"Kau memang tulus mencintaiku, kan?"


Pertanyaan itu membuat Lucifer menghentikan kegiatannya menatap Athena yang juga memandangnya begitu menantikan jawaban dari Lucifer yang menangkup pipinya dengan satu tangan.


"Apa perlu aku membuat peryataan di Media hingga menyiarkannya ke seluruh penjuru Dunia kalau AKU SANGAT MENCINTAIMU?"


Athena lansung tersenyum haru memeluk pinggang Lucifer yang mengelus punggungnya dan mengecup puncak kepala Athena lembut.


"Aku hanya takut, sekarang aku..aku punya kau dan Nenek. aku mohon jangan kecewakan aku."


"Tidak akan, aku akan pergi jika aku Mati! aku tak akan meninggalkanmu."


Athena tersenyum semangkin terasa lega, ia yakin Lucifer tak akan sejahat itu mempermainkan hatinya. walau semua orang menentangnya karna mencintai Penjahat Alaska tapi ia akan tangguh jika Lucifer ada bersamanya.


"Hm, kau janji jangan meninggalkan aku."


"Janji, sudahlah. jangan membahas ini lagi, pikirkan kau mau Pesta pernikahan yang bagaimana?"


Degg..


Athena terkejut mendengarnya hingga ia mematung memandang Lucifer yang berjongkok menaikan kedua kakinya ke sisi pinggir kursi untuk membersihkan lukanya dibagian bawah.


"M..Maksudmu?"


"Aku ingin kita menikah secepatnya. saat kau dan aku sudah menikah maka kita tak akan bisa terpisahkan."


Athena lansung memeluk Lucifer yang senang dengan responnya, tak ia sangka pria ini begitu cepat ingin menikah, ia kira Lucifer masih ingin berhubungan begini.


"Kau mau?"


"Mau! aku sangat mau."


Jawab Athena berbunga, wanita mana yang tak akan senang saat ia ingin dimiliki secara utuh oleh kekasihnya. Athena juga wanita biasa yang takut jika kedepannya akan banyak badai dikehidupan mereka.


"Master!!!"


Athena tersigap saat suara itu terdengar.


...


Vote and Like Sayang..