
Rintikan hujan itu mulai mengguyur kota setelah renjana senja yang tadi mengukir langit sore ini menjadikan cahaya redup dan mendung agak gelap.
Semua manusia yang diguyur hujan itu lansung berlarian berteduh dan tak hayal membawa payung menyebrangi jalan. mobil-mobil yang tengah berlalu-lalangpun tak berhenti melainkan tetap melajukan gasnya.
Sekiranya seperti itu yang dialami Lucifer yang tak mengindahkan derasnya hujan dan keramaian ini, ia baru saja kembali dari tempat Belanja mencari pakaian Athena karna ia tak ingin membuang waktu lama kembali ke Istana.
Didalam Mobil Itu, Lucifer berkendara seraya mengerjakan urusannya yang sangat penting. sebenarnya hari ini ia sangat sibuk mengurus segalanya tapi Lucifer tak perduli, ia sudah tak tahan dijauhi seperti ini.
Setelah beberapa lama. Mobil Lucifer masuk ke Gerbang pekarangan Athena hingga ia lansung keluar berlari kecil menembus hujan seraya menapaki tangga pendek didepan rumah kecil ini.
"Sayang!!"
Panggil Lucifer mengetuk pintu kecoklatan yang ada dihadapannya. serpihan hujan ini menerpa tubuhnya yang separuh basah masih berdiri tegap menenteng Paper-bag besarnya.
"Sayang!! kau didalam?"
Tanya Lucifer seraya mengintip dijendela samping hingga ia mencium aroma makanan dan pastinya wanita itu ada didalam.
"Hena!!! buka pintunya, Sayang!!"
Tak ada jawaban sama sekali hingga Lucifer memaksa tangannya menyelip ke sela kaca jendela dengan kuat sampai lengannya ditekan benda itu. tapi ia hanya diam saat darah yang keluar dari tangannya malah merembes membaluri kaca.
Tak..
Suara Pintu yang terbuka hingga Lucifer berbinar cerah menarik tangannya kembali. ia melangkah masuk menatap kesemua penjuru tempat ini.
"Kenapa kau kesini??"
Lucifer menoleh kearah pintu kamar hingga ia melihat wanita dengan pakaian Bumil berganti itu terlihat baik-baik saja walau wajahnya sedikit pucat.
"Kau baik-baik saja. kan?"
"Apa perdulimu? dan sekarang pergilah dari sini!!!"
"Sayang aku.."
"Keluar atau aku yang pergi!"
Lucifer lansung mengangguk melangkah kedepan tapi Athena menjahuinya hingga tatapan mata Lucifer benar-benar tersirat rasa sakit tapi ia sembunyikan dari wajah biasanya namun terlihat pucat.
"Aku ingin meletakan ini!"
"Aku tak butuh itu!"
"Cuacanya tak menentu. kau bisa sakit tanpa baju hangat!"
Lucifer meletakan benda itu diatas Sofa depan TV seraya menyembunyikan tangannya yang berdarah. ia tak ingin membuat Athena semangkin stres nantinya.
"Keluar!"
"Iya tapi.."
"Kau tak ingin Keluar?" geram Athena memang sangat geram tapi percayalah matanya sudah memanas sedari tadi.
"A..Aku Keluar! tapi, kau..kau jaga diri baik-baik. kalau ada apa-apa kau panggil aku atau bisa berteriak!"
Athena hanya acuh menutup pintu kamarnya hingga Lucifer menghela nafas halus. ia menatap dapur yang sudah tersaji berbagai makanan tapi tak ada susu yang melengkapinya.
"Kau selalu pelupa!"
Gumam Lucifer melangkah ke dapur membuka lemari pendingin hingga mengambil Susu hamil yang sudah disiapkan setelah kepergian Athena tadi oleh Anggotanya. ia menuangkan air hangat yang tak terlalu panas itu hingga dalam beberapa menit minuman itu jadi dan diletakan diatas nampan yang ia tata dengan makanan yang sudah siap.
Sebenarnya sedari semalam ia belum makan apapun karna sibuk mengurus semuanya tapi rasa laparnya telah hilang digantikan rasa khawatir dan takut akan amarah Athena.
"Sayang!"
Lucifer membawa nampan itu ke depan pintu kamar Athena yang masih berdiri tepat dibelakang pintu tapi ia segera cepat melangkah ke Ranjang mendengar langkah kaki pria itu.
"Sayang!"
Lucifer membuka pintu kamar hingga pandangannya tertuju pada gudukan selimut yang membisu itu.
"Kau.."
"keluar!!"
Lucifer diam mematung sejenak lalu melanjutkan langkahnya mendekati Ranjang Athena yang sudah bergetar merasa sangat terluka. ia sangat merindukan pelukan hangat itu sekarang.
"Maafkan aku!"
"K..Keluar!"
"Keluar!!!"
"Makanlah! kau pasti belum makan apapun, jika kau marah atau benci padaku aku tak masalah. tapi jangan hukum dirimu sendiri atau bayi kita, hm?"
Bibir Athena bergetar mencengkram selimut ditangannya. sementara Lucifer meletakan Nampan itu diatas ranjang tapi ia tak mau menyentuh Athena dengan perlakuan kotornya.
"Aku terlalu bersemangat. Sayang! sampai melukaimu lagi, tapi aku bersumpah. aku sangat mencintaimu dan semua akan ku lakukan agar kau dan baby aman. Tidur yang nyenyak!"
Lucifer lansung pergi keluar kamar hingga Athena menyibak selimutnya dengan isakan kecil yang lolos dibibir sensualnya.
"A..aku ha..hanya benci kedekatanmu dengannya, hiks! hanya itu!"
Gumam Athena menatap Nampan yang sudah lengkap ini. perlakuan Lucifer yang masih lembut padanya membuat Athena merasa sangat kacau.
Dengan gemetar Athena mengambil gelas susu itu dan menegguknya pelan dengan air mata yang lolos begitu saja. bahkan rasanya sangat pas tak kemanisan atau hambar, dia memang sangat pandai melakukan segalanya.
Karna penasaran apa Lucifer pergi atau tidak. Athena lansung turun dari ranjangnya melangkah ke pintu kamar dengan mendorongnya pelan diredam gemericik air dari atap sana.
Suara gemuruh mulai terdengar dengan kilatan kecil dari awan gelap yang perlahan menghitam. langkah Athena terhenti didepan pintu masuk hingga jantungnya berdebar kuat apa pria itu ada diluar.
"Cifer kau.."
Namun, saat dibuka tak ada orang sama sekali hanya ada kursi yang lembab dan bagian tangga yang basah membuat pandangan Athena menatap kesegala arah.
Mobil itu juga sudah tak ada hingga sudut bibir Athena terangkat miris. ia pikir Lucifer akan menunggu disini tapi nyatanya tidak.
"Bagus! kau pasti begitu sangat sibuk."
Athena menutup pintunya kembali dengan kasar bahkan menguncinya dari dalam lalu melangkah kembali kekamarnya. sementara orang yang ia cari itu tengah berbicara dengan anggotanya yang membawa Mobil keluar Gerbang.
"Master! kami bisa memasang tenda untuk anda."
"Jika diluar aku tak akan dengar apa istriku berteriak atau tidak. yang jelas lakukan semua seperti yang ku perintahkan dan jangan ada yang melakukan kesalahan!"
Berots yang memayungi Masternya pun hanya bisa diam mengangguk mengisyaratkan agar anggota lain cepat bertindak.
"Master! saya membawa makanan untuk.."
"Hubungi Cestor dan berikan catatan ku kemaren padanya!"
Sambar Lucifer seakan tak tertarik dengan tawaran Berots yang sangat prihatin. seandainya Nonanya tahu hal apa yang sebenarnya terjadi maka ia akan sangat menyesal mempermasalahkan semua ini.
"Master! biarkan saya menemani anda berjaga di luar sini."
"Kau punya tugasmu sendiri. aku tak ingin semuanya hancur."
Akhirnya Berots mengangguk memayungi Lucifer kembali ke depan Rumah kecil dengan suara gemuruh yang mulai kuat membuat Berots khawatir.
"Master! sebaiknya anda masuk, hujan ini akan lebat dan kemungkinan ada petir! tak baik diluar begini."
"Kau siapkan yang ku pesan tadi secepat mungkin!
"Tapi.."
"Pergilah!"
Berots terdiam sejenak menatap wajah pucat Masternya. ia mengeluarkan Mantel dari Paper-bagnya lalu membuka Jaketnya mengelap Kursi yang basah.
"Anda biaa duduk disini. Master!"
"Hm!"
"Ini makanannya!"
Berots meletakan Paper-bag dan Mantel itu diatas Jaket yang ia jadikan alas pengering kursi santai kecil ini.
"Pergilah cepat!"
"Baik! makan-makanan anda."
"Hm!"
Berots dengan tak rela melangkah pergi hingga Lucifer menghela nafas menatap pintu yang sudah ditutup rapat, tapi ia lega karna pasti Athena sudah tidur tak ada lagi suara wanita itu.
"Kau tenang saja. aku akan selalu menjagamu. Sayang!"
.....
Vote and Like Sayang..