Mysterious Love

Mysterious Love
Kembali sadar!



Mentari diatas sana sudah naik kepermukaan awan yang masih saja mendung tapi tak semuram sebelumnya, masih ada sedikit kilauan keemasan yang lolos dari sela awan itu hingga menerangi semua dengan silau redupnya.


Cuaca pagi ini sudah sangat lebih baik, seakan ia menghiraukan apa yang akan terjadi nantinya dan tetap meneduhi siapa saja yang ada dibawahnya.


Satu Komplek perumahan itu seketika sunyi tak seperti biasanya dimana saat mentari menyembulkan kepalanya itu maka akan banyak para wanita paruh baya yang berkumpul untuk sekedar berbagi kisah, entah kenapa pun sulit dijelaskan dengan kata-kata.


"Ehm!"


Sesosok polos yang tak mengenakan apapun itu menggeliat didalam pelukan tubuh kekar yang juga sama dengannya, handuk dan Bathrobe yang dinihari tadi mereka pakai membersihkan diri setelah bercinta sudah tergorok dibawah ranjang hingga hanya selimut tebal ini saja yang membalutnya.


Tubuh mulus dengan kening masih diperban itu terlihat terus menggeliat mencari tempat yang nyaman hingga ia memilih dada bidang sang suami yang segera merangkuhnya hangat kembali dengan belitan tangan posesif yang melindungi.


"Ehmm!"


Lucifer membuka matanya karna pergerakan Athena hingga ia menatap wajah cantik gelisah Istrinya yang terbenam kedada bidang miliknya membuat Lucifer tak tenang.


"Hey! Sayang!"


"Ehm!"


Athena masih menggeliat hingga Lucifer lansung berbaring menyamping menyangga kepalanya dengan satu tangan lalu menatap Athena kembali.


"C..Cifer!"


"Hey, ada apa?"


Lucifer menepuk pelan dan sangat lembut pipi Athena agar bangun hingga wanita itu lansung terbangun dengan wajah yang terlihat tak nyaman menatap Lucifer dengan raut penuh rasa takut.


"C..Cifer!"


"Ada apa, hm?"


"A..Aku.."


"Kenapa? apa ada yang sakit?"


Lucifer sebisa mungkin bertanya dengan pelan melihat raut linglung Athena yang merapatkan diri kearahnya, wanita ini seperti hanya merasa tenang dengan jarak yang tak tercipta diantara tubuh keduanya.


"Apa aku terlalu kuat melakukannya? maaf, aku sudah menahannya tadi tapi kau.."


"Perasaanku tak enak."


Suara Athena muncul hingga Lucifer termenggu diam mengelus kepala Athena yang terbenam kedadanya, rasa khawatir itu ia redam dihati sang istri yang sudah mulai menunjukan sisi hal yang menonjolkan kehamilannya yang masih awal.


"Memangnya kenapa?"


"Aku tak tahu, rasanya aku sangat tak ingin jauh-jauh darimu."


Sudut bibir Lucifer terangkat membentuk lengkungan kecil menarik rasa tenang dihati Athena dengan belaian tangan dan aura perlindungan dari tubuh kekarnya.


"Sudahlah, itu hanya rasa Cinta yang terlalu besar untukku. kau hanya perlu tenang dan yakin kalau tak akan ada hal buruk yang terjadi setelahnya."


"Kau jangan kemana-mana, kau disini saja!"


"Hey, Nyonyaku. sejak kapan kau sangat Posesif, hm?"


"Cifer! aku serius, jangan kemana-mana dulu. temani aku saja hari ini."


Tanpa banyak berfikir Lucifer menganggukinya dengan ringan dan melirikan matanya kearah Jendela kamar dimana pagi sudah datang, pekerjaannya akan semangkin banyak dan ia harus melakukannya disini.


"Sudah pagi. Sayang!"


"Hm, aku minta Vitaminku!"


Athena pasrah saat Lucifer menciumnya lagi entah kesekian kalinya pria ini melabuhkan bibirnya ke bibir Athena yang sudah kebas dihisap lembut setelah ciuman panas mereka semalam yang menyisakan rasa ingin ditubuh Athena.


Terbukti dengan ciuman manis dipagi hari ini Athena sambut dengan balasan nakal yang memancing hingga Lucifer merasa hanyut tapi segera sadar menarik bibirnya menjauh hingga wajah Athena merenggut kecewa.


"Cifer!!"


"Lagi?"


Dengan malu-malu Athena menganggukinya seraya meraba dada bidang penuh tonjolan otot Sexsi itu membuat Lucifer memejamkan matanya menikmati dan berusaha mengontrol diri.


"Aku mau lagi!"


"Tapi, keadaanmu belum stabil. Sayang!" Lucifer menahan tangan Athena yang ingin kebagian bawah karna ia bisa menggila kalau sampai wanita ini kembali memimpin seperti semalam.


"Aku sudah baikan. kau tak perlu khawatir!"


"Tidak, untuk saat ini kau tak boleh kelelahan. kita lakukan lain kali, hm?"


Athena menggeleng masih memaksa mencumbu leher Lucifer yang mencengkram sepreynya menahan untuk tak terpancing walau ia sudah membayang.


"H..Hena.."


Athena masih sibuk memberi sentuhan hingga suara diluar sana menghentikan kegiatannya.


"Cifer!!! Nona!!!"


Suara Dokter Wiliam membuat Athena tersigap dengan Lucifer yang lansung mengambil Handuk dan Bathrobe mereka diatas lantai.


"Sayang!"


"Kau tunggu disini!"


Athena mengangguk membiarkan Lucifer melangkah kedekat pintu seraya memakai Bathrobenya karna tatapan Athena sudah sangat menerkam tubuhnya.


Pintu itu ia buka hingga wajah putih Dokter Wiliam yang menatap Lucifer dengan raut yang cukup sulit untuk diartikan oleh Athena yang mengintip.


"Hm."


Degg..


Athena yang mendengar itu lansung terkejut hingga ingin segera turun tapi Lucifer menatapnya tajam hingga Athena menunda kakinya untuk menapaki lantai ini.


"Hm, aku akan kesana!"


"Ehm!"


Dokter Wiliam berdehem agak merasa tak nyaman menyampaikan ini ketika melihat bekas kismark di leher kekar itu dan kemungkinan besar Nonanya sudah bangun.


"Cifer!"


"Hm!"


Dokter Wiliam memelankan suaranya seraya ingin menatap kedalam tapi Lucifer mendorongnya keluar dengan kasar.


"Cepat katakan!"


"Haiss. aku hanya ingin bilang kalau kau jangan lansung masuk kesana, bisa saja nanti wanita tua itu Drop melihatmu."


"Hm!"


Dokter Wiliam melangkah pergi hingga Lucifer terdiam sesaat. apa Nenek Nuseta akan mengatakannya pada Athena? tapi bagaimana kalau Athena meresponnya dengan sangat berlebihan.


"Sayang!"


"Hm?"


"Aku ingin ke kamar Nenek!"


Athena yang turun dari atas ranjang dengan betis masih diperban tapi tak terlalu sakit karna Dokter selalu memantau perkembangan kesehatannya sesuai permintaan ketat dari sang suami.


"Hm, pakai pakaianmu!"


"Tapi.."


Lucifer hanya diam menatap penuh penekanan Athena yang menurut tak ingin membantah menuai perdebatan. Lucifer mengambil baju santai didalam lemari lalu memakaikannya pada Athena yang hanya diam sesekali menatap ke pintu kamar karna tak sabaran.


Raut senang itu tak bisa ia tahan karna Neneknya sudah sadar kembali dan ia harus menemuinya sesegera mungkin.


"Sayang, cepatlah!!"


"Hm, sebentar!"


Lucifer memakai pakaiannya dengan celana Joger seperti biasa dan kaos Oblong berwarna putih yang tak membosankan karna ia sudah sangat Tampan memakainya.


Disela hela'an nafasnya. Lucifer terlihat beberapa kali mengecup dada dan bahu Athena dengan tangan membelit perut wanita itu mesra.


"Ayo!"


"Cepat!! Nenek pasti sudah menunggu!"


"Hm!"


Lucifer menggendong Athena menuju keluar dengan kepala yang terus berfikir, kalau Nenek Nuseta sadar maka besar kemungkinan Athena akan tahu segalanya sebelum semuanya membaik.


Setelah sampai kedepan kamar. Lucifer menurunkan Athena pelan tanpa ingin masuk sama sekali.


"Ayo, Sayang!"


"Kau duluan saja."


"Em, Baiklah!"


Athena mencoba mengerti mungkin Lucifer ada pekerjaan penting hingga ia masuk duluan dengan tatapan menjaga Lucifer pada langkahnya dibalik tirai kamar ini.


Seketika, mata Athena memanas melihat wanita senja ini sudah membuka mata lemah dengan selang oksigen masih menyengkang hidungnya sesui pantauan Dokter Wiliam.


"Neek!!"


Athena berhambur keatas ranjang minimalis ini memeluk Nenek Nuseta yang tampak mengembun dengan gemetar mengangkat tangan keriputnya mengelus kepala Athena penuh kasih sayang.


"N..Nek hiks, kau..kau sadar!"


"H..H..Ena!"


Athena mengangguk dengan bulir bening berjatuhan dari matanya mengecup punggung tangan rentan ini dengan wajah begitu bahagia melihat mata bergradasi biru yang sudah berlensa kacau itu kembali menatapnya.


"Nek. kau..kau kenapa lama sekali bangun? aku..aku sangat khawatir padamu!"


"H..Hen..na!"


Hanya itu yang baru bisa Nenek Nuseta katakan dengan bulir bening yang jatuh menyusuri wajah keriputnya, ia terlihat menatap Athena dengan pandangan yang sulit diartikan hingga Dokter Wiliam keluar dari ruangan itu menemui Lucifer yang masih diam didepan kamar.


"Keadaannya masih belum stabil!"


"Dia bicara sesuatu?"


Tanya Lucifer agak khawatir hingga Dokter Wiliam menggeleng.


"Untuk saat ini dia hanya bisa bicara sepatah dua kata hal yang penting saja, kemungkinan dia akan Dorp jika bertemu dengan kau. Cifer!"


Lucifer menghela nafas halus, ia kembali di uji dengan semua ini tapi ia akan tetap teguh memperjuangkan Athena dan calon bayi mereka.


.......


Vote and Like Sayang..