Mysterious Love

Mysterious Love
Rasa Khawatir!



Ledakan Gedung Militer Venuz itu lansung membuat bagian Cam pelatihan dan tempat penyimpanan senjata dari CIA dan Organisasi lainnya lansung hancur dengan reruntuhan yang membuat kabut dimanfaatkan anggota Lucifer untuk menyelinap hingga menghabisi segalanya.


Jendral Guinter yang tadinya terkejut dengan ledakan itu hanya bisa diam bersembunyi dibalik puing-puing besar bangunan yang menutupi tubuhnya dari pencarian anggota Lucifer.


"Sial! mereka sangat cepat!"


Umpat Jendral Guinter tak bisa memperhitungkan target-target yang intinya bisa melumpuhkan pertahanan dengan rencana yang akurat dan penuh pertimbangan.


Setelah beberapa lama bersembunyi dibalik Puing ini, Jendral Guinter keluar membelah kabut yang membawanya kearah tak tentu hingga ia hanya mengingat jalan saja.


"Mau kemana?"


Jendral Guinter seketika tersengat dengan suara dingin dibelakangnya itu hingga ia berbalik hanya melihat kabut ditengah malam yang kental gelap menghitam ini.


"Siapa kau?"


"Kau mencariku! bukan?"


Jendral Guinter tetap berusaha tenang karna ia terfikir oleh satu orang dan satu nama yang jelas berhubungan dengan Athena sialan itu.


"Cih! tunjukan rupamu, jangan hanya bersembunyi dibalik kegelapan!"


Seketika lampu besar dari arah Tower tak jauh dari mereks lansung menyala hingga mata Jendral Guinter terbelalak melihat tubuh kekar nan gagah seorang pria tengah berdiri tegap dengan wajah yang benar-benar dingin begitu menguarkan kekelaman menatap membunuh Jendral Guinter yang gemetar.


"K..Kau.."


"Hm. aku rasa kau sudah tahu aku!"


"Ciih. kau menghianati Negaramu sendiri dan membuat kejahatan dimana-mana, dan itu sama sekali tak bisa diampuni."


Jendral Guinter mendekat hingga jaraknya dengan Lucifer hanya satu meter. ia begitu sangat berani sampai membuat kepalan tangan Lucifer menguat. Lucifer selama ini sudah berusaha bersabar atas permintaan Istrinya yang tak ingin membuat ulah dengan Jendralnya tapi disayangkan pria ini sangat tak beruntung.


"Dan sekarang! aku sangat ingin memberimu luka diwajah tampan milik wanita tak berguna itu!"


Bughhh...


Kepalan panas Lucifer tak lagi bisa dihindarkan hingga mengenai rahang Jendral Guinter yang lansung tersungkur terlempar beberapa meter dari tempatnya membuat Berots yang tengah menembaki para Personel yang masih hidup pun hanya bisa diam.


"Katakan!"


"K..Kau.."


Jendral Guinter beringsut menjauh memeggangi rahangnya yang lansung patah dengan pipi lebam bahkan begitu sakit sampai mendenyutkan kepalanya, pukulan keras itu benar-benar penuh amarah.


"KATAKAN!!"


"K..Kau..kau pasti sudah diracuni oleh wanita tak tahu diri itu k.."


Sekali lagi Lucifer menghantam dada Jendral Guinter yang terbatuk darah hingga ia merasa sangat sulit bernafas, berdiripun ia tak bisa memberi perlawanan.


"Kau mengatakan dia anak tak punya ayah, bukan?"


"A.. Uhukk m..memang dia tak p..punya, Ayah!"


Jendral Guinter menyeringai seraya meraba batu disampingnya dengan mulut penuh darah dan lendir yang jatuh membuat keadaannya benar-benar memprihatinkan.


"Master!"


Berots terkejut saat Jendral Guinter melempar batu itu kearah kepala Lucifer yang lansung menangkapnya cepat dan begitu gesit membuat mata Jendral Guinter terbelalak.


"K..Kau.."


"Kalau begitu, akan ku buat anakmu kehilangan Ayahnya!!!"


Lucifer lansung melemparnya kembali dengan tenaga yang begitu kuat sampai mengenai wajah bagian kanan Jendral Guinter yang lansung hancur terbenam karnanya disertai jeritan keras.


"Aaaa!!!! Brengsek!!!"


Lucifer menyeringai melihatnya hingga ia menatap satu kolam pembuangan sampah didekat reruntuhan sana lalu menatap Berots yang mengerti.


"Ikat kedua kaki dan tangannya, beri pemberat dan masukan kedalam Kolam pembuangan sana."


"Baik!"


Mendengar itu Jendral Guinter yang masih setengah sadar lansung menggeleng mengerang sakit dibagian matanya yang hancur dengan lelehan darah yang menetes deras.


"T..Tidak, kau..kau tak bisa melakukan ini padaku!!!"


"Diam!"


Anggota Lucifer membekuknya menyeret kasar kearah kolam hingga umpatan Jendral Guinter tertelan oleh dinginnya malam ini.


"Dasar Sialan!!!! kau tak akan hidup tenang, Brengsek!!!"


Lucifer hanya diam hingga membiarkan saja pria itu dibenamkan kekolam sana hingga ia lansung menatap langit diatas yang mana masih banyak Personel Venuz menyerang mereka.


Namun, seketika Berots bingung saat alat komunikasi ditelinganya ke Kapal sana mati hingga Lucifer menatapnya aneh.


"Master!"


"Alat Komunikasinya mati!"


Lucifer lansung menekan sesuatu dibalik telinganya hingga benar saja tak ada sambungan sama sekali hingga ia lansung mencari tempat yang lebih tinggi mencari sinyal disini.


"Mikeil!!! Mikeil kau dengar aku???"


Lucifer terus memanggil tapi tak ada jawaban membuat ia sangat khawatir terus mencoba namun tetap sama hingga ia tak menyerah melakukan panggilan berulang kali hingga tersambung.


"Mikeil!!! Mikeil kau dengar aku?"


"Cifer!"


"Kau..kenapa kau tak mengaktifkannya dan.."


"Mereka menyerang kapal!"


Degg..


Lucifer lansung tercekat dengat kalimat itu hingga ia mendengar suara tembakan dan perkelahian didalam sana membuat jantung Lucifer seakan mau terlepas.


"Bagaimana bisa? dimana Istriku???"


"Cifer! maaf, ternyata banyak pengkhianat dari pasukanku dan Istrimu.."


"Dimana dia???"


Bentak Lucifer membuat Berots menunduk tak berani melihat wajah kelam Lucifer yang sudah sangat membekukan tulang.


"Dia dibawa Cestor!"


"Kauuu!!!!"


"Cestor membawa pasukan Exstra dengan mengancam akan membunuh Neneknya, aku tak bisa berbuat banyak karna disini hanya tinggal anggotamu. aku.."


Sambungan itu seketika mati hingga membuat Lucifer lansung melepas alat Komunikasinya dan ia injak ke beton sana meluapkan rasa amara dan sangat-sangat khawatir pada wanita itu.


"Sialan!!!! Sialan kalian semua!!!"


"Master!"


"Aku tak ingin tahu. sekarang cari Istriku!!!!" Bentak Lucifer menggeleggar.


"Tapi disini masih.."


"Aku tak perduli!!! fokuskan pencarian padanya!!"


Anggota yang lain mengangguk dengan cepat berpencar dengan sisa anggota seadanya karna sudah banyak terbagi mati di Alaska hingga semuanya benar-benar kacau.


"Master. anda tenang saja! Nona Athena akan baik-baik saja."


Drett...


Ponsel Lucifer menyala hingga ia lansung melihat ada nama Cestor disana dan tanpa pikir panjang Lucifer mengangkatnyam


"Selamat Mal.."


"Sekali kau sakiti dia. aku bersumpah akan benar-benar membunuhmu!!!"


Terdengar tawa kecil diseberang sana membuat deru nafas Lucifer memburu dengan rasa takut dan khawatir jika Cestor melukai Athena.


"Ada apa? hm! kenapa kau semarah itu?"


"Dia tak ada hubungannya dengan semua ini, Cestor!!"


"Tidak ada kau bilang, tapi sayangnya aku tak percaya, Adikku tercinta! lihat betapa aku membuat hidupnya bagai di Surga bersamaku!"


"Kauuu!!!!"


Tut...


Sambungan itu kembali diputus hingga Lucifer lansung berteriak kencang melempar Ponselnya penuh dengan emosi yang menggunung.


"Sialan!!!!"


"Master!"


Lucifer sudah berlari menuju Mobil didepan jalan dimana anggotanya melacak panggilan barusan. Mobil itu Lucifer kemudikan dengan cepat dan melaju penuh deru keras membuat Berots terdiam ditempat merasa mulai khawatir.


"Kau..kau akan baik-baik saja."


Gumam Lucifer mengemudi cepat memperkirakan semuanya, Cestor sangat licik dan memanfaatkan semua yang ada. rasa khawatir dihati Lucifer menyeruk bahkan membuat ia sama sekali tak tenang.


....


Vote and Like Sayang..