Mysterious Love

Mysterious Love
Awal Kepergian!



Malam ini semangkin pekat. deru kendaraan dijalan kota begitu cepat seakan memburu sesuatu dengan tergesa hingga membuat jalan sedikit macet.


Mereka terlihat baru saja mendapat himbauan untuk pergi menjauh dari daerah dekat Alaska hingga Media disibukan menyiarkan pemberitaan yang pastinya membuat rasa kecewa dan tanda tanya dibenak masyarakat dan mereka harus terpaksa meninggalkan Kediamannya sesuai aturan Pemerintah.


*Pemerintah Venuz Tuan Muda Cestor Helios Hermes telah mengumumkan agar Masyarakat disekitar daerah kota Alaska agar mengungsi ketempat yang disediakan sampai batas jam 10 nanti.


Penghimbauan ini terjadi dikarenakan akan terjadi pengeboman didaerah tersebut karna telah menjadi pusat bagi para Gerbong Narkoba dan Pemberontak Negara*.


"A..Apa?"


Athena benar-benar terkejut saat melihat pemberitaan di Televisi ini hingga ia terduduk diatas sofa panjangnya. kenapa bisa? kenapa Cestor malah melakukan hal ini padahal ia tahu itu tempatnya Lucifer dan akan berimbas ketempatnya juga.


Wajah Athena lansung memucat berdiri melangkah ke pintu rumahnya hingga Athena menatap langit dimana pesawat tempur sudah berkeliling memantau dengan Brigade perang yang sangat ia tahu.


"I..Ini.."


"Nona!"


Dokter Wiliam juga keluar hingga ia benar-benar terkejut melihat langit malam tanpa bintang ini dipenuhi pesawat tempur dengan pola pengamanan dan peringatan cepat.


"Sial!!! kenapa aku tak tahu apapun?"


Athena lansung membuka Ponselnya mencari kontak Dames hingga sambungan itu ia tunggu dengan penuh kekhawatiran akan nasip Neneknya yang masih belum sembuh benar.


"K..Kapten kau.."


"Ada apa, ini? kenapa terjadi Brigade perang?"


"Kapten! kau harus segera keluar dari sana, tiba-tiba Tuan Muda Cestor memberi surat perintah meratakan semua Daerah Alaska dan memburu para penjahat disana."


Athena terkejut bukan main. sekarang Lucifer tak ada di rumah dan ia takut terjadi sesuatu nantinya antara dua saudara ini.


"A..Apa tak bisa dicegah? atau..atau berikan ponselmu ke Jendral Guinter!"


Athena menunggu hingga ia mulai bicara seraya menatap penuh keggeraman para anggota Militer diatas sana.


"Hm!"


"Jendral! kenapa bisa begini? kalian tak bisa menyerang Alaska dan kami semua."


"Kenapa tak bisa?"


"Jendral! Alaska juga bagian dari Venuz, akan banyak korban yang berjatuhan karna semua ini."


Jelas Athena tegas hingga kekehan kecil diseberang sana bisa dengan jelas Athena dengar sampai Dokter Wiliam pun mengepalkan tangannya kuat.


"Apa karna suamimu disana kau jadi takut, hm?"


"A..Apa?"


Athena tercekik hingga ia mulai memucat pasih saat menduga kalau Identitas Lucifer telah terkuak hingga pasti ini akan semangkin mempersulit keadaan.


"Kau diam? Athena, Ayolah! sedari awal aku sudah curiga padamu, kau sudah terjerat kelicikan pria itu dan.."


Tutt..


Athena mematikannya cepat lalu dengan pelan bersandar ke dinding daun pintu. rasa takutnya mulai menyeruk untuk yang pertama kalinya ia merasa sangat takut pada peperangan.


Tangan Athena meraba perutnya hingga membuat Dokter Wiliam tertunduk, ia juga tak menyangka akan secepat ini masalah itu akan datang.


"B..Bagaimana ini?"


"Nona! anda tenang saja, pasti suamimu akan melindungi kalian!"


"B..Bagaimana dengan dia sendiri?"


Tanya Athena yang mengkhawatirkan janin dan Lucifer, ia sama sekali tak takut jika ia yang terluka tapi kenapa diwaktu sekarang saat pergerakannya terbatas.


Lama Athena termenung berfikir hingga deru Mobil dari arah depan lansung melju cepat masuk ke gerbang depan rumah dengan banyak Mobil anggota Lucifer yang memenuhi pekarangan kecil ini.


Namun. mata Athena fokus pada satu orang pria dengan tubuh kekar dibaluti Jaket hitam itu tengah melangkah mendekatinya dengan wajah yang tetap santai.


"Sayang!"


"Cifer. kau.."


"Hm? kau harus segera meninggalkan tempat ini!"


Athena lansung memeggang lengan Lucifer yang tetap berusaha tenang karna ia tak ingin Athena panik ditengah situasi yang kacau ini, setidaknya ia harus mengantar wanita ini menuju area pelabuhan.


"Cifer! tapi aku.."


"Bantu Nenek Istriku naik ke Mobil!"


Dokter Wiliam mengangguk melangkah pergi membuat Athena semangkin gelisah seperti masih memikirkan untuk tinggal disini.


"Sayang. ini Rumahku, hanya ini tempatku sedari.."


"Kau dan Baby lebih penting!"


"Tapi.."


Lucifer lansung menangkup kedua pipi Athena yang benar-benar tak bisa tenang hingga mata keduanya bersitatap dalam menembus hati masing-masing.


"Ini bukan waktunya kau membantah, hm?"


"A..A..Aku.."


"Sekali ini saja, menurutlah!"


Akhirnya Athena pasrah menatap Luifi yang sudah membawa Tasnya yang berisi barang-barang penting seperti obat dan beberapa sarapan kecil diperjalanan kesana.


"N..Nek!"


"Ayo!"


Lucifer menarik Athena ke Mobil hingga tatapan sendu Athena menghunus Nenek Nuseta yang digendong Dokter Wiliam menuju Mobil khusus dengan para Suster yang juga hadir dipersiapkan.


"Kita kemana?"


"Pergi dari Negara ini!"


Jawab Lucifer memberi isyarat pada anggota lain agar segera melakukan rencana penghadangan di Alaska karna pasti Cestor akan menargetkan Rumah Athena untuk inti penyerangan.


Mereka masuk ke Mobil masing-masing hingga puluhan Mobil itu lansung melaju stabil membiarkan Mobil Lucifer dan Mobil Dokter Wiliam melaju cepat dengan beberapa anggota berpencar disetiap tikungan jalan.


Disepanjang jalur diremangi lampu ini Athena melihat kekiri kanan dimana masih banyak orang yang terperangkap dalam kemacetan hingga Berots mengambil jalan pintas yang gelap dan masuk ke Hutan.


"Sayang! kenapa ke Hutan?"


"Disana ramai!"


Jawab Lucifer singkat mengeratkan pelukannya ke tubuh Athena dengan bibir mengecup puncak kepala wanita ini penuh cinta dengan satu tangan mengelus perut istrinya.


"Sepertinya jalan keluar Kota ini diBlock. Master!"


"Tetap ikuti jalur yang ku buat!"


"Kenapa bisa begini? itu sinar yang mencari sinyal Ponsel seseorang!"


"Matikan Ponselmu!"


Athena mematikannya hingga deru Helycoppter itu terdengar menjauh dari Mobil mereka. tatapan Lucifer terkesan sangat dingin dengan wajah datar yang semangkin kelam, merelakan Alaska demi anak dan istrinya ia akan lakukan.


"Cifer! mereka akan menghancurkan Alaska, aku..aku bisa ke Kantor Pusat untuk mencegah semua ini dan.."


"Kau bisa diam!"


Athena lansung bungkam mendengar geraman Lucifer yang terdengar sangat menyeramkan. seandainya kau tahu mereka itu menginginkan nyawamu apa kau juga mau kesana? mereka ingin merenggutmu dariku, Sayang.


Batin Lucifer berusaha untuk tetap tenang. kalau sudah menyangkut Athena bernafas saja ia akan sulit ditengah situasi seperti ini.


"Kenapa kau marah? aku kan hanya takut kalau kau tertangkap!"


"Aku tak marah. tapi aku hanya ingin kau aman, hanya itu. hm?"


Athena hanya diam mencoba mencari cela agar penangkapan ini tak terjadi. ia tak rela Lucifer dihakimi semua orang di Negara ini.


Setelah beberapa lama menjauh dari pusat kota. Mobil yang dikendarai Berots lansung melesat kearea jalan aspal yang terlihat baru dibuat dipedalam sini merintis jalur utama di jalan besar kota.


Athena memperhatikan betul semua arahnya hingga ia terkejut mendengar dentuman besar dibelakang sana.


"S..Sayang! disana.."


"Jangan perdulikan apapun. kau harus tetap menatap kedepan!"


Titah Lucifer seraya melirik Mobil Dokter Wiliam yang ada dibelakang dan bergantian dengan jam dipergelangan tangan kekarnya.


Para anggotanya sudah bersiap di Alaska dengan Mikeil yang menunggu di Pelabuhan bersama anggota bantuan. cengkraman tangan Athena lansung menguat saat melihat dilangit sana sudah ada kilatan-kilatan kecil lasernya.


"C..Cifer!"


"Tenanglah. mereka tak akan menemukanmu jika kau tak mengaktifkan Ponselmu!"


Athena hanya diam merasa sangat khawatir. dilihat dari pengevakuasian tadi penyerangan kali ini tak main-main dan pasti pasukan Lucifer jugak tak akan mampu membendungnya lebih lama.


Laju Mobil itu diperlambat saat sudah mendekat kearah pesisir hutan yang membawa mereka kembali masuk hingga kegelapan ini lansung menelan deru angin dan suara gempuran ombak entah dimana.


"Master!!!"


Anggota Mikeil dan Anggota Lucifer yang bertugas lansung membentuk penyiagaan ditepi Kapal pesiar besar dengan penjagaan yang ketat hingga Berots memarkirkan Mobilnya diatas jembatan Pelabuhan yang diterangi lampu kapal dengan Menara tinggi disampingnya memantau pergerakan Personel Militer Venuz.


"Cepat! mereka sudah menyebar Teamnya!"


Mikeil yang mendekati Mobil hingga Lucifer keluar menarik Athena yang hanya diam menurut dikerumunan orang ini.


"Kau jaga dia dengan nyawamu!"


"Sayang! kau..kau ikut!"


Lucifer menghela nafas halus memeluk Athena yang juga memeluknya erat hingga Lucifer melepas Jaketnya dan ia balutkan ketubuh Athena yang hanya memakai kaos pendek dengan celana santainya yang panjang.


"Kau duluan. hm?"


"Tidak!"


Athena menggeleng membuat Mikeil terdiam. rasanya ia sangat prihatin dengan kehidupan Master Alaska ini.


"Hey! ini demi Baby, hm?"


"Aku..aku tak mau. kau..kau harus ikut!"


"Aku harus membantu anggotaku! saat sudah selesai aku akan menemuimu!"


Lucifer mencoba memberi pengertian tapi mata Athena sudah mengembun dengan bibir bergetar menggeleng tetap memeluk erat tubuh suaminya.


"T..Tidak, aku..aku tak mau!"


"Kau mau terjadi sesuatu pada Nenekmu?"


Athena lansung tercekat saat melihat Nenek Nuseta telah dibawa masuk menuju kapal dengan keadaan lemahnya membuat ia sangat tak berdaya.


"Percayalah! sekarang kau masuk dan ikuti semua yang diarahkan mereka!"


"K..Kau.."


"Aku sangat mencintaimu dan Baby!"


Cup..


Lucifer mengecup lama bibir Athena membuat Mikeil berbalik dengan anggota lain pun pura-pura tak tahu hingga setelah beberapa saat barulah Lucifer melepasnya.


"Pergilah!"


"Sayang!"


Lirih Athena tak rela ditarik Luifi menuju tangga Kapal dengan langkah pelan masih menoleh kearah Lucifer yang memberi senyum hangatnya pada sang istri.


"Sayang!"


"Jaga diri baik-baik!"


Ucap Athena memberi lambaian kecil hingga ia terhenti didepan pintu kapal menatap Lucifer dengan rasa cinta yang besar dari keduanya.


"Cifer!!!!"


"Hm? ada apa?"


"Aku menunggumu!!"


Lucifer mengangguk tetap memandangi Athena yang dipaksa masuk hingga pintu kapal ditutup tapi wajah cantik wanita itu masih melihatnya dari jendela dengan tatapan mata keduanya tak putus hingga Kapal itu mulai berlayar.


"Master!"


Berots memanggil Lucifer yang masih tak berkedip memandangi wajah Athena yang semangkin jauh dari pelupuk matanya hingga saat kabut itu menutupi separuh Kapal barulah Lucifer merubah raut wajahnya kembali mendingin.


"Kalian takut?"


"Tidak!!!"


Jawab mereka penuh keberanian karna sedari awal mereka sudah ditenpa mengorbankan nyawa demi Alaska dan kehidupan Masternya.


"Ini sudah pasti akan merenggut nyawa kalian! tapi aku akan pastikan, setelah ini tak akan ada pertempuran baru!"


"Kami sedia. Master!!!"


"Buktikan!!!"


Mereka lansung bergegas dengan senjatanya masing-masing dengan Lucifer yang kembali masuk ke Mobilnya dikursi depan.


.....


Vote and Like Sayang.