
Ada adengan ciuman.. jadi mohon berhati-hati.😂
................
Malam itu semangkin berkabut hingga suara hening menenggelamkan kesunyian yang melanda setiap orang-orang di Rumah Sakit besar ini.
Pintu kamar itu terbuka pelan hingga langkah tegapnya lansung masuk dengan remangan kamar yang sangat menghanyutkan hanya diterangi lampu tidur dan lilin-lilin Aromaterapi itu saja membuat helaan nafasnya muncul membawa Paper-bag ditangannya kedekat Sofa.
Lucifer hanya menatap kilas Bangkar Athena yang sudah tidur karna ia memang pulang agak lama karna mengurus hal penting tentang Alaska hingga jam menunjukan pukul 3 Dini hari saat ini.
Namun, Lucifer lebih memilih pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu karna sudah berkeringat dan lengket tak baik jika mendekati wanita itu dalam keadaan seperti ini.
Sementara itu, Athena yang pura-pura tidur menatap kearah pintu kamar mandi yang ditutup dengan suara Shower menyala dapat ia dengar jelas.
"Katanya hanya sebentar."
Geram Athena lalu berusaha bergerak tapi tak bisa karna lehernya sangat sakit. terpaksa ia berbaring terlentang terus padahal sudah sangat pegal dan nyeri.
Lama Athena mencoba memiringkan tubuhnya tapi tetap saja kaku hingga ia mulai putus asa memejamkan matanya hingga ia tersigap mendengar Ponsel Lucifer berdering diatas Sofa sana.
"Siapa yang menelfon selarut ini?"
Gumam Athena lalu menatap kearah pintu kamar mandi yang sudah ingin terbuka hingga ia kembali pura-pura tertidur dengan Lucifer yang sudah keluar dibaluti pakaian santai dengan Kaos oblong dan celana Jogernya seperti biasa.
Drett...
Lucifer melangkah mendekati sofa seraya mengusap kepalanya dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. raut wajah Lucifer tak bisa Athena lihat jelas karna remang-remang saja hingga pria itu pergi keluar kamar.
"Dia aneh sekali. biasanya mengangkat telfon tak keluar kamar seperti itu!"
Gumam Athena sangat penasaran hingga ia menajamkan pendengarannya mencoba menembus tembok ruangan ini.
"Hm!"
"Maaf, Tuan! besok pagi saya akan datang melihat kondisi Istri anda, sekalian melakukan USG!"
"Hm. baiklah!"
"Em, Baik. Tuan!"
Lucifer mematikan sambungannya seraya memberi nama kontak Dokter Isabel agar ia lebih mudah menghubungi wanita itu nantinya.
Setelah beberapa lama ia kembali masuk hingga Athena sigap menenagkan diri kembali membuka kecil matanya melihat Lucifer masih sibuk dengan Ponselnya tanpa mau mendekat kesini.
"Dia itu sedang apa? biasanya kalau sudah disini tak bermain Ponsel lagi."
Batin Athena sangat-sangat dongkol melihat Lucifer duduk di Sofa sana begitu intens melihat layar benda pipih mahal itu hingga ia tak tahan lagi.
"Ehm!"
Athena berdehem kecil hingga Lucifer lansung tersigap menatap keatas Bangkar dimana ia telah kembali lelap hingga Lucifer kembali fokus ke Ponselnya membuat Athena benar-benar ingin berteriak.
"Kau tak peka, ha???"
Batin Athena mengumpat mencoba berfikir. bagaimana cara menarik perhatian pria itu agar ke atas Bangkar sini dan meninggalkan Ponsel Sialan itu?
Lama Lucifer mempelajari Diagnosa Athena dimana kondisi leher wanita itu masih belum bisa dibawa mandi dan pergelangan tangannya juga karna masih basah. dan ia tengah melihat hasil USG pertama kemaren dimana detak jantung Janinn itu sangat lemah apalagi usianya baru saja 1 bulan.
"A...***!"
"Sayang!"
Lucifer mematikan Ponselnya lansung melangkah mendekati Athena yang memeggangi perutnya hingga wajahnya kembali dibuat khawatir duduk disamping Athena.
"Sayang! kau kenapa? ada yang sakit?"
"P..Perutku. C..Cifer!"
Lucifer lansung menyibak selimut Athena hingga ia menaikan baju wanita itu keatas dada memaparkan perut rata mulus memar itu bisa Lucifer lihat dengan nyata.
"Apa begini lebih baik?"
Tanya Lucifer mengelus perut Athena lembut seraya menatap wajah cantik sang istri yang sudah tak sepucat pagi tadi hingga sedikit bisa bernafas lega.
Melihat Athena yang masih meringis Lucifer merasa ini tak membantu.
"Sayang! apa sangat sakit?"
"Em, ini sudah lebih baik!"
Athena merangkuh leher kokoh Lucifer agar berbaring disampingnya hingga bangkar besar ini bisa muat oleh tubuh keduanya.
"Leherku sakit."
"Sebentar!"
Lucifer perlahan menaikan kepala Athena keatas lengannya hingga leher wanita ini sedikit terangkat untuk dilenturkan ringan hingga Athena merasa sudah rileks menyandarkan kepalanya ke dada bidang Lucifer yang keras tapi wangi maskulin ini membuat Athena larut.
"Apa sudah sedikit lebih baik?"
"Hm! tapi perutku masih nyeri, Cifer!"
"Sayang!"
"Hm?" tanya Lucifer menatap Athena yang mengelus dadanya lembut membelai tonjolan otot Sexsi ditubuh Suaminya penuh dengan rasa cinta dan gairah.
"Em, apa boleh sekarang?"
"Apanya?"
Athena lansung diam berfikir bagaimana caranya agar pria ini mau menciumnya sedikit lebuh panas seperti kemaren biasa mereka lakukan.
"Cium!"
Lucifer mengecup kening Athena yang tak mau itu. ia lebih ingin yang menantang dari pada sekedar cium pipi dan puncak rambutnya.
"Sudah?"
"Belum!"
Lucifer kembali mengecup kening Athena dengan durasi lama tapi tetap saja rasanya berbeda. bisa diartikan kalau ciuman kening itu sebagai tanda kasih sayang dan tak merujuk pada Cinta.
"Sudah?"
"Belum!"
Lucifer terdiam sejenak menatap Athena yang juga memandangnya penuh makna membuat sudut bibir Lucifer terangkat. entahlah ia akui hasrat bercinta Athena memang lebih bergairah saat hamil begini padahal dulu ia yang berinisiatif lebih dulu melakukannya.
"Cifer!"
"Hm?"
"Kau merokok, ya?"
Dahi Lucifer mengkerut lansung menggeleng. ia sama sekali tak merokok atau minum sesuai janjinya kemaren walau terkadang memang kepalanya pusing kalau sudah tiba keinginanya.
"Tidak. Sayang!"
"Kau pasti, Merokok. kan?"
"Tidak. aku serius! apa terlihat begitu?"
Athena mengangguk ingin menyentuhnya tapi Lucifer lansung menagkap tangan Athena yang sebenarnya hanya modus, wanita ini hanya ingin mencicipinya saja.
"Kau ingin menncobanya?"
"Em, hanya memastikan!"
Lucifer berusaha tak menperlihatkan wajah gelinya hingga ia mengangguk tapi Athena sudah ingin menarik tengkuknya sedikit agresif.
"Sayang!"
"Cepatlah!"
"Haiss., kau lagi-lagi melecehkanku!"
Athena hanya masa bodoh tapi ia menyeringit saat kedua tangannya malah dikunci Lucifer lembut dikuasa lengan kekarnya.
"Kenapa dipeggang?"
Tanya Athena dengan Lucifer yang memiringkan tubuhnya menatap Athena yang terlihat heran dengan wajah linglungnya.
"Tanganmu bisa membangkitkan sesuatu yang telah susah payah ku redam."
"A..Apanya? a..aku..aku tak berniat yang seperti.."
Athena melemah saat wajah Lucifer sudah mendekat ke wajahnya hingga hidung mancung keduanya bersentuhan dengan hembusan nafas menerpa wajah masing-masing.
"Bibirmu masih luka dan.."
Cup..
Athena sudah memberinya kecupan kilas lembut membuat mata keduanya saling pandang dengan gejolak cinta yang besar didadanya. wajah cantik pasrah Athena membuat Lucifer semangkin sulit mengendalikan diri bahkan titik fokusnya teralih ke lengkungan sensual bibir yang sedikit pucat merah jambu yang segar begitu membayang dibenaknya.
"Kau ingin yang seperti apa?"
"Lembut. seperti kau padaku!"
Lucifer tersenyum pelit dengan pelan mendekat hingga saat kedua benda kenyal itu menyatu Athena lansung memejamkan matanya membuka akses masuk pada bibir Lucifer yang sangat lembut melakukannya dengan sangat terlatih.
Keduanya saling membalas mesra tanpa terlalu agresif agar tak bermain panas. kedua tangan Athena berusaha diam tapi ia tak bisa menahan tak meraba hingga Lucifer paham menaikan kedua tangan Athena ke tengkuknya hingga wanita ini bisa menguasai permainan atas ini.
Athena benar-benar merasa Spesial saat belaian mesra Lucifer ketubuhnya seakan tak memiliki arti hasrat tapi lebih bisa diartikan sebagai sentuhan penuh cinta yang memuja membuatnya melayang karananya.
Keduanya saling memberi rasa sayang lewat cumbuan manis yang sama-sama menyalurkan rasa yang telah bergejolak didada masing-masing dan itulah pengantar tidur bagi keduanya hingga lelap dengan sendirinya.
........
Vote and Like Sayang..