Mysterious Love

Mysterious Love
Berjalannya waktu!



Waktu terus berjalan. bertambah hari dan minggu membuat semuanya perlahan membaik dengan keadaan yang entah kenapa tiba-tiba semuanya menghilang atau malah terkesan tak berani lagi untuk melakukan unjuk rasa seperti kemaren karna Aparat Pemerintahan Venuz telah bertindak tegas dan bahkan hampir membantai setiap Pendemo yang datang.


Ini bukan Pembantaian secara senjata tapi, Pemerintah Negara ini menerapkan aturan baru yaitu tak diperbolehkan lagi untuk mengungkit masalah Pembantaian Hannes karna peristiwa itu akan dijelaskan pada waktu yang tepat.


Selama 8 Bulan ini, Masyarakat Venuz mulai menata hidupnya kembali setelah Perang besar itu dengan meredam rasa penuh tanya atas kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah.


Apalagi, setelah kematian Herayina itu. tak ada lagi yang membuat Artikel baru tapi jelas jika Keluarga Hera tak terima hingga mereka terus mendatangi Istana Venuz untuk meminta penjelasan.


"Maaf. tapi aku yakin malam itu dia ingin menemuimu!"


Seorang pria dengan penampilan rapi itu tengah menatap seorang pria berpakaian santai tengah duduk di Sofa Singel Ruang Tamu dengan penuh kharisma dan aura yang menggila dari tatapan dinginnya.


"Malam itu aku memberinya pesan, tapi sayangnya aku tak datang!"


"Tuan! ini sudah berbulan-bulan dan aku masih belum percaya kalau Sepupuku Herayina meninggal karna gantung diri."


Geram Relov yang selama ini terus menyelidiki Lucifer. tapi sayang secuilpun ia tak menemukan bukti atau sekedar informasi kecil yang bisa ia perjuangkan.


"Aku tak tahu apapun masalah kalian. jika ingin melapor, bukan ke Istana ini!"


"T..Tuan, kami mohon. kami hanya ingin Putri kami tenang dan.."


"Jika hidupnya saja tak bisa kalian kendalikan, lalu apa yang ingin kalian buktikan?"


Tanya Lucifer benar-benar sudah jengah. sedangkan Berots yang ada dibelakangnya hanya diam menyaksikan Nyonya Emayri dan Relov meminta pertolongan kasus ini.


"Hera itu sangat mencintaimu! bahkan dia rela melakukan apapun dan.."


"Membunuh dirinya sendiri!"


"Itu tidak mungkin. karna.."


"Permisi!"


Relov lansung terhenti saat suara yang ia kenal itu sudah mengalun hingga matanya menatap seorang wanita berambut hitam dengan tampilan Jas putih kebanggaannya itu telah datang.


Isabel? yah, dia adalah Dokter Isabel yang telah beberapa bulan ini memantau keadaan Athena yang sering jatuh sakit dan demam dengan sendirinya. keadaan wanita itu selalu Drop saat teringat tentang Neneknya.


"Ikuti saya. Nona!"


"A.. Baik! tapi, Selamat Pagi. Tuan, Nyonya!"


Dokter Isabel menyapa Lucifer dan mereka semua tapi sayangnya Lucifer tak menjawab hanya fokus menatap kedepan saja.


Relov yang melihat Dokter Isabel pun terkejut dan keduanya juga sama-sama berpandangan.


"Kau.."


"A.. Dokter Relov. kau disini juga?"


"Iya, kau kenapa kesini?"


Dokter Isabel menatap Lucifer yang hanya diam bertopang kaki angkuh terus melirik kerarah Jam dipergelangan tangannya.


"Saya ada pekerjaan disini. Dokter!"


"Kau ada Pasean disini?"


Relov menatap Lucifer yang ia tahu menyembunyikan tentang Pernikahan dan Kehamilannya. pria ini sangat pandai bermain dan mengendalikan semuanya hingga sekarang kasus Hera hilang begutu saja seakan benar-benar binasa.


"Saya memang bertugas mengontril segalanya. Dokter! em, baiklah. saya permisi!"


"Yah!"


Jawab Relov memandangi Dokter Isabel ke Lift sana hingga ia menatap Nyonya Emayri yang masih menangis mengenang Putrinya. ia akui Hera salah karna mencari amarah pria ini tapi putrinya itu masih muda.


"Waktuku terbuang hanya karna ini."


"Tuan!"


Relov menyangga langkah Lucifer yang sudah berdiri tegap menjulang tinggi gagah menatap mereka dengan dingin tak bersahabat.


"Sebaiknya kau berfikir. sebelum bertindak!"


Ucap Lucifer tegas lalu melangkah pergi kearah Lift tadi hingga keduanya menghela nafas halus. sangat susah bicara dengan pria itu tapi jika bertemu dengan Tuan Muda Pertama maka hanya satu jawaban yang keluar 'Itu Tak Penting, Bagiku.'


"H..Hera hiks, l..lihat apa yang kau perbuat, Nak!"


"Aunty! sudahlah, aku akan berusaha untuk mencari tahu kebenarannya. kita harus bersabar, hm?"


Relov yang selalu bijak mengiring Nyonya Emayri pergi, sesekali ia menoleh kebelakang menatap bangunan megah ini. Nyonya Violette dan President Arcules juga telah menghilang entah kemana, ia bingung kenapa semuanya musnah dalam diam?


"Relov. kau jangan mengusik mereka lagi. Nak! hanya kau yang Aunty punya."


"Hm. Aunty! aku akan baik-baik saja."


Jawab Relov mengiring wanita itu untuk keluar dari Pintu besar Istana Negara Venuz ini dengan beberapa pengawal yang mengantar mereka menuju Mobil.


Saat diperjalanan keluar Gerbang sana Mobil mereka berselisih jalan dengan Mobil mewah hitam yang masuk kepekarangan luas Istana ini.


Mata damai Relov menatap kearah samping dimana wajah datar namun tenang seorang pria yang terlihat duduk dikursi belakang itu hanya menatap kilas mereka yang mengkalson.


Saat Mobil Relov pergi barulah Asisten Brian angkat bicara soal pria itu yang terus kemari.


"Hm. ntahlah!"


Asisten Brian lansung membelo jengah memarkirkan Mobilnya dan barulah ia keluar membukakan pintu untuk Cestor yang membuka kancing Jasnya seraya melangkah masuk ke pintu besar Istana dengan para pengawal yang menyambutnya.


"Tuan Muda Pertama!"


"Dimana Lucifer?"


"Tuan Muda Kedua dikamar atas!"


Cestor lansung melangkah ke Lift sana seraya melihat jam dipergelangan tangannya. Lucifer memang sangat sibuk akhir-akhir ini karna urusan pemberitaan yang dihendel secepat mungkin agar tak terlalu menekan Athena dan pembangunan Alaska kembali, benar-benar sangat melelahkan.


Setelah beberapa lama ia sampai kelantai atas lalu melangkah ke pintu kamar yang hanya khusus disiapkan bagi wanita ini dengan semua perlengkapan ada diatas sini.


"Nona. apa kepala anda masih pusing?"


"Hm, pinggangku sakit!"


Lirih Athena menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Lucifer. perutnya sudah membesar dengan tubuh yang juga berisi membuat Athena tak mau menatap cermin dimana pipinya sudah melebar dengan semua bagian sudah menampakan tonjolannya.


Rasa Cemburu Athena semangkin hari semakin meningkat pada Dokter Isabel hingga membuatnya mulai melupakan kejadian masa lalunya dan hanya fokus menjaga suaminya dari wanita manapun.


"Nona. anda bisa berbaring untuk..."


"Memangnya kenapa? aku ingin seperti ini kau masalah!"


Ketus Athena membuat Dokter Isabel diam. Athena tahu betul Dokter wanita ini hanya ingin memanfaatkannya untuk terus bertemu dengan suaminya. ia sangat tak suka itu tapi Lucifer tak mau mengganti Dokter Isabel dengan Dokter lain.


"Nona. berbaring bisa membantu pinggang anda rileks. hanya itu!"


"Aku tidak mau!"


Tolak Athena mentah membuat sudut bibir Lucifer terangkat, ia mengecup pipi gembul Athena yang sudah mengembung dari yang biasanya dengan wajah datar tapi ia terlihat sangat menyayangi wanita ini.


"Kau juga, kau pasti senangkan aku gendut!"


"Iya. memangnya kenapa? kau memang jelek dan gendut!"


"Kauuu!!"


Athena ingin mencekek Lucifer kuat membuat Dokter Isabel terkejut lansung mencengkal tangan Athena.


"Nona!"


"Lepas!!"


Athena menyentak tangannya dari genggaman Dokter Isabel lalu menatap Lucifer dengan geram seakan tanduk dikepalanya sudah muncul dengan asap yang panas.


"Kau ingat, kau itu Suamiku dan jangan bermain dibelakangku!"


"Aku selalu bermain. tapi kau tak tahu!"


"Tapi aku Istrimu!!!"


Pekik Athena menampar kecil bahu Lucifer yang hanya acuh menstap tajam Dokter Isabel yang melangkah menjauh dari mereka.


"Hm, Istri hanya dianjurkan satu tapi selingkuhan bisa banyak. kan?"


"Cifer kau!!!"


"Ehm!"


Cestor lansung berdehem menatap Athena yang juga memandangnya dengan datar tapi mata Cestor tertuju pada perut besar wanita ini yang mendominasi, terlihat imut dengan mata garang yang selalu membuat keributan dan suasana meriah.


"Aku ingin bicara denganmu!"


"Hm!"


Lucifer menarik pelan ringan Athena untuk bersandar ke kepala ranjang hingga ia benar-benar memastikan posisi Athena nyaman sesekali mengecup perut besar itu dengan lembut menuai tatapan aneh Athena.


"Aku hanya sayang anakku!"


"Kau ku usir dari kamar ini!"


"Memangnya ini kamar siapa?"


Sinis Lucifer lalu mengecup kening Athena dengan wajah sama-sama menjengkelkan yang terpapar dari keduanya hingga Athena lansung memalingkan wajah kesalnya.


"Kau ikut aku!"


"Apa?"


Athena memekik menatap tajam Lucifer yang hanya acuh melangkah pergi dengan Dokter Isabel yang mengikutinya.


"Kau!! apa-apa'an? ha!!!"


"Diamlah. aku ingin berselingkuh!!"


Teriak Lucifer diluar sana menutup pintu dengan Luifi yang masuk menjaga Nonanya yang tengah dilanda kekhawatiran kalau benar Lucifer mau dengan wanita itu.


Vote and Like Sayang.