Mysterious Love

Mysterious Love
Mengawasi!



Deretan Kariawan CIA itu lansung menunduk saat Nyonya Violette tiba-tiba datang dengan pengawalan ketat dari Team Istana. mereka berderet rapi bukam begitu saja seakan patung dipajang dijalanan sana, hanya mata yang bergelut rasa penasaran kenapa Jendral Guinter mengundang Nyonya Violette ketempat ini.


"Lama tidak berkunjung, Nyonya!"


"Hm, ada hal penting yang harus ku bicarakan denganmu!"


Ucap Nyonya Violette melangkah menuju ruangan Jendral Guinter yang ada dilantai atas, satu pelayan wanita muda dibelakangnya hanya diam menunggu titahan Nyonyanya.


"Apa anda butuh sesuatu?"


"Tidak! ini hanya ada hal yang lebih penting dari itu."


Jendral Guinter mengangguk membuka setelah sampai ke lantai ruangannya ia mempersilahkan Nyonya Violette untuk masuk kedalam tempatnya.


"Silahkan, Nyonya!"


"Hm, kau masih mengusut kasus Keluarga Hannes?"


Jendral Guinter terhenti ingin duduk dikursinya saat pertanyaan Nyonya Violette begitu mempunyai arti.


"Benar, saya masih mengusutnya. Nyonya!"


"Hm, aku minta kau tugaskan bawahanmu bernama Athena itu untuk mengawal rombongan istana ke Cam nanti!"


Nyonya Violette begitu terlihat mendesak seakan ini sangat serius, Jendral Guinter pun mulai merasa Athena memang mempunyai urusan dengan Nyonya Violette yang terlihat tak menyukainya.


"Maaf, apa anda tak menyukai Athena?"


"Aku sangat menyukainya, dia wanita yang berani dan memiliki daya tarik exstra. itu karnanya aku ingin dia selalu menjaga Putraku, Cestor!"


Pelayan wanita disampingnya lansung dibuat bingung, kemaren saja Nyonya Violette begitu membenci Athena tapi sekarang malah wanita paruh baya Feminim ini meminta khusus menjaga Keluarga Istana. sebenarnya rencananya apa?


"Baik! saya akan sampaikan pada Athena!"


"Hm, dan lanjutkan penyelidikanmu. aku juga ingin membuat sejarah yang baru dimasa kejayaan Hermes!"


Jendral Guinter hanya mengangguk saja, ia kembali berbincang soal Istana dan bagaimana Konsep Cam yang dibangun di bukit itu.


Semuanya tengah didengar rumit oleh Athena yang sedari tadi berdiri didepan pintu, ia pergi ke Markas CIA untuk menyusun pola serangan malam ini tapi tak ia sangka Nyonya Violette akan datang juga.


"Dia sangat licik!"


Gumam Athena menyadarinya. Lucifer benar, wanita ini tak bisa diangggap remeh begitu saja. ia bahkan lebih beracun dari seekor ular berbisa.


Athena tersigap saat mendengar langkah kaki di dekat Lift hingga ia lansung melangkah pergi ke ruangannya tak jauh dari sini, hanya melewati beberapa pintu dan berbelok masuk kearah dalam. jendela-jendela kaca disekitarnya memudahkan Athena untuk melihat kesemua penjuru.


"Kapten!"


"Hm!"


Athena seruangan dengan Dames yang baru saja bangun tidur karna ternyata mentari sudah ingin meninggalkan langit Venuz, ia menatap Athena yang terlihat tergesa-gesa kembali kekursinya.


"Kapten! apa rencananya?"


"Aku ingin kalian menyerang jangan menggunakan senjata!"


"Apa?"


Dames sangat terkejut dibuatnya sampai ia berdiri dari duduknya mendekati Athena yang diam melihat Laptopnya.


"Kapten! kau tahu apa yang tengah kita hadapi ini, ha? ALASKA! kita bisa mati sia-sia disana."


"Tidak akan ada yang mati, percayalah padaku!"


Tegas Athena masih menyusun semuanya hingga ia merencanakan Pertemuan ini akan terjadi diatas Gedung yang agak luas bisa menampung banyak orang. ia yakin Lucifer juga tengah merencanakan serangannya.


"Salah satu dari kalian peggangi Anggota mereka yang tertangkap, lalu lepaskan saat aku menyuruhnya!"


"T..Tapi, Kapten aku.."


Dames diam saat Athena menajamkan pandangannya hingga ia pasrah kembali duduk tak ingin membantahnya, rasa laparnya hilang saat kembali mendapat tugas ke Alaska. tapi sangat berbeda dengan Athena yang terlihat senang kembali berkunjung ke Kota berdarah Iblis itu.


"Aku harus membawa makanan yang banyak agar tak mati sia-sia!"


"Dames!!!"


Dames acuh duduk dikursinya kembali mengabaikan Athena yang sangat dibuat jengkel, sedari tadi selalu memusingkannya dengan kecemasan tak berarti itu.


"Selalu saja menyalahkanku!"


"Kalau begitu kau keluar saja!!!"


"Kapten. aku tak bicara lagi!"


Dames mengunci mulutnya rapat hingga pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan Jendral Guinter bersama Jors yang datang lansung membuat keduanya berdiri.


"Jendral!"


"Ada tugas baru untukmu!"


Athena hanya diam berdiri ditempatnya hingga Jendral Guinter mendekat membawa Kartu nama yang diletakan keatas mejanya.


"Setelah Misi malam ini selesai, kau harus mengawal Rombongan Istana ke Cam mereka!"


"Baik!"


Athena menjawab tanpa bantahan, ia tak punya waktu untuk melawan sekarang hingga Jors mendekat dengan wajah lembutnya.


"Yah, Jors akan membantumu menjalankan Misi di Cam dan juga malam ini! kalian berdua satu Team dan.."


"Aku!!!"


Dames mengangkat tangan ingin ikut ke Cam itu membuat Jendral Guinter geram, tapi karna Pria gempal ini akan melibatkan Mentri Negara ini maka ia harus setuju.


"Hm, kau juga!"


"Terimakasih, Jendral!!"


Dames senang bukan kepalang sampai mengusap perut buncitnya membuat mereka menggeleng.


"Apa Tuan Muda Pertama lagi?"


"Hm, kau dipanggil khusus menjaga Tuan Muda Pertama, ini Cam Hutan. akan banyak bahaya yang datang, fokus pada Tuan Muda Cestor!"


Athena mengangguk hingga pandangan Jendral Guinter sangat penuh arti padanya, terlihat sekali pria ini memantau pergerakannya.


"Dan kalian ingat, semua yang kalian lakukan akan terpantau di CCTV Cam, aku yang akan turun lansung!"


"Baik. Jendral!!"


Athena mulai merasa resah, jika mereka dipantau maka besar kemungkinan ia akan jarang bertemu dengan Lucifer.


"Kau siap?" Pertanyaan kearah Athena yang lansung mengangguk.


"Aku siap!"


"Bagus! Jors kau dampingi Athena!"


"Baik!"


Jors menyanggupi hingga Jendral Guinter melangkah pergi menatap remeh Dames yang sama sekali tak berguna, disuruh mengawasi Athena dia malah molor dan tak tahu apapun.


Sementara Jors, ia merapatkan kursinya kearah kursi Athena yang lansung dibuat dingin.


"Mejamu disana!"


"Maaf, Kapten! ini ku lakukan agar lebih bisa berunding denganmu."


Athena diam duduk dikursinya hingga tatapannya kembali fokus ke layar Laptop dengan Jors yang memperhatikannya dengan baik.


"Pekerjaanku sudah selesai! kau bisa pergi."


"Hm, baik! tapi aku akan memeriksanya dulu, Kapten!"


Athena mengangguk memberikan Laptopnya lalu menatap Jors yang sangat intens memeriksa, pantas saja Jendral Guinter sangat percaya pada pria ini.


Drrtt..


Ponsel Athena menyala hingga pesan singkat itu masuk.


Kau ingin aku membunuhnya?


Dahi Athena mengkerut, maksud pesan dari Lucifer ini apa? apa ada masalah?


Athena membalasnya dengan pertanyaaan, 'Kau Kenapa?'


Apa dia lebih tampan dariku?"


Senyum geli Athena seketika meruak, ia menatap kesekelilingnya mencari dimana pria ini bisa tahu ia sedang apa sekarang.


Jawab! atau aku akan menyiapkan sel khusus untuk REKAN mu itu.


"Shitt! kenapa dia sangat menggemaskan?"


Gumam Athena merasa berbunga, ia tak menjawab Pesan itu lagi karna Jors mulai selesai memeriksa Pekerjaannya tadi, Namun, Pesan itu terus masuk dengan kata-kata menyebalkan Lucifer yang menyepam.


*Jawab!!! Athena!!!


Jawab, atau aku akan kesana!


Hena!!! aku mulai marah*!!!


Athena hanya membacanya dengan senyum geli, marah ya marah saja, toh mereka tak sedang bertemu.


Sedangkan Dames ia mulai merinding melihat Athena senyam-senyum sendiri menatap layar Ponselnya, ia yakin wanita ini mulai terkena penyakit Ayan karna terlalu lama menjomblo.


"Sangat mengerikan!"


Gumam Dames seraya mengunyah camilannya, Jors terlihat mengamati Athena yang kembali seperti semula berwajah datar dan jutek.


"Kapten! kau kenapa?"


"Tidak ada! hanya membaca pantun Jenaka."


Jawab Athena santai berdiri melangkah keluar untuk mencari Kopi, ia tak ingin berdekatan dengan Jors yang juga memiliki rasa padanya.


.....


Vote and Like Sayang..


Maaf ya Author udah mulai sekolah jadi agak mumet