
Setelah perdebatan semalam Athena tak ingin lagi kembali ke Istana atau kemanapun. ia hanya mengurung dirinya sendiri didalam rumah kecil yang sudah dibersihkan bahkan sudah diganti dengan peralatan rumahan yang sama tanpa ada pengubahan apapun.
Dan begitu juga Lucifer yang merenung sepanjang malam duduk diluar sana tanpa mau meninggalkan istrinya. ia mengabaikan panggilan dari Dokter Isabel ke ponselnya.
Tuan! dia ingin mengangkat kasus itu lagi ke Publik.
Lucifer hanya menatapnya datar lansung mematahkan Ponselnya membuat Berots yang baru datang membawa makanan itupun terkejut.
"M..Master!"
"Sialan semua ini!"
Umpat Lucifer melempar patahan Ponselnya kesembarang arah lalu mengusap wajahnya dengan kasar. ia membenci dirinya sendiri yang telah membuat keadaan semangkin sulit, padahal niatnya bukan seperti ini.
"Dia sekarang marah padaku!"
"Master! saya tahu mungkin ini akan menyakitkan bagi, Nona! tapi anda juga harus mengatakannya!"
"Tapi ini salah, aku harus mengambil semua data pada pria itu barulah Athena aman. dan cara satu-satunya hanya dengan wanita itu bekerja sama dengannya dan pura-pura bergabung denganku. tapi ini.."
Lucifer tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. ia sudah tak tahan seperti ini terus selalu bertengkar padahal masalahnya hanya ada pada mereka sendiri.
"Master. sebaiknya anda Istriahat di Istana. saya akan menjaga, Nona!"
"Kau pergilah! urus saja semuanya."
Ucap Lucifer mengambil Paper-bag yang diberikan Berots padanya hingga pintu disamping mereka terbuka menampakan seorang wanita yang berdiri dengan wajah datar dan mata sembabnya.
"Sayang! kau sudah.."
"Dimana kau makamkan Nenekku?"
Lucifer tercekat mendengar suara yang sangat dingin padanya. bahkan menatapnya saja Athena tak mau membuat dada Lucifer berdenyut melihatnya.
"Kau tenang saja. setelah baby lahir kau.."
"Dimana?"
"Sayang! nanti kita pergi bersama dan .."
"Aku hanya bertanya dimana? bukan ingin mengajakmu."
Wajah Lucifer benar-benar terlihat memucat mendekati Athena yang menjauh darinya. sumpah demi apapun itu membuat nafas Lucifer tak berjalan sempurna.
"Sayang! aku..aku bersumpah aku tak ada hubungan apa-apa dengannya. aku juga tak akan kemanapun sesuai keinginanmu!"
"Jangan menguntitku!"
Athena menutup pintu rumahnya dengan pakaian yang telah berganti entah dari mana ia mendapatkannya mereka pun tak tahu.
"Sayang ! kau mau kemana?"
"Awas!"
Athena mendorong bahu Lucifer menjahuinya tapi Lucifer tak mau menjauh sampai mengikuti Athena yang hanya diam melangkah keluar Gerbang ini.
"Sayang! kau bisa katakan kau mau apa? aku.. aku akan mencarikannya!"
Athena hanya diam melangkah keluar dengan sendirinya tanpa mau mengindahkan Lucifer yang ada dibelakangnya. disepanjang jalan tak ada percakapan sama sekali bahkan Athena seperti berjalan sendirian tanpa menganggap Lucifer yang menjauhkan batu-batu tajam ini dari langkahnya.
"Tuan! Nona!"
Para pekerja disamping jalan menyapa dengan Athena yang memberi senyum singkat lalu merubah wajahnya kembali datar. ia harus mencari makananya sendiri tanpa mau menyusahkan banyak orang.
"Sayang! hati-hati!"
"Pak!!"
Athena memanggil pria paruh baya yang biasa menjadi pengaman ditempat ini. pria dengan pakaian santai itu mendekat kearah Athena yang memang ia kenal.
"Iya. Hena!"
"Pak! apa Minimart didepan sana masih ada?"
"Masih. Hena! tapi mungkin agak ramai soalnyakan baru buka!"
"Terimakasih!"
Pria itu mengangguk tak ingin bertanya banyak saat Lucifer sudah menatapnya dengan penuh intimidasi mengikuti langkah Athena.
"Sayang! kita belanja di Mall saja, disana pasti sangat ramai!"
Athena hanya diam melangkah gontai kesana. jalannya memang lamban karna membawa bobot berat diperutnya ini tapi ia lebih mau seperti ini dari pada harus dikelilingi banyak pelayan.
Setelah beberapa lama mereka berjalan Athena sampai ke dekat Minimarket yang tampak sudah antri bahkan tempat ini penuh dengan keramaian. melihat itu Lucifer mengeluarkan Masker dari sakunya memberikannya pada Athena yang sama sekali tak ingin memakainya.
"Athena. ini banyak orang!"
"Pakai saja untukmu!"
Lucifer memakainya tapi Athena menolak saat ia memakaikan kewajahnya tanpa berhenti melangkah mendekati kerumunan yang mulai berbisik tentangnya.
"Itu si Athena kan?"
"Iya, dia bersama siapa?"
Lucifer benar-benar menutupi wajahnya dengan Masker tak ingin membuat keributan disini. tapi sekuat apapun ia menyembunyikannya bentuk tubuh gagah dan rambut khas itu sangat dikenal masyarakat.
"Tuan!!"
"Sial!!!"
Umpat Lucifer saat semua orang mulai berkumpul riuh mengerumuninya dengan Athena yang sudah masuk ke dalam tempat yang sudah mengurai berlarian kearahnya.
"Tuan!! Tuan apa hubungan anda dengan Nona Athena?"
Athena yang mendengar itu dari kejahuan hanya acuh mencari beberapa bahan makanan dan obat pereda nyeri diperutnya. Lucifer sangat sulit menembus kerumunan sampai anggotanya datang menghalangi mereka semua menyerbu Masternya.
"Kami akan mengurusnya. Master!"
Tanpa pikir panjang Lucifer berlari masuk kedalam Minimarket mencari Athena yang tak ia temukan lagi.
"Hena!!! Sayang!!"
Lucifer melihat kebalik beberapa keranjang barang-barang tapi tak ada hingga matanya melihat Athena tengah membayar di kasir.
"Aku..Aku yang bayar!"
Lucifer mengeluarkan Dompertnya tapi Athena sudah lebih dulu mengeluarkan Kartunya.
"Ini!"
"Pakai punyaku!"
Lucifer menyodorkan Kartunya juga hingga Kariawan kasir itu terkejut atas kedatangan Lucifer kemari.
"Pakai ini saja!" tegas Athena meletakan kartu Goldnya yang jelas itu bukan kartu yang diberikan Lucifer. melainkan itu kartu lama Athena.
"Sayang! aku..aku yang bayar!"
"Cepatlah!"
Desak Athena membuat Kariawan itu serba kebingungan. mereka saling pandang menunduk tak tahu harus apa.
"Ini belanjaanku. bukan dia!"
"Athena kau.."
"Cepatlah!"
Namun, Lucifer dengan cepat mengambil Kartu Athena dan menggantinya dengan Balck-Card ditangannya membuat para Kariawan itu tercekik melihat kartu meneggangkan itu.
"Kauu!!!"
"Pakai ini!"
Tegas Lucifer tak ingin dibantah hingga Kariawan kasir wanita itu gemetar memegang Balck-Card yang diberiksn Lucifer. seumur -umur baru kali ini ia memeggangnya.
"Tidak usah! aku punya uang Ces!"
"Kau!!!"
"Ini!"
Athena dengan cepat memberikannya lalu melangkah pergi membuat Lucifer lansung mencengkalnya.
"Apa maksudmu dengan semua ini, ha?"
"Menurutmu?" tanya Athena geram.
"Aku suamimu! aku bertanggung jawab melakukan apapun dan memberi apapun yang kau mau, bukan seperti ini. Athena!"
Para Kariawan sana dipaksa keluar oleh anggota Lucifer yang tak ingin masalah Masternya merembet kemana-mana hingga keduanya bebas melakukan apapun disini.
"Suami? benar kau suamiku?"
"Athena. apa perlu aku tunjukan Buku Nikah kita padamu?"
"Cih! aku sekarang tak ingin menemuimu dan aku mohon kau pergi dari hadapanku!"
Deg..
Lucifer lansung lemas mendengar semua itu sampai matanya benar-benar kosong menatap Athena yang terlihat sangat membencinya.
"Tuan!"
Suara itu membuat sudut bibir Athena terangkat sinis menatap Lucifer yang memandangnya penuh luka dan rasa sakit.
"Lihat! betapa kalian sangat dekat sampai dia mengunjungimu kesini."
"Nona! anda salah soal.."
"Kau ingin mengambilnya? silahkan. dia sendiri tak membatasinya dirinya berarti dia mau padamu."
Dokter Isabel mematung diam menatap wajah Lucifer sudah nanar membisu tanpa mengeluarkan satu katapun. hanya matanya yang mengisyaratkan luka yang terasa dikoyak dari ucapan kasar itu.
"T..Tuan! anda baik-baik saja?"
Athena semangkin merasa perih. apa gunanya lagi ia disini hanya membuat hubungannya semangkin renggang?
"Aku tak butuh ini darimu!"
Athena melempar cincin Pernikahannya ke wajah Lucifer yang diam memandangi kepergian Athena yang benar-benar menorehkan luka yang sama. apa kau tahu? aku sangat mencintaimu. Athena.
Batin Lucifer merasa hina. ia sendiri yang menyakiti istrinya tanpa ia sengaja.
"Tuan!"
"Kau! Kau jangan lagi datang ketempatku dan..dan jangan pernah menghubungiku. selama ini kau dan aku hanya seorang atasan dan bawahan, tak akan pernah lebih dari itu!"
Tekan Lucifer lalu melangkah pergi membuat Dokter Isabel mematung dengan mata memanas menatap kepergian pria itu. tanpa sadar selama ini rasa itu telah tumbuh dihatinya.
"Aku..aku minta maaf, Istrimu benar. aku sudah mencintaimu. Cifer!"
Gumam Dokter Isabel menghapus lelehan bening dimatanya merasa sangat membenci dirinya sendiri. ia sudah salah mengartikan kedekatan Lucifer yang hanya memikirkan Athena disetiap rencananya, pria itu tak pernah memberinya satu kesempatan selain bertemu ketika ada masalah.
....
Vote and Like Sayang..