
Semuanya hening mendengar suara lantang yang seakan menjanggal waktu yang telah terhenti olehnya. 5 Pria tawanan yang tadi disiksa penuh kesadisan itu menatap bingung pada Athena yang tampak penuh luka disekujur kulitnya tapi tidak dengan satu pria yang menjadi Ketua Team Personel yang sudah kenal dengan sesosok wanita yang dirahasiakan Identitasnya itu.
"K..Kapten!"
Gumamnya berbinar karna ia tahu betul dari Jendral Guinter kalau Athena memang memantau Misi Rahasia mereka. tapi kenapa wanita itu kesini? atau ada rencana lain.
Lucifer menatap wajah Athena yang terlihat khawatir memandangnya bergantian dengan para Rekannya disana. netra elang agak sipit Lucifer tertuju pada luka sayatan di pipi Athena.
"K..Kau.."
"Master!"
Berots terkejut saat Lucifer jatuh saat ingin berdiri tapi ia tak berani mendekat saat pria itu menatapnya penuh intimidasi, botol ditangannya masih digenggam erat seraya mencoba berdiri.
"Master. anda.."
"K..Kau.."
Lucifer melangkah mendekati Athena yang hanya diam menatap wajah merah meradang Lucifer yang terhenti dihadapannya dengan tubuh yang begitu labil terlihat tak mampu berdiri normal membuktikan Lucifer memang mabuk berat.
"I..Ini.."
Tangan Lucifer terangkat menyentuh pipi Athena yang berdarah hingga kepalan tangannya mulai menguat dengan mata merah bergetar kemurkaan.
Prankk..
Lucifer melempar Botol ditangannya kelantai dingin ini membuat mereka terperanjat gemetar menjauh dengan jeritan para pelayan yang sangat terkejut.
"Master!!"
"Siapa yang melakukan ini???"
Suara Lucifer menggelegar seakan menjadi petir memekik keras. mata elangnya menatap kesemua manusia disini seakan menjadi belati yang menghunus dalam.
"Siapa? Emm.. Siapa yang melukaimu, ha?" Lucifer menatap Athena yang masih diam.
"Katakan! siapa yang melakukan ini? kau..kau jangan diam saja!!"
"Kau.."
Lucifer lansung tersigap saat mendengar kata itu hingga ia menatap dinding disampingnya dengan penuh arti membuat Athena kembali ingin menyambung kalimatnya.
"Kau ke.."
Bughh..
"Cifer!!!"
Athena terkejut saat Lucifer meninju dinding keras hingga punggung tangannya sampai memar penuh darah membuat mereka memekik keras melihatnya.
"Kau menyakitinya!!!!!"
"Cifer!"
Athena mencoba menghalangi tapi Lucifer terus meninju dinding sampai punggung tangannya benar-benar terlihat terkikis dengan begitu gila.
"Kau melukainya!!! kau brengsek!!!"
"Hentikan!!!!"
Bentak Athena mendorong bahu Lucifer menjauhi dinding hingga tubuh kekar pria itu agak oleng tapi masih berdiri menjauh selangkah dari Athena yang tampak menatapnya dengan amarah.
"Pakai otakmu!!! kau masih waras, kan??"
"O..Otak!" gumam Lucifer lalu terkekeh kecil mengetuk kepalanya.
"A..Apa aku punya?"
"Dengan kau begini. semua orang akan menganggap kau Gila!!! kau tahu arti Gila, ha??"
"Aku memang Gila!!!"
Teriak Lucifer menatap Athena penuh luka. kata-kata yang terucap dibibir sensual wanita ini lebih sakit baginya dari pada perkataan semua orang yang selalu menganggapnya Monster. perkataan Athena lebih menyakitkan dari apapun saat memakinya dengan keseriusan.
"Kau..kau sama seperti mereka! kau ..kau juga membenciku, kan? kau ..kau juga menganggap aku Gila!!! Pria Gila!!! tak waras!!! dan Penjahat besar!!!"
Mereka diam mendengar itu semua. para anggota Lucifer menunduk memang merasakan kesakitan Masternya, sejujurnya mereka sangat menyayangi Lucifer yang merupakan Pemimpin Alaska. sebuah kota Misterius yang begitu bermusuhan dengan Venuz, tapi orang lain tak tahu kenapa Lucifer begitu menyayangi tanah ini, bahkan rela menentang Dunia agar tak menghancurkannya.
"Aku..Aku membunuh mereka semua. agar mereka tahu Alaska ini bukan Sampah yang mereka anggap tak berguna!!! Venuz ada karna Kota ini dan mereka mau menghancurkannya??? JAWAB!!!!"
Athena terdiam mendengarnya dengan para Personel Agen CIA yang mulai menatap Lucifer dengan pandangan berbeda. kebengisan yang tadi ditunjukan berganti dengan rasa pilu dari raut Anggota Lucifer yang meneteskan air mata mengingat perjuangan Masternya mempertahankan Kota ini.
"Semuanya! Semuanya milik Alaska lalu darimana Venuz itu berdiri? kau tahu.. kau tahu kenapa?"
"K..Kenapa?"
Tanya Athena perlahan mendekati Lucifer yang mundur dengan mata merahnya masih belum sadar dari pengaruh Alkoholnya.
"Karna manusia sialan itu merebut separuh tanah Alaska dan dijadikan Negara diatas Kekuasaan Ayahku!"
Degg..
Athena terkejut mendengarnya hingga semua orang hening dengan mata Athena yang menatap penuh tanda tanya mata Lucifer yang tak ada raut kebohongan, hanya ada rasa benci yang teramat dari pandangan brutalnya.
"A..Apa?"
"Kau terkejut, hm?" gumam Lucifer merapat bersandar ke dinding dengan wajah yang berkeringat tapi ia tak menangis. tak ada satupun air mata yang menetes padahal ia begitu hancur sehancur-hancurnya tapi tak ada tangis mengiringi.
"Dan kau..kau mau menghancurkannya juga? apa kau juga ingin menjadi Ratu di Negara ini?"
"Kau.."
"Kau datang demi kekuasaankan?" Lucifer tersenyum jijik mendorong bahu Athena agar menjauh darinya membuat Athena mulai mengerti kemana arah hidup pria ini.
"Manusia serakah! dan sangat lemah!!"
"Aku datang bukan untuk merebut Alaska."
Mereka menatap Athena yang beridiri tegas dengan raut wajah serius, ia menatap semua orang yang memandangnya penuh rasa penasaran tapi ada juga yang terlihat tak percaya.
"Aku tak pernah ingin merebut apapun dari kalian!"
"Lalu kenapa kau bekerja sama dengan mereka. hm?" Lucifer menggeram tertahan.
"Karna kau salah! kau membunuh Masyarakat yang tak bersalah, Cifer! hanya karna beberapa orang yang melakukan kesalahan bukan berarti kau menyalahkan satu Masyarakatnya!"
Jelas Athena membuat mereka saling pandang sementara Lucifer tetap diam menatap wajah Athena Intens.
"Aku tak tahu ceritamu! ucapanmu itu benar atau tidak, tapi aku hanya meminta rasa adil. aku berfikir sebagai seorang Manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain, apa para Penjual Teh di tepi jalan itu ikut merebut tanah ini darimu? apa Pelacur di Bar sana ikut dalam Taktik ini? apa petugas keamanan didepan rumah sakit itu ikut berkonspirasi?" tanya Athena beruntun.
"Tapi mereka mendukung Venuz!"
"Itu bukan salahnya! mereka tinggal dibawah naungan pemerintahan Negara Venuz, tentu mereka ikut kemana arah pimpinan. kalau memang ceritamu benar. bukankah Masyarakat Venuz itu sebenarnya adalah Masyarakat Alaska?"
Lucifer diam memeggangi kepalanya yang pusing membuat Athena lansung mendekat karnanya.
"Jangan kau salahkan mereka yang tak tahu apa-apa. jika kau marah, hancurkan yang bersalah! hanya itu yang ku mau. apa sangat berat?"
"A..***!!"
"K..Kepalaku!"
"Ini karna kau banyak minum!!"
Geram Athena lansung memijat tengkuk Lucifer yang mulai merasakan mual diperutnya sampai ia merasakan kerongkongannya diaduk dan..
"Hoekmm!"
Athena hanya diam saat Lucifer muntah dipahanya, bahkan ia memeijat tengkuk Lucifer seraya menepuk punggung kekar ini agar memuntahkannya.
"K..Kau.."
"Sudahlah. muntahkan saja!"
Lucifer menggeleng beralih muntah kesamping hingga Athena lansung sigap menopang dada bidang ini agar tak tersungkur.
"Air Putih!"
"Baik!"
Para Pelayan sana bergegas mencari apa yang Athena minta hingga membuat Berots terdiam melihat wajah pucat Masternya bersandar lemah ke bahu Athena yang mengerti tabiat Lucifer bagaimana.
"Apa masih ingin muntah?"
"Ehm!"
Lucifer menggeleng menyandarkan kening berkeringatnya ke ceruk leher Athena yang mengelus Kepala Lucifer lembut seraya mengulur tangan masuk kesela kaos oblong ini meraba perut keras Lucifer yang berkeringat.
"Apa dia sudah makan tadi?"
"Belum. Nona! setelah membuat makanan tadi, Master lansung keatas! saya pikir Master memasak untuk dirinya sendiri."
Hati Athena lansung mencolos, pantas saja efek Alkohol ini sangat parah. ternyata pria ini belum makan apapun dan lansung menegguk Alkohol dan rokok dalam jumlah besar.
"Ini, Nona!" Kepala pelayan memberikan segelas air putih hingga Athena lansung mengambilnya.
"Kau..Kau tak akan pergi, kan?" lirih Lucifer antara sadar dan tidak menatap sayu wajah Athena yang tampak berat mengatakannya.
"Minumlah!"
"Ja..Jangan pergi!"
"Hm, Minum!"
Akhirnya Lucifer pasrah menegguknya tandas hingga Athena berjongkok memeggang lengan Lucifer yang tak mau melepas pelukannya membuat mereka bersemu.
"kesini!"
"Haiss!! badanmu besar dariku. aku tak kuat memapahnya!"
Umpat Athena menaikan lengan Lucifer ke tengkuknya hingga perlahan Lucifer diarahkan untuk berdiri tapi beberapa kali ia jatuh hingga Berots inigin membantu tapi Lucifer sudah memaksa berdiri membuat Athena agak berjinjit.
"Tubuhmu sudah seperti Thower saja!"
"Kenapa jalannya melilit?"
Athena hanya diam mengiring Lucifer untuk melangkah keluar dari sini. namun, disetiap langkahnya Athena harus dibuat exstra sabar saat pipinya diciumi disepanjang jalan tapi Lucifer hanya menghapus darah yang mengering di pipi Athena.
"Apa aku yang melakukannya?"
"Aku hanya bercanda. kau diam!"
"Aku sangat jahat sampai melukai pipimu."
Lirih Lucifer membenci dirinya sendiri hingga Athena perlu kesabaran masuk kedalam Lift setelah berjuang melewati tangga. mata Lucifer sayu-sayu terbuka menatap wajah datar Athena yang sangat membuatnya nyaman.
"Kau sangat cantik!"
"Bulshit!"
Umpat Athena memeggang erat pinggang Lucifer agar tak jatuh didalam Lift. ia beberapa kali menghindar saat lehernya yang menjadi sasaran pria ini.
"Kenapa kau sangat wangi, hm?"
"Diamlah!"
"Aku suka yang.."
Tangan Lucifer terangkat lunglai menatap bibir ranum Athena penuh damba hingga jempolnya mengelus bibir bawah milik Athena membuat jantung wanita itu berdebar keras.
"Ini.. maniss!"
"A.. kau..kau diamlah!" gugup Athena menurunkan tangan Lucifer kebawah dengan wajah yang merah.
"Sayang!"
Degg..
Athena semangkin terasa kaku dengan panggilan itu hingga sampai membuat bulu kuduknya meremang dengan suara serak Lucifer yang menggenggam satu tangannya lembut menariknya keatas dada bidang miliknya.
"Kau merasakannya?"
"A..Apa?" gugup Athena menelan ludahnya kasar saat wajah Lucifer mendekat mengikis jarak diantara keduanya.
"Dengarlah!"
"A..Apanya?"
Athena semangkin dilanda jantungan hingga perlahan tangan Lucifer ditengkuk Athena turun hingga kedua lengan Lucifer mengunkung kepala Athena didinding Lift yang masih tertutup.
Kening keduanya menyatu saling berhadapan dengan hembusan nafas yang menyentuh wajah masing-masing, kedua tangan Athena kaku menggantung ke dada bidang Lucifer yang memiringkan wajah Tampannya sampai membuat Athena menegguk ludahnya kasar.
"K..Kau..Kau.."
"Dia berdebar saat menyentuhmu!"
Cup..
Mata Athena kembali membulat dengan kedua tangannya mencengkram dada bidang Lucifer yang menempelkan bibir keduanya lembut tanpa pergerakan, mata Lucifer terpejam seakan menikmati sensasi ini dalam hatinya.
Semuanya hening, Athena dilanda kegugupan yang teramat saat nafas aroma Mind ini menyatu dengannya hingga perlahan tanpa sadar ia ikut memejamkan matanya saat cumbuan itu mulai dilakukan Lucifer padanya.
"Ehm!"
Athena sedikit melenguh kecil merasakan hisapan lembut pria ini membakar darahnya yang memompa keras, sangat lembut dan penuh penekanan membuat ia tak mampu menepis mekarnya hati yang tadinya membeku.
Lucifer pun sama, ia seakan membebaskan dirinya dari kekangan rasa aneh itu tapi sekarang ia benar-benar melakukannya dengan penuh kasih membuat Athena terbuai tak bisa melawan belaian lembut ketubuhnya.
"C..Cifer!"
Lirih Athena membiarkan Lucifer memberi jejak ke lehernya hingga mereka berdua larut dalam kehangatan itu. sampai tak sadar Lift disampingnya terbuka memperlihatkan seorang wanita yang terkejut bukan main.
....
Vote and Like Sayang..