
Detikan jam didinding sana beradu begitu berirama sepanjang jalannya waktu berputar begitu cepat. sedari siang ia menunggu kepulangan sang suami yang membuatnya gelisah karna tak kembali padahal Jam sudah menunjukan pukul 3 Dini hari.
Matanya yang mulai sayu ia paksakan berjaga karna entah mengapa hatinya tak tenang sedari tadi memikirkan Lucifer. seakan ia merasakan sesak yang membuat rasa khawatir tertuju pada pria itu.
"Kenapa belum juga pulang? katamu hanya sebentar!"
Resah Athena terus menelfon sampai berpuluh kali dan mundar-mandir didepan pintu Rumahnya bagian dalam dan sesekali melihat keluar apa pria itu sudah pulang atau belum.
Nenek Nuseta yang tengah terbangun pun lansung dibuat terkejut saat melihat Athena yang memakai Blazer menutupi Hotpans dan Tangtop itu masih terjaga di jam segini.
"Hena!!"
"Nenek!"
Athena tersigap berbalik menatap Nenek Nuseta yang mendekat seraya melihat jam didinding. ini sudah dinihari tapi Athena masih belum tidur, padahal siang tadi ia terlihat mengantuk.
"Kenapa belum tidur? matamu sudah merah begitu!"
"Nek. aku menunggu Suamiku!"
"Hena. mungkin dia ada urusan yang penting! pasti nanti dia pulang, sekarang pergi ke kamarmu!"
Athena diam mendengar omelan Nenek Nuseta yang terlihat marah melihat wajah lesunya yang berat. menahan kantuk itu bisa membuat penyakit datang dan wanita muda gila ini malah tak memperdulikannya.
"Nek. aku..aku akan menunggu sebentar lagi!"
"Hena! masuk kekamarmu!"
"Nek! Please. aku tak bisa tidur di kamar!"
Nenek Nuseta menghela nafas halus menatap Athena yang benar-benar khawatir hingga ia menunjuk Sofa panjang didepan Televisi.
"Tidur disana!"
"Nek. aku.."
"Hena. tidur disana!"
Athena mendecah lansung melangkah malas ke depan Televisi hingga Nenek Nuseta menghela nafas dengan sangat berat. kemana Lucifer hingga tak pulang sampai dini hari begini? tak biasanya Panci itu menghilang begitu saja.
Walay Nenek Nuseta masih merasa takut tentang kecelakaan yang siang tadi Athena katakan, tapi ia berusaha yakin kalau Hannes yang dimaksud bukan Keluarga Lucifer, kalau betul itu maka ia harus membawa Athena pergi.
"Nek! kau pergilah kekamarmu!"
"Tidur!! dia akan pulang nanti!"
"Hm!"
Athena memejamkan matanya yang begitu berat hingga Nenek Nuseta melangkah ke Dapur mencari air putih lalu mepangkah mendekati Athena yang sudah terlelap karna matanya benar-benar lelah.
Netra rentan Nenek Nuseta mengembun berjongkok memandang wajah damai Cucunya yang begitu ia sayangi. rasa takutnya sekarang tiba-tiba datang ketika memikirkan bagaimana tentang Rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
"M..Maafkan Nenek. hm? Nenek hanya ingin kau bahagia, Hena. Nenek ingin kau jauh dari masa lalu itu dan kau tak tahu bagaimana salahnya Dadymu selama ini, Nak!"
Gumam Nenek Nuseta bergetar mengulur tangan keriputnya mengelus kepala Athena lembut. bagaimana jika Athena tahu bahwa Ayahnya adalah seorang pembunuh bayaran yang telah salah memilih jalan sampai membuat kehancuran begitu besar.
"Kita hanya orang kecil, Hena! Nenek.."
Nenek Nuseta terdiam memejamkan matanya hingga bulir bening itu keluar begitu saja. ia takut Athena membenci keluarganya karna begitu kotor selama ini.
"Nenek selalu berharap. kau punya seorang pria yang berada, tampan, dan berkuasa agar..agar dia bisa melindungimu. Kelak! Nenek tak ingin, hiks! Nenek tak ingin kau bernasip sama dengan Momymu. tidak, Hena!"
"Ceritamu sangat luar biasa!"
Degg..
Nenek Nuseta terkejut mendengar suara itu hingga ia lansung menatap kearah pintu masuk dimana terlihat Lucifer tengah berdiri oleng dengan botol alkohol yang ada ditangannya. mata yang sembab, wajah merah meradang dengan mata benar-benar merah menggenang.
"K..Kau.."
"Hm? ayo lanjutkan!"
Nenek Nuseta lansung berdiri menatap gugup Lucifer dan Athena bergantian hingga ia berjalan mendekat.
"Panci! kau..kau kenapa?"
"Ouhh, Panci?"
Lucifer yang mabuk menyeringai membuat Nenek Nuseta gemetar takut melihat wajah kelamnya. langkah Lucifer terlihat oleng memandang penuh kesakitan pada Nenek Nuseta yang takut.
"Kau bersembunyi disini!"
"K..Kau..a..apa maksudmu?"
"Setelah kau menghancurkan Keluargaku!!! dan kau lari kesini!!"
Nenek Nuseta lansung meneggang ditempat mendengar bentakan Lucifer yang telah ditarik Berots keluar takut membuat keributan besar.
"Master!"
"Dia harus bertanggung jawab!!!"
Geram Lucifer menatap membunuh Nenek Nuseta yang pucat didepan pintu memandang Lucifer yang terlihat sangat murka dan kelam.
"K..Kau.."
"Apa? kau percuma lari tapi kau tak bisa lari dari apa yang diperbuat oleh anak dan menantumu!!!"
Nenek Nuseta lansung sesak memeggangi dadanya membuat Berots terkejut menatap Nenek Nuseta yang kambuh.
"N..Nyonya!"
"Cih!! berikan Pistolku!!!"
Lucifer masih menegguk minumannya menatap Nenek Nuseta dengan sangat ingin membunuhnya, sekarang ia begitu lepas pulang setelah menghabiskan waktu berpesta dengan rokok dan alkohol miliknya.
"Bawa dia ke kamarnya dan panggil Dokter Wiliam!"
"Baik!"
Para anggota lansung membawa Nenek Nuseta kembali masuk karna serangan jantung itu datang tiba-tiba. Lucifer terbahak keras mendorong Berots melepas cengkalannya.
"Itu belum cukup. Brengsek!!"
"Master! kendalikan diri anda."
"Kau.."
Lucifer ingin meninju Berots tapi kepalanya tiba-tiba berdenyut kuat hingga ia oleng ingin tumbang tapi segera Berots menopang bahunya.
"Master!"
"Jangan minum. anda sudah terlalu banyak minum!"
"Kauu!!"
Lucifer lansung muntah membuat Berots menepuk punggung kekar yang berkeringat ini, ia tak bisa mencegah Masternya untuk minum dan meracau membenci Takdirnya sendiri.
"I..ini.. ini karna dia!!!"
"Master!"
"Karna dia tak adil padaku!!!"
Teriak Lucifer pecah membuat Athena yang tadinya tidur lansung terbangun terperanjat kaget mendengar suara yang menariknya dari mimpi buruknya.
"Dia brengsek!!!"
"C..Cifer!"
Athena lansung berlari keluar hingga matanya terbelalak saat melihat Lucifer terduduk ditangga depan rumah dengan keadaan benar-benar kacau dengan muntahan yang terus keluar.
"Kau tak adil!!!"
"Cifer!!"
Athena berlari mendekati Lucifer yang menatapnya sayu-sayu dengan mata merah yang sembab membuat wajah Athhena pucat melihatnya.
"K..Kau.."
"Kau ini mau mati, ha?? kenapa minum sebanyak ini. kau masih belum bisa minum. Cifer!!!"
Geram Athena sangat tak habis pikir. kenapa pria ini kembali minum sedangkan dulu ia sudah mulai tak melakukannya.
"Kau .. kau apakan aku, ha?"
"Maksudmu?" Athena bingung.
"Kau sangat cantik!"
Ucapan Lucifer melantur hingga Athena menatap Berots yang mengangguk membopong Lucifer untuk masuk. perkataan Lucifer keluar bermakna ambigu bagi Athena yang tak ingin ambil pusing.
"Aku ingin membunuh kalian semua!!!!"
"Master!"
"Membunuh kalian semua!!!! aku akan membunuhmu!!!"
Lucifer menatap Athena yang diam seraya membuka Pintu kamarnya dengan Berots yang masuk membawa Lucifer masih melantur menatap kebelakang.
"Aku akan membunuhmu!!! Sialan!!"
"Master! kau akan menyesal bicara begini."
Gumam Berots membaringkan Lucifer keatas Ranjang minimalis ini tapi Lucifer masih mengacungkan botolnya pada Athena yang diam mematung.
"Kesini kau Pembunuh!!!"
"Dia kenapa?" Athena bertanya resah pada Berots yang mendekat.
"Master hanya kembali kambuh pada Masa lalunya. mungkin nanti ucapannya akan kasar, Nona!"
"Hm. Terimakasih!"
Berots mengangguk melangkah keluar seraya menutup pintu kamar hingga Athena perlahan mendekati Lucifer yang masih enggan melepas botol alkohol yang terus ia tegguk hingga kulitnya benar-benar panas.
"Aku.."
Lucifer menepuk dadanya dengan mata sayu-sayu misterius.
"Aku akan membunuh kalian semua!!! Kalian yang membuat kehancuran ini dan aku..."
"Aku?"
Tanya Athena duduk disamping Lucifer dengan wajah lembutnya membuat tatapan Lucifer melemah dengan mata menggenang melepas botolnya.
"Sakit!"
"Dimana?"
"Disini!"
Lucifer mengarahkan tangan Athena ke dadanya hingga Athena merasakan degupan jantung Lucifer yang cepat bahkan ia merasakan pria ini hilang arah.
"Sakit, Sayang!"
"Kenapa? aku tak suka kau minum lagi!"
Lucifer mengembun memeggang pipi Athena gemetar dengan raut wajah yang pilu. ia tadi didesak membunuh Athena hingga ia melarikan dirinya pada Minum dan Rokok agar ia tak mengingat itu lagi.
"K..kita pergi, ya?"
"Kau! Kau bicara apa?"
"Kita..kita pergi sayang. jauh.. mau kan?"
Pinta Lucifer membuat Athena lansung memeluknya hingga Lucifer menunpahkan segalanya.
"Mereka!! mereka memaksaku, Hena!! aku..aku harus apa?"
"Siapa? memangnya ada apa? aku tak mengerti!"
Athena bingung mengelus kepala Lucifer yang terbenam kedadanya hingga Lucifer memejamkan matanya menikmati aroma tubuh wanita ini.
"Mereka salahkan?"
"Apanya? Sayang!"
"Mereka berbohong Hena. benarkan?"
Athena terpaksa mengangguk setelah beberapa lama Lucifer terlelap begitu saja setelah tenang dipelukan wanita ini. hembusan nafas Lucifer perlahan stabil dengan aroma alkohol menyengat membuat Athena benar-benar dilanda kebingungan.
"Maksudmu apa? kenapa harus menyiksa diri sendiri? kau bisa cerita padaku dalam keadaan sadar. Sayang!"
"Mereka salah!"
Gumam Lucifer masih meracau hingga Athena memperbaiki cara tidurnya tapi tetap saja Lucifer enggan melepas pelukan bahkan menggeliat saja Athena susah begitu erat pelukannya.
....
Vote and Like Sayang.