
Setelah puas sedari tadi meneriaki Istri Nakalnya yang tak berhenti menggoda pikiran dan hatinya. sekarang Lucifer tengah dihadapkan dengan pekerjaan yang sangat penting. pria dengan wajah sangar dan dingin itu sama sekali tak menghiraukan para anggotanya yang tengah makan didepan sana.
Berots dan yang lainnya jadi segan sendiri makan tanpa pria itu tapi Masternya sendiri yang menyuruh mereka mengisi tenaga sementara ia yang akan mengurus satu persatu surat yang telah dipindahkan atas nama seseorang.
Drett...
Ponsel Lucifer berbunyi nyaring hingga dengan cepat ia mengambilnya tanpa mengalihkan tatapan dari layar Laptopnya. ia mengurus tempat tinggalnya nanti dan sang istri yang akan ia buat menjadi wanita paling bahagia setelahnya.
"Hm!"
"Kalau masih disana aku tak akan datang!"
Lucifer lansung terkejut mendengar suara yang agak serak tapi sangat tegas membuatnya mengupat mengingat ia lupa akan hal satu ini.
"Kenapa kau tak menghubungiku dulu?"
"Sialan!! aku sudah datang jauh-jauh tapi kau sama sekali tak menghargaiku!"
Lucifer menghela nafas kasar. hal paling menyebalkan sedari lahir adalah bertemu dengan wanita ini, wanita yang akan mengguncang setiap apa yang dia datangi dan sangat aneh.
"Tengil!!!"
"Kalian menginap saja!"
"Kau bilang apa? aku ingin menemui wanita itu tapi apa yang kau perbuat sekarang, ha? berikan alamatmu atau aku akan mencarimu di Media."
Tidak bisa. ia tak bisa membiarkan wanita akhir zaman ini sampai merusak waktunya dan Athena, ia sudah tak tahan ingin pulang sekarang tapi jika sampai mahluk ini berjumpa dengan istrinya maka tak akan ada lagi waktu untuknya.
"Istriku sudah tidur!"
"Kau pikir aku bodoh, ha?? ini baru jam 9 dan jangan bilang kau sudah.."
"Hm!"
"Tengil!!! kau.."
Tutt..
Lucifer dengan gamblang mematikan sambungannya ditengah kalimat wanita itu lalu dengan cepat mengurus segalanya. ia sangat gelisah karna masih membayang tubuh istrinya yang empuk itu.
"Shitt! ayolah, kau jangan tegang dulu!"
Umpat Lucifer benar-benar kelimpungan saat benda pusaka itu sudah terasa tak sabaran hingga sedikit terburu-buru mengemas barang-barangnya membuat Berots yang memantau dari depan sana lansung mendekat.
"Master!"
"Aku ingin ketempat itu!"
Berots mengangguk menunduk membiarkan Lucifer keluar ruangannya hingga para anggota yang tengah makan lansung siap berdiri tapi Lucifer mengisyaratkan tetap melanjutkan makannya.
"Lanjutkan!"
"Baik! Master!"
Lucifer melangkah menuju keluar Apartement ini. ia memeriksa Ponselnya saat satu pesan masuk dari Dokter Wiliam.
"Datanglah cepat! dia sudah sadar!"
Dengan cepat Lucifer turun menaiki Lift. Berots mengerti Masternya tengah memastikan kalau Pria itu sudah sadar dengan baik dan bisa dibilang tak lagi kritis seperti apa yang mereka temukan saat itu.
"Anda yakin Tuan Cestor akan menerimanya? Master!"
"Jika tidak pun dia tak akan bisa berbuat banyak. aku akan bawa Istri dan anakku ketempat lain."
Jelas Lucifer lalu keluar saat Lift itu sudah terbuka menampakan para staf Apartement yang menyambutnya penuh hormat dan segan. mereka tak berani menatap Lucifer yang dengan cepat melangkah keluar menuju Mobil yang sudah terparkir didepan sini.
"Aku butuh laporan USG Istriku!"
"Sudah saya kirim. Master!"
Lucifer lansung memeriksa Ponselnya seraya masuk kedalam Mobil melihat laporan USG Athena yang telah dirincikan kalau wanita itu bisa melahirkan normal selama pemantauan setiap harinya. tapi sebenarnya Lucifer masih ragu untuk mengambil keputusan untuk Athena melahirkan Nornal karna takut sesuatu terjadi secara tiba-tiba pada wanita itu.
Melihat wajah Masternya yang selalu kelut memikirkan itu Berots menghela nafas halus meringankan gejolak didada Masternya.
"Saya yakin Nona akan baik-baik saja. Master!"
"Hm!"
Gumam Lucifer kilas dan kembali fokus meneriksa dengan Mobil yang sudah melaju stabil. ukuran pinggang Athena sudah sangat pas tapi disini bayinya berat dan sedikit besar kemungkin kalau ini akan sakit.
Lama Lucifer meneliti hasil pemeriksaan Athena hingga tanpa sadar kekelutannya menghantarkan ke sebuah Rumah Sakit khusus miliknya yang dijaga ketat dan tak ramai sama sekali.
"Master! sudah sampai."
"Hm!"
Lucifer keluar dari Mobilnya melangkah masuk menuju Pintu Rumah Sakit. malam yang semangkin naik menjemput bulan itu menjadi saksi bisu langkah cepat Lucifer membelah deretan anggotanya yang mengiring menuju ruangan khusus.
"Cifer!"
"Bagaimana?"
Tanya Lucifer pada Dokter Wiliam yang telah menunggu di depan Ruangan rawat khusus itu hingga keduanya masuk pelan membuka pintu.
Langkah Lucifer terhenti tepat didekat Bangkar seorang pria paruh baya yang terlihat linglung dengan selang infus tertancap dipunggung tangannya dengan alat bantu pernafasan yang terpasang sempurna.
"K..Kalian.."
Mata lelah pria itu menatap Lucifer dan Dokter Wiliam bergantian hingga tatapannya terkunci dengan netra elang coklat menajam Lucifer yang benar-benar mengingatkannya akan sesuatu.
"K..Kau.."
"Tuan! anda tenanglah."
Dokter Wiliam mendekat saat Pria itu terlihat gemetar takut seakan mengigil akan keberadaan Lucifer yang hanya diam membatu.
"K..Kau..kau.."
"Tenangkan dia. dan beri apapun yang dibutuhkan!"
"Kau tak ingin.."
"Lupakan saja."
Jawab Lucifer memotong kalimat Dokter Wiliam yang mengangguk mengerti. ia tahu Lucifer pasti tak ingin mengungkin apapun terlihat dari wajahnya yang mencoba tenang.
"K..Kau..kau dia..."
Pria itu lansung terisak sendiri membuat kepalan tangan Lucifer menguat. ia harus melupakan itu semua dan harus atau kejadian lama akan terulang kembali.
"Percepat kesembuhannya."
"Baiklah!"
"Hm!"
Lucifer kembali melangkah pergi. setidaknya ia lega rencana terbesarnya sudah berjalan lancar walau ia tak perduli akan apa respon semua orang akan tindakannya kali ini.
"Master!"
"Kembali ke Istana!"
Berots mengangguk kembali melangkah keluar dengan para Anggota yang kembali menunduk mengiring Masternya untuk keluar dari Bangunan besar ini.
Pikiran Lucifer tengah berkelana jauh dan ia sudah sangat lelah sekarang. ia melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 10 malam, ia sudah meninggalkan Athena 4 jam yang lalu dan rasanya ia ingin cepat pulang walau wanita itu pasti sudah tidur.
.......
Diruangan yang sunyi ini hanya ada dua manusia yang tengah berhadapan tepat di dapur utama Istana yang tak ada orang sama sekali. keduanya terlihat saling pandang intens tapi dengan segera Cestor memalingkan tatapannya kearah gelas berisi Susu didekat Pantri.
"Kau sudah selesai?"
"Kau ingin apa?"
Tanya Athena menegguk segelas susu coklatnya hingga tandas lalu menatap Cestor yang hanya diam.
"Kenapa kau kesini?"
"Kopi!"
"Hm!"
Athena mengambil tempat Kopi dan gelas hingga membuat Cestor terkejut akan apa yang dilakukan wanita ini.
"Tidak usah!"
"Hm. aku bisa membuatnya sendiri."
Jawab Cestor yang tak ingin sedekat ini hingga Athena lansung diam membisu. ia tahu Cestor masih menyimpan rasa benci padanya.
"Kau masih membenciku!"
"Kauu!!"
"Aku tahu kau sangat sulit menerima ini. aku mengerti rasanya kehilangan orang-orang yang sangat kita cintai, nasipku begitu beruntung bertemu dengan Adikmu tapi kau tak perlu menahan semuanya. kau bisa memakaiku atau.."
"Aku tak ingin membahasnya!"
"Tapi kau harus mengerti."
Athena tak ingin Cestor dan Lucifer kembali bersitentang hanya karna dirinya.
"Adikmu itu dia juga menyayangimu. Cestor! aku mohon kau jangan meninggalkannya."
"Dia punya kau. untuk apa dia membutuhkan aku?"
Sinis Cestor hingga Athena menatapnya sangat rumit.
"Kau yakin?"
"Hm. dia bisa segalanya bukan? biarkan saja dia melakukan apapun."
Cestor melangkah pergi dengan wajah yang berbeda hingga Athena menghela nafas halus memijat pelipisnya yang berdenyut lalu melangkah keluar dari dapur.
Kenapa pria ini sangat keras kepala? padahal jelas ia melihat tatapan Cestor saat Lucifer tengah kacau itu mengisyaratkan kasih sayang yang besar.
Setelah beberapa lama. Athena naik ke langai kamarnya dengan Lift yang membawanya, ia tak ingin menyusahkan Luifi yang tengah tertidur dikamar tamu atas sesuai keinginanya. karna tak bisa tidur dengan perut yang sedikit nyeri, Athena memilih masuk kedalam kamarnya dan mencoba mengistirahatkan diri.
"Cih, sudah jam segini kau masih belum pulang."
Gumam Athena yang melihat jam didinding yang hampir menuju pukul 11 malam. karna tak ingin menunggu akhirnya Athena mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur yang remang.
"Kau pergilah!"
Athena tersigap mendengar suara pria yang sudah membuatnya menunggu itu diluar pintu sana hingga dengan cepat Athena membuka Blazernya kembali masuk kedalam selimut memejamkan matanya.
Langkah sepatu itu dengan jelas ia dengar hingga Athena benar-benar berniat mengerjai pria menyebalkan ini.
Lucifer yang baru masuk pun lansung mendekati ranjang melihat gudukan selimut ini telah membungkus tubuh Istrinya.
"Kau sudah tidur, hm?"
Athena hanya diam membatu tetap mempertahankan posisi meyampingnya hingga Lucifer melepas sepatu dan lansung melangkah kekamar mandi tak ingin bersentuhan dengan wanita ini sebelum ia membersihkan diri.
"Cih. kenapa harus mandi malam-malam begini? dia juga tak bau."
Gerutu Athena lalu menatap dadanya yang masih terbalut Bera. timbul ide nakal yang terkadang ia pun sulit mengendalikan dirinya.
"Baby! kalau kau perempuan Momy mohon jangan senakal ini dengan pacarmu. hm?"
Athena mengelus perut besarnya lalu membuka kaitan Beranya hingga benda lezat empuk sekang itu telah lepas dari kuncian rapat yang menyesakan. lagi pula Athena juga tak bisa lagi tidur dengan Bera karna sudah sangat sesak.
Setelah beberapa lama menunggu. akhirnya pintu kamar mandi sana terbuka memperlihatkan Tubuh kekar seorang pria yang tengah berdiri dengan sangat gagah dengan handuk melingkar ke pinggang berototnya, bahkan tetesan air dari rambut yang ia usap dengan handuk kecil itu terlihat sangat Sexsi membuat Athena menegguk ludahnya kasar dari dalam selimut sana.
Dada bidang yang begitu kekar dengan tonjolan otot-otot kelakian yang pas. ini benar-benar terlihat sempurna ditubuh tinggi semampai Suaminya.
"Baby! Dadymu sangat Sexsi!"
Batin Athena menyipitkan matanya masih mengintip Lucifer yang duduk disamping Ranjang tepat didekatnya membuat Athena sangat ingin menyentuh perut berotot suaminya.
"Ehmm!"
Athena menggeliat mengulur tangannya lansung menelusup kesela pinggang Lucifer lansung menoleh kearah Athena yang pura-pura menggeliat memeluk pinggang kekar itu remang.
"Sayang!"
Lucifer menepuk pipi Athena yang masih enggan membuka mata hingga Lucifer menghela nafas kembali mengusap rambutnya. tangan Athena perlahan bergerak meraba perut keras itu hingga mulai naik ke dada bidang Lucifer yang mulai menyipitkan matanya menatap tangan Athena.
Jari-jari lentik wanita ini mulai meremas tonjolan otot-otot kekar itu hingga sudut bibir Lucifer lansung tertarik simpul melihat kelakuan nakal wanita ini.
"Kau memang benar-benar."
Batin Lucifer merasa geli lansung berbaring disamping Athena yang memanfaatkan itu meletakan kepalanya ke dada bidang Lucifer hingga tangannya masih meraba turun ke perut keras suaminya.
Lucifer memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut wanita itu ke tubuhnya yang sangat ia rindukan.
"Sayang!"
Athena yang mendengar itu semangkin merasa sangat terbuai. ia begitu ingin mendengar pria ini menyebut namanya dalam erangan kenikmatan penuh cinta itu.
Tanpa pikir panjang dengan kepercayaan diri yang besar Athena mulai bermain menjelajahi dada bidang pria ini.
"S..Sayang!"
"Hm?"
Athena sibuk memberi kecupan lembutnya ke tempat debaran jantung ini membuat sentuhan itu membayang keseluruh tubuh Lucifer yang benar-benar sangat merindukan permainan wanitanya.
"Aku ingin!"
"Kau yakin?"
Tanya Athena mengangkat kepalanya menatap wajah meradang Lucifer dari remangan lampu tidur. deru nafas suaminya begitu memburu dengan tatapan yang mendamba dari seorang Master Alaska pada Nona Polisi ini yang begitu pandai membakar setiap aliran darahnya.
"H..Hena!"
"Kau suka?"
Tatapan Lucifer semangkin tak bisa menunggu. ia sudah menahan ini sedari lama tapi sekarang Athena benar-benar miliknya malam ini, ia ingin berlabuh bersama Istrinya.
"Sayang!"
"Kau menginginkanku?"
"Hm!"
Lucifer lansung menarik tengkuk Athena hingga keduanya mulai menautkan ciuman panas yang tak bisa dikatakan stabil. Lucifer begitu bergairah sampai Athena juga tak mau kalah mengimbangi hasrat suaminya.
Ciuman yang terkesan sangat mendamba dan begitu memuja itu mereka berikan dengan sangat penuh. tautan lidah yang membelit mesra mengiringi kesunyian malam yang seakan memberikan mereka ruang untuk menyampaikan gejolak hati yang membara.
"Ehmm!"
Athena merasa tersengat saat tangan nakal ini mencumbu lembut penuh damba bagian khasnya. cepat dan terlatih Lucifer melepas ikatan tali gaun malam milik Athena tanpa mengurai tautan keduanya sama sekali.
"Ss..Ccifer!!!"
Athena tak bisa menahan suara pekikannya saat Lucifer sudah beralih menindihnya lansung memberikan cinta disetiap permainan indranya.
"S..Sayang!!"
"Emm!"
Lucifer sibuk menguasai dua aset berharga yang menjadi titik terindah bagi seorang Athena.
"C..Cifer, emm!"
Lucifer memberi decapan lembut lalu menarik puncak ranum itu gemas membuat Athena merasa sangat terhempas tinggi. dengan konsentrasi terfokus pada kesukaannya, satu tangan Lucifer sudah turun melepas bagian terakhir yang menjadi inti permainan ini. tentu ia melakukannya sangat lembut takut terjadi sesuatu pada bayinya didalam sana.
"Aku yang diatas!"
"Kau yakin?"
Tanya Lucifer serak dengan dada naik turun karna aliran darahnya sudah mendidih memompa darah yang berdesir kuat. Athena mengangguk hingga Lucifer membantu Istrinya naik memimpin Permainan kali ini.
Keduanya lansung mengeluarkan suara lemah serak itu dengan mulut keduanya terperangah merasakan sensasi yang sangat luar biasa. bahkan Athena begitu tersengat nikmat saat penyatuan ini menghempaskan semuanya.
Sedangkan Lucifer jangan ditanya, ia sudah terlihat mabuk merasakan jepitan dinding lembab ini benar-benar membelah jiwanya.
Keduanya saling memberikan kehangatan sampai tak sadar berbagi tenaga dan keringat yang bercucuran dengan ganas. penyatuan ini begitu dahsyat sampai Lucifer merasa sangat bahagia bahkan batinnya meledak diaduk oleh kelihaian dari seorang Athena si wanita Galak yang serba bisa menundukan keangkuhannya.
.....
Vote and Like ya say..
Maaf ya. mumpung udah malem😊
Author harus Revisi lagi karna sempat dipending ama NT😉