Mysterious Love

Mysterious Love
Ini tak Geratis!



Tatapan mata tak menyangka itu seketika tercipta menghunus netra elang coklat tajam yang juga memandangnya lembut. hati Lucifer begitu lega saat mengatakan kalimat itu hingga rasanya beban yang menyekang pernapasannya disetiap Athena menanyakan tentang perasaan itu seketika menghilang dengan pandangan mata penuh harap membuat Athena melemah.


"K..Kau.."


"Hm. setiap aku mencoba untuk tak memperdulikan apapun tentang mu rasanya aku tak mampu bernafas normal, aku selalu panas saat melihat kau dekat dengan pria lain, aku tak suka saat ada yang dekat denganmu atau ..atau kau memberi perhatian padanya."


Jelas Lucifer dengan wajah begitu khawatir membuat Athena tersenyum kecil. Lucifer menangkup pipinya dengan tatapan mata serius.


"Kau mencintaiku juga, kan?"


"Menurutmu?"


"Jika tidak pun aku akan memaksa!"


Kekeh Lucifer tegas mendapat tepukan ringan di pipinya dari Athena yang geli, untuk apa bertanya kalau ujung-ujungnya juga akan memaksa?


"Kenapa memaksa?"


"Harus! kau di Takdirkan untukku, hanya untukku! kau mengerti?"


"Kalau tidak?"


Pancing Athena hingga membuat Lucifer menyipitkan matanya menatap penuh penghakiman seakan mendorong Athena untuk mengatakannya.


"Harus!"


"Tidak!"


"HARUS!!" Tekan Lucifer memonyongkan bibir Athena yang suka melihat wajah jengkel pria ini.


"Tidak, aku tidak mau!"


"Kauu!!"


"Dibelakangmu!!"


Lucifer lansung menatap kebelakang hingga dahinya menyeringit melihat dinding kosong dan deretan Toilet hingga ia kembali menoleh..


"Tidak a.."


"Daaaa!!!!"


Athena melarikan diri dengan membawa tas kecilnya hingga mata Lucifer terbelalak lansung menyambar Borgol di atas Wastafel mengejar Athena yang sudah berlari gestit melepas Heelsnya keluar.


"Kembali!!!"


"Dasar Gagak!!!"


Athena berlari mengangkat Gaunnya hingga ia hanya menyalip beberapa pilar terus berlari dihadapan Penjaga yang terkejut dengan wajah kosong melihat Athena yang tadinya berpenampilan rapi dan anggun seketika berantakan dengan kilat melewatinya.


"Jangan berlari!!! kau bisa jatuh!!"


"Kejar!!!!"


Lucifer meneriaki Athena yang tak begitu jauh darinya hingga ia mengejar cepat. Penjaga Tangga itu lansung terduduk mengucek matanya tak percaya melihat Tuan Muda kedua yang sangat tampan tapi berjiwa Tempramental itu tengah bermain kejar-kejaran dengan seorang wanita.


"A.. Apa aku tak salah melihat?"


Gumamnya memucat sampai berpeggangan ke ujung tangga.


Sementara Lucifer. ia mulai kehilangan jejak Athena yang tadi pergi kedekat Taman hingga langkah cepatnya terus menyusuri lantai ini menuju Koridor dibelakang sana menjahui area pesta yang terdengar meriah.


"Hena!!!!"


Lucifer memanggil Athena karna khawatir akan keadaan wanita itu, ia tahu seluk beluk Istana luas ini yang memiliki berbagai macam mara bahaya dimana tempat.


"Hena!!!"


Lucifer terus melangkah hingga ia keluar dari Koridor menuju area taman. ada deretan bunga yang ditata rapi diterangi lampu hias dan Neon yang sangat cantik tapi Lucifer sedang resah sekarang.


"Hena!!! berhenti bermain sekarang keluar!!!"


"Cifer!!"


Lucifer lansung menoleh kearah asal suara hingga ia terkejut saat melihat Athena yang terduduk diatas rerumputan dengan kaki yang dipeggang seperti terjadi sesuatu.


"Kau..Kau kenapa?"


"Itu, tadi aku mau duduk karna sudah pegal tapi lantainya licin sampai aku .. terpeleset!" ciut Athena lirih.


Rahang Lucifer lansung mengeras menatap Athena yang menunduk memeggangi pergelangan kakinya yang terkilir.


"Kau memang benar-benar! kapan kau akan menurut padaku, ha?"


"Ayolah, bukan salahku! lantainya yang licin."


"Kauu!!"


"Kau mau memarahiku? kakiku sakit. Sayang!"


Lucifer lansung terdiam mendengar ucapan Athena yang terdengar sangat manis dan mendayu-dayu ditelinganya, wajah Lucufer mulai berubah merah menatap kesembarang arah membuat Athena tersenyum manis.


"Tak jadi marah?"


"Kau sangat mengujiku!"


"Tapi aku mencintaimu!"


Lucifer lansung melemah duduk diatas rumput yang sama menatap Athena dengan raut gemas dan senyum kilasnya menjabarkan hati yang tengah mekar menghiasi hatinya.


"Kenapa tak sedari tadi?"


"Apanya?"


"Kau mengatakannya."


Ucap Lucifer menaikan satu kaki Athena kepahanya hingga ia melihat memar dipergelangan kaki jenjang ini. sudah dipastikan lantai sialan itu melukai Istrinya, pikir jiwa posesif Lucifer.


"Tadi ada yang mengintip!"


"Berapa?"


"1!" jawab Athena tapi Lucifer menggeleng hingga dahi Athena mengkerut.


"2!"


Jawab Lucifer memutar kecil pergelangan Athena yang meringis kecil memeggangi lengan Lucifer.


"Siapa?"


"Dia mengawasimu sedari kau duduk didekatnya!"


"Siapa?"


Gumam Athena melihat kesekelilingnya hingga Athena termenggu saat menduga siapa yang dimaksud Lucifer barusan. ia baru sadar kalau Lucifer melihat pria itu juga padahal ia tak tahu.


"Sayang, dari mana kau tahu? tadi aku hanya melihat Hera di dekat dinding."


"Itu karnanya kau lari!" geli Lucifer tersenyum kecut menatap Athena seraya melenturkan jari-jari kaki Athena yang lansung berdecih.


"Hm, dia harus melihat itu agar tak mengganggu mu lagi."


"Kenapa kau sangat tak menyukainya? hm"


Tanya Lucifer menarik Athena hingga duduk diatas pangkuannya, ia melepas Jasnya dan membalutkannya ke tubuh Athena yang dingin hingga kembali ia peluk mesra.


"Dia itu begitu terobsesi padamu, sampai melakukan apapun!"


"Lalu kau mau aku bagaimana?"


Lucifer melepas jepitan rambut Athena hingga surai kecoklatan itu kembali mengurai menutupi leher jenjang yang tadi menjadi pusat perhatian.


"Jangan dekat-dekat dengannya!"


"Hm, bagaimana denganmu?"


Tanya Lucifer seraya mengusap tangan Athena yang dingin hingga membuat Athena tersenyum kecil mengelus pipi Lucifer yang tak ia sangka mencintainya.


"Kau cinta pertamaku, seperti pepatah mengatakan. sulit melupakan Cinta Pertama dan aku rasa aku tak akan mendua."


"Awas saja jika kau kembali mendekatinya."


Athena mengangguk memeluk Lucifer yang perlahan berdiri masih menggendongnya dengan ringan, Borgol yang tadi ia bawa masih ada ditangannya dengan Tas Athena yang dipeggang.


Namun, Athena terdiam saat suara musik Dansa didalam sana terdengar kesini hingga ia menatap Lucifer yang terlihat ingin membawanya kembali kedalam.


"Em, Sayang!"


" apa masih sakit?"


"Bukan, tapi aku mau berdiri!" pinta Athena. Lucifer menggeleng lansung melangkah kembali ke Koridor tapi Athena lansung meloncat turun dari gendongannya.


"Kauu!!"


"Untuk malam ini, jangan marah-marah, Please!"


Athena memohon dengan wajah tomatnya sampai membuat Lucifer menghela nafas berjongkok memeriksa kaki Athena yang masih memar tapi sudah lebih baik setelah Lucifer melenturkannya tadi.


"Apa sudah bisa berdiri?"


"Sudah. ayo berdiri!"


Lucifer berdiri hingga meletakan Tas dan Borgol tadi ke bawah lantai lalu menatap Athena yang mendekat kearahnya.


"Mau sesuatu?"


"Jadilah pria romantis sesekali."


Lucifer berkerut bingung tak tahu hingga Athena merenggut lansung berbalik ingin mengambil Tasnya tapi seketika ia terkejut saat ada suara musik yang mengalun dan ini lebih terdengar indah dari yang ia dengar tadi.


"Cifer kau.."


"Mau Berdansa denganku. Nona!"


Degg..


Athena menutup mulutnya tak percaya saat melihat Lucifer berjongkok tegap dengan satu tangan terulur dihadapannya. belum lagi para piawai Seniman yang keluar dari area Taman dengan alunan lagu yang berasal dari Instrument yang dimainkan.


"C..Cifer kau.."


"Hm! mau?"


Athena lansung mengangguk menyambut tangan kekar Lucifer yang lansung berdiri menarik pinggang Athena mendekat. wajah keduanya hanya berjarak 5 senti dengan satu tangan Athena berpeggang ke bahu kokoh Lucifer dengan pandangan bertaut mesra.


Alunan musik itu menenggelamkan keduanya dalam liukan tubuh yang mengikuri irama yang merdu, hunusan mata keduanya tak terpisah walau posisi berganti arah.


"Kau menyukainya, hm?"


Tanya Lucifer memeluk Athena dari belakang dengan dagu yang bertopang kebahu mulus Athena yang ditutupi Jasnya. gerakan keduanya masih pelan dengan menikmati malam berbintang ini.


"Ini diluar Exspektasiku!"


"Benarkah?"


Lucifer membalikan tubuh Athena hingga para pemaian Musik di Taman sana memerah melihat keintiman kedua Insan yang tengah dimabuk cinta itu, terbukti dari tatapan keduanya yang saling menembus relung hati masing-masing.


Suasana begitu romantis sampai membuat Athena tak mampu mengalihkan pandangannya ke wajah Lucifer yang menjentikan jarinya hingga lampu diatas mereka menyala dengan taburan mawar yang tiba-tiba turun dari geladak atas.


"Mawar?"


"Hm, untukmu!"


Lucifer memberikan satu Buket rangkaian bunga dari balik tubuhnya entah dari mana datangnya itu Athena pun tak tahu hingga semuanya sangat sempurna.


"Sayang! kau sangat manis!!" Athena mengecup kilas bibir Lucifer.


"Tentu, tapi ini tak Geratis!"


Degg..


.......


Vote and Like Sayang..