
Pandangan pria tua itu terlihat sangat puas. besok ia akan membuktikan kalau kematian Putrinya bukanlah sebatas bunuh diri tapi ada unsur lain disini.
Ia juga sudah mendapatkan data yang diambil dari Laptop Hera masalah Pembunuhan Hannes itu, akan ia buktikan pada Dunia kalau Putrinya selama ini menjadi Korban permusuhan mereka.
"Hera! besok adalah puncaknya, semuanya akan tahu segalanya dan mereka akan dihukum seberat-beratnya. Sayang!"
Gumamnya lalu menghubungi kontak Dokter Isabel diponselnya.
"Iya, Tuan!"
"Kau tahu sesuatu?"
"Tuan! besok akan ada Pesta besar di Istana. anda bisa datang kesana dan umumkan semuanya."
"Hm. aku yakin wanita itu juga akan hancur dengan sendirinya."
.....
Langkah pelan dengan tubuh bergetar itu hanya bisa lunglai ke bangku taman yang tak jauh dari tempat ini. ia memilih tempat yang sepi untuk duduk mengistirahatkan diri setelah pergi dari tempat itu.
Rasanya sakit. tak pernah mereka bertengkar seperti ini hanya karna wanita tapi sekarang ia malah melempar cincin pernikahannya sendiri yang merupakan hal sakral bagi keduanya.
"M..Momy salah, ya? hiks! Momy emosian, nak!"
Tanya Athena mengelus perutnya dengan sendu. air matanya menetes begitu saja merasa sangat sakit melihat wajah nanar Lucifer menatapnya begitu terluka.
Tapi ia juga sama. ia tak bisa menahan dirinya saat membahas tentang wanita itu, ia yakin dan tak akan salah kalau Isabel memiliki perasaan pada suaminya.
"Permisi!"
Athena lansung menghapus lelehan bening diwajahnya saat mendegar suara seseorang dibelakang kursi taman ini hingga Athena menoleh.
"Kau!!"
"Maaf, tadi aku melihat anda menangis disini! em, apa anda baik-baik saja?"
Athena menatap datar Relov yang menatapnya agak heran. tadi ia lewat disini tapi tak sengaja melihat Athena sekilas masuk ke dekat Taman yang masih direnovasi tapi ini sunyi.
"Bukan urusanmu!"
Namun, mata Relov termenggu saat melihat perut Athena yang membuncit dengan postur tubuh yang sudah berubah dan ia sangat tahu hal ini kenapa?
"K..Kau.."
Athena sudah ingin melangkah pergi tapi Relov lansung menghadang langkahnya membuat kepalan Athena menguat.
"K..Kau hamil dan.."
"MENYINGKIR!!!" geram Athena kelam.
"I..itu.. itu anak.."
Athena mendorong bahu Relov menjauh darinya hingga pria itu benar-benar terkejut menatap Athena yang sudah melangkah pelan menuju jalan setapak di Taman ini.
"H..Hamil?"
Relov bertanya-tanya lansung berlari mengejar Athena yang berusaha untuk tak menoleh terus melangkah cepat menyamakan langkahnya.
"Nona!!"
Athena hanya diam tak mau meladeni hingga Relov lansung berlari cepat berhasil memtong langkah Athena yang terkejut.
"Kau!!"
"Aku ingin bicara dengan, anda!"
"Menyingkir dari hadapanku!!!"
"Nona. saya hanya ingin bicara sebentar, saya mohon!"
Pinta Relov tak ingin memeggang Athena yang menjaga jarak dengannya. wajah wanita ini begitu sangat dingin membuat Relov sangat salut, pantas saja Pria menyeramkan itu sebanding dengan wanita Jutek ini.
"Kau ingin bicara hal yang tak penting!"
"Nona. saya sepupu Hera!"
Athena terdiam mendengar itu semua hingga dengan cepat Athena mendorong bahu Relov semangkin menjauhinya dengan wajah waspada.
"Kau!! kau ingin melukai bayiku, kan?"
"Tidak! bukan.. bukan itu maksudku!"
Relov mencoba bersikap tenang melihat Athena yang tak suka akan keberadaannya dan ia paham itu, wajar jika Athena curiga padanya karna bisa saja ia membalas dendam atas kematian Sepupunya.
"Katakan!!"
"Sebaiknya, anda duduk dulu. Nona! anda tengah hamil, tak baik berdiri lama!"
Athena lansung menatap perutnya hingga ia kembali memandang wajah bersahabat Relov yang tenang. Athena berbalik melangkah kembali kekursi sana dengan mata masih menatap Relov menajam.
"Duduklah. Nona!"
"Hm!"
Athena duduk dengan wajah agak pucat karna hari ini benar-benar melelahkan untuknya. sementara Relov berdiri dihadapan Athena yang memasang wajah datar.
"Katakan!"
"Aku tak tahu masalah kalian apa dan kenapa? tapi aku hanya ingin tahu sebenarnya siapa yang membunuh Hera? kenapa mereka begitu tega melakukaannya?"
"Bukankah dia memang bunuh diri!"
"Tidak! malam itu jelas dia ingin bertemu dengan suami anda, Nona!"
Athena terdiam. dari raut Relov pria ini terlihat sangat baik dan pria kalem yang tak pandai menyusun rencana-rencana licik, jelas dari tatapannya yang menjaga Athena tanpa bergurat mesum atau nakal.
"Aku tak tahu apapun!"
Hanya kalimat itu yang terucap hingga Relov menghela nafas. ia juga tak mungkin memaksa Athena yang tengah hamil untuk membicarakan soal itu semua.
"Baiklah. tapi anda mau kemana? Nona!"
"Pergilah!"
Athena mengusir menunjukan raut tak suka hingga Relov mengangguk pamit pergi.
"Hm, baiklah kalau begitu Terimakasih! saya permisi!"
"A..***!"
"Nona!"
"Emm, P..Perutku!"
Relov terkejut saat Athena meringis sakit memeggangi perutnya hingga ia lansung berjongkok bingung harus memegangnya atau tidak?
"N..Nona!"
"P..Perutku ss!!"
Relov yang tak ingin membuang waktu lansung mengarahkan Athena untuk tenang sesuai keahliannya dalam bidang Kandungan ini.
"Nona! tarik nafas perlahan dan jangan terlalu kaku!"
Athena yang sudah memucatpun menurut arahan Relov yang memeggang perut Athena yang membuat ia mulai mengambil kesimpulan merasakan denyutan dan keteggangan kulitnya.
"Apa anda sering merasakan ini? Nona!"
"I..iya t..tapi..tapi semangkin hari semangkin sakit!"
Ringis Athena memeggangi perutnya yang diremas-remas bahkan melilit kepinggangnya yang serasa mau putus. mendengar itu Relov mulai gelisah.
"Nona. anda mengalami Kontraksi awal, tapi jika semangkin sakit anda sebaiknya tetap tenang dan lebih banyak bergerak seperti berjongkok atau ke Rumah sakit!"
"A..Aku..aku ingin pulang!"
"Saya akan mengantarkan, anda"
Karna sudah merasa tak kuat untuk berjalan jauh Athena menyetujuinya mencoba berdiri dengan sendirinya tanpa memeggang lengan atau bahu Relov yang membawa Plastik disampingnya tadi.
"Pelan-pelan!"
Athena berusaha tetap tenang seraya menuruti langkah Relov mengiringnya ke Mobil yang tak jauh dari sini.
"Maaf, Nona!"
Relov membantu memeggang lengan Athena yang hanya pasrah terus melangkah pelan kedekat Mobil sana hingga tatapan kelam seorang pria yang tadi mencari Istrinya kemana tempat itu diseberang sana menghitam pekat seakan menelan semuanya.
Tapi, ia terlihat khawatir berlari mendekati Mobil Relov yang membuka Pintu Mobilnya untuk wanita ini.
"Sayang!"
Athena terkejut atas kedatangan Lucifer hingga ia menatap Relov yang lansung melepas pegangannya ke lengan lembut Athena takut pria Temprament ini menduga sesuatu hal yang tidak-tidak.
"Sayang! kau..kau kenapa?"
"Cepatlah!"
Relov juga semangkin heran saat Athena tak menanggapi ucapan Lucifer yang lansung mencengkal lengannya.
"Hena! kita bicara berdua!"
"Lepas!!"
Athena menyentak kasar tangannya membuat Lucifer lansung menutup pintu Mobil itu kembali mendorong Relov menjahui istrinya.
"Jangan mendekatinya!"
"T..Tuan!"
Bugh..
"Cifer!!!"
Teriak Athena terkejut saat Lucifer memberi bongkemant panasnya ke wajah Relov yang tersungkur dibuatnya.
Wajah Lucifer sudah merah meradang panas melihat pria berani menyentuh lengan Istrinya bahkan mendekati wanita ini.
"Kau memang ingin mati, ha???"
"Apa-apa'an kau!!! ha?"
Athena ingin mendekati Relov tapi tangannya sudah dicengkal Lucifer kuat sampai terasa meremukan tulang lengannya.
"Cifer!!!"
"Kau berani bersamanya!!!" geram Lucifer mendidih.
"Kenapa? kau marah?"
"Aku tak suka kau bersama dengannya!!!"
"Oh, jadi kau merasa hanya kau yang bisa mendekati wanita lain!"
Degg..
Lucifer merasa tercekik dengan ucapan Athena yang lansung menyentak kasar lengannya dari genggaman Lucifer.
"Kauu!!"
"Jangan sok perduli padaku! kau bisa habiskan waktumu dengan wanita cadanganmu itu!"
"S..Sayang!"
Lucifer memelas menatap Athena yang mencengkram pinggir baju hamilnya melihat wajah Lucifer benar-benar terlihat kacau.
"I..Ikutlah denganku!"
"Selama dia masih bersamamu. jangan pernah menemuiku!"
Athena menarik lengan Relov untuk masuk ke Mobil dengan ia yang juga masuk menutup pintu itu kasar. membuat Lucifer ingin menghentikan Relov yang dipaksa Athena menjalankan benda ini.
"H..Hena!! Hena dengarkan aku. Sayang!! Hena!!"
Teriak Lucifer saat Mobil itu sudah meninggalkannya sendiri disini dengan wajah khawatir Lucifer pada Istrinya.
"Sial!!!! Sialan!!!"
Umpat Lucifer merutuki dirinya sendiri. Mobil anggotanya sudah melesat mendekat hingga Lucifer mengejar Mobil Relov yang membawa wanita itu.
......
Vote and Like Sayang..