
Langkah tegas pria itu lansung masuk ke Apartement yang telah ia dapatkan alamatnya kalau pria temprament itu bermalam disini. semua Staf pekerja tampak membisu karna mereka tahu yang datang ini adalah seorang yang berpengaruh dan bagian dari Tuannya.
Cestor hanya diam melihat bangunan megah ini. Apartement yang sepertinya ditutup hanya untuk memberi ruang bagi sepasang pasutri yang semalam telah membuat keterkejutan tadi malam.
Ia akui tempat ini sangat megah dan estetik disiapkan Lucifer hanya untuk wanita itu. walau sekuat apapun ia melarangnya maka mereka akan berusaha kuat mempertahankan hubungannya.
Setelah beberapa lama, ia sampai kelantai atas dengan ruangan khusus bagi Lucifer dilantai ini. Asisten Brian menekan tombol didekat pintu dengan Cestor yang berdiri dilayar sensor pengenal hingga pintu itu terbuka memperlihatkan para pelayan yang menyambut.
"Tuan!!"
"Hm!"
Cestor mengikuti arah kepala pelayan yang mengarahkan jalan. ia melihat ruangan ini seperti interior rumah yang sangat Elegan dengan warna tak terlalu cerah.
"Tuan!"
Cestor menghentikan langkahnya tepat diruang makan hingga matanya tertuju pada dua manusia yang terlihat terlibat perdebatan kecil dengan penolakan Athena yang tak ingin duduk dipangkuan Suaminya.
"Duduk!"
"Cifer kau.."
Athena tak bisa beranjak hingga ia pasrah duduk diatas pangkuan Lucifer yang membelit perutnya mesra dihadapan Cestor yang diam menatapnya datar tapi terselip rasa panas saat melihat mereka semangkin intim.
"Kenapa kau kesini?"
"Menjengukmu!"
Jawab Cestor duduk dikursi makan tepat dihadapan Athena yang lansung menutupi lehernya dengan rambut sebahunya membuat Lucifer sedikit merenggut melihatnya.
"Kalian sudah menikah?"
"Hm. dia Istriku!"
Lucifer memeluk posesif Athena yang hanya diam membiarkan apapun yang dilakukan pria ini padanya, ia tahu jelas kalau rasa cemburu Lucifer akan meruak jika ia berbicara sedikit saja dengan pria ini.
"Bergabunglah di Istana!"
"Bukan urusanmu!"
"Aku hanya menyarankan, President Arcules bisa saja mengebom habis wilayahmu dan.."
"Kau pikir aku tak bisa melakukan hal yang sama?"
Athena hanya diam membisu mengelus lengan kekar Lucifer diperutnya. kalau tak ditengahi bisa saja keduanya akan terlibat pertengkaran besar yang meneggagkan.
"Jika kau ingin perang kemungkinan Alaska akan hancur dan begitu juga Venuz, pikiran masyarakat kecil yang tak tahu apapun soal ini." tegas Cestor serius.
"Bukankah itu mau mu?"
Geram Lucifer dengan suara tak bersahabat. raut wajahnya mengeras sangat tak ingin berkecambung disana apalagi nanti melihat wajah-wajah sialan itu setiap harinya.
"Kau pikirkan baik-baik, kembalilah ke Cam karna kau akan semangkin membuat berita panas."
"Terserah padamu!"
"Aku serius! lebih baik kau bergerak cepat sebelum semuanya terlambat."
Ucap Cestor menegguk Jus dihadapannya membuat amarah Lucifer lansung meruak ingin melempar piringnya tapi Athena mencengkalnya.
"Hey!!"
"Itu Jusku!"
"Biarkan saja, nanti aku buatkan lagi!" pujuk Athena mengelus pipi Lucifer yang terlihat naik pitam. ia tak ingin melayani siapapun tapi pria ini merusak Mood paginya yang tengah indah.
"Makanan ini untukkku?"
"Itu punyaku!"
Sayangnya Cestor sudah melahap Steknya hingga Lucifer lansung bergegas melempar gelas disamping piringnya kearah Cestor yang lansung gesit menghindar membuat Asisten Brian menghela nafas.
"Muntahkan!"
"Sudah ku telan!"
"Kauuu!!!"
"Sudah!!!"
Pekik Athena lansung membuat keduanya diam saling tatap penuh aura permusuhan, terlihat saling mengintimidasi melalui aura yang mendingin.
"Kalian diam!"
"Keluar kau dari sini!!" geram Lucifer pada Cestor yang acuh.
"Kalau aku tak mau?"
Athena turun dari pangkuan Lucifer yang terkejut melihatnya hingga ia menatap membunuh Cestor yang menyeringai licik.
"Sayang!"
"Berdebatlah sampai malam!!"
"Dia yang memulai, bukan aku!!"
Athena hanya acuh melangkah ke tangga atas membuat Lucifer mengibaskan tangannya pada pelayan yang lansung pergi membuntuti Athena.
Lucifer merubah wajahnya datar duduk bertopang kaki angkuh menatap serius Cestor yang juga mulai memandangnya tegas.
"Bukankah kau ingin aku hancur?"
"Aku akan membantumu menghancurkan kedudukan Pemerintahan President Arcules!"
Sudut bibir Lucifer terangkat. begitu besar keinginan Cestor untuk menguasai segalanya hingga ingin menjadi duri dalam daging bagi mereka.
"Kau sangat licik!"
"Tentu, untuk mengambil semuanya aku harus bermain seperti cara mereka bermain."
Jawab Cestor misterius tapi Lucifer hanya menganggap kalimat itu sebagai Moto hidup yang sangat meruntuhkan, tentu itu sangat menjijikan dipendengarannya.
"Hm, baik! aku setuju dengan bagianku."
"Kau hanya perlu berperan sebagai seorang Tuan Muda Kedua, kau juga bisa mencari tahu tentang apa yang kau inginkan dan aku juga sama."
"Hm, setelahnya. kau jangan mengusik kehidupanku."
Cestor mengangguk, setidaknya bukan ia yang akan memberitahukan kebenaran karna ia tak sanggup jika bicara secara lansung dan lebih baik Lucifer mencarinya sendiri.
"Aku sarankan kau jangan terlalu hanyut. siapkan dirimu untuk suatu saat nanti."
"Bicaramu seperti orang tua kuno!"
"Terserah kau bicara apa, yang jelas aku tak ingin terjadi sesuatu yang lebih buruk dari ini. ingat itu!"
Cestor melangkah pergi meninggalkan Lucifer yang diam seraya mengambil Rokoknya dari saku celana. sedari kemaren kata-kata Cestor sangat misterius seakan ada hal yang belum ia tahu.
"Aku harus cepat mencarinya!"
Gumam Lucifer seraya merokok karna kepalanya mulai pusing, saat bersama Athena ia tak bisa membahayakan wanita itu apalagi istrinya sangat tak suka bau rokok.
"Master!"
Berots tiba-tiba datang dari atah pintu masuk hingga Lucifer menatapnya datar pria hitam ini.
"Hm."
"Salah satu anggota IT kita mendapati Nyonya Violette selalu pergi ke Villa di area pantai. Master!"
"Lalu?"
"Anggota memantau kalau ada hal yang mencuriggakan karna banyak Team medis ditempat itu."
Lucifer lansung termenggu menghembuskan asap rokoknya. ia mencoba mengingat kalau wanita sialan itu memiliki beberapa aset tapi, kalau Villa ia rasa hanya 3 tapi itu Villa apa? selama ini ia tak tahu soal itu.
"Pantai yang mana?"
"Di dekat Hutan jauh dari Perkotaan. bisa dibilang Villa itu Villa tua yang sepertinya sudah dibuang."
"Hm, kau pantau terus dan awasi pergerakannya! masuk setelah aku menemukan sesuatu di Istana."
"Baik!"
Berots mengurus semuanya hingga Lucifer kembali fokus merokok seraya mengerjakan beberapa urusan Alaska melalui ponselnya.
.........
Tatapan licik wanita itu lansung menghunus Bangkar seorang pria paruh baya dengan tampak sudah kurus dengan berbagai alat medis dan kabel-kabel yang membantunya dalam menaungi hidup.
Tubuh rentan yang terlihat lemah dengan selang oksigen terpasang rapi. semuanya terlihat sangat menyakitkan menancap dikulit yang sudah terlihat mengelupas karna efek samping obat-obatan yang menunjang nyawanya.
"Berapa persen?"
"Menurut data yang kami teliti. Tubuhnya memang masih hidup tapi kemungkinan dia sadar hanya 5%, Nyonya!"
"Hm, usahakan dia tetap seperti itu karna dia akan sangat berguna nantinya."
,,,,,,
Vote and Like Sayang..