
Guncangan berita itu lansung membuat semua Masyarakat Venuz terbelalak tak percaya. Rekaman Vidio yang bereder menunjukan kalau Nona Muda Derdanos itu telah meninggal Dunia dengan Vidio terakhir yang dibuat tepat didetik-detik nafas terakhirnya.
Penemuan Jasad Harayina Derdanos itu membuat Masyarakat saling bertanya, apakah benar Nona Muda Derdanos meninggal karna bunuh diri? jika ditelisik lebih dalam memang wanita itu sangat terlihat menggilai Tuan Muda Kedua Hermes.
*Keluarga Derdanos sangat terpukul atas Kematian Nona Mudanya Herayina yang tadi pagi ditemukan gantung diri di Balkon Hotelnya.
Dari Rekaman yang ditunjukan, sebelum detik meninggalnya Nona Hera sempat mengungkapkan Perasaannya yang selama ini tak terbalas sampai akhirnya ia menyerah.
Dan sejumlah informasi mulai terkuak, yang menyebar data tentang Pembunuhan Keluarga Hannes itu ternyata dilakukan oleh Nona Hera, itu diungkap oleh kaki tangannya yang telah diringkus Polisi karna melakukan aksi Provokasi*.
Degg...
Berita itu membuat Athena yang baru saja selesai makan didepan Sofanya pun terperanjat tak percaya. terlihat tangisan Nyonya Emayri pecah dilayar sana saat diwawancara membuatnya lansung merasa termenggu.
"I..Ini.."
"Nona!"
"Ini.. ini pasti ada hubungannya dengan Lucifer, kan?"
Geram Athena yang kasihan melihat Nyonya Emayri menangis kehilangan Putri satu-satunya. ia tahu Hera itu sangat bermasalah tapi kedua orang tuanya sama sekali tak terlibat apapun dalam hal ini.
"Nona. saya tidak tahu."
"Kauu!!"
Athena menghentikan kalimatnya saat melihat sesosok pria dengan tubuh kekar tampilan santai itu telah masuk kedalam kamarnya. Namun, kali ini wajahnya tampak tak mau menatap Athena selain raut datar yang ia tunjukan.
"Kau dari mana saja?"
Lucifer hanya diam melangkah santai ke kamar mandi membuat Athena tercekat. ia kembali menatap Televisi sana yang masih menyiarkan berita yang sama lalu kembali menatap ke Pintu kamar mandi yang telah ditutup rapat dengan suara Shower menyala.
"Kau tahukan dia dari mana?"
"Saya.."
"Semalaman dia tak pulang! pasti kalian menyembunyikannya dariku!"
"Saya benar-benar tak tahu. Nona!"
Athena lansung mengumpat kasar kembali mendekap bantal ditangannya erat. rasanya semuanya sunyi tanpa kehadiran pria itu yang selalu menemaninya tapi ia juga bingung dengan dirinya sendiri.
"Nona. anda mau sesuatu?"
"Tidak ada!"
Luifi mengangguk berdiri siap dibelakang Sofa hingga Athena sibuk dengan dunianya sendiri. sesekali wanita itu tampak menghela nafas kembali memandang kearah kamar mandi tapi ia segera memalingkan wajah saat pintu itu telah terbuka hingga Luifi lansung memejamkan matanya tak ingin melihat.
"Kau tak bisa ganti baju didalam sana! ha?"
"Hm!"
Gumam Lucifer acuh dengan memakai Bathrobe menutupi tubuh kekarnya membuat Luifi lansung melangkah pergi keluar ruangan panas ini. ia sudah gerah saat Masternya datang kesini dan mendenyutkan jantungnya.
Athena berusaha tak perduli. ia fokus melihat televisi dihadapannya sengaja memperbesar suaranya membuat Lucifer hanya acuh memakai pakaiannya tapi ia masih melirik Athena dari ekor matanya.
"Siapa yang membunuh sesadis ini? memang sangat tak punya hati!"
Umpat Athena sesekali mengintip Lucifer seraya terus mengunyah potongan buah apelnya. ia memang malu jika bertanya lansung soal ini apalagi kasusnya soal pembunuhan yang sama dilakukan Dadynya.
Masyarakat Mulai bingung tentang Aparat Kepolisian yang tak meringkus cepat semua dalang dari Pembunuhan Keluarga Hannes.
Athena memucat mendengar berita itu hingga Lucifer lansung mendekatinya dengan cepat merampas Remote ditangan Athena mematikan Televisi secara lansung.
"K..Kau.."
"Kau ingin menambah tagihanku, ha?"
Athena terdiam menatap Lucifer rumit. ia kira Lucifer akan marah mendengar berita itu lagi tapi nyatanya...
"K..Kau..kau kemana saja?"
"Berhenti menonton TV di kamar ini. kau tahu bagaimana mahal semua yang digunakan olehmu."
"A..aku h..hanya bosan!"
Lucifer duduk disamping Athena dengan wajah dinginnya. ia terlihat benar-benar marah tapi bukan amarah karna kebencian namun ini lebih ke rasa sayangnya.
"Bosan? semua yang tersedia disini mewah. kau wanita lemah, hanya bisa menangis dan selalu menyalahkan diri sepertimu ini hanya menjadi beban bagiku disini!"
"Lalu kenapa kau mau menampungku???"
Geram Athena sangat marah mendengarnya. matanya sudah mengembun membuat Lucifer tersenyum sinis dengan wajah benar-benar memancing amarah Athena.
"Aku mau menampungmu itu hanya karna Bayiku ada diperutmu."
"K..Kau.."
"Kau menangis? Athena. aku mencintaimu karna sedari pertama aku pikir kau mau menurutiku, tapi nyatanya. kau meraggukan aku dan hanya fokus pada dirimu sendiri."
Bibir Athena bergetar lansung mencengkram mulut Lucifer yang pasrah dicakar kuku tajam istrinya.
"Aku perduli padamu!!!!"
"Cih, kalau kau perduli padaku! maka kau tak akan menyusahkanku!"
Athena lansung menjauhi Lucifer segera merapat ke Sofanya. ia menangis tertahan memanggil Neneknya penuh isakan kepiluan.
"N..Nenek hiks!"
"Seharusnya kau membuat Nenekmu bangga. tapi apa yang kau lakukan? hanya merusak pemandanganku setiap paginya."
Lama Athena terdiam mendengar ucapan Lucifer hingga tanpa pamit Athena berdiri pelan memeggangi perut dan lehernya melangkah tertatih-tatih menuju ranjang.
"Nenek!"
Gumam Athena menghapus lelehan bening itu dengan kasar. kenapa ia harus menangis seperti ini? ia benci dengan air matanya yang selalu keluar semenjak Neneknya tiada.
Melihat itu Lucifer lansung mendekati Ranjang menatap datar Athena yang bersandar ke kepala ranjang melamuini Poster Nenek Nuseta yang kemaren ia letakan diatas meja dekat ranjang.
"Awas!!"
"Kauu!!"
Geram Lucifer berbaring disamping paha Athena yang hanya acuh memfokuskan diri pada Posternya. Lucifer yang memakai kaos oblong dan celana pendek dibawah lutut santai itu tampak mencari akal agar Athena tak terlalu larut begini.
"Kau tak mandi, ha?"
"A..Apa?"
Gugup Athena saat Lucifer menatapnya tajam dan sangat sinis tak suka.
"Aku tak sudi berdekatan dengan wanita bau sepertimu!"
"A..Aku su..sudah, mandi!"
"Aku tak percaya. baumu seperti bedak bayi!"
Athena yang sudah begitu takut itu tampak menunduk ingin turun dari ranjang tapi Lucifer dengan cepat membelit pinggangnya.
"L,.Lepas!!"
"Dasar bau!!! lehermu bau!!"
Athena mencoba menghindar saat Lucifer mengendus leher dan rambutnya tapi itu bukan sebuah pengendusan risih tapi Lucifer memanfaatkan itu untuk memeluk Athena yang seharian tak ia peluk begini.
"Semuanya bau!!"
"Tapi kau menjauhlah dariku!!!"
"Aku ingin memeriksanya!"
Lucifer membenamkan wajahnya ke dada berisi Athena hingga terus mengendus sampai ia menatap bibir wanita itu kilas memiliki ide agak mesum.
Lucifer mengendus bahu Athena hingga wanita itu menggeliat tapi Lucifer semangkin bergerak brutal tapi tak membahayakan leher Athena yang masih diperban.
Saat wajah Athena tak ingin menatapnya barulah Lucifer menjalankan aksinya.
"Lihat aku!"
Cup...
Athena membulatkan matanya saat bibirnya malah tak sengaja mengecup bibir Lucifer yang ada disamping wajahnya.
"Kau berani menciumku!!"
"A..Aku..Aku t..tak sengaja dan.."
"Kau sangat pandai berkilah!" Desis Lucifer mendekatkan wajahnya ke wajah Athena yang tak bisa bergerak karna lengan Lucifer dibelakang kepalanya.
"A..Aku..!"
"Ada kelabang dilehermu!"
"A..Aa!!"
Cup..
Lagi-lagi Lucifer merasakannya hingga ia menyeringai melihat wajah pucat Athena yang benar-benar gugup bahkan ia terlihat salah tingkah.
"Aku tak sudi dicium wanita lemah sepertimu!"
"Tapi kau mau kan?"
Geram Athena tak percaya.
"Cih, baik! kau cium sekali lagi maka akan aku katakan rasanya!"
Cup...
Athena tanpa sadar melakukannya dengan permainakan otak Lucifer yang licik memanfaatkan kegugupan Istrinya.
"Cium yang benar, Bocah!"
Athena kembali melakukannya tapi kali ini Lucifer mengigitnya dengan jilatan kilat membuat Athena mendorongnya kasar.
"K..Kau.."
"Bibirmu sama sekali tak ada rasa!"
Ketus Lucifer berbaring memunggungi Athena yang meraba bibirnya lalu menatap Lucifer sendu. ia sangat merindukan ini tapi ia perlu waktu menerimanya.
"Mau ku jahit matamu baru kau tidur?"
"Ini masih siang!"
Gumam Athena ciut memperbaiki rambutnya.
"Siang atau Malam itu sama saja."
"Hm!"
"TIDUR!!!"
"Geser!"
Athena berbaring disamping Lucifer yang sengaja berbalik hingga menaikan satu kakinya ke paha Athena yang tercekat karnanya.
"Kau jangan banyak berharap."
"Hm!"
"Baumu sangat menyengat!"
"Jangan dipeluk kalau kau tak suka!!!"
Teriak Athena menepis kaki dan tangan Lucifer yang memeluknya tapi Lucifer masa bodoh kembali meletakannya.
"Berhenti memelukku, CIFER!!!"
"Diam! aku hanya terpaksa."
.....
Vote and Like Sayang..