
Deritan ranjang itu lansung beradu terdengar begitu jelas dan sangatlah erotis. suara decipan kulit yang berbenturan bersenyayu dengan lembutnya lenguhan yang keluar begitu saja dari dua insan manusia yang sedari dini hari beradu keringat dan tenaga hingga sampai sekarang masih menyatu dalam keadaan yang sama.
"Akhhs, Faster Baby!!"
"C..Cifer!!"
Athena memberikan pelayanan terbaiknya membuat Lucifer tak mampu untuk menahan suara kenikmatan yang lolos begitu saja, ia terlihat mendesis dengan keringat bercucuran saat sang istri tengah bergerak lihai diatas tubuhnya.
Begitupun Athena, ia begitu tak bisa untuk menahan diri untuk mengeksplor tubuh keduanya sampai membuat Lucifer benar-benar tahluk tak berhenti mengerang nikmat dibawah kekuasaannya.
"S..Sayangg!!"
"Kau suka? emm!"
Athena terus bermain lembut, hentakan itu tak terkesan brutal tapi sangat manja dan memuja, ia memainkan irama cinta ditengah panasnya penyatuan yang beberapa kali mencapai puncak nirwana ini.
"Aisss.. Y..Yahh!" Lucifer mengigit bibir bawahnya melihat raut wajah Sexsi Athena yang sengaja membuat ia begitu panas dan memuncak.
"Kalau begini?"
"Aa..Athena!!!"
Lucifer menggeram tertahan saat pacuan wanita ini dipercepat membuat aliran darahnya semangkin mendidih dengan kedua tangannya tengah meremas dua Squishi kenyal yang sedari tadi berguncang indah membuatnya gila untuk terus memainkannya.
"Aa.. Ssaayang!!!"
"C..Cifer!!!"
Pekik Athena karna ia mulai semangkin mempercepatnya seraya berpeggangan ke lengan Lucifer yang juga tak tahan sampai mencekik remang leher Athena yang begitu menguasainya.
"Faster Baby. Please!!!"
"Ouhh, Yess!!!"
Athena kembali berpeggangan kuat sampai ia semangkin mengeluarkan kemampuannya membuat Lucifer terus meminta hingga keduanya merasa ada sesuatu yang ingin pecah dari dalam sana.
"C..Cifer!!!! a..aku..aku "
"I'm Coming Baby!!"
"P..Pipis!!!"
Pekik Athena merasakan ia ingin pipis hingga ia terus mempercepat ini semua membuat wajah Lucifer semangkin merah dengan suara decapan yang beradu cepat seakan menyentrum aliran darahnya.
"Akhhs!!!"
Suara keras dari keduanya hingga Athena lansung menggelijang merasakan hujaman ini begitu menekan hingga rahimnya menghangat. Lucifer pun terlihat mabuk kenikmatan sampai ia menekan Athena untuk tetap diam diatasnya karna dinding lembab nan ketat itu memberi hisapan dan kedutan yang membuat ia melenguh kecil.
"C..Cifer!"
Athena tumbang tak berdaya ke dada bidang Lucifer yang lansung membelit pinggang Istrinya. Athena kehabisan tenaga untuk memberikan Servis terbaik nya sedari tadi ia lakukan membuat Lucifer tak berhenti mengerang menyebut namanya.
"Lelah, hm?"
"Hm. ngantuk!"
Gumam Athena membenamkan wajahnya keceruk leher kekar suaminya dengan rasa berat dimata dan pegal menjalar dari arah kakinya.
lucifer tersenyum penuh kebahagiaan mengecup lama kening penuh keringat Athena yang ia lap dengan selimut yang ada dibawah mereka. tubuh itu masih menyatu hingga membuat Lucifer diam memejamkan matanya untuk sekedar merilekskan otot-ototnya.
"Kita mandi!"
Athena hanya diam hingga ia sedikit melenguh saat Lucifer melepas penyatuannya. sudut bibir Lucifer terangkat melihat pusaka perkasanya sudah tunduk pada kuasa sang istri.
"Kau memang sempurna!"
"Emm, diam!"
Lucifer turun dari Ranjang seraya menggendong Athena kedalam kamar mandi. ia memasukan Athena keadalam Bathub sersya menyetel air yang agak dingin hingga memulihkan tenaga wanita ini.
"Apa sudah pas?"
"Hm!"
Athena hanya bergumam kecil memejamkan matanya hingga Lucifer masuk kedalam Bathub memeluk Athena yang sudah tak ingin berbicara banyak, rasanya sudah sangat lelah.
Tangan kekar Lucifer menuangkan sabun keatas air hingga buih itu memenuhi Bathub membuat Athena benar-benar nyaman, tak lupa pria ini memijat pinggangnya yang tadi bergerak banyak sampai ke pahanya.
"Dari mana kau belajar Ilmu Kungfu itu?"
Athena lansung memerah mendengar bisikan Lucifer yang penuh arti ketelinganya, benar-benar memalukan jika ia menyebutkan apa yang diarahkan Neneknya setelah masuk kekamar ini.
"Hm? kau belajar Kungfu itu dari mana?"
"Hiass! diamlah!" Athena menepuk lengan Lucifer yang memeluk pundaknya dengan bersemu.
"Kemajuanmu sangat pesat, tak perlu diajari lagi kau sudah tahu dimana Spotnya!"
"Cifer!! aku tak ingin membahasnya!!!"
Pekik Athena mencengkram mulut Lucifer yang ada ditelinganya, sungguh ia sangat merutuki Neneknya yang mengirim Vidio panas itu ke Ponselnya hingga saat Lucifer pulang ia sangat bergairah menatap tubuh kekar suaminya yang sudah bersih.
"Kau malu?"
"Sayang. aku tadi hanya agak kesurupan, jadi jangan tanya lagi!"
"Tapi, tadi kau masih sadar aku dan.."
"Suttt!!! lupakan, anggap saja tadi aku sedang Yoga!"
Lucifer dibuat gemas mengunyel leher Athena dengan kedua tangannya masih meremas kedua benda kenyal itu. Athena hanya mendiami karna ia mulai sadar kalau tadi Lucifer datang ke Apartement itu dengan rambut agak basah dan aroma sabun mandinya.
"Em, Cifer!"
"Tadi kau mandikan?"
"Iya!"
"Kenapa? apa ada yang salah atau.. semacamnya?"
Tanya Athena penasaran hingga Lucifer lansung menghela nafas halus mengkeramasi rambut Athena dengan Shower yang ada disampingnya.
"Tadi aku terlalu berkeringat. aku tak ingin datang dengan tubuh bau padamu."
"Aku percaya!"
Jawab Athena acuh karna ia pastikan pria ini berbohong dan sampai sekarang ia tahu betul kalau Lucifer selalu lepas kendali kalau berhubungan dengan perkelahian dan darah.
Setelah beberapa lama. mereka akhirnya selesai hingga dengan handuk Athena dan Bathrobe membalut tubuh gagah Lucifer yang melangkah menuju Sofa.
"Kau tidur disini sebentar, aku mau mengganti Seprey!"
"Hm!"
Lucifer melangkah ke Walkcloset mencari ganti Sepreynya hingga Athena termenung diam dengan mata terpejam. namun, tiba-tiba Ponsel Lucifer berbunyi membuat mata Athena terbuka malas.
Drett..
"Siapa menelfon sedini hari ini? apa tak punya pekerjaan lain?"
Umpat Athena mengulur tangannya menjangkau Ponsel diatas meja Sofa hingga matanya bingung melihat Nomor tanpa nama ini.
"Sayang!!!"
"Hmm?"
"Ada yang menelfon!!!"
Lucifer segera keluar dari Walkcloset dengan membawa selimut baru dan Seprey ganti hingga lansung mendekati Athena yang bersandar ke punggung Sofa.
"Siapa?"
"Aku tak tahu, namanya tak ada!"
Lucifer mengangkatnya seraya mengganti Seprey yang sudah lengket dan lembab.
"Cifer!!!"
Lucifer terhenti saat mendengar suara Cestor yang entah kapan bisa menghubunginya. tapi mungkin saja bisa karna sinyal disini sudah kembali membaik.
"Hm!"
"Kau dimana? semua orang mencarimu!"
Tutt..
Lucifer mematikannya dengan raut wajah mulai tak bersahabat membuat Athena mengambil kesimpulan kalau yang menelfon itu Keluarga Istana.
"Ada apa?"
"Tidak ada!"
Lucifer mendekati Athena menggendong wanita itu untuk kembali beristirahat diatas Ranjang hingga Athena melihat satu pesan masuk di layar Ponsel suaminya.
Para Media mengincarmu dan Athena. cepat kembali ke Cam atau Citra Istana akan rusak.
"Boleh aku membalasnya?"
Athena menyodorkan ponsel itu kehadapan Lucifer yang mengeringkan rambutnya. terlihat wajah Tampan ini mulai meradang hingga Athena menghela nafas halus.
"Kau pergilah!"
"Kauu!"
"Aku pikir kau tak seharusnya menghindar. kalau memang Istana itu adalah milikmu dan Venuz ini juga bagian Alaska, kau buktikan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi."
Lucifer terdiam menatap Athena dengan rumit hingga Athena menggenggam satu tangan Lucifer yang besar darinya.
"Percayalah. kau tetap menjadi seorang Penguasa Alaska tapi kau juga akan menjadi Penguasa Venuz, buktikan pada kedua orang tuamu kalau Putranya bukan menjadi sampah tapi membangun apa yang dulu hilang. dan.."
"Dan?" Lucifer hanyut.
"Dan dengan itu aku bisa beralih mendekatimu sebagai seorang Tuan Muda Hermes, bukan Cestor! aku bisa menjalankan Misiku seakan-akan kau sulit didekati, yahh seperti saat pertama kita bertemu."
Lucifer tersenyum pelit mengingat bagaimana pertemuan dramatis mereka penuh drama.
"Baiklah. kalau itu yang kau mau."
"Hm, lagi pula kalau mendekati Cestor dia selalu memeggang lenganku!"
"Memeggangmu?" geram Lucifer hingga Athena memucat, ia baru sadar kalau ucapannya tadi agak sensitif.
"A.. maksudku dia sering menarik lenganku, iya!"
"Lengan! hanya lengan?"
"A.. iya, tapi sepertinya dia tak sengaja!"
Lucifer diam membuat Athena menegguk ludahnya kasar. kebisuan Lucifer sangat membuatnya ngeri jika pria ini kembali membuat ulah. saat itu dia mengebom lantai Istana dan sekarang entah apa yang akan dia lakukan.
....
Vote and Like Sayang..