
Athena berjalan lunglai kedepan pintu rumah kecilnya seraya beberapa kali mengumpat karna para anggota Lucifer begitu menyebalkan membuat ia olahraga malam-malam begini, apalagi perutnya juga terasa nyeri karna terlalu banyak bergerak sedari tadi.
"Apa kau diputuskan Pacarmu???"
Suara Madam Mery tengah berdiri didekat Jendela menatap Athena dengan pandangan yang sinis sekaligus mengejek tapi Athena hanya acuh melangkah ke depan pintu rumahnya.
"Hey!! Sombong sekali kau!!"
Athena hanya diam mendorong pintu Rumahnya hingga ia lansung masuk membuat Madam Mery menggeram melihat sikap dingin Si wanita tak Normal itu.
"Dasar!"
Umpatnya menutup pintu Jendela hingga Athena mengintip merasa lega pengganggu yang berisik itu telah tutup mulut.
"Hena!"
"Nek! belum tidur?"
Tanya Athena menoleh kearah Nenek Nuseta yang terlihat memakai Blazer dengan Rol rambut yang menggulung surai ubannya.
"Apa ada yang mengusikmu? kenapa wajahnya Masam?"
"Tadi antri, Nek! badanku pegal!"
Lirih Athena bergumam kecil melangkah ke Dapur dengan Plastik yang ia tenteng untuk menatap kembali bahan-bahan masakan ini di Kulkas.
"Pergilah kekamarmu! biar Nenek yang menatanya."
"Tidak usah, Nek! Hena saja yang.."
Tapi Plastik ditangannya sudah berpindah tangan hingga ia menatap Nenek Nuseta yang berkecak pinggang menatapnya tegas dan penuh perintah.
"Pergilah Istirahat!"
"Em, baiklah! Nenek juga."
Athena mengecup pipi Nenek Nuseta lalu melangkah lunglai kekamarnya, ia sudah melepas Maskernya hingga wajah lelah itu terlihat terpasang nyata.
Athena masuk kekamarnya yang remang karna ia memang tak terlalu suka terang. ia lansung menghempaskan tubuh dan Ransel ditangannya keatas ranjang Minimalis ini.
Brugh..
"Akhh!!"
Athena bersuara legga karna kembali merasakan kasur empuknya yang menurutnya sangat memijat tubuh lelah ini. nafasnya menghela halus dengan mata terpejam merasa sangat ngantuk.
"Jangan lupa Mandi!!!!"
"Haiss! Iya, Neek!!!"
Jawab Athena melengking lalu memaksa tubuhnya bangun duduk dipinggir ranjang mencium bahunya yang masih harum, tapi rasanya sudah lengket hingga ia pasrah berdiri melangkah lunglai ke kamar mandi.
Ia membuka Mantel dan Baju Kaosnya leluasa hingga ia hanya memakai Bera Hitam yang sangat Kontras dengan kulit putih pulennya. ia bersiul kecil menatap wajahnya di Cermin kamar mandi hingga ia sedikit berpose seksi sampai seorang pria yang sedari tadi duduk didekat Sofa sana menegguk ludahnya berat menatap kearah kamar mandi.
"Kau memang Cantik!"
Gumam Athena percaya diri tapi seketika ia terkekeh kecil mengusap wajahnya lalu membuka Resleting celana Jeansnya hingga ia benar-benar hanya menggunakan Bera dan Daleman saja.
"Haiss!! ternyata masih basa."
Athena melihat luka diperutnya yang berair karna lupa ia mengganti Perbannya. apalagi Luka di lengannya yang dalam juga masih diperban yang lama tanpa ada obat yang baru.
"Mandinya bagaimana?"
Gumam Athena menatap luka diperutnya bergantian dengan luka dilengannya hingga ia menghela nafas halus membuka Perban diperutnya membuat luka jahitan itu terlihat. sedangkan luka ditangannya tak ia buka hingga lansung melepas Bera dan Daleman membuat tubuh polosnya terpampang nyata dimata Elang seorang pria dibelakang sana.
Ia masih diam dengan kaki bertopang angkuh dengan kedua lengan berada dilengan Sofa Singel itu. Stelan serba hitam yang membalut tubuhnya begitu menambah kesan Cool dan Keren dari tampilan Brutalnya kali ini.
Athena terus mandi membasahi Kepalanya dengan Shower, ia hanya pasrah saat perutnya dibasahi air itu tapi lengannya ia jauhkan dari guyuran air.
"Haiss! dia merusak pipiku."
Geram Athena melihat kecermin dimana pipinya yang luka sudah lebih baik dari yang sebelumnya, tapi tetap saja rasanya masih perih.
Athena terus mandi dengan begitu Sexsi, ia menyabuni tubuhnya dengan Sabun harum aroma Lavender miliknya hingga dua gudukan sintal itu benar-benar tampak sekang dan kencang membuat teggukan ludah dikerongkongan Lucifer yang sedari tadi mengamati tak berhenti mengalir.
"Dia sangat berani."
Bokong bulang putih itu tersabun lembut dengan bersih hingga Lucifer hanya diam mengawasi sesuatu yang bisa saja mencuri pandang ke tubuh polos pulen itu.
"Ini terlalu berbahaya!"
Lucifer melangkah ke dekat Jendela hingga ia berdiri meneliti Jendela Athena yang tak ada tirai, hanya Jendela kaca murni yang tak bertrali. bisa saja ada orang yang menerobos lewat sini seperti yang ia lakukan tadi, masuk ke Jendela ini sampai menjelajahi kamar Athena hingga barulah ia duduk saat suara wanita itu ia dengar didepan sana bersenyayu dengan gunjingan seseorang.
"Neeek!!!"
Lucifer tersigap saat Athena memanggil didalam sana, ia kembali duduk diatas Sofa gelap ini seraya menatap kearah Pintu kamar mandi, wajahnya bersemu melihat bentuk depan dan bagian bawah Athena yang terlihat mulus dan berisi.
"Neek!!"
Athena bersandar ke daun pintu masih fokus memelintir rambut pendeknya yang basah, ia lupa kalau Handuknya masih ada di gantungan tempat Setrika sana hingga ia tak membawa sehelai kain apapun.
"Neeek! Bisa ambilkan Handuk Hena di Ruang Gantungan Baju???"
Lucifer lansung membuyarkan lamunannya hingga ia melepas Jaketnya seraya menatap Athena yang sudah keluar dengan tubuh basah yang meneteskan air kelantai.
Wajah Lucifer mengeras melihat lantai yang licin bisa saja kaki jenjang ini tergelincir hingga luka diperut itu akan semangkin parah.
"Apa Nenek sudah tidur?"
Gumam Athena berdiri didepan meja rias. ia melihat lehernya yang masih ada bekas kismark itu hingga helaan nafas Athena muncul. ia merasa sangat merindukan pria itu tapi sayangnya ia sudah bertekad bulat melupakannya.
"Lupakan dia, Hena!"
"Siapa?"
Duarr...
Athena lansung terlonjak kaget saat suara itu berucap tepat dibelakangnya. tubuh Athena kaku seakan membatu menghirup aroma Maskulin yang tadi sempat ia duga tapi ia menepis kehadiran pria itu yang tak mungkin kesini.
"Siapa?"
"K..Kau.."
Athena terkejut saat lengan kekar itu membelit pinggangnya hingga kulitnya lansung meremang seakan tersengat meroma kuat. rasa dingin itu menjalar dari kakinya merambat keatas hingga ia memejamkan matanya saat tubuh kekar Lucifer merapat mengikis jarak diantara keduanya.
"Kenapa kau sangat mengujiku? hm"
Serak Lucifer bertopang dagu ke bahu Athena yang tercekat saat tangan Lucifer merambat naik kearah dadanya. wajah Athena melemah dengan nafas yang memberat saat bibir Lucifer menyentuh lehernya.
"K..Kau.."
Athena memeggang tangan kekar Lucifer yang sudah mencengkram satu bongkahan dagging kenyal nan sangat Sexsi membuat Lucifer tak mampu menahan tubuhnya ingin kembali merasakan kekhasan yang membuat ia selalu merindu.
"Kau sangat Sexsi!"
"Akhm!"
Athena lansung membekap mulutnya saat suara ******* kecil itu keluar lolos begitu saja saat lidah basah itu sedikit menjilati garis leher dibelakang kupingnya, sudut bibir Lucifer terangkat mendengarnya hingga ia kembali menyesap leher Athena yang melenguh tertahan mencengkram lengan kekar Lucifer yang masih meremas gudukan sintal itu dengan penuh rasa.
"C..Cifer!"
"Kau tak merindukan ini! hm?"
"Ehm!"
Athena terus menggeram tertahan dengan tangan Lucifer yang menggerayai bagian dadanya hingga saat tangan itu perlahan turun membelai perutnya menuju ke bagian bawah Athena lansung menahannya lalu menatap Lucifer yang juga memandangnya berat diremangan malam ini.
"Kau mengujiku!"
"A.. Kau.."
"Hena!!"
Degg..
Athena lansung mendorong tubuh Lucifer menjauh saat suara Nenek Nuseta diarah pintu sana menuju kamarnya.
.........
Vote and Like Sayang..
Maaf ya say.. tadi ada acara jadi baru bisa Up sekarang😭